NovelToon NovelToon
PUTRIKU DITUKAR, KINI AKU MENGGUNCANG DUNIA

PUTRIKU DITUKAR, KINI AKU MENGGUNCANG DUNIA

Status: tamat
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:318.6k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Nabila tidak pernah menyangka jika putri yang selama enam tahun ia besarkan dengan kemewahan ternyata adalah anak palsu. Darah dagingnya yang asli, Luna Wegan, diam-diam ditukar saat lahir oleh keluarga suaminya sendiri dan terpaksa hidup menderita sebagai pengemis jalanan. Takdir akhirnya mempertemukan Nabila dengan seorang gadis kecil penuh luka memar di depan mall, di mana sebuah tahi lalat di balik telinga membongkar pengkhianatan keji masa lalu. Bersama suaminya, sang CEO kejam Leon Wegan, Nabila kini siap menghancurkan siapa pun yang telah berani menyiksa putri kandung mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Tiba-tiba, suara cempreng seorang wanita yang sangat Nabila kenali memecah keheningan di toko itu.

"Pelayan! Ambilkan tas ransel edisi terbatas warna emas itu sekarang juga!" perintah wanita itu dengan sombongnya.

Nabila menoleh dan melihat adik kandungnya sendiri, Sinta, sedang berdiri di depan kasir dengan kacamata hitam besar.

Sinta tidak sendirian, dia menggandeng seorang anak laki-laki gempal berumur tujuh tahun yang sedang mengunyah permen karet.

Itu adalah Raka, anak kandung Sinta yang sangat manja dan suka membuat masalah di mana pun dia berada.

Nabila menghela nafas panjang dan berniat menghindari adiknya itu agar tidak terjadi keributan di depan Luna.

Tapi Raka, anak laki-laki itu, tanpa sengaja melihat tas putri duyung yang sedang dipegang oleh Luna.

"Mama! Aku mau tas gambar ikan itu! Tas itu bagus buat kutaruh mainan robotku!" rengek Raka menunjuk ke arah Luna.

Sinta menoleh mengikuti arah telunjuk anaknya dan matanya langsung membelalak kaget melihat siapa yang memegang tas itu.

"Nabila?! Sedang apa kau di toko ini?!" seru Sinta melepaskan kacamata hitamnya dengan kasar.

Sinta berjalan cepat menghampiri kakaknya dengan wajah penuh kebencian yang tidak ditutup-tutupi.

"Aku sedang membelikan tas sekolah untuk putriku," jawab Nabila tenang, menggeser tubuhnya menutupi Luna.

"Oh, jadi ini gembel yang membuat Tuan Leon memutus uang belanjaku bulan ini?" ejek Sinta menunjuk Luna yang bersembunyi di balik Nabila.

"Jaga bicaramu Sinta, ini tempat umum. Jangan membuatku memanggil pengawal untuk mengusirmu lagi," ancam Nabila dengan nada dingin.

Sinta tertawa meremehkan mendengar ancaman kakaknya.

"Kau pikir aku takut? Suamiku baru saja menang judi ratusan juta semalam! Aku bisa beli satu toko ini kalau aku mau!" sombong Sinta berkacak pinggang.

Sementara kedua wanita dewasa itu bersitegang, Raka yang tidak sabar langsung berjalan menghampiri Luna.

Bruk!

Raka mendorong bahu Luna dengan cukup keras hingga gadis kecil itu mundur beberapa langkah.

"Berikan tas ikan itu padaku, anak jelek! Itu tas milikku sekarang!" bentak Raka mencoba merebut tas dari tangan Luna.

Luna yang kaget refleks memeluk tas ransel itu erat-erat di dadanya.

"Tidak mau! Aku yang pilih tas ini duluan sama Mama!" tolak Luna mempertahankan barang pilihannya.

Melihat anaknya tidak mau mengalah, sifat preman Raka langsung keluar.

Bocah gempal itu menarik rambut panjang Luna dengan sangat keras menggunakan tangan kanannya.

"Aw! Sakit! Lepaskan rambutku!" jerit Luna kesakitan hingga air matanya menetes.

Nabila yang melihat putrinya disakiti langsung meledak amarahnya detik itu juga.

"Lepaskan tangan kotormu dari putriku!" bentak Nabila menepis kasar tangan Raka hingga bocah itu terdorong ke belakang.

Raka yang tidak pernah dikasari seumur hidupnya langsung menangis meraung-raung menutupi wajahnya.

Sinta membelalakkan matanya melihat anak kesayangannya didorong oleh Nabila.

"Berani kau menyentuh anak lelakiku, wanita mandul!" teriak Sinta kehilangan akal sehatnya.

Sinta mengangkat tangannya berniat membalas menampar wajah Nabila di tengah toko tersebut.

Tapi sebelum tangan Sinta menyentuh pipi Nabila, sebuah tangan besar dan kekar menangkap pergelangan tangan Sinta di udara.

Krek!

Suara tulang bergeser terdengar saat pergelangan tangan Sinta dipelintir dengan sangat kasar ke belakang.

"Aaaakh! Tanganku patah! Tolong!" jerit Sinta berlutut di lantai toko karena menahan sakit yang luar biasa.

Nabila menoleh dan melihat Asisten Budi sudah berdiri di sampingnya dengan wajah sedingin balok es.

"Tuan Besar sudah memerintahkan untuk mematahkan kaki Anda kalau Anda berada di radius sepuluh kilometer dari keluarganya, Nyonya Sinta," ucap Asisten Budi dengan nada mematikan.

"Karena ini di dalam mall, saya hanya akan mematahkan pergelangan tangan Anda sebagai peringatan pertama," lanjut pria berjas hitam itu melepaskan cengkeramannya.

