NovelToon NovelToon
Di Bawah Kuasa Mantan Suami

Di Bawah Kuasa Mantan Suami

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:801k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13
Subscribe YT @NovelLalaaa

Tiga tahun lalu, Safira Angela memilih berpisah dari Gavin Alvaro Abraham dengan alasan palsu yaitu dia mengaku telah berselingkuh. Padahal, itu hanyalah kebohongan yang terpaksa dibuatnya agar Gavin dan keluarga besar Abraham tidak terseret dalam masalah pelik yang sedang menimpa keluarganya.

Setelah resmi bercerai, Safira pun memilih menghilang demi melindungi pria yang sangat-sangat dia cintai.

Namun, takdir berkata lain. Tiga tahun kemudian, perusahaan tempat Safira bekerja diakuisisi oleh Abraham Group.

Mengetahui keberadaan sang mantan istri, Gavin langsung memerintahkan agar Safira dimutasi ke kantor pusat.

Di sana, Safira terpaksa bekerja di bawah pengawasan langsung mantan suaminya yang kini telah berubah menjadi CEO dingin, penuh kebencian, dan menyimpan dendam mendalam akibat masa lalu.

BAGAIMANA KELANJUTAN CERITANYA????
JANGAN LUPA DI BACA YAAAAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernikahan Itu Sudah Selesai

Namun, langkah Siska terhenti sejenak ketika merasakan aura dingin yang begitu pekat memancar dari tubuh Gavin. Pria itu menerima pelukan mamanya, namun tubuhnya terasa kaku dan pelukannya tidak sehangat dulu.

"Gavin pulang, Mama, Papa." ucap Gavin pelan saat melepaskan pelukan mamanya.

Dia menatap kedua orang tuanya dengan tatapan yang hormat namun tetap terasa berjarak.

Romi Abraham menepuk pundak kokoh putranya dengan bangga, meskipun ada secercah rasa prihatin di matanya melihat perubahan drastis pada kepribadian sang anak.

"Kamu sudah jauh lebih matang, Gavin. Penampilanmu... Papa hampir pangling. Masa-masa di London benar-benar membentukmu menjadi seorang pemimpin sejati." ujar papa Romi.

"Terima kasih, Papa. Semua berkat bimbingan dan kepercayaan yang Papa berikan." jawab Gavin formal, persis seperti berbicara dengan rekan bisnis.

"Ayo, kita langsung ke meja makan. Mama sudah memasak semua makanan kesukaanmu. Kamu pasti lelah setelah penerbangan panjang," ajak mama Siska, berusaha mencairkan suasana yang terasa agak kaku.

Di ruang makan yang megah, hidangan mewah sudah tersaji lengkap. Mereka bertiga duduk di posisi masing-masing. Suasana makan malam itu berjalan dengan tenang, didominasi oleh suara dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring porselen.

Setelah makanan utama selesai dinikmati, papa Romi menyesap teh hangatnya dan memulai pembicaraan serius yang menjadi alasan utama kepulangan Gavin.

"Gavin, Papa rasa surat resmi pengangkatanmu sebagai CEO utama Abraham Group untuk seluruh wilayah Asia Tenggara sudah disiapkan oleh tim hukum. Mulai besok, kamu akan memegang kendali penuh atas gedung pusat di Jakarta," ujar Romi dengan nada serius.

Gavin meletakkan serbetnya di atas meja dengan rapi. "Aku sudah memeriksa dokumennya di pesawat tadi, Papa. Semua sudah sesuai dengan kesepakatan kita. Tim ku di London juga sudah melakukan sinkronisasi data dengan sistem pusat di sini." ucapnya.

"Bagus," papa Romi mengangguk puas.

"Papa sengaja ingin pensiun dini tahun ini. Papa ingin menghabiskan sisa waktu Papa di rumah saja, menemani mamamu, berkebun, atau pergi berlibur tanpa memikirkan fluktuasi saham. Beban bisnis ini sekarang sepenuhnya ada di pundakmu, Gavin. Papa tahu kamu mampu, bahkan performamu di Eropa kemarin melampaui ekspektasi dewan komisaris." ujar papa Romi.

