NovelToon NovelToon
Mari Bercerai, Aku Sudah Mati Rasa, Mas!

Mari Bercerai, Aku Sudah Mati Rasa, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zahira Aulia Utami menikah dengan Galang Putra Hadian. Mereke sudah menikah selama delapan tahun dan di karuniai seorang putri cantik bernama Cantika Alya Putri Hadian, berusia enam tahun. Namun putri mereka memiliki hal yang berbeda dengan putri orang lain pada umumnya. Dia memiliki sesuatu yang spesial.

Rumah tangga mereka sebeanrnya baik-baik saja. Hanya memang satu tahun terakhir Aulia dan Galang sering bertengkar. Dan inti dari masalahnya adalah Cantika, Galang merasa malu memiliki anak yang dia pikir ga-gu. Dan itu semua karena Aulia. Dia menyalahkan Aulia sehingga membuatnya malu saat membawa mereka dalam pertemuan keluarga atau saat acara di kantor.

Semenjak itu, hubungan mereka terasa hambar, Galang seing pulang telat ke rumah.

pertengkaran terus berlanjut, apalagi keluarga Galang juga ikut campur hingga akhirnya Aulia dan Cantika melihat Galang bersama dengan seorang wanita bergandengan mesra. Hati Aulia rasanya semakin membeku. Tak ada lagi alasan untuk bertahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aulia 25

"Reputasimu? Masa depan kita?" Aulia mendengus pelan, sebuah tawa hambar tanpa sedikit pun rasa hangat.

"Sejak awal, yang kamu pikirkan hanya dirimu sendiri, Galang. Tidak pernah ada kata 'kita' di dalam kepalamu. Masa depan yang kamu maksud adalah masa depanmu bersama Belinda, bukan bersama aku dan Cantika."

"Aku janji akan putus dengan Belinda! Aku janji, Aulia! Aku akan berubah!" raung Galang frustrasi.

Dia menjambak rambutnya sendiri, benar-benar terpojok. Dia tahu betul, jika Aulia mengajukan gugatan cerai dengan pasal perzi-naan atau perselingkuhan, karier yang dia bangun dengan menjilat sana sini akan hancur lebur dalam semalam. Pihak manajemen kantor tidak akan menoleransi skandal moral seperti ini.

"Janji seorang pengkhianat tidak lebih dari sekadar angin lalu," ucap Aulia tenang. Dia berdiri dari sofanya, membuat Galang yang masih berlutut terpaksa mendongak menatapnya.

"Satu hal yang perlu kamu ingat, Galang. Kamu mengancamku dengan kemelaratan? Kamu lupa siapa aku sebelum mengorbankan seluruh hidupku untuk menjadi istrimu?"

Aulia melangkah satu tapak lebih dekat, mengintimidasi Galang dengan wibawa yang selama ini dia sembunyikan demi menjaga ego sang suami.

"Aku adalah lulusan terbaik di angkatanku. Aku punya keahlian yang jauh lebih dihargai di luar sana daripada kemampuanmu berselingkuh. Jika selama ini aku diam saat kamu memotong uang belanja dan menolak membiayai terapi Cantika, tapi kamu lihat kan Cantika masih terus terapi dan kebutuhannya juga kebutuhan rumah tidak ikut ku pangkas. Kamu fikir uang dari mana? Selama ini aku diam karena aku menghormatimu sebagai kepala keluarga. Tapi hari ini, rasa hormat itu sudah habis. Bersih tanpa sisa."

Galang gemetar. Dia baru teringat bahwa Aulia bukanlah wanita tanpa masa depan yang bisa dia sepelekan begitu saja. Dulu, sebelum mereka menikah, Aulia adalah seorang wanita karier yang cemerlang, bahkan posisinya berada di atas Galang saat itu. Cinta yang membuat Aulia buta dan memilih menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya demi merawat Cantika. Dan sekarang, macan yang tertidur itu telah bangun.

"Aulia... tolong, kasih aku satu kesempatan..." cicit Galang, tenaganya mendadak luruh.

"Kesempatanmu sudah habis di pelataran parkir restoran tadi, Mas Galang," sahut Aulia tegas. Dia membalikkan badan, berjalan menuju kamar Cantika tanpa sekali pun menoleh ke belakang.

"Kemas barang-barangmu sekarang dan keluar dari rumah ini sebelum aku memanggil pihak keamanan. Surat gugatan cerai akan segera sampai di tanganmu minggu depan. Bersiaplah untuk kehilangan segalanya, seperti kamu yang telah membuang aku dan Cantika dari hidupmu."

Klik.

Pintu kamar Cantika tertutup rapat dan dikunci dari dalam, menyisakan Galang yang terduduk lemas di atas lantai ruang tamu yang dingin, meratapi kehancuran yang dia ciptakan dengan tangannya sendiri.

Galang menatap pintu kamar yang tertutup rapat itu dengan pandangan kosong. Detak jam dinding di ruang tamu sekarang terdengar seperti bom waktu yang siap meledak dan menghancurkan seluruh hidupnya. Pria itu perlahan bangkit berdiri dengan lutut yang masih lemas. Egonya yang terluka kini bergolak menjadi rasa frustrasi yang tak tertahankan.

"Sialan!" umpat Galang setengah berbisik, memukul dinding di sampingnya untuk melampiaskan kemarahan yang membakar dada.

Dia tidak menyangka Aulia bisa sekeras dan sedingin ini. Ke mana perginya wanita yang biasanya langsung menangis terisak saat dia bentak? Ke mana perginya istri yang selalu memohon maaf bahkan saat tidak melakukan kesalahan? Ketenangan Aulia justru menjadi ancaman paling nyata bagi Galang.

