NovelToon NovelToon
Yan Kai

Yan Kai

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: DANTE-KUN

Sejak berusia sepuluh tahun, Yan Kai hidup sebagai pelayan di Sekte Hutan Bambu setelah kehilangan kedua orang tuanya. Karena memiliki akar spiritual yang sangat lemah, ia tidak pernah diterima sebagai murid dan selama delapan tahun hanya menjadi sasaran penghinaan, perundungan, serta siksaan dari para murid sekte. Hidupnya dipenuhi penderitaan, hingga suatu hari sebuah tugas sederhana membersihkan perpustakaan kuno mengubah takdirnya selamanya.

Sebuah buku misterius membawanya ke Dimensi Tak Berujung, tempat seekor Naga Kegelapan kuno disegel sejak ribuan tahun lalu akibat perang besar antara ras naga dan para dewa. Yan Kai mendapatkan secuil kekuatan naga itu hingga mengubah akar spiritualnya yang sebelumnya cacat menjadi fondasi yang luar biasa. Tanpa mengetahui rahasia besar yang kini tersembunyi dalam dirinya, Yan Kai memulai perjalanan kultivasinya menuju puncak kekuatan sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANTE-KUN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Perjalanan kembali dari Gunung Azure berlangsung dengan tenang. Di atas pedang terbang yang membelah angin, Su Lian dan Yan Kai tidak banyak berbicara. Keduanya seolah tenggelam dalam pikiran masing-masing.

Bagi Su Lian, ia sedang menimbang-nimbang kemungkinan jawaban yang akan diberikan oleh Chen Nan. Sementara Yan Kai, pikirannya terus berkecamuk memikirkan betapa luasnya dunia kultivasi.

Baru kali ini ia menyadari bahwa di balik ketenangan Kerajaan Awan Suci, terdapat permainan kepentingan yang melibatkan para kultivator terkuat.

Setelah menempuh perjalanan panjang, pedang terbang itu akhirnya kembali memasuki wilayah Lembah Sunyi. Istana kediaman Su Lian perlahan terlihat di balik kabut tipis yang menyelimuti lembah. Begitu mendarat, Su Lian langsung melangkah menuju halaman belakang istana, diikuti oleh Yan Kai yang berjalan di belakangnya.

Tiba-tiba, Su Lian menghentikan langkahnya. Tanpa menoleh, ia berkata dengan suara pelan, "Yan Kai."

"Ya, Guru," sahut Yan Kai tanggap.

"Mulai hari ini, fokusmu hanya satu." Su Lian akhirnya berbalik, menatap muridnya dengan saksama. "Meningkatkan kekuatanmu."

Yan Kai langsung memasang wajah serius, mendengarkan dengan penuh perhatian.

"Jika benar nanti terjadi perebutan peta makam Huang Tiandi, pertempuran yang terjadi tidak akan sederhana," lanjut Su Lian. "Para kultivator Ranah Inti Emas hampir pasti akan ikut turun tangan. Bahkan bukan tidak mungkin... akan muncul kultivator Ranah Raja."

Yan Kai mengangguk dalam-dalam. Ia sadar betul bahwa dengan kekuatannya saat ini, dirinya masih terlalu lemah untuk sekadar terlibat dalam pertarungan sebesar itu.

Tiba-tiba, Su Lian mengangkat tangan kanannya. Cahaya dari cincin ruangnya berkilat pelan, bersamaan dengan munculnya sebuah kotak giok berwarna ungu di telapak tangannya. Begitu kotak itu hadir, aroma obat yang sangat pekat langsung menyeruak ke udara.

Su Lian membuka kotak tersebut. Di dalamnya terbaring sebuah pil berwarna emas keunguan dengan pola-pola kuno yang memenuhi permukaannya. Energi spiritual yang dipancarkan pil itu begitu padat, hingga membuat udara di sekitarnya sedikit bergetar.

Mata Yan Kai seketika membelalak. "Guru... Ini..."

Su Lian menyerahkan kotak giok itu kepadanya. "Pil Inti Emas. Pil yang digunakan para kultivator Ranah Pemurnian Qi Tahap Puncak untuk membentuk inti emas di dalam dantian mereka. Pil ini juga akan sangat membantu dalam menerobos ke Ranah Inti Emas."

Yan Kai menerima kotak itu dengan kedua tangannya yang seketika gemetar. Ia tahu betul betapa langkanya pil seperti ini. Bahkan jika seseorang memiliki setumpuk batu spiritual sekalipun, belum tentu mereka bisa membelinya di pasar luar.

