Empat tahun lamanya Arunika mengalah dan hidup sebagai istri pajangan, demi menghormati amanah almarhum ayahnya. Namun, segalanya hancur saat ia mendengar rencana kejam Saka. Pria itu berniat menikah lagi dengan kekasihnya, namun menolak menceraikan Arunika hanya karena butuh statusnya demi warisan keluarga Daniswara. Saka mengira Arunika wanita lemah yang akan pasrah dipoligami.
Kekecewaan mendalam itu justru membangkitkan sisi cerdas yang selama ini Arunika sembunyikan. Tanpa labrakan histeris, Arunika menyusun skenario skakmat dalam senyap. Tepat di hari pernikahan megah Saka, ia melangkah pergi membawa dokumen cerai dan menayangkan video perselingkuhan suaminya di gedung pesta. Sebuah langkah sunyi yang tidak hanya menyelamatkan harga dirinya, tetapi juga menjadi awal runtuhnya seluruh takhta palsu yang Saka banggakan.
Ingin tahu kisah selengkapnya? Yuk ikuti cerita Langkah Sunyi Arunika hanya di NovelToon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2. Pesta yang Berubah Menjadi Neraka
Grand Ballroom hotel bintang lima di kawasan elite Jakarta tempat Saka dan Valerie melangsungkan pesta pernikahan mereka malam itu diselimuti kemewahan yang luar biasa. Lampu-lampu kristal gantung raksasa memantulkan cahaya keemasan yang berkilau, menerangi seluruh sudut ruangan yang luas. Ratusan tamu undangan yang terdiri dari para pejabat, pengusaha papan atas nasional dan internasional, serta sosialita elite ibu kota tak henti-hentinya berdecak kagum. Dekorasi megah dengan untaian ribuan mawar putih impor dan aroma melati mahal menciptakan atmosfer pernikahan dongeng yang begitu sempurna.
Di atas pelaminan yang didekorasi megah dengan ribuan mawar putih impor, Saka berdiri dengan gagah mengenakan setelan tuksedo hitam pangkasan desainer ternama. Senyum angkuh penuh kemenangan menghiasi wajahnya. Di sampingnya, Valerie tersenyum sangat lebar. Penampilannya tampak begitu memukau dengan gaun pengantin bertabur payet kristal mewah yang berkilau setiap kali terkena blitz kamera.
Senyum kemenangan juga tidak lepas dari wajah Lina, ibu Saka, yang sibuk menyapa para kolega bisnis papan atas Jakarta, sambil membanggakan menantu barunya. Tidak ada sedikitpun memiliki rasa bersalah terhadap Arunika.
Karena bagi mereka, malam ini adalah perayaan kemenangan atas kepatuhan Arunika yang dikira bodoh. Sedangkan sang pemilik takhta tertinggi, Agung Daniswara, Kakek Saka, lebih banyak diam, seolah menyadari ada yang salah atas restu yang dia berikan pada Saka, saat cucu kesayangannya itu meminta izin berpoligami.
Bujukan Saka yang ingin memberikan penerus untuk keluarga Daniswara membuatnya luluh. Tanpa dia tahu, selama ini Saka tidak pernah menyentuh Arunika. Cucunya berbohong, mengatakan Arunika bermasalah dengan rahimnya, sehingga tidak bisa melahirkan keturunan.
"Semoga Aku tidak salah," gumamnya pelan sambil menyapu seluruh ballroom, mencari sosok Arunika. Cucu menantunya itu seharusnya hadir, sebagai bukti dia memberikan restu Saka menikah lagi.
Di sisi lain, kedua orang tua Valerie juga menunjukkan kebahagian mereka malam ini. Sebuah kesuksesan menurut mereka, berhasil menjadi kerabat Daniswara. Tanpa mereka ketahui, bahwa putri mereka sudah menghancurkan rumah tangga wanita lain.
Tawa canda dan kemewahan malam itu, semuanya tampak berjalan sempurna sesuai rencana. Hingga jarum jam tepat menunjukkan pukul delapan malam.
Pemandu acara maju ke tengah panggung dengan suara bergema ramah. "Hadirin sekalian, sebelum kita menikmati hidangan utama, mari kita saksikan bersama sebuah video persembahan kejutan manis pada layar utama."
Lampu ballroom mendadak meredup, menyisakan keremangan yang romantis. Ratusan pasang mata menatap antusias ke dua layar proyektor raksasa di sisi panggung, menantikan kilas balik kisah cinta sang pengantin baru. Namun, begitu video dimulai, keheningan total yang ganjil langsung menyergap ruangan.
Di layar itu, muncul sosok Arunika yang anggun dengan hijab segi empat polosnya. Ia duduk dengan sangat tenang, menyisakan senyum tipis di wajahnya.
Semua tahu, wanita yang di layar itu adalah istri pertama Saka. Membuat mereka antusias untuk menyimak, apa yang akan disampaikan Arunika.
"Selamat malam kepada Bapak, Ibu, dan seluruh relasi bisnis keluarga yang terhormat," suara Arunika terdengar sangat jernih dan santun melalui pengeras suara gedung. "Saya, Arunika, berdiri di sini sebagai istri sah dari Saka. Saya ingin mengucapkan selamat atas pernikahan Saka dan Valerie yang dirayakan dengan begitu megah malam ini."
Bisik-bisik langsung menjalar seperti api di antara ratusan tamu undangan. Ada yang berucap kagum dengan keluasan hati Arunika yang rela berbagi suami. Ada juga yang biasa saja, dan sebagian lagi merasa kasihan.