Tiba-tiba, ponsel di saku celananya bergetar hebat. Layarnya menyala, menampilkan nama "Belinda".

Galang memejamkan mata erat-erat, merasa kepalanya semakin berdenyut nyeri. Dia menolak panggilan itu dengan kasar. Saat ini, jangankan memikirkan gaun baru untuk Belinda, membayangkan wajah wanita itu saja sudah membuat Galang muak karena telah menjadi sumbu ledak kehancuran rumah tangganya.

Dengan langkah gontai, Galang berjalan menuju kamar tamu. Dia membuka lemari dan mulai melempar pakaian-pakaiannya ke dalam koper dengan asal-asalan. Setiap helai baju yang dia masukkan justru mengingatkannya pada ucapan Aulia. Parfum gundik. Galang meraba kerah kemejanya sendiri, dan benar saja, aroma wewangian mahal milik Belinda masih tertinggal di sana. Aroma yang dulunya memicu adrenalin dan gairah, kini tercium begitu memuakkan dan menjijikkan.

Sementara itu, di dalam kamar yang terkunci, suasana terasa jauh lebih damai meski diselimuti ketegangan yang samar.

Aulia duduk di tepi tempat tidur, memeluk Cantika yang sedang asyik menyusun balok-balok mainan warna-warni di atas kasur. Bocah kecil itu sesekali menatap ibunya, lalu tersenyum polos, seolah menyalurkan kekuatan murni yang tersisa di dunia untuk Aulia.

Aulia mengambil napas dalam-dalam, lalu mengembuskannya perlahan. Rasa sesak yang berbulan-bulan ini menghimpit dadanya anehnya telah menguap, digantikan oleh tekad yang bulat. Dia membuka ponselnya, menatap ruang obrolan dengan nomor yang dikirimkan oleh Ghani tadi siang.

Jemari Aulia dengan mantap mengetik pesan lanjutan untuk sang pengacara.

'Pak Yuda, hari ini setelah menangkap basah dia bersama selingkuhannya. Saya memiliki saksi mata di tempat kejadian. Mohon bantuannya untuk memproses hak asuh penuh atas anak saya, Cantika, dan memastikan hak-haknya terpenuhi secara hukum. Dan juga harta gono gini, karena dulu rumah ini di beli hampir 70% adalah dengan uang saya dan sisanta Mas Galang yang menyicil. Saya masih menyimpan semua buktinya,'

Send

Tidak ada air mata lagi yang jatuh. Aulia tahu, air matanya terlalu berharga untuk ditangisi demi pria seperti Galang. Mulai detik ini, dia bukan lagi istri yang lemah dan tertindas. Dia adalah seorang ibu yang siap menjadi perisai paling kokoh untuk melindungi masa depan putri kecilnya.

Dari luar kamar, terdengar suara geretan roda koper yang bergesekan dengan lantai, disusul oleh suara pintu utama yang ditutup dengan keras. Galang telah pergi, membawa serta seluruh atmosfer beracun dari rumah itu. Aulia menunduk, mencium puncak kepala Cantika dengan penuh kasih sayang.

"Mulai hari ini, cuma ada Ibu dan Cantika. Kita pasti bisa, Sayang," bisik Aulia lembut.

Cantika mendongak, matanya yang bulat berbinar terang.

"Ma...ma... bi... sa," cicitnya terbata, namun dengan artikulasi yang jauh lebih jelas dari biasanya, seolah tahu bahwa dunianya dan ibunya kini telah merdeka.

1
Sari Supriyanti
up...up...uuuuupppppp.....semangat ....semngaaaaattttt...💪💪💪😍😍😍😍
ryuka
baguusss aulia... kamu kereenn.. kereeenn bangwt malaaaahh.. cantika ga butuh keluarga bapak nya sama zekali toxic banget 🔥🔥🔥🔥
Ambu Rinddiany Thea
galon mana galooon 🤣
Mundri Astuti
libas sekalian Aulia ...jangan kasih muka tu si Galang banci....tampol sekalian keluarga benalunya
Ambu Rinddiany Thea
kmh lamn posisi s aulia aya d anak2 cewe manehna ratna .. mikir ath sagenah na we .. lila lila d sleding gera tah
Heni Setiyaningsih
gimana Galang?? panik kaaannn,,,, panik dong ,masa gak panik🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yam_zhie: jangan keras-keras kak kasihan 🙈
total 1 replies
nely_48
keberuntungan berpihak pd mu aulia,,, sok kumpul semua para benalu n pelakor vs istri sah yg terzholimi , jd tontonan tetangga n ada yg mem viralkan, tamat s galang family s pelakor
Yam_zhie: haha bener teh 🙈
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
lanjut makin seruuuiu 💪
Yam_zhie: maksih kak 🤗
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahaha seru ini 🤣🤣😂😂 mampus kamu Galang, gimana Bu Ratna, pelacur murahan kesayangan Galang sudah muncul tuh 🤣🤣😂😂
Yam_zhie: pening Bu Ratna 🙈
total 1 replies
ryuka
terlambat kamu galang.. aulia zudah ga akan mundur.. makan itu semua kelakuan bodoh mu itu 🔥🔥🔥🔥🔥👍👍👍👍
Mundri Astuti
ohoooo tenang Galang, pelan" otw tuh yg kamu takutin di otak kamu, ga ngotak si jadi org...klo dah dtg tu karma ga kaleng" ntar
Yam_zhie: betul. apalagi yang dia dzalimi juga anaknya sendiri 😭😭
total 1 replies
Muft Smoker
jgn2 pak ghani niih yg punya