NovelToon NovelToon
Gadis Desa Kesayangan Mafia

Gadis Desa Kesayangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:134.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Paman, kenapa ini besar sekali?” tanya Lucia bingung.

​“Kau menyukainya?”

​“Memangnya itu apa?”

​“Jadi kau tidak tahu ini apa? Kau yang membangkitkannya dan kau tidak tahu cara menidurkannya?!”

Lucia polos hanya menggeleng lugu, membuat sang mafia paling ditakuti di seluruh Italia itu menepuk jidatnya kuat-kuat.

****

Disiksa kemiskinan di desa terpencil Calabria dan dijual oleh pamannya sendiri ke sebuah klub malam, Lucia pasrah menunggu takdir kelamnya.

Namun, sebuah penggerebekan menyelamatkannya dan membawanya bekerja sebagai pelayan di mansion megah milik Alessandro Frederick–bos mafia dingin berdarah dingin yang menderita alergi parah terhadap sentuhan manusia.

Satu sentuhan dari orang lain bisa membunuh Alessandro. Tetapi, saat jemari Lucia tak sengaja menyentuhnya, tidak ada rasa terbakar.

Bagaimana bisa seorang mafia kejam menaklukkan hati gadis lugu hingga mengira elusan in-tim adalah usapan rasa kasihan dan ciuman adalah penyembuh rasa sakit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

Alexander dan Malika masih mematung, tak berkedip menatap bagaimana ruam mematikan di leher Alessandro lenyap tak berbekas hanya karena ciuman dari gadis desa di pangkuannya.

Melihat bagaimana putranya menatap Lucia dengan tatapan posesif, memuja, dan penuh damba, seolah gadis itu adalah napasnya sendiri Alexander berdehem keras.

“Sudah ku putuskan. Kalian berdua harus menikah secepatnya! Minggu depan, altar harus sudah siap!”

“Apa?!"”

Isabella yang baru saja bangkit dari lantai dengan lutut memar membelalakkan matanya lebar-lebar.

Urat lehernya menonjol, tak terima dengan keputusan sepihak itu.

“Paman! Paman pasti bercanda, kan?! Aku yang seharusnya menjadi Nyonya Frederick! Bukan gadis kampung dekil yang bahkan tidak tahu cara memegang garpu ini! Dia pasti penyihir! Dia menggunakan guna-guna pada Alessandro!” jerit Isabella histeris, menunjuk Lucia dengan jari gemetar.

Alessandro, yang masih memeluk pinggang Lucia erat-erat, sama sekali tidak mempedulikan amukan Isabella.

Pria dingin dan kejam itu justru sedang tersenyum-senyum sendiri, menatap bibir Lucia yang sedikit membengkak dengan tatapan bodoh layaknya remaja kasmaran yang baru pertama kali jatuh cinta.

Malika, yang sudah sepenuhnya sadar akan situasi, hanya bisa menghela napas elegan. Ia mengangguk pelan, menghormati keputusan mutlak sang suami.

“Jika itu satu-satunya cara agar putra kita bisa hidup normal dan bahagia, aku setuju sepenuhnya, Suamiku.”

“Bibi! Kenapa Bibi malah mendukungnya?!” Isabella semakin meradang. Ia berlari hendak menarik rambut Lucia, meronta layaknya orang kesurupan. “Gadis sialan! Kembalikan Alessandro-ku!”

Alessandro mendelik tajam, aura membunuhnya kembali seketika.

“Vincent!” panggilnya dingin.

Hanya dalam kedipan mata, Vincent dan dua pengawal berbadan tegap muncul dari balik pintu.

“Seret wanita gila ini keluar dari mansionku. Jika dia berani menginjakkan kakinya lagi dalam radius satu kilometer dari sini, patahkan kakinya,” perintah Alessandro tanpa ampun.

”Lepaskan aku! Paman Alexander! Bibi Malika! Kalian akan menyesal! Lepaskaaaan!”

Suara teriakan Isabella memudar saat Vincent dan para pengawal menyeretnya keluar secara paksa.

Di tengah kehebohan yang baru saja terjadi, tokoh utama dari keributan itu justru berkedip dengan bibir melongo.

Lucia memiringkan kepalanya, menatap Alexander, Malika dan Alessandro bergantian dengan wajah yang menggemaskan.

“Menikah?” beo Lucia polos, menggaruk pipinya yang tidak gatal.

Alexander mengerutkan kening. “Ya, menikah. Kau akan menjadi istri dari putraku, Nyonya muda keluarga Frederick. Kau tidak mau menikahi putraku?”

