NovelToon NovelToon
Balas Dendam Seorang Istri Yang Tersakiti

Balas Dendam Seorang Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jefika Isabell

Celine Wang pernah percaya bahwa cinta mampu mengubah hati seorang pria yang dingin.

Selama tiga tahun pernikahannya dengan Alexander Wu, pewaris keluarga konglomerat Wu Group, Celine berusaha menjadi istri yang sempurna. Ia merawat rumah mereka, mendampingi Alexander ketika menghadapi kesulitan, dan diam-diam membantu menyelamatkan perusahaan suaminya dari krisis keuangan.

Namun, semua pengorbanannya tidak pernah dianggap berarti.

Bagi Alexander, Celine hanyalah wanita biasa yang beruntung mendapatkan tempat di keluarga Wu. Terlebih lagi, kehadiran Evelyn Zhao, cinta pertama Alexander yang kembali ke Shanghai, perlahan menghancurkan rumah tangga mereka.

Atas hasutan Evelyn dan tekanan keluarganya, Alexander menuduh Celine sebagai wanita yang tidak tahu diri, menandatangani surat perceraian, lalu mengusirnya dari rumah tanpa memberinya kesempatan menjelaskan kebenaran.

Pada malam yang sama, Celine mengetahui bahwa sebagian besar penderitaan yang dialaminya bukanlah kebetulan. Ada

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jefika Isabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 (A) — TAWARAN DARI PRIA MISTERIUS

Malam itu, Celine Wang tidak bisa mengalihkan pikirannya dari foto lama yang baru saja diterimanya.

Dua huruf di akhir pesan yang dikirimkan oleh seseorang kepada pria misterius itu terus terbayang di benaknya: V.W.

Victor Wu?

Apakah ayah Alexander benar-benar berada di balik ancaman yang ditujukan kepadanya? Ataukah seseorang sengaja menggunakan inisial tersebut untuk menyesatkannya?

Celine tidak ingin mengambil kesimpulan terlalu cepat. Ia telah belajar bahwa dalam dunia yang penuh kebohongan, kecurigaan saja tidak cukup untuk menghancurkan seseorang.

Ia memasukkan foto Shen Guowei, salinan dokumen perusahaan, dan surat peninggalan ibunya ke dalam sebuah map. Setelah itu, ia menghubungi Daniel Zhou untuk memberitahukan tentang pesan misterius yang baru saja diterimanya.

“Jangan pergi ke alamat itu sendirian,” pesan Daniel melalui telepon. “Kita belum tahu apakah orang yang mengirimkan foto tersebut ingin membantumu atau justru menjebakmu.”

“Aku mengerti.”

“Besok pagi kita akan memeriksanya bersama.”

Celine menyetujui saran itu. Namun, sebelum ia sempat mengakhiri panggilan, sebuah pesan baru muncul di layar ponselnya.

Nomor yang tidak dikenal.

Jika kau ingin mengetahui siapa yang menghapus nama Shen Guowei dari sejarah, datanglah ke Hotel Imperial pukul sembilan besok malam. Datang sendiri.

Di bawah pesan itu terdapat satu kalimat tambahan.

Bawalah keberanianmu, bukan kepercayaanmu.

Celine membaca pesan tersebut berkali-kali.

Seseorang mengetahui apa yang sedang diselidikinya. Orang itu juga mengetahui bahwa ia telah menemukan foto Shen Guowei.

Ia seharusnya merasa takut.

Akan tetapi, untuk pertama kalinya setelah perceraian, rasa ingin tahunya jauh lebih besar daripada rasa takutnya.

Keesokan harinya, Celine menghabiskan sebagian besar waktunya bersama Daniel untuk memeriksa dokumen lama keluarga Wang.

Mereka menemukan bahwa Shen Guowei bukan sekadar rekan bisnis William Wang. Pria itu merupakan pendiri utama Shengyuan Financial Group dan memiliki saham pengendali sebelum kematiannya.

Setelah Shen meninggal, sebagian besar sahamnya berpindah tangan melalui beberapa transaksi yang tidak tercatat secara lengkap.

