Karin gadis pemalas yang punya hobby nonton Drakor dan Dracin sepanjang masa remajanya, tidak menyangka bahwa nasibnya akan seperti di drama drama yang pernah ia tonton.
Diumur ke 20 tahun ia dipaksa menikah muda dengan Om Om yang di jodohkan Oleh Ayahnya.
Om Om itu adalah kolega bisnis Ayah Karin bernama Arjuna Prayoga.
Meskipun hanya berbeda 7 tahun tapi Karin yang saat itu masih kuliah, sangat sulit untuk menerima perjodohan dan pernikahan itu.
Apalagi Karin sudah memiliki pacar yang telah dipacarinya selama bertahun tahun bernama Kai Bagaskara seorang cowok populer dan sangat dicintainya.
Dapatkan Karin Lolos dari perjodohan yang disiapkan Ayahnya?
Ataukah pada akhirnya ia akan benar benar menikah dengan Om Arjuna?
Selamat membaca semoga kalian suka dengan karyaku, saranghae 🩷
BTW karena ini cerita tentang pernikahan Harap bijak sebelum membaca okey...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tuduhan Sembarangan
Perkuliahan di hari itu usai, Karin berjalan menuju gerbang universitas nya berniat mencari cemilan dulu sebelum pulang.
Tepat di depan, samping kanan dan kiri kampus Karin ada banyak food court dan juga banyak tempat orang berjualan.
Ia berjalan sendirian membeli cemilan cemilan street food, sehabis menikah Karin jarang sekali makan makanan junk food, Karena Om Yayang cendrung sangat protektif terhadap makanan yang dimakan Karin dirumah.
Karin bukan gadis yang ekstrovert jadi dia tidak punya banyak teman dikampus, biasanya dia hanya berkumpul kalau ada tugas kelompok dan juga acara kelas hanya sebatas itu.
Dia lebih nyaman berkumpul bersama sahabat sahabat terdekatnya saat SMA seperti Cherry dan Riana.
Dulu Karin memiliki teman yang dekat sekali di kampus selama awal awal semester, namanya Alova namun sahabatnya itu pindah untuk kuliah ke luar negeri.
Kini Karin belum menemukan Sabahat yang dekat lagi dengannya, kalau teman sekilas banyak tapi untuk sahabat yang setipe dengan Cherry, Riana atau Alova belum di temukannya.
Alhasil kini Karin seringnya sendirian saja seperti saat ini.
Setelah membeli beberapa kudapan, Karin masuk ke sebuah restoran Ayam, perutnya sangat lapar dipesannya seporsi ayam geprek dan es teh manis.
Saat sedang asik makan tiba tiba seorang mahasiswi menghampirinya.
"Lo Karin pacarnya Kaiziro kan?" Tanya gadis itu to the point.
"Bukan." Ucap Karin dia lanjut makan dan tak mau terlalu memperdulikan orang random yang tiba tiba muncul di depannya.
"Kok Lo jahat banget gak ngakuin dia, apa karena sekarang Lo dipelihara om om?" Tanya nya sinis dan menusuk.
Karin tersedak bisa bisanya dia disindir terang terangan dengan sindiran yang tidak benar seperti itu, di muka umum seperti ini.
Beberapa pasang mata menatap ke Arah Karin dan Gadis itu, mereka juga anak anak kampus Karin yang sedang makan makan di resto, mereka mulai berbisik bisik.
"Urusannya apa sama Lo?" Tanya Karin balik, selesai mengurai tersedaknya.
"Urusannya gue suka sama Kai, dan gue gak terima si Kai Lo gituin."
Karin memutar bola matanya saking tak percaya dengan kejadian absurd ini, ia menarik nafas panjang untuk mengurai emosinya, kemudian berkata agak lantang.
"Heh cewek random yang entah datang dari mana, Lo denger baik baik ya, pertama gue bukan lagi pacar si Kai, gue udah putus sama dia." Hati Karin sedikit sakit saat mengatakannya namun sepertinya dia memang harus angkat bicara agar tidak disalah pahami sperti saat ini.
Gadis itu mendengarkan Karin dengan seksama namun dengan tatapan jutek
"Kedua, gue enggak dipelihara Om Om." Sangkalnya.
Namun gadis itu tidak buru buru percaya "Mana ada maling ngaku, buktinya ada di forum kampus, adegan menjijikan Lo sama si Om Om itu."
"Maksud Lo?" Tanya Karin, dia hanya melihat fotonya saat di jemput Om Yayang di depan kampus perasaan foto itu biasa biasa saja.
Gadis itu mengeluarkan handphonenya lalu menunjukan updatean terbaru di forum kampus.
"Nih Lo liat sendiri betapa menjijikkannya kelakuan elo." Tunjuk gadis itu memperlihatkan sebuah foto lewat handphonenya.
Karin terperanjat kaget bagaimana mungkin ada yang diam diam memfoto Karin dan Om Yayang saat sedang di hotel beberapa hari lalu, ketika mereka akan bertemu dengan Mr Theo.
Foto itu sangat membuat ambigu karena di foto itu om Yayang nampak merangkul mesra Karin masuk ke dalam hotel,
Dan angle yang diambil sungguh membuat Karin putus asa, si penjepret foto tidak memperlihatkan wajah Om Yayang, terlihat hanya badannya saja, dan wajah Karin saat menengok.
Karin terdiam nampaknya kini dia tidak bisa diam saja dengan kesalahpahaman di forum kampus tersebut.
