Menampar si muka dua, menginjak si pria berengsek, cara belas dendam yang berbeda dengan biasanya. Mau liat bagimana sang ratu menyiksa pria berengsek dan si muka dua sampai ketakutan tapi tidak bisa kabur?
Namun kenapa kali ini, dia tidak bersembunyi atau menghindar? Kenapa dia malah terus mengikuti ku?
perhatian!!!
"Ratu" tanda kaya gini artinya itu percakapan bisa
'Ratu' tanda ini tanda nya si tokoh lagi berpikir dalam hati atau bicara di dalam hati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurelie Valaska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 2
pagi hari nya di sebuah perusahaan hiburan Eclipse Entertainment di loby perusahaan terlihat Elva Kirana sedang berjalan dengan sangat anggun tiba-tiba saja dari arah berlawanan ada gadis yang menghentikan langkahnya
"Elva Kirana? Berani nya kau datang kesini? Apa kau memiliki wajah setebal tembok?Dasar wanita tidak tahu malu!" gadis itu berkata dengan nada meremehkan
"Memang nya kenapa? Kau saja si perusak hubungan orang bisa datang kesini tanpa tahu malu? Lalu mengapa aku tidak bisa datang?" Elva Kirana berkata dengan sangat sadis sambil menatap gadis itu remeh
gadis itu terlihat sangat kesal dia mengumpat sambil tepat mempertahankan senyum profesional seorang artis
'Sialan kau Elva Kirana'
"kau sudah tidak suci lagi, sekarang seluruh tubuh mu kotor!" gadis itu berkata dengan nyolot kekesalan terlihat jelas di wajah nya
'Elva Kirana kau masih berpura-pura suci dan dia pasti pingsan semalam setelah memenuhi semua permintaan sutradara miko dia hanya mencoba untuk tetap tenang saja lihat saja hari ini aku akan menghancurkan reputasi mu'
"Oh? benar kah? tapi aku pikir, bahkan ubin lantai di bawah kaki ku ini jauh lebih bersih daripada dirimu" Elva Kirana menjawab dengan tenang sambil menyibak rambut nya sedikit ke belakang
"Apa kau sudah lupa tentang kejadian setengah bulan yang lalu?" gadis itu bertanya dengan nada kesal sambil menggerutukkan gigi nya
"Seperti nya Adnan Bastian belum cukup jujur untuk mengatakan yang sebenarnya pada mu? Padahal ini sudah lewat satu bulan!" Elva Kirana berkata tenang sambil menatap gadis itu dengan tatapan yang di buat kebingungan
Gadis itu terdiam berpikir sambil berkata dalam hati nya dengan penuh kebingungan tapi juga penuh akan keraguan
'Adnan Bastian? Apa maksud dia sebenarnya? apakah dia sedang mencoba menipu ku Adnan memecat sutradara miko...'
Gadis itu pun berteriak dengan kencang membuat beberapa artis dan staf yang berlalu lalang di sana menoleh ke arah mereka
"Kau yang perusak hubungan orang! Aku tahu kau membenci nya karena Telah mencampak kan mu, dia lebih mencintai ku kau adalah orang ketiga yang tidak di cintai!!"
"Kau benar aku lah si perusak hubungan orang dan aku akan sangat berterimakasih daripada membenci mu"Elva Kirana berkata dengan tenang sambil membenarkan letak tas nya
"Aku sungguh berterimakasih pada mu Karana telah mau mengambil sampah yang tidak aku ingin kan sama sekali itu"Elva Kirana berkata dengan nada penuh ejek kan sambil tersenyum dingin
Beberapa orang yang berkumpul di sana berkata dengan nada mengejek yang tajam
"kata-kata yang bagus sekali"
"Dasar para sampah! Kebaikan tidak di perlukan untuk seorang wanita yang tidak tahu malu seperti itu!"
"Aku tidak ingin membuang waktu ku yang berharga untuk bertengkar dengan mu! Intinya akulah pemenang nya!" gadis itu berkata dengan nada ragu tapi jengkel
"Mona! Aku akan dengan ramah mengatakan yang sebenarnya! Apa kau tahu kenapa aku memutuskan untuk putus dengan Adnan Bastian?"Elva Kirana berkata dengan tenang sambil memegang dagu Mona
Mona yang terkejut mendapati dirinya nya terkurung bersandar tanpa daya di dinding dengan Elva di depan nya yang sangat mengintimidasi
"Karena dua Telah selingkuh dari ku! dan dia juga mempunyai banyak kekasih termasuk dirimu"Elva Kirana berkata dengan nada mengejek sambil tersenyum dingin di depan wajah Mona yang nampak terkejut
"Pikirkan lah baik-baik mulai sekarang"Elva Kirana pun melepaskan tangan dari dagu Mona sementara Mona mengatupkan bibirnya karena syok
Elva Kirana berbalik meninggalkan Mona yang membeku syok di sana Elva juga mengambil sapu tangan dan mulai mengelap tangan yang dia gunakan untuk memegang dagu Mona dan membuang sapu tangan itu ketempat sampah begitu saja. Mona dia terbelalak kaget tidak berdaya membuat tubuh nya merosot duduk di lantai
Kilas balik malam sebelumnya di kamar hotel terlihat Mona sedang menggoda Adnan Bastian si atas kasur
"Adnan! Sudah lama sekali kita tidak melakukan nya!"Mona berkata manja sambil menyentuh dada Adnan
Adnan yang di goda pun Menyeringai dan terkekeh menanggapi godaan Mona
"Sayang ku aku datang kepada mu sekarang!"