Detik berikutnya, kejutan manis yang dinantikan berubah menjadi ledakan bom atom yang sesungguhnya. Layar beralih menampilkan kompilasi rekaman video rahasia, foto-foto mesra, hingga mutasi rekening liburan mewah Saka dan Valerie di Eropa selama dua tahun terakhir, dimana Saka masih terikat pernikahan yang sah dengan Arunika.
Suasana ballroom yang tadinya megah dalam sekejap berubah menjadi neraka. Badai bisik-bisik menghakimi dan tatapan sinis penonton langsung menusuk ke arah pelaminan. Begitu juga dengan orang tua Valerie. Mereka menatap penuh tanya pada Valerie. Mereka tahu Valerie sebagai istri kedua, dan itu atas permintaan Arunika yang tidak bisa memiliki keturunan.
Sekarang kebohongan putrinya dan Saka terbongkar, dan itu membuat aib bagi keluarga mereka. Sementara Kakek Agung diam seribu bahasa. Ketakutannya, kekhawatirannya, kini terjawab sudah. Di depan sana, ada hal besar yang harus dia hadapi. Kakek Agung teringat pesan Pak Baskoro dan Bagus Wiranata.
"Masih ada wasiat Raditya yang belum dibacakan. Dan tidak akan dibacakan selama pernikahan Saka dan Arunika baik-baik saja."
Di pelaminan, Valerie menjerit histeris. "Saka! Hentikan video sialan itu! Siapa operatornya?! Suruh satpam menyeretnya!"
Sisi anggun yang selama ini dia pamerkan sebagai wanita idaman sosialita runtuh seketika. Wajahnya memerah padam dengan urat leher menegang penuh amarah. Valerie bahkan tidak peduli pada Lina, ibu Saka, yang saat itu sudah jatuh pingsan di barisan kursi depan karena tidak kuat menanggung malu di hadapan kolega bisnis mereka. Fokus Valerie hanya pada harga dirinya yang hancur lebur.
"Ini semua pasti ulah perempuan udik itu! Arunika sengaja ingin menghancurkanku!" teriak Valerie lagi, mencengkeram lengan tuksedo Saka dengan kasar, tidak memedulikan maskara mahalnya yang mulai luntur. "Saka! Lihat apa yang jalang itu lakukan pada pernikahan impianku! Dia mempermalukan aku di depan semua orang! Dia merusak hari paling bahagia dalam hidupku!"
Valerie terus memaki, menumpahkan seluruh sumpah serapah kepada Arunika, menyalahkan mantan istri suaminya itu atas kehancuran malam ini tanpa ada rasa bersalah sedikit pun atas perselingkuhan yang dia lakukan.
Namun, Saka tidak mendengarkan satu pun makian Valerie. Pria itu berdiri kaku bak patung di tengah pelaminan, menatap layar dengan pandangan kosong sementara ponsel di saku jasnya terus bergetar tanpa henti akibat notifikasi group percakapan keluarga.
Di balik riuh kekacauan ballroom dan lengkingan suara Valerie, sebuah hantaman kesadaran yang teramat dingin mendadak menembus dada Saka.
Arunika... sudah tahu semuanya.
Ingatan Saka langsung berputar cepat ke satu minggu yang lalu. Malam ketika dia memanggil Arunika ke ruang kerjanya untuk membahas rencana pernikahan keduanya dengan Valerie. Saat itu, Saka dengan penuh keangkuhan mengajukan poligami. Saka mengingat dengan sangat jelas bagaimana reaksi Arunika malam itu. Wanita itu tidak menangis, tidak mengamuk, bahkan langsung mengangguk setuju dengan tatapan mata yang sangat tenang.
Saat itu, ego Saka sebagai pria berkuasa melambung tinggi. Dia mengira Arunika langsung setuju karena wanita itu terlalu mencintainya, gadis polos yang tidak bisa hidup tanpa kemewahan rumah yang mereka tempati dan fasilitas kartu kredit Daniswara Group. Saka mengira sikap mengalah Arunika adalah wujud ketidakberdayaan.
Ternyata dia salah besar.
Saka mencengkeram pembatas pelaminan hingga buku-buku jarinya memutih. Keringat dingin bercucuran di pelipisnya saat menyadari sebuah kebenaran yang menakutkan. Arunika tidak sedang mengalah. Di balik sikap penurut, wajah polos, dan anggukan setujunya malam itu, Arunika ternyata sedang menyusun skenario kehancuran yang mutlak untuk dirinya, Valerie, dan ibunya. Arunika sengaja membiarkan Saka dan ibunya sibuk menghabiskan miliaran rupiah untuk pesta ini, hanya untuk diledakkan di titik tertinggi.
Saka menatap panggung megah yang kini terasa seperti panggung eksekusi bagi martabatnya. Pria yang selama ini mengira dirinya adalah dalang yang mengendalikan bidak catur bernama Arunika, malam ini dipaksa menerima kenyataan pahit bahwa dialah pion bodoh yang masuk ke dalam jebakan maut sang istri. Langkah sunyi Arunika telah berhasil meruntuhkan seluruh dunianya tepat di malam pernikahan impian yang dia banggakan.
yang pastinya mau balikan agar bisa jadi orang kaya lagi 🤣🤣🤣🤣
d kira gmpng gt buat ktmu sm nika.....🙄🙄🙄
stlh mnyesal krna udh mnykti arunika,sbntr lg bkln d ksih kjutan yg lain dr istri trcnta.....🙄🙄🙄
senengnya kalo arunika tetap di kelilingi org2 baik ,,
gx perlu km ketemu lgi dg saka ,, biar laa dy hdup yg telah di pilih ny ,,
slain kluarga,ada jg mas mahen yg diam2 prhtian....mnimal yg onoh ga bkln brani ngusik lg....
Lanjut thor👍👍