"Aku akan memastikan Abraham Group tetap berada di puncak tertinggi, Pa. Papa tidak perlu cemas," jawab Gavin dengan keyakinan mutlak yang terdengar begitu dingin di telinga.

Mama Siska yang sejak tadi diam, menatap putranya dengan pandangan mata seorang ibu yang penuh keibuan namun sarat akan kesedihan.

Dia tahu persis apa yang membuat putranya berubah menjadi sedingin es batu seperti ini. Luka masa lalu yang ditinggalkan oleh menantunya tiga tahun lalu tampaknya belum pernah sembuh, melainkan membeku dan mengeras di dalam hati Gavin.

"Gavin..." panggil mama Siska dengan lembut, memotong pembicaraan bisnis antara suami dan anaknya.

Gavin menoleh menatap mamanya. "Iya, Mama?"

"Apakah kamu... apakah kamu tidak berniat untuk mencari tahu lagi tentang dia? Atau setidaknya, apakah hatimu belum terbuka untuk wanita lain? Tiga tahun sudah berlalu, Nak. Mama dan Papa ingin melihatmu bahagia kembali, bukan hanya melihatmu bekerja tanpa henti seperti robot." tanya mama Siska dengan hati-hati, takut menyinggung luka lama.

Mendengar pertanyaan itu, rahang Gavin mendadak mengeras. Tatapan matanya yang semula tenang langsung berubah menjadi setajam silet, dan atmosfer di ruang makan itu mendadak turun drastis hingga membuat para pelayan yang berdiri di sudut ruangan menundukkan kepala ketakutan.

Dimas yang berjaga di dekat pintu ruang makan langsung menahan napasnya. Nama wanita itu adalah sebuah tabu besar yang tidak boleh diucapkan di depan Gavin selama tiga tahun terakhir ini.

Gavin mengepalkan tangannya di bawah meja, namun wajahnya tetap menunjukkan ketenangan yang mematikan.

"Mama, aku kembali ke negara ini murni untuk urusan bisnis keluarga. Tidak ada alasan lain, dan tidak ada ruang untuk hal-hal yang tidak tidak penting di masa lalu." tegasnya dengan begitu dingin apa lagi jika membahas soal masa lalunya.

"Tapi Gavin, pernikahan kalian dulu..." sahut mama Siska namun terpotong oleh ucapan sang anak.

"Pernikahan itu sudah selesai, Mama. Tiga tahun lalu, saat wanita itu memilih untuk berjalan keluar dari rumahku dan mengirimkan surat cerai tanpa berani menatap muka ku, saat itu juga nama dia sudah mati di dalam hidup ku," potong Gavin dengan nada suara yang rendah namun sarat akan penekanan yang mutlak. Setiap kata yang diucapkannya terdengar seperti vonis mati yang dingin.

Mama Siska menghela napas panjang, matanya berkaca-kaca namun dia memilih untuk tidak mendesak lebih jauh setelah melihat kilatan amarah yang tersembunyi di balik mata elang putranya.

Papa Romi yang melihat situasi kurang kondusif itu segera menepuk tangan istrinya di bawah meja, memberi kode untuk menghentikan topik tersebut.

"Baiklah, kita bicarakan soal bisnis lagi saja." sela Romi, mengalihkan atensi.

"Gavin, ada satu laporan yang masuk ke meja Papa minggu lalu sebelum saya menyerahkan stempel jabatan. Anak perusahaan logistik kita di bagian pinggiran kota baru saja menyelesaikan proses akuisisi sebuah perusahaan distributor lokal. Namanya PT Sinar Abadi Mandiri, kalau tidak salah. Prosesnya sudah selesai sembilan puluh persen, tinggal penandatanganan final dan serah terima operasional." ujar Papa Romi.

Gavin mendengarkan dengan saksama, ekspresi wajahnya kembali datar dan profesional.

"Ah, perusahaan distributor alat tulis itu? Aku sempat membaca sekilas profilnya di laporan internal. Skala mereka kecil, tapi jalur distribusi logistik mereka di area pinggiran ibu kota sangat matang dan efisien. Itu langkah taktis yang bagus untuk memperkuat cengkeraman logistik kita di jalur retail bawah." ucapnya.

