NovelToon NovelToon
Pedang Abu Nirwana

Pedang Abu Nirwana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Setelah akar spiritual emasnya dirampas secara paksa oleh sepupunya sendiri dan tubuhnya dibuang ke Jurang Abu Api, Lin Xuan—seorang pemuda klan cabang yang sekarat—justru menyatu dengan Tungku Abu Takdir peninggalan zaman purba. Dari abu kehancuran, ia menempuh jalur kultivasi terlarang yang mampu melebur kutukan, meracik pil dari racun mematikan, dan menebas tatanan langit yang korup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Hutan Kabut Seribu Binatang membentang sepanjang delapan ratus mil di antara Kota Awan Merah dan wilayah kekuasaan Sekte Awan Biru.

Bagi karavan dagang atau kultivator biasa, mereka selalu memilih jalan memutar melewati jalur resmi kekaisaran yang memakan waktu dua puluh lima hari perjalanan. Namun bagi Lin Xuan, menerobos langsung jantung Hutan Kabut yang dipenuhi binatang roh ganas adalah tempat pelatihan paling sempurna.

Memasuki hari kesepuluh di dalam hutan, kabut abu-abu lembap yang menghalangi pandangan mata biasa tampak menyelimuti pepohonan raksasa setinggi puluhan tombak.

ROAAAR!

CRAAANGGG!

Di sebuah lembah berbatu di bagian tengah hutan, seekor Macan Kumbang Petir Hitam sepanjang empat tombak jatuh terkapar dengan dada terbelah dua. Percikan listrik biru yang masih menyengat di sekitar taring binatang roh Tingkat Dua Lapis Tiga itu perlahan padam.

Di samping jasad macan kumbang tersebut, Lin Xuan berdiri tenang sambil menyeka keringat di pelipisnya. Pakaian hitamnya terdapat beberapa goresan cakar, namun sorot matanya berkilat tajam bagaikan bilah pedang yang baru selesai diasah.

"Selama sepuluh hari bertarung hidup-mati melawan dua belas ekor binatang roh tingkat dua tanpa menggunakan pil pemulih, penguasaan keempat jurus dasar Pedang Abu Nirwana milikmu sudah mencapai tahap sempurna," puji Tetua Gu yang melayang keluar dari Pedang Abu Hitam.

Lin Xuan duduk bersila di samping macan kumbang itu dan mengaktifkan Tungku Abu Takdir.

Wuuuung!

Inti Binatang berelemen petir beserta darah jantung macan kumbang tersebut tersedot masuk ke dalam tungku. Dalam hitungan napas, energi petir yang liar itu dilebur menjadi aliran Abu Asal yang mengandung getaran kilat halus, lalu dialirkan ke seluruh otot dan meridian Lin Xuan.

Zzzzt!

Otot-otot tubuh Lin Xuan bergetar pelan, mengeluarkan suara dengungan samar. Kini, tidak hanya Qi Abu-nya yang semakin padat di puncak Alam Pembukaan Meridian Lapis Tiga, tetapi kekuatan fisik dan kecepatan geraknya juga mendapatkan tambahan sifat ledakan petir!

Namun tepat ketika Lin Xuan hendak bangkit melanjutkan perjalanan, bayangan Tetua Gu tiba-tiba menoleh tajam ke arah tebing batu berlumut yang berada lima ratus langkah di sebelah utara lembah.

"Tunggu dulu, bocah!" seru Tetua Gu dengan ekspresi serius yang jarang terlihat. "Coba arahkan indra spiritualmu ke balik air terjun kering di tebing utara itu! Aku merasakan fluktuasi Formasi Penyegel Kuno Tingkat Tiga dan aroma tungku alkimia dari zaman seribu tahun lalu!"

Mata Lin Xuan langsung menyipit. Sebuah formasi tingkat tiga di tengah Hutan Kabut Seribu Binatang berarti tempat peristirahatan terakhir seorang kultivator minimal Alam Inti Emas!

Di balik semak berduri dan tebing batu yang tertutup lumut tebal selama berabad-abad, Lin Xuan menemukan sebuah pintu batu melengkung yang permukaannya diukir dengan garis-garis formasi rumit berwarna perak pudar.

Di depan pintu batu tersebut, berserakan tulang-belulang milik beberapa kultivator Alam Pembukaan Meridian dan Fondasi Roh yang tampaknya pernah mencoba menerobos masuk puluhan tahun lalu namun tewas tersambar petir formasi.

"Ini adalah Formasi Segel Bintang Enam," jelas Tetua Gu sambil mengamati pola ukiran di pintu batu. "Meskipun kekuatannya sudah menyusut tinggal dua puluh persen karena dimakan usia, jika kultivator Alam Fondasi Roh biasa memaksa memukul pintu ini, pantulan serangannya tetap sanggup menghancurkan organ dalam mereka."