“Ada sesuatu yang tidak masuk akal,” ujar Daniel sambil menunjuk sebuah laporan.

“Bagian mana?”

“Menurut laporan resmi, perusahaan ini mengalami kerugian besar. Namun, catatan asetnya menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki sejumlah properti dan investasi bernilai tinggi. Seharusnya aset itu cukup untuk menyelamatkan perusahaan.”

“Jadi, seseorang mengambil aset tersebut?”

“Bisa jadi. Tetapi kita membutuhkan laporan asli untuk membuktikannya.”

Celine menatap daftar transaksi di hadapannya.

“Kalau Shen Yiran masih hidup, dia mungkin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.”

Daniel mengangguk.

“Karena itulah kita harus berhati-hati. Jika seseorang benar-benar menghapus nama keluarganya dari sejarah, mungkin orang itu juga berusaha menghilangkan semua saksi.”

Celine terdiam.

Ia teringat pesan ancaman yang diterimanya setelah membuka brankas ibunya. Semakin jauh ia melangkah, semakin jelas bahwa penyelidikan ini bukan sekadar urusan bisnis lama.

Seseorang masih ingin rahasia tersebut tetap terkubur.

Menjelang sore, Celine memutuskan untuk menghadiri pertemuan di Hotel Imperial.

Daniel tidak menyukai keputusan itu, tetapi akhirnya menyarankan agar Celine mengirimkan alamat dan waktu pertemuan kepadanya sebelum berangkat.

“Jika sesuatu terasa tidak beres, segera pergi,” pesannya.

Celine mengangguk.

“Aku tidak akan mengambil risiko yang tidak perlu.”

Namun, dalam hatinya, ia tahu bahwa pertemuan malam itu mungkin menjadi kesempatan pertama untuk menemukan seseorang yang mengetahui kebenaran.

Pukul sembilan malam, Celine tiba di Hotel Imperial.

Ia mengenakan gaun hitam sederhana dengan mantel krem. Rambut hitamnya dibiarkan tergerai, sementara sebuah tas kecil tersampir di bahunya.

Hotel itu dipenuhi para pebisnis dan tamu penting. Lampu kristal menerangi lobi yang megah, sementara musik piano terdengar lembut dari restoran di sudut ruangan.

Celine berjalan menuju meja resepsionis.

“Permisi, saya mendapat undangan untuk bertemu seseorang di ruang pribadi.”

Resepsionis memeriksa daftar tamu, lalu mengangguk.

“Silakan menuju lantai dua belas. Seseorang sudah menunggu Anda.”

Celine memasuki lift dan menekan tombol lantai dua belas.

Ketika pintu lift terbuka, seorang pelayan mengantarnya menuju sebuah ruang pertemuan kecil di ujung lorong.

Pintu ruangan itu terbuka.

Seorang pria berdiri di dekat jendela, mengenakan setelan abu-abu gelap. Tubuhnya tinggi, bahunya tegap, dan wajahnya menunjukkan ketenangan seseorang yang terbiasa mengambil keputusan besar.

Ketika mendengar pintu terbuka, pria itu berbalik.

“Celine Wang?”

Celine mengangguk.

“Siapa Anda?”

Pria itu mengulurkan tangan.

“Adrian Shen.”

Celine tidak segera menyambut tangannya.

Nama keluarga itu membuat pikirannya langsung tertuju kepada Shen Guowei.

“Apakah Anda memiliki hubungan dengan Shen Guowei?”

Senyum tipis muncul di wajah pria itu.

“Dia adalah kakek saya.”

Celine terdiam.

Jadi, keturunan keluarga Shen masih ada.

“Apakah Shen Yiran masih hidup?” tanyanya cepat.

Adrian tidak langsung menjawab. Ia justru menunjuk kursi di hadapannya.

“Silakan duduk. Ada banyak hal yang perlu kita bicarakan.”

Celine duduk dengan hati-hati, tetap memperhatikan setiap gerakan pria tersebut.

Adrian mengambil sebuah map hitam dari meja dan meletakkannya di hadapannya.