"Guru... Pil ini terlalu berharga," ucap Yan Kai ragu. "Saya... Saya tidak pantas menerimanya."

Su Lian hanya tersenyum tipis mendengar penolakan rendah hati itu. "Lalu siapa yang pantas? Kau adalah muridku. Kalau gurumu sendiri tidak mendukungmu, lalu siapa lagi?"

Suara Su Lian terdengar lembut namun penuh penekanan. "Aku ingin melihat seberapa jauh kau bisa berkembang. Karena itu... gunakan pil itu dengan seluruh kemampuanmu."

Yan Kai menggenggam kotak giok tersebut erat-erat. Dadanya seketika dipenuhi rasa haru yang membuncah. Sejak kecil, hampir tidak pernah ada orang yang benar-benar memperhatikannya.

Namun kini, guru yang baru dikenalnya ini justru memberikan harta karun yang bahkan rela diperebutkan oleh banyak kultivator papan atas.

Yan Kai segera membungkukkan badannya dengan sangat hormat. "Terima kasih, Guru! Saya tidak akan mengecewakan Guru. Saya berjanji akan menerobos ke Ranah Inti Emas secepat mungkin!"

Mendengar sumpah dan keyakinan itu, senyum tipis kembali terukir di wajah Su Lian. "Aku yakin kau mampu memaksimalkan khasiat Pil Inti Emas itu."

Su Lian kemudian mengangkat tangannya, menunjuk ke arah bagian belakang istana yang lebih dalam. "Di sana terdapat Pagoda Lima Elemen. Itu adalah tempat kultivasi pribadi milikku. Di dalamnya terdapat formasi pengumpul energi spiritual yang sangat kuat. Berkultivasilah di sana agar proses terobosanmu jauh lebih cepat dan stabil."

Yan Kai mengikuti arah telunjuk gurunya. Di balik rimbunnya pepohonan bambu, tampak sebuah pagoda kuno setinggi lima lantai berdiri dengan megah. Setiap lantainya memancarkan cahaya dengan warna elemen yang berbeda. Aura spiritual yang mengalir keluar dari dalam pagoda begitu pekat, hingga dapat dirasakan dengan jelas bahkan dari kejauhan.

Yan Kai kembali menatap Su Lian dengan tatapan penuh rasa syukur yang mendalam. "Terima kasih banyak, Guru. Saya akan menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin."

Su Lian mengangguk pelan. "Pergilah. Jangan mengecewakanku."

Yan Kai memberi hormat sekali lagi. Tanpa membuang waktu sedetik pun, ia segera berlari menuju Pagoda Lima Elemen. Semangat di dalam dadanya membara hebat. Ia tahu, kesempatan emas seperti ini mungkin hanya datang sekali seumur hidup, dan ia bertekad penuh untuk memanfaatkannya demi melangkah ke Ranah Inti Emas.

1
Dpin
knapa yankay tida mendapatkan lkimia ny untuk memperkuat anggotany
Abidin Ariawan
,, banyak cewek kasih perhatian tp nggak peka😄😄😄 bodoh 🔥 ,,, harus diingatkan orangtua baru paham
nanonano
dapat harta apa ni dari naga es? jangan2 gak dapet apa2
Iwan Wahyudi
sebenarnya usia Yun Xi ini berapa?
bukannya dulu dia ketua sekte, tentu sudah agak tua😂
JUNI Aja
di mana sang guru kok hilaang
Sarip Hidayat
sepertinya dia lagi tinggi
Dewi
kok aneh sih gk da yg bantu para tetua dr klan luo apakah di gris trdepan semua dan kmna pra dekte lain nya .. ini kaisar nya gimna sih apa gk da bntuan untk gris depan
echa purin
👍👍
will
ayooo kultivasi ganda lg dgn yun xi 🤭💪
Jhaly Madrid
satu jurus satu baba
wiiihhh memang mantap 😄😄😄
Azka Ghazi Yansen
👍👍👍👍👍
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
👍⭐👍⭐👍
Dendi Capresius Samosir
yang paling the best
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
manthab yan 👍👍👍💪💪
Thries
ayo yan kai semakin bertambah kuat dan lindungi orang² yang pantas kamu lindungi
Azka Ghazi Yansen
💪💪💪💪💪
Sa Ragih
yg rajin up ya thor mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!