"Lalu bagaimana cara membukanya?" tanya Lin Xuan.

Tetua Gu tersenyum penuh arti. "Formasi apa pun di dunia ini digerakkan oleh simpul aliran Qi. Dan Qi Abu Nirwana milikmu memiliki sifat paling ditakuti oleh semua formasi kuno—yaitu pelapukan simpul energi! Cukup tusukkan ujung Pedang Abu Hitammu tepat ke titik bintang ketiga di sudut kiri bawah, lalu suntikkan Qi Abu untuk memutus aliran batu roh penggeraknya!"

Lin Xuan mengikuti instruksi Tetua Gu dengan presisi tinggi.

Cring!

Ujung Pedang Abu Hitam menembus celah ukiran batu tepat di titik simpul formasi. Begitu aliran Qi Abu yang kelabu pekat menyusup masuk ke dalam jaringan garis perak itu, cahaya pelindung di permukaan pintu batu langsung meredup cepat seperti api lilin yang kehabisan minyak!

Krak... Gruuuk!

Tanpa ledakan sedikit pun, pintu batu seberat sepuluh ribu kati itu perlahan bergeser terbuka, menyebarkan aroma obat tua yang telah terkunci selama berabad-abad.

Lin Xuan melangkah masuk dengan waspada ke dalam aula batu yang diterangi oleh batu mutiara malam di langit-langitnya.

Di tengah aula, duduk sesosok kerangka manusia berjubah biru tua yang tulangnya memancarkan kilau keemasan samar—tanda seorang kultivator yang semasa hidupnya telah mencapai Alam Inti Emas!

Di hadapan kerangka tersebut, berdiri sebuah tungku alkimia berkaki tiga berwarna merah tembaga setinggi pinggang orang dewasa, sebuah kotak giok tertutup segel, serta selembar prasasti batu.

Lin Xuan membungkuk hormat satu kali kepada kerangka pendahulu tersebut sebelum membaca tulisan di prasasti batu:

"Aku, Bai Yunzi, Tetua Alkimia dari Sekte Bintang Jatuh, terkena racun kutukan darah saat perang melawan Sekte Darah Langit delapan ratus tahun silam. Sebelum ajalku tiba di gua ini, kutinggalkan Tungku Api Tanah tingkat tiga milikku serta tanaman Bunga Abu Darah Naga bagi siapa pun yang ditakdirkan membuka segel ini. Jika penerusku kelak bertemu dengan murid Sekte Darah Langit... penggallah kepala mereka atas namaku!"

"Hahaha! Benar-benar rezeki nomplok!" tawa Tetua Gu menggema gembira. "Selama ini kau tidak bisa meracik pil secara terbuka di depan orang banyak karena takut rahasia Tungku Abu Takdir di Dantian-mu terbongkar. Sekarang dengan adanya Tungku Api Tanah Tingkat Tiga ini sebagai kedok di luar, kau bisa meracik pil kapan saja di Sekte Awan Biru tanpa menimbulkan kecurigaan!"

Lin Xuan menyimpan Tungku Api Tanah itu ke dalam kantong penyimpanannya, lalu membuka kotak giok di sampingnya.

Di dalam kotak giok tersebut, selain terdapat lima puluh Batu Roh Tingkat Menengah (yang satu kepingnya setara dengan seratus Batu Roh Tingkat Rendah!), tampak sekuntum bunga berwarna merah gelap dengan kelopak menyerupai sisik naga yang memancarkan energi murni luar biasa: Bunga Abu Darah Naga Tingkat Tiga!

Tanpa menunda waktu, Lin Xuan duduk bersila di dalam gua terlarang itu dan melebur Bunga Abu Darah Naga beserta sepuluh keping Batu Roh Tingkat Menengah ke dalam Tungku Abu Takdir.

BOOOOM!

Lautan energi murni yang sepuluh kali lebih dahsyat daripada Kristal Inti Api Bumi meledak di dalam tubuhnya!

Di bawah kendali teknik Napas Abu Nirwana, gelombang energi itu menghantam gerbang Meridian Utama Keempat dan Meridian Utama Kelima secara beruntun!

Satu hari... dua hari... tiga hari berlalu di dalam gua.

Pada pagi hari ketiga, ketika Lin Xuan membuka matanya kembali, lima jalur meridian utama di dalam tubuhnya bergetar serempak bagaikan lima naga abu yang mengaum!

Alam Pembukaan Meridian — Lapis Lima!

Hanya dalam waktu kurang dari setengah bulan sejak meninggalkan Kota Awan Merah, kultivasinya telah melompat dua lapisan penuh hingga mencapai tahap menengah Alam Pembukaan Meridian!

1
Ozzy aljokery
mantappp ..,lanjutkan
Ozzy aljokery
korban pertama dari pedang Abu Hitam
Ozzy aljokery
semoga tidak Hiatus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!