Tapi baru beberapa menit saja mereka sudah berhenti begitu saja membuat Mona kebingungan dan menatap Adnan dengan rona merah samar di pipi nya
"Adnan, apa yang sedang kau pikirkan kan? Sampai kau berhati?!"Mona bertanya dengan nada manja
"Tiba-tiba saja aku ingat aku masih memiliki pekerjaan yang harus aku selesaikan, dan itu membuat gairah ku paham" Adnan berkata dengan canggung menatap Mona
"Tapi beberapa hari ini kau selalu saja berhenti di tengah-tengah! apa kau masih mencintaiku?" Mona bertanya ragu-ragu sambil memeluk leher Adnan dan menatap mata Adnan dengan tatapan sayu
"Oh sayangku, aku akan memberikan mu kesenangan berlipat ganda setelah pekerjaan ku yang menumpuk nanti selesai"Adnan berkata sambil tersenyum dan mengecup pipi Mona sementara Mona hanya menatap nya kesal tapi tidak menolak nya
"Nah! Kau bisa mengunakan kartu ini untuk belanja sesukamu"Adnan berkata sambil menyerahkan sebuah black card
suara ponsel pun berbunyi nyaring membuat Mona kesal Adnan yang lagi memakai baju hanya bisa melirik Mona dengan canggung
DRRT...DRRT...DRRT
"pengganggu! Siapa sih yang menelpon malam-malam gini?"mona berkata dengan kesal sambil melipat tangannya di dada
Adnan pun mengambil ponselnya di sana tertera nama Sutradara miko wajah Adnan seketika memucat dan terbelalak kaget melihat nya dia langsung mengangkat nya
"halo....kau meminta ku untuk datang sekarang juga?...Baik aku mengerti"Adnan berkata dengan hati-hati sambil berjalan pergi
Setelah Adnan pergi di kamar hotel tinggal Mona sendirian dia meringkuk di kasur membenamkan wajahnya ke bantal
"Kenapa? Lagi-lagi seperti ini? sudah berapa kali dalam seminggu selalu seperti ini?" Mona berkata dengan gemetar suara nya teredam oleh bantal
"Panggil itu selalu membuat mu pergi tanpa memberikan ku penjelasan apapun!"Mona berkata sambil menoleh sedikit ke arah kaca di sudut mata nya air mana mengalir
'Apakah itu kesalahpahaman ku? Bahwa dia begitu dingin kepada ku akhir-akhir ini? Apa kau kau begitu cepat bosan dengan ku?
Akhir kilas balik masih di waktu sama di perusahaan hiburan itu mona berdiri kaku di sana tatapan nya kebingungan dan ragu-ragu
'Aku jadi ragu apakah kau benar-benar mencintai ku atau hanya sekedar bermain-main saja?'
Mona pun mengingat perkataan Elva Kirana
"Dengarkan nasehat ku! Cinta seorang pria menyerupai bulan di dalam air, yang terlihat begitu menawan akan tetapi akan hilang setelah satu sentuhan"
Di luar perusahaan Elva Kirana berjalan santai sampai berkata dalam hati sambil tersenyum dingin
'Adnan memiliki beberapa gangguan fisiologis parah! Dia memilih menjauhkan diri dari wanita karena dia di perlukan dengan buruk oleh Miko Hale'
Elva Kirana menoleh ke arah perusahaan sedikit dan terkekeh geli Begitu dia memikirkan nasib Adnan
'Sungguh hasil yang tidak terduga, Miko Hale' telah memperbudak Adnan Bastian melalui video serta mengancam nya akan mempublikasikan nya jika ada ketidakpatuhan...Adnan Bastian telah menuai apa yang telah dia tabur'
'Mona Kathleen! Orang yang sangat mencintai nya mungkin saja sudah mulai mencurigai nya! seorang pria yang berbuat salah dan seorang wanita yang tidak senonoh selalu akan segera menuai akhir mereka'
Elva Kirana pun kembali berjalan pergi sambil memejamkan mata nya dan memasukkan salah satu tangannya ke saku jas nya
"Pecundang lemah terlalu mudah di kalah kan hingga tidak memberi mu rasa kemenangan yang pas"Elva berkata dengan nada tenang tapi terbesit nada tidak paus di sana
Elva Kirana pun membuka mata nya dan kaget melihat seorang di depan nya
Eh?
Di depan Elva berdiri seorang laki-laki tampan yang menggunakan baju tradisional China dengan gelang pahala berwarna hijau senada dengan baju nya melingkar di lengan nya
"Ternyata kau? Kenapa kau ada di sini?" Elva bertanya dengan nada kebingungan
"Elva Kirana sudah meninggal pada malam 10 Juni di pulau Bali" laki-laki itu berkata dengan tenang sambil menatap Elva yang ada di depan nya sedang menatap nya dengan tenang
"jadi...siapa mau sebenarnya?"laki-laki bertanya dengan nada yang dingin