NovelToon NovelToon
TERIKAT DENDAM SANG CEO

TERIKAT DENDAM SANG CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kamu menghancurkan mimpiku demi ambisimu, dr. Naya. Sekarang, giliran aku yang akan menghancurkan segalanya darimu."

​Tujuh tahun lalu, Aksa Dirgantara dibuang secara tak hormat dari fakultas kedokteran akibat sebuah skandal kelam. Ia kehilangan masa depan, harga diri, dan wanita yang paling dicintainya, Naya—yang ia yakini telah memfitnahnya demi merebut satu-satunya kuota beasiswa spesialis bedah ke luar negeri.

​Kini, Aksa kembali. Bukan lagi sebagai pria yang bermimpi memakai jas putih, melainkan sebagai CEO miliarder dingin dan tak kenal ampun yang baru saja mengakuisisi rumah sakit tempat Naya bekerja. Niat Aksa hanya satu: menghancurkan karir gemilang Naya yang kini telah sukses menjabat sebagai Kepala Bedah, dan memaksanya berlutut di bawah kakinya.


​Siksaan demi siksaan diberikan. Aksa mencekiknya dengan jadwal operasi yang mustahil, tekanan dari para direksi, dan hinaan yang menggores harga diri. Namun, betapapun kerasnya Aksa menyiksa, Naya tetap berdiri tegak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Titik Balik

​​"Pendarahannya berhasil kami hentikan, Dokter Naya," ucap dokter bedah saraf itu memecah keheningan yang mencekik udara di lorong ruang operasi. Suaranya terdengar berat, serak, dan sangat kelelahan setelah berjam-jam berada di dalam sana. "Masa kritis pertamanya sudah lewat, tapi benturan di kepalanya memang sangat keras. Dia sekarang koma."

​Naya merosot lemas mendengar vonis itu. Kakinya nyaris tak bertulang. Dimas yang berdiri tegang di sebelahnya dengan sigap menahan lengan Naya agar tidak jatuh membentur lantai pualam.

​"Pindahkan dia ke ruang ICU VVIP sekarang juga. Aku yang akan mengawasinya langsung tanpa perawat pengganti," balas Naya dengan suara bergetar namun tegas. Naya mengusap kasar wajahnya yang lengket oleh air mata dan sisa lumpur.

***

​Suara dengungan mesin ventilator dan monitor EKG berbunyi konstan memenuhi ruangan serba putih itu. Tidak ada lagi bising hujan badai yang menakutkan, hanya ada keheningan steril yang menyiksa dada.

​Naya duduk kaku di kursi samping ranjang. Dia sudah membersihkan dirinya. Pakaian kotornya juga sudah berganti pakaian bersih. Gips di tangan kanannya juga sudah dibongkar dan dibalut ulang dengan perban baru oleh perawat. Namun, tatapan matanya tidak pernah bergeser sedikit pun dari wajah pucat pasi Aksa.

​"Sudah empat puluh delapan jam penuh berlalu, Aksa," bisik Naya parau. Tangan kirinya terulur lambat, menggenggam jemari besar pria itu yang terasa sangat dingin dan kaku. "Kenapa kamu betah sekali tertidur? Buka matamu sekarang."

​Ruangan itu sama sekali tidak memberikan jawaban. Aksa berbaring tak berdaya. Kepalanya dibalut perban tebal. Tubuhnya dipenuhi selang medis penyambung nyawa. Pria angkuh yang selalu memancarkan aura mengintimidasi saat memimpin rapat direksi itu kini terlihat sangat rapuh tak bersisa.

​Naya mengambil waslap hangat dari atas meja nakas. Dengan gerakan pelan dan penuh kelembutan, ia mengusap wajah Aksa menggunakan tangan kirinya. Ia membersihkan sisa noda kotoran di dahi pria itu, membelai pipi tirusnya yang ditumbuhi rahang halus, lalu mengusap rahang tegas yang dulu selalu mengeras saat pria itu menahan amarah.

​"Bangunlah, pria bodoh. Klinik kumuh itu masih butuh banyak sekali perbaikan darimu," rutuk Naya dengan air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya. Suaranya bergetar hebat membelah keheningan ruang ICU. "Kamu berjanji mau menebus semuanya. Kamu berjanji mau minta maaf padaku setiap hari. Kamu tidak bisa kabur begitu saja setelah membuat tanganku hancur dan hatiku kembali berharap."

​Naya menempelkan punggung tangan Aksa ke pipinya yang basah. Dinding pertahanan es yang ia bangun susah payah selama tujuh tahun akhirnya hancur lebur tanpa sisa di ruangan ini.

​"Aku merindukanmu, Aksa," isak Naya pelan, menumpahkan rahasia yang terkunci rapat di hatinya sekian lama. "Selama tujuh tahun ini, tidak ada satu haripun aku berhenti memikirkanmu. Aku membiarkanmu membenciku karena aku hanya ingin kamu selamat dari incaran maut Bima. Aku rela kehilangan beasiswa dan mimpiku ke luar negeri asalkan kamu tetap hidup."

​Air mata Naya menetes deras mengenai punggung tangan Aksa. Perasaannya hancur berkeping-keping.

​"Tapi melihatmu terbaring berdarah menabrak tiang beton demi menyelamatkanku dari mobil gila itu... rasanya aku ingin mati saja," lanjut Naya meraung tertahan. Ia membenamkan wajahnya di tepi kasur, membasahi sprei putih steril itu dengan air matanya. "Buat apa aku hidup kalau kamu pergi meninggalkanku? Buat apa aku menutupi kebenaran dari komite kalau ujungnya kamu malah terluka parah seperti ini di depanku?"