Sinta berguling di lantai memegangi pergelangan tangannya yang bengkak dan biru dalam hitungan detik.

Para pengunjung mall dan pelayan toko menjerit ketakutan melihat aksi kekerasan yang sangat cepat dan profesional tersebut.

Raka yang melihat ibunya kesakitan di lantai langsung berhenti menangis saking takutnya dan mengompol di celananya sendiri.

Empat orang pengawal Wegan langsung melangkah masuk ke dalam toko dan mengepung Sinta serta anaknya.

"Bawa wanita gila ini dan anaknya keluar dari mall ini sekarang juga, lempar mereka ke jalan raya depan," perintah Nabila dengan mata menyala marah.

"Baik Nyonya," jawab pengawal itu serempak langsung menyeret paksa Sinta dan Raka keluar dari toko.

Nabila berlutut dan memeluk putrinya yang masih menangis memegangi kepalanya yang sakit karena dijambak.

"Maafkan Mama sayang, Mama tidak melihat anak nakal itu mendekatimu," ucap Nabila merasa bersalah mencium pucuk kepala Luna.

"Tidak apa-apa Mama, Luna sudah berani melawan anak nakal itu dan tidak melepaskan tas ini," jawab Luna mencoba tersenyum di sela tangisnya.

Mendengar keberanian putrinya mempertahankan barang miliknya, Nabila tersenyum bangga.

Putrinya tidak lagi pasrah dipukul seperti saat menjadi pengemis jalanan dulu.

"Bagus sekali anak Mama, sekarang kita bayar tas ini dan pulang ya? Nanti Papa pasti marah besar kalau tahu ada yang menyakitimu hari ini," ucap Nabila menghapus air mata Luna.

Insiden kecil hari itu menjadi bukti nyata bahwa Luna perlahan mulai memiliki keberanian untuk mempertahankan haknya sebagai pewaris keluarga konglomerat.

Dan keberanian ini akan sangat Luna butuhkan saat dia mulai masuk ke sekolah elit Royal Star lusa nanti, tempat di mana anak-anak manja dan sombong berkumpul menjadi satu.

1
Indra Wahyu Rianti
iya luna yg polos dan tulus jd gadis songong. masa sama pasangannya bodoh bodohin. gak menghargai kenzo bgt. kenzo kyk gak ada harga dirinya.
Meli Rohi Meli Rohi
bagus ceritanya👍👍👍
kiyoe: terimakasih kaka 🥰🥰
total 1 replies
Ragil Saputri
Hay pak satpam, GK punya hati banget y, anda kn orang tua, hrsnya lebih bisa lembut k anak kecil, sekalipun itu seorang pengemis dimatamu
Ragil Saputri
batin seorang ibu dh mulai beraksi....
Ragil Saputri
bab-bab awal yg mem-bonbay-kan mata emak" READER'S 😭😭😭😭😭
Ragil Saputri
sabar ya Luna, bentar lagi kamu bakalan ketemu ma ortu kandungmu, n emak tirimy bakal terima konsekuensi dri apa yg dh dia lakukan k kamu, Luna akan ada pelangi setelah hujan, kebahagiaan yg akan segera menyambutmu
Ragil Saputri
waaawwww cerita yg sangat menguras emosi, keknya menarik nih, putri yg ditukar....
Bru mampir Thor, salam kenal dri pecinta novel dri Belitung negri LASKAR PELANGI 🤗
kiyoe: terimakasih kaka sudah mampir semoga suka yaa kak dengan novel karya saya 🥰🥰
total 1 replies
Amy Libra
kasar bgt tuh satpam padahal dia jg cmn jadi penjaga pintu berlagak seolah2 pemilik Mall.
Luna dia ibu kandung mu 😭😭
Amy Libra
gara2 Nemu di FB & ceritanya bagus & lgsung instal novel toon 🥰🥰
kiyoe: terimakasih kak semoga suka dengan cerita nya 🥰🥰
total 1 replies
Indra Wahyu Rianti
beruntung kenzo masuk saat luna masih polos.
Dewiendahsetiowati
sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan akan kembali kepada kita entah kapan waktunya
Indra Wahyu Rianti
udah tau bahaya. bukannya semua pengawal lgs disuruh ke belakang. kenzo gak mgkn menyelamatkan leo sendirian.
Nani heri Upitarini
Bianca...walaupun anak orang yg tabiatx kurang bagus....tp kl didik dgn benar akan menjadi anak yg baik....
Indra Wahyu Rianti
ngapain bianca pakai akun anonim. ceritanya udah jelas mengarah ke bianca 😅
Indra Wahyu Rianti
chloe yg bermasalah sm luna wkt SD dan dipindah sekolah ya?
Modish Line
gini nih akibatnya anak yang terlalu dimanja
The Dream26: Novel 'RUMAH' telah hadir, cerita spektakuler dan seru untuk di nikmati, mampir ya kak
total 1 replies
Modish Line
anak kurang ajar
Rosita Tumbelaka
Aq suka cara Luna spt Si Kancil yg Cerdik...
The Dream26: Novel 'RUMAH' telah hadir, karya spektakuler dan seru untuk dinikmati, jangan lupa mampir ya kak
total 1 replies
Indra Wahyu Rianti
aneh bgt sinta dtg kyk gitu cari mati
The Dream26: Novel 'RUMAH' telah hadir, karya spektakuler dan seru untuk di nikmati, mampir ya kak
total 1 replies
💖 sweet love 🌺
penggunaan bahasanya bagus, kyk nya kalo bikin cerita fantasi kerajaan cocok nih..
kiyoe: hehehe insyaallah nanti aku usahakan yaa kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!