"Benar. Rencananya minggu depan akan diadakan rapat pleno perdana di gedung pusat untuk menyambut perwakilan staf inti dari perusahaan yang kita akuisisi tersebut. Papa ingin kamu yang memimpin rapat itu sebagai langkah awal unjuk gigi sebagai CEO baru di depan internal kita," lanjut Romi.

Gavin menyunggingkan sebuah senyuman tipis yaitu sebuah senyuman dingin yang tidak mencapai matanya, melainkan senyuman kepuasan seorang predator bisnis.

"Tentu saja, Papa. Aku sendiri yang akan memastikan transisi kepemimpinan ini berjalan tanpa cela. Jika ada staf dari perusahaan kecil itu yang tidak memenuhi standar kualifikasi Abraham Group, aku tidak akan segan untuk langsung menyingkirkan mereka hari itu juga," jawab Gavin dengan nada dingin dan tanpa kompromi.

Bagi Gavin sekarang, bisnis adalah segalanya. Sisi humanisnya yang dulu penuh empati telah terkubur bersama dengan rasa cintanya yang dikhianati.

Dia tidak tahu, dan sama sekali tidak pernah membayangkan, bahwa di dalam daftar barisan staf kecil dari perusahaan yang baru saja diakuisisinya itu, ada satu nama yang pernah menjadi detak jantungnya yaitu nama wanita yang selama tiga tahun ini ia benci setengah mati, namun sekaligus nama yang bayangannya selalu menghantui setiap malam-malam sepinya.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kenapa ga cari tau dr 3 taun lalu coba 🙂😮‍💨 orang normal nya kalo tiba2 di cerai psangan sampe di tinggal kabur dia cari tau apalagi kalo punya duit sm kekuasaan jd lebih gampang cari infonya, kok bisa sih ga kepikiran dr dulu 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
justru aneh gasih wkwk kalo dia emang cuma ngincer harta ga akan cerai dong, yg ada nempel kayak parasit 🙏🙂
Lilis Sumiati
Akhirnya tamat juga,baca sampai diulang2 saking suka dan selalu nunggu notifikasi di layar hp kalau ada lanjutannya langsung baca,selamat ya thor😍
Lilis Sumiati: Oke aku tungguin ya cerita barunya,pasti langsung nanti ada notifikasi kalau ada cerita baru dari thor 😍
total 2 replies
hermi ismiyati
bagus
Fera Susanti
keren Gavin
Eliermswati
akhirnya bahagia semuanya q bc dr bab 1 smpe selesai, ksh nya hangus bngt, ad sedih, kecewa, dan pd akhirnya bahgia semuanya trma ksh thor dah bkn cerita sebagus cerita gavin dan Safira
Lala_Syalala: Terima kasih ya kak sudah menemani verita Gavin dan Safira dari awal hingga akhir, semoga selalu suka dan menantikan cerita2 author lainnya yaa🙏🙏😊😊🤗🤗😍😍😍
total 1 replies
Reni Setia
selamat ya thor udah tamat karyanya
Lala_Syalala: akhirnya tamat juga yaaaa, Terima kasih sudah mau baca dari awal hingga akhir dan sampai jumpa di cerita author lainnya🙏🙏😊😊🤗🤗😍😍😍😍
total 1 replies
Fera Susanti
aku baru gabung..sedih
Puspa Ayundari
😭kebayang rasanya jd safira.....sedihhh
Kezia ayumi
berat banget bawa2 meja mahoni terus 🤔🤔🤔
Kezia ayumi
dilingkari 🤔🤔🤔
Kezia ayumi
di lingkari
Kezia ayumi
sekarang" dilingkari "
Kezia ayumi
banyak typo bertebaran ya Thor
Kezia ayumi
di tiadakan
Kezia ayumi
"di tiadakan" maksudnya apa sih kok aku pusing 🤔🤔🤔
Umi Fitriani
mampir Thor semangat 🤗
Mpit Mpit
seharusnya emang begitu...suami bela istri sampe titik darah penghabisannn..Gavin akuh padamu lah
xopitt 89_
cerita baguuuss banget. rekomended untuk d baca berulang2.
Dinar David Nayandra
bawang nya byk banget akubsmpe nangis aja bacanya😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!