​Isakan Naya semakin keras memecah kesunyian ICU. Ia meremas jemari Aksa kuat-kuat, seolah ingin menyalurkan sisa kehidupan dari tubuhnya sendiri ke dalam tubuh pria yang terbaring kaku itu.

​"Jangan pergi, Aksa. Aku mohon padamu. Aku sangat butuh kamu. Aku sangat mencintaimu," bisik Naya penuh keputusasaan tepat di telinga Aksa. "Kembalilah padaku. Kita mulai semuanya dari awal lagi. Aku tidak peduli dengan tanganku yang cacat ini. Aku tidak peduli karir bedahku hancur. Aku cuma mau kamu bangun dan melihatku."

​Detik demi detik terus merambat sangat lambat seolah sengaja menyiksa batin Naya. Wanita itu terus menangis meratapi kebodohannya sendiri yang terus mengusir Aksa saat pria itu datang meminta maaf ke klinik.

​Tiba-tiba, Naya merasakan sebuah pergerakan kecil. Sangat samar, namun cukup membuat jantungnya berdegup gila-gilaan menabrak tulang rusuk.

​Jari telunjuk Aksa yang berada di dalam genggaman Naya bergerak lemah. Kulit pria itu perlahan terasa sedikit lebih hangat di kulitnya.

​Naya langsung mengangkat wajahnya cepat. Matanya membelalak lebar, lalu pandangannya naik perlahan menatap wajah Aksa dengan napas tertahan di tenggorokan.

​Kelopak mata Aksa yang berat bergerak pelan. Bulu mata tebal pria itu bergetar beberapa kali sebelum akhirnya sepasang mata kelam itu terbuka perlahan-lahan. Tatapan Aksa berputar kebingungan menahan silau cahaya lampu neon ICU, sebelum akhirnya terkunci lurus menatap wajah Naya yang sembab dan sangat berantakan karena terus menangis.

​Aksa memaksakan bibirnya yang kering untuk terbuka. Tangannya yang lemah membalas erat genggaman Naya dengan sisa tenaga yang ia punya. Senyum tipis yang menyayat hati terukir di wajah pucat pria itu.

​"Jangan menangis untuk pria brengsek sepertiku..." bisik Aksa serak, suaranya nyaris tak terdengar.

1
Muft Smoker
waah garcep. juga nih Pak CEO ,,


si bima jgn sampe kluar lagi dr penjara ,, biarin bocah tantrum tu duduk manis di penjara selama-lamanya 😏
Muft Smoker: butut aj kak ,, udh cukup si bima nikmati kemewahan ,, 🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
duuuh bisa aj bayi beruang akal ny😒😒😒
Muft Smoker: bnr kak ,, 🤭🤭🤭anak ny sypa siih ,, jitak dkit boleh laa🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
udh nikah kah mereka kak???
koq gx ngundang2🤔
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ElHi
ya..ya..ya
pijat aja semua...obatin aja...kalo perlu operasi jg sendiri...dokter lain mah cm remahan peyek...serah lu dah...gw yg cm baca tapi pengen nyakar lu Aksa 😤
Muft Smoker: sabar kakk ,, sabar ,, jgn emosii ,, jgn emosii ,, tarik napas buang pelan pelan ,, naah klo udh tenang ,, silahkan mauu di tendang ke laut si Aksa ,, waktu dann tempat di persilahkan🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ryuka
eeaaaa... bisa banget
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ryuka
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Savana Liora: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
ryuka
eeaaaaa... ada yg panasss 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
duuuh bayi gede niih gx liat tempat cemburu ny ,, 😒😒😒 ,,
mau liat Naya cepat sembuh gx ,, cemburu ny simpan dlu di kantong celana pak bos ,,
Muft Smoker: hihihihi greget kak🤭
total 2 replies
ElHi
mulai...mulai dah......heh
..yg bikin kek gini sapa cobak??? trus skrg butuh tenaga fisioterapi msh jg dicemburuin??? mau kau apa Bambang???😤😤😤
Savana Liora: ada besti adaa
total 3 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak Savana ,,
cerita ny seruuu ,,
semoga Naya bisa sembuh lgi tangan ny ,,
Jelita S
jgn lama2 up nya y thor
ryuka
👍👍👍👍👍👍🔥🔥🔥🔥🔥🔥
ElHi
percakapan billionaire yg baru saja siuman dari koma kyk gini ya ternyata...mo beli kacang goreng yg wujudnya rumah sakit??😤😤
Muft Smoker: bnr kak 🤭😁
total 4 replies
MamDeyh
Lagiii dong kak
Savana Liora: sabar
total 1 replies
MamDeyh
/Sob//Sob//Sob/
Muft Smoker
koq deg2an yx ,, ayoo aksaa km harus baik2 kalo gx mau Naya pindah k RS sebelah ,,
ryuka
aksa kamu harus brrtahan biar naya ga gila
Muft Smoker
aduuuuuh kak Savana ,,, di gantuung ,, semoga mereka baik2 aj ,,


lanjuuut kak
Muft Smoker: yx pake perasaan 🤭🫣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
apa bnr gx bisa di sembuhin tangan Naya kak ,, Mimpi ny loo tu ,, 😭😭😭😭😭
Muft Smoker: udh sabar banget loo nii 😁
total 2 replies
Muft Smoker
hai kak ,, mampir lgii niih ,, akhirnya ny kak Savana ad cerita terbaru ny 😉
Savana Liora: haaaii selamat datang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!