Gadis dari pelosok pedesaan Italia itu menatap Alexander dengan raut wajah kebingungan yang teramat sangat.

“Bukannya aku tidak mau, Tuan. Tapi, aku sungguh tidak tahu menikah itu apa. Apakah menikah itu semacam lomba menumbuk gandum musim gugur?” sahut Lucia jujur.

Alexander refleks menepuk jidatnya sendiri dengan telapak tangan besarnya.

Pria yang ditakuti seluruh mafia Italia itu mendadak merasa tekanan darahnya naik drastis. Ia menoleh menatap istrinya dengan tatapan putus asa.

“Malika sayang, aku tahu dulu saat pertama kali kita bertemu, kau memang polos. Tapi gadis ini, kepolosannya jauh melampaui apa pun yang pernah kulihat di muka bumi. Apa di desanya tidak ada orang yang menikah?” keluh Alexander memijat pelipisnya.

Malika tertawa pelan, merasa gemas sendiri. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap Lucia dengan senyum keibuan.

“Lucia, menikah itu artinya kau dan Alessandro akan hidup bersama selamanya. Kalian akan tidur di satu kamar, makan bersama, dan tidak akan pernah terpisahkan.”

Mata Lucia membulat sempurna.

“Oh! Aku mengerti sekarang, Nyonya!” seru Lucia girang, meninju telapak tangannya sendiri seolah baru saja memecahkan misteri terbesar di dunia.

“Syukurlah kalau kau mengerti,” hela Alexander lega.

“Tentu saja aku mengerti! Di desaku, kalau ada dua ekor babi, satu jantan dan satu betina dimasukkan ke dalam satu kandang yang sama supaya mereka makan dari palung yang sama dan tidur di jerami yang sama, bibi Sofia bilang mereka sedang dikawinkan. Wah, jadi aku dan paman tampan ini akan disatukan di satu kandang ya?!” celoteh Lucia dengan semangat menggebu-gebu.

Hening.

Malika ternganga tak percaya. Alexander kembali menepuk jidatnya, kali ini lebih keras, nyaris membenturkan kepalanya ke atas meja makan.

Para pelayan yang berdiri di sudut ruangan buru-buru menunduk, menggigit bibir mereka sekuat tenaga agar tidak tertawa terbahak-bahak mendengar sang tuan disamakan dengan babi jantan di kandang.

Sementara itu, Alessandro sama sekali tidak tersinggung. Pria itu justru tertawa lepas.

Ia mengacak-acak rambut Lucia dengan gemas, lalu menarik hidung mungil gadis itu dengan penuh kasih sayang.

“Terserah kau mau menyebutnya kandang babi atau apa pun, Gadis Kecil,” kekeh Alessandro, mengecup puncak kepala Lucia dengan posesif. “Yang jelas, kita akan menikah dan kau tidak akan pernah bisa lari dariku.”

“Tapi Paman, kalau kita disatukan di kandang, siapa yang akan membersihkan kotoran kita nanti? Aku tidak mau membersihkannya sendirian loh,” protes Lucia sambil memanyunkan bibirnya.

Alexander menghela napas panjang, meraup wajahnya dengan kedua tangan.

“Tuhan, tolong beri aku kesabaran ekstra. Bagaimana caranya aku harus menjelaskan konsep pernikahan pada gadis pemerah susu ini?”

1
MamDeyh
😅😅😅
Muft Smoker
semoga Marco bisa dg cepat dapet bukti kalo Lucia bnr2 adik kandung ny
tinie
semoga kau bisa ambil rambutnya tuk dijadikan Sempel dna
Sari Nilam
🤣🤣🤣🤣 cemburu bos
rheisha
seneng lihat ale yang cemburuan 😄
Kinara Widya
lanjut
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next lg
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ita rahmawati
si Marco ikut toh🤭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next.... gk sbr.... klo mrk kk adek trbgkr
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣kok jd naga
Muft Smoker
lanjuuuuut kak
rheisha
nah kan ketahuan nih si marco....😁
Sri Rahayu
jgn cemburu ma Marco ya Alessandro 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
tinie
kapan Lucia akan menjenguk ayahnya Marco
agar disini dia melihat jika sang istrinya sangat mirip dgn lucia
Ni'mah azzahrah Zahrah
updatetnkak
Nisa Via
weehhh paman Mafia dilanda demam asmara😂😂😂😂
ollyooliver
jadi siapa yg mnemukan alesadro dluan?
Ita rahmawati
jgn khawatir Alesandro luciamu aman
Endah Lestary
palingan sama dia menyukai sapi🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!