"Lo gak bisa jawab kan Karina, karena Lo ternyata perempuan murahan." Ucap gadis di hadapan Karin lagi dia nampak sangat membenci Karin yang memacari Kai crushnya.
"Kata siapa gue gak bisa jawab." Ucap Karin
"Yaudah Jawab, siapa Om Om itu? Bener kan lo jadi peliharaan om om?" Gadis itu mulai tidak sabaran.
"Dia suami gue." Kata kata itu meluncur begitu saja dari mulut Karin.
Diapun menjadi kaget sendiri dengan pengakuannya.
Gadis itu terperanjat, "Hah suami? Lo udah nikah ternyata."
"Iya udah, gue udah NIKAH puas Lo." Ucapnya dengan nada ketus dan suara yang keras.
Membuat semua mata di restoran ayam itu menatap ke arah Karin. Mereka semua yang sedari tadi bisik bisik jadi terdiam.
Terlebih saat seorang Pria tinggi jangkung dan sangat tampan mendekat ke tempat duduk Karin "Rin akhirnya kamu ngaku juga ya." Ucap Pria itu dengan suara bergetar dan nampak sangat kecewa.
"Kai....." Ucap Karin, kakinya lemas, ternyata sejak tadi Kai ada di restoran itu, dia duduk di pojokan yang tidak terlihat oleh Karin.
"Selamat ya Rin, aku doain kamu bahagia dengan pilihanmu." Ucapnya membuat Karin salah tingkah dan tak bisa berkata kata.
Karin ingin berkata "Kai aku di paksa ayahku." tapi entah mengapa kalau mengucapkan itu dia merasa akan menyakiti suaminya Karin kini mulai menghargai dan menganggap Om Yayang sebagai suaminya.
Kejadian ini menjadi seperti tontonan drama, para penonton itu mulai kembali berbisik bisik.
"Kai aku...." Karin tidak bisa meneruskan kata katanya.
Namun Kai yang tidak mau membuat Karin malu di depan orang orang berkata "Ayolah Rin gak apa apa, kita kan udah lama putus, wajar kalau kamu milih yang lebih baik dari aku."
"Selamat ya Rin sekali lagi." Ucapnya penuh dengan rasa sakit yang ia sembunyikan.
Karin terduduk sementara gadis menyebalkan yang menyerang Karin itu nampak agak malu karena sudah menuduh Karin yang tidak tidak.
Kai menatap tajam ke gadis itu "Mega Lo harus minta maaf sama Karin." Ucap Kai menyuruh temen sekelasnya itu meminta maaf.
Dengan enggan gadis bernama Mega itu membuka mulutnya "Maaf ya Rin udah nuduh nuduh." Ucapnya.
Karin diam saja, kini ia merasa ingin sekali menangis.
Gadis bernama Mega itu pergi berlalu karena malu. Sementara Karin menjadi pusing.
"Rin kamu gak apa apa?" Tanya Kai melihat perubahan drastis ekspresi Karin.
Karin menggeleng, dia bangkit berdiri meninggalkan Kai dibelakangnya suara riuh terdengar mulai bergosip, tapi Karin tidak mau peduli lagi. Dia terlalu syok menghadapi semua hal yang terjadi bertubi tubi di hidupnya kini.
...----------------...
...----------------...
Karin duduk di depan sebuah mini market meminum segelas caramel machiato ice, ia menunggu suaminya menjemput, daripada menunggu di lingkungan kampus Karin memilih berjalan agak jauh ke mini market ini demi menunggu suaminya.
Ponselnya berdering dari Om Yayang.
"Hallo Om." Ucap gadis itu.
"Rin Andi di jalan kesana ya jemput kamu sekarang."
"Iya Om."
"Kamu kenapa sayang, kok suaranya lemes banget sih?" Tanya Arjuna di seberang telpon nampak khawatir.
"Enggak kok capek aja kan habis ujian." Jawab Karin berbohong.
"Oh iya ya om lupa, Oia sayang maaf ya mungkin 3 hari ini Om gak pulang dulu, soalnya ada dinas penting di luar kota yang gak bisa om tinggalin, dadakan banget sayang, ini om sudah di bandara."
"Iya hati hati ya Om."
"Tadinya om mau ajak Karin, tapi kan lagi ujian, gak apa apa kan kamu ditinggal dulu?"
"Iya, nanti kalau bosen Karin boleh kan pulang kerumah Bunda?"
"Boleh dong sayang kalau butuh dianter kemana mana hubungi Andi ya, nanti selepas dinas baru kita Cari mobil untuk kamu, maaf kemarin belum sempet."
"Iya makasih ya Om."
"Yaudah ini Om udah mau flight, sampe di sana pasti langsung om telpon ya, bye sayang."
"Bye."
Karin menarik nafas panjang drama ini nampaknya belum akan usai, harusnya besok dia sudah membawa suaminya ke Kampus, tapi karena suaminya harus dinas ke luar kota, harus di tundanya dulu niatan mengkonfirmasi segala kesalah pahaman di forum kampus itu.
Kini kepalanya terasa berat sekali, Karin melamun sampai Andi datang menjemputnya.
Sepanjang jalan Karin hanya diam, Andi pun nampak mengerti mood ibu bosnya yang sedang tidak baik.
Diketiknya pesan pada bos besarnya bahwa Karin sedang bad mood dan nampak ada masalah. Selain menjemput ternyata Andi punya banyak tugas lain.
"Bang An, maaf anter Karin ke salon dulu ya, Karin pengen creambath." Ucapnya
"Baik Bu bos." Ucap Andi menyetujui.