NovelToon NovelToon
Ternyata Bukan Aku Yang Mandul

Ternyata Bukan Aku Yang Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Menikah dengan Kerabat Mantan / Identitas Tersembunyi
Popularitas:145k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Selama tiga tahun menjadi istri Arga Pratama, Rania selalu merasa tertekan karena dianggap gagal memberikan keturunan.
Arga mencintainya, tapi tak sanggup menahan tekanan ibunya yang mengancam akan mengakhiri hidup jika Arga tidak mau menikah lagi dan bercerai dengan Rania.

Akhirnya, Rania meninggalkan rumah tangganya dengan hati yang hancur.

Di sisi lain, Alvino Pratama, saudara sepupu Arga yang jauh lebih kaya dan berkuasa, ternyata sudah lama menyimpan perasaan pada Rania.

Rania pun menerima lamaran dari Alvino karena orang tua Alvino mengatakan Alvino juga tidak bisa memiliki keturunan. Rania berharap setidaknya ia bisa mendapatkan ketenangan karena tak lagi dikejar masalah anak.

Namun baru tiga bulan menikah, Rania dinyatakan hamil. Rania bahagia, tapi juga cemas. Bagaimana kalau kehamilannya dicurigai? Karena itu Rania menyembunyikan kehamilannya. Namun, tanpa sengaja Alvino mengetahui kehamilan Rania.

Lalu, apakah Alvino bisa menerima kehamilan Rania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

.

Kehidupan Rania berjalan seperti biasa. Kepercayaan dirinya yang sempat runtuh setelah kedatangan kedua orang tua angkatnya, telah kembali tumbuh. Setiap pagi ia ke kantor bersama Alvino, bekerja dengan penuh semangat menyelesaikan laporan proyek baru, lalu pulang bersama suaminya sambil berbagi cerita tentang hari mereka.

Namun… mungkin ketenangan itu tak kan berlangsung lama.

Bu Ratih duduk dengan santai di sebuah kafe eksklusif bersama beberapa wanita sosialita yang tergabung dalam komunitas istri para pengusaha. Mereka duduk di sudut ruangan yang sedikit terpencil, jauh dari keramaian tamu lainnya.

“Kopi ini rasanya lebih nikmat ya dari yang biasanya kita pesen,” ucap salah satu wanita sambil mengangkat cangkirnya.

“Ya dong, tempat ini terkenal dengan biji kopinya yang impor langsung dari luar negeri,” jawab Ratih tersenyum sambil menatap cangkir kopi yang ada di tangannya serta aneka kue kecil yang cantik yang tersaji di atas meja.

Percakapan mereka semula hanya membahas bisnis dan keluarga – mulai dari proyek baru suami mereka hingga aktivitas anak-anak.

Hingga salah seorang wanita, Bu Dewi, tiba-tiba bertanya sambil menyomot sepotong kue dari piringnya.

“Ratih, kemarin aku lihat mantan menantumu jalan bareng di mall sama Alvino Mahendra. Cepat sekali ya mereka mesra. Padahal baru beberapa bulan lalu kan dia cerai sama anakmu?

Bu Ratih tersenyum tipis, ujung jarinya perlahan bergerak memutar di bibir cangkirnya. “Gimana gak cepat? Perempuan itu kan memang pintar.”

“Pintar?” Tante Dewi mengerutkan kening tidak mengerti.

“Iya.” Bu Ratih menghela napas seolah sedang menyimpan beban berat, bahkan menyeka pelipisnya seolah ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.

“Sebenarnya aku tidak ingin membicarakan ini. Aku takut dikira sengaja menyebarkan gosip. Tapi...” Bu Ratih menundukkan wajah, berpura-pura ragu sambil melihat ke sekeliling seolah takut didengar orang lain.

“Kalian kan teman-temanku. Sebenarnya aku mau curhat sedikit.”

Beberapa wanita langsung merasa penasaran, bahkan mendekatkan kursinya ke meja tengah.

“Memangnya ada apa? Jangan-jangan ada yang tidak benar ya?” tanya Tante Lina dengan suara rendah.

Ratih berbisik pelan, bibirnya hanya sedikit bergerak. “Sebenarnya...” Ia sengaja menghentikan kalimatnya beberapa detik, memberikan jeda yang membuat semua orang semakin fokus mendengarkan.

“...hubungan mereka sudah berlangsung jauh sebelum Rania bercerai dari Arga.”

“Apa?” teriak Tante Dewi tanpa sengaja, membuat beberapa tamu di dekatnya menoleh. Begitupun mata semua orang yang langsung membulat.

“Serius? Kok bisa begitu?” tanya Tante Lina sedikit tidak percaya.

Bu Ratih mengangguk pelan, wajahnya tampak seperti sedang merasa prihatin.

“Aku sebenarnya tidak enak mengatakan ini. Karena Rania dulu kan menjadi menantuku sendiri. Tapi coba pikirkan. Baru beberapa bulan bercerai… Tiba-tiba langsung menikah dengan Putra keluarga Mahendra. Mana mungkin bisa secepat itu kalau sebelumnya tidak saling mengenal dengan dekat?”

Wanita lain ikut mengangguk pelan, wajahnya mulai menunjukkan ekspresi yang tidak senang.

“Benar juga ya. Kalau hanya atasan dan bawahan biasa tidak mungkin langsung menikah secepat itu.”

Mereka mungkin lupa, bahkan Arga lebih dulu menikah dengan Angelina hanya berselang satu bulan setelah perceraian.

“Kasihan sekali putraku. Selama ini dia tidak tahu kalau istrinya sudah selingkuh. Padahal anakku itu baik hati dan selalu mencintainya. Tega-teganya wanita itu menghianatinya,” ucap bu Ratih sambil menghapus air mata palsunya.

Tak butuh waktu lama.

Percakapan di meja kafe itu mulai berpindah dari satu orang ke orang lain. Dari arisan ke arisan lainnya. Dari grup komunitas sosialita ke grup lainnya yang diikuti oleh istri-istri pengusaha.

“Katanya Rania selingkuh sama Alvino pas masih jadi istri Arga lho.”

“Katanya …”

"Katanya …"

Dalam hitungan hari… Gosip itu menyebar ke hampir seluruh lingkungan sosial keluarga Mahendra dan Pratama. Bahkan... Sampai ke Mahendra Group.

Pagi itu, Rania baru saja memasuki ruang kerja divisinya. Seperti biasa, ia menyapa beberapa rekan kerjanya yang sudah berada di dalam lebih dulu.

Namun...

Entah kenapa, suasananya terasa berbeda. Semua teman yang biasanya tersenyum lebar kini hanya mengangguk sekilas lalu segera mengalihkan pandangan. Ada pula yang langsung menghentikan pembicaraan begitu melihat Rania datang.

Rania mengernyit, tangan yang memegang tas kerjanya sedikit bergerak.

“Aneh... kenapa mereka kayak gitu ya?” gumamnya pelan sambil melangkah menuju kursinya sendiri, lalu memulai mengerjakan tugasnya dengan hati yang terasa tidak nyaman.

Saat jam makan siang, ia berjalan menuju ruang kerja suaminya seperti biasa. Suara percakapan yang tadinya ramai di koridor langsung berhenti total. Beberapa staf saling berpandangan dengan wajah yang sedikit terkejut dan tidak nyaman.

“Eh, besok hari Minggu kan ya?” tanya seorang wanita buru-buru mengalihkan pembicaraan.

“Iya, akhirnya bisa healing-healing,* sahut yang lain.

Rania mulai merasa tidak nyaman, tubuhnya sedikit menggigil meskipun ruangan itu cukup hangat.

“Ada yang terjadi? Kalau ada yang salah dari aku, kalian bisa bilang saja,” katanya dengan suara lembut kepada sekeliling.

Tidak ada yang menjawab. Beberapa orang hanya mengangguk atau menoleh ke arah lain.

“Kalau begitu saya permisi aja ya,” ucapnya selalu melanjutkan perjalanan menuju ruang kerja suaminya.

“Kasihan Pak Arga ya. Tidak tahu kalau sudah diselingkuhi.”

“Aku tidak menyangka, ternyata burania orang seperti itu."

“Makanya Pak Alvino begitu membela Bu Rania. Berarti memang sudah ada hubungan yang dalam.”

“Jangan keras-keras dong. Nanti kedengaran orangnya.”

“Iya benar, hati-hati kalau ngomong.”

Di ujung koridor di balik dinding…

Langkah Rania perlahan terhenti. Tangannya meremas ujung blazernya. Meski suara mereka tidak terlalu jelas... Ia masih sempat menangkap beberapa kalimat yang menusuk hati. Merasakan dadanya yang begitu sesak bagaikan oleh batu besar.

Keesokan harinya...

Saat hendak menuju ruang rapat dengan membawa map berisi berkas proyek, dua orang staf yang berjalan di belakangnya tidak menyadari bahwa Rania masih berada di tikungan koridor yang sedikit tersembunyi.

“Menurutmu benar tidak sih yang mereka bilang tentang Bu Rania?” tanya salah seorang staf perempuan kepada temannya.

“Apa? Soal hubungan sama Pak Alvino sebelum bercerai?”

“Entahlah. Tapi kalau dipikir-pikir memang aneh kan?”

“Belum lama cerai langsung menikah sama Pak Alvino.”

“Jangan-jangan memang sudah dekat sejak dulu, cuma disembunyikan karena dia masih punya suami.”

Mendengar kalimat itu...

Wajah Rania langsung pucat. Map yang dibawanya terlepas dari tangan, berkas-berkas kertas putih berserakan di lantai koridor yang bersih. Kedua staf itu langsung menoleh dengan wajah yang penuh ketakutan.

“Bu... Bu Rania... Kami tidak sengaja...” kata mereka dengan suara gemetar, langsung panik dan ingin membantu memunguti berkasnya.

Rania buru-buru berjongkok untuk mengumpulkan berkas-berkas itu dengan tangannya yang masih bergetar.

“Tidak apa-apa. Aku bisa sendiri,” katanya dengan suara lirih yang hampir tidak terdengar.

Ia memaksakan senyum yang terlihat sangat pahit, bahkan mata nya sudah mulai berkaca-kaca.

Setelah itu ia segera berjalan pergi. Tidak langsung pergi ke ruang rapat karena dia ingin menenangkan diri dulu.

Baru beberapa hari yang lalu ia berhasil bangkit. Kini... Muncul fitnah yang menghantam hidupnya dengan kekuatan yang tidak kalah dahsyatnya.

Rania masuk ke salah satu kamar mandi lalu menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Ia menyandarkan tubuh di balik pintu, kedua tangannya mendekat berkas-berkas di dadanya agar tidak jatuh. Air mata perlahan jatuh, menetes ke lantai tanpa ia sadari.

“Bukan...” bisiknya lirih, suara sudah mulai bergetar karena ingin menangis. “Aku tidak pernah melakukan hal seperti itu....”

Tubuh Rania melorot terduduk di lantai dengan posisi masih bersandar pada pintu, menelungkupkan wajahnya di antara dua lutut. Tubuhnya mulai berguncang karena tangisnya yang akhirnya pecah.

Dua orang staf yang tadi melihat Rania hanya bisa saling berpandangan dengan wajah penuh ketakutan. Salah seorang dari mereka meremas jari tangannya sendiri dengan wajah gelisah.

“Sebenarnya gosip itu benar apa tidak sih?"

“Entahlah. Aku juga cuma dengar katanya.”

Tanpa mereka sadari, dari ujung koridor, sepasang mata sedang memperhatikan pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Wajahnya yang biasanya tenang kini tampak sangat dingin. Rahangnya mengeras mengetahui istrinya kembali terluka.

1
Rahma Inayah
raskan km Surya semula berawal dr mulut istri mu Ranti siap2 Ranti hidup mu melarat miskin apa msh BS km sombong
Muft Smoker
terkadang emosi akan membuat seseorang akan berbuat sesuatu tanpa memikirkan akibat ny ,, Dan tuan surya sedang otw kesana ,,
Muft Smoker
udh terlalu kenyang pak surya ,, masa ny udh abiis ,, terlalu byak makan uang yg bukan hak ny ,, skraaang waktu ny anda kembali kan yg bukan hak anda ,,😏😏😏😏
Zhafran Althaf
udah bau tanah masih nyimpen dendam ga baik tau aki aki
Nadja 🎀
pak surya walaupun ingin menjatuhkan perusahaan keponakanmu, hati-hati ada keluarga kandung rania sahabatnya ayah keponakanmu pasti bantuin
Ummee
semoga dendam itu tdk membuat kamu berbuat nekat
Riska Nianingsih
karena harta jd lupa diri, bahkan kl ga sendiri dimusuhi,
Riska Nianingsih
bagus alvino 👍 biar surya ratih sadar diri, perusahaaan milik kl ga, berarti harta bersama belum hak milik surya.
Nar Sih
jgn bikin mslh lgi pak surya ,klau gk mau hidup mu tmbh hancur🤣
Aditya hp/ bunda Lia
eeeh, ... dasar tabir Surya .... bukannya sadar malah tambah edan yah kau lebih dendam
Aditya hp/ bunda Lia
mampusss ....
Batara Kresno
buat surya ama ratna lumpuh aj kena strok biar kapok
Aidil Kenzie Zie
masih aja dendam puluhan sampai ratusan M lo yang diselewengkan 😡😡😡😡
vania larasati
lanjut
sunaryati jarum
Masih dendam ,itu kesalahan yang kau buat sejak awal Tuan Surya, bahkan kau jadi tikus pada perusahaan yang kau kelola.Dan Ratih istrimu juga selalu bikin masalah pada keluarga dan kamu dukung.Jika kau masih tidak mau menerima kenyataan,kamu makin hancur
sunaryati jarum
Astaga perusahaan keluarga kok ya ditilep,rata- pertahun 30 M
dewi rofiqoh
Selamat bagas, semangat menjalankan amanah sebagai direktur utama pratama grup.
Alvino, hati-hati dengan tuan surya!
Uba Muhammad Al-varo
hadeuh pak Surya udah salah malah dendam bukannya memperbaiki diri kearah lebih baik
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
masih aja dendam ma keponakan nya bukan nya tobat udh bau tanah jg, pdhl dia nya emang salah bikin rugi perusahaan
hati² alvino ma om mu itu jaga baik² istrimu
Ilfa Yarni
hei pak yus jgn pupuk tuh dendam yg ada km kena serangan jantung trus mati deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!