“Saya tahu Anda sedang menyelidiki kematian ayah Anda, hilangnya aset Shengyuan Financial Group, dan hubungan antara keluarga Wang dengan keluarga Wu.”

“Bagaimana Anda mengetahui semua itu?”

“Karena keluarga saya mengalami hal yang sama.”

Adrian membuka map tersebut.

Di dalamnya terdapat beberapa salinan dokumen, termasuk foto lama Shen Guowei dan William Wang. Namun, dokumen yang paling menarik perhatian Celine adalah sebuah laporan transaksi yang mencantumkan nomor yang sama dengan catatan peninggalan ibunya.

0917.

Celine menahan napas.

“Dari mana Anda mendapatkan laporan ini?”

“Dari arsip pribadi keluarga saya. Kakek saya menyimpan salinannya sebelum meninggal.”

“Apakah laporan ini asli?”

“Ini salinan dari dokumen asli. Saya belum menemukan dokumen utamanya.”

Celine membaca beberapa halaman dengan teliti. Laporan itu menunjukkan adanya pengalihan dana melalui perusahaan perantara, kemudian pemindahan saham kepada pihak yang identitasnya disamarkan.

Nama Victor Wu muncul pada salah satu bagian.

Jari Celine berhenti di atas kertas.

“Apakah ini berarti Victor Wu terlibat dalam pengalihan aset keluarga Anda?”

“Saya tidak akan mengatakan demikian tanpa bukti lengkap,” jawab Adrian. “Namun, namanya tercatat dalam beberapa pertemuan yang berkaitan dengan transaksi tersebut.”

Celine mengangkat wajah.

“Lalu, mengapa Anda membantu saya?”

Adrian menyandarkan punggungnya pada kursi.

“Karena saya percaya Anda mungkin memiliki sesuatu yang tidak dimiliki keluarga saya.”

“Apa?”

“Surat atau catatan yang ditinggalkan William Wang. Kakek saya pernah mengatakan bahwa William menyimpan bukti terakhir yang dapat mengungkap siapa yang sebenarnya mengendalikan pengalihan aset Shengyuan.”

Celine teringat buku catatan hitam di dalam brankas ibunya.

Mungkin catatan itu adalah petunjuk yang dimaksud Adrian.

Namun, ia tidak berniat menyerahkan dokumen keluarganya kepada seseorang yang baru dikenalnya.

“Saya tidak akan memberikan dokumen peninggalan ibu saya kepada Anda,” katanya tegas.

Adrian mengangguk, seolah menghormati keputusan tersebut.

“Saya tidak memintanya. Saya menawarkan kerja sama.”

Ia mengeluarkan satu lembar dokumen lain.

“Saya mengelola sebuah perusahaan investasi yang sedang memperluas portofolio di Shanghai. Saya membutuhkan seseorang yang memahami kondisi Wu Group dari dalam, sekaligus memiliki kemampuan membaca peluang bisnis. Saya telah mempelajari beberapa proyek yang pernah Anda kerjakan sebelum menikah.”

Celine mengerutkan kening.

“Anda menyelidiki saya?”

“Saya memeriksa rekam jejak profesional Anda. Itu berbeda dengan mencampuri kehidupan pribadi Anda.”

Adrian menatapnya dengan tenang.

“Dari dokumen yang saya lihat, Anda memiliki kemampuan analisis keuangan yang sangat baik. Beberapa keputusan investasi yang tercatat atas nama Anda menghasilkan keuntungan besar. Sayangnya, sebagian besar kontribusi tersebut tidak pernah dipublikasikan.”

Celine terdiam.

Selama tiga tahun, ia memang membantu Alexander menilai risiko investasi, menyusun strategi, dan mempelajari laporan keuangan. Ia melakukan semuanya tanpa meminta pengakuan.

Alexander sering memuji hasil akhirnya, tetapi jarang bertanya siapa yang bekerja di balik layar.

Adrian mendorong dokumen itu ke arahnya.

“Saya menawarkan posisi sebagai konsultan investasi independen. Anda akan memiliki kendali atas pekerjaan Anda sendiri, mendapatkan bayaran yang layak, dan tidak perlu bergantung pada keluarga Wu.”

Celine membaca tawaran tersebut dengan saksama.

Untuk pertama kalinya, seseorang melihatnya bukan sebagai mantan istri Alexander Wu, melainkan sebagai seorang wanita yang memiliki kemampuan dan nilai profesionalnya sendiri.

“Apa keuntungan Anda dari kerja sama ini?” tanyanya.

“Saya ingin mengetahui kebenaran tentang keluarga saya. Dan saya yakin Anda menginginkan hal yang sama.”

Adrian berhenti sejenak.

“Namun, saya tidak akan memaksa Anda. Jika Anda menolak, dokumen ini tetap menjadi milik Anda untuk dipertimbangkan.”

Celine menatap pria itu cukup lama sebelum akhirnya mengambil map tersebut.

“Saya akan mempelajarinya terlebih dahulu.”

“Itu jawaban yang masuk akal.”

Adrian berdiri dan mengulurkan tangan sekali lagi.

“Semoga ini menjadi awal kerja sama yang baik, Nona Wang.”

Kali ini, Celine menyambut uluran tangannya.

Ketika Celine meninggalkan ruang pertemuan, Adrian tetap berdiri di dekat jendela.

Asistennya masuk beberapa menit kemudian.

“Apakah dia menerima tawaran Anda?”

“Dia belum memutuskan.”

“Apakah Anda yakin dia bisa membantu kita menemukan kebenaran?”

Adrian memandang lampu-lampu Shanghai yang berkilauan di kejauhan.

“Celine Wang bukan wanita yang mudah menyerah. Itu sebabnya saya memilihnya.”

Asistennya menyerahkan sebuah ponsel.

“Namun, ada masalah lain. Seseorang dari Wu Group telah mengetahui pertemuan ini.”

Adrian mengerutkan kening.

“Siapa?”

“Kami belum bisa memastikannya. Tetapi orang itu mengirimkan pesan yang menyebut nama Alexander Wu.”

Adrian terdiam sesaat.

Ia tahu bahwa begitu Celine mulai menyelidiki masa lalu keluarga Wang, hubungan antara dirinya, keluarga Shen, dan keluarga Wu tidak akan lagi dapat disembunyikan.

Sementara itu, di kediaman keluarga Wu, Alexander baru saja menerima foto Celine yang sedang memasuki Hotel Imperial bersama seorang pria.

Ia memperbesar gambar tersebut.

Wajah pria itu terlihat jelas.

Adrian Shen.

Alexander mengenal nama itu. Adrian adalah investor muda yang mulai menarik perhatian dunia bisnis Shanghai karena berhasil mengambil alih beberapa perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan.

Namun, mengapa pria itu bertemu dengan Celine?

Alexander mengepalkan ponselnya.

Ia tidak berhak lagi mengatur kehidupan mantan istrinya. Ia sendiri yang telah menandatangani surat cerai dan membiarkan Celine pergi.

Tetapi melihat Celine berjalan memasuki sebuah hotel bersama pria lain menimbulkan perasaan tidak nyaman yang tidak ingin diakuinya.

Sebelum ia sempat menelepon sekretarisnya, sebuah pesan masuk dari nomor anonim.

Jika kau ingin mengetahui apa yang sedang dilakukan Celine, periksalah kembali sejarah keluargamu sendiri.

Alexander membaca pesan itu dengan wajah mengeras.

Di tempat lain, Celine duduk di dalam taksi sambil memegang map pemberian Adrian.

Ia belum mempercayai pria misterius itu sepenuhnya. Namun, dokumen yang ditunjukkannya telah membuka jalan baru menuju kebenaran.

Celine memandang keluar jendela.

Enam bulan mendatang, ia akan membangun kehidupannya sendiri, jauh dari bayang-bayang keluarga Wu.

Dan ketika ia kembali ke pusat dunia bisnis Shanghai, ia tidak akan datang sebagai istri yang dibuang.

Ia akan datang sebagai wanita yang mampu menentukan nasibnya sendiri.

1
niaww
semngat kak jangan lupa mampir🥰❤
Isabell: siap kakak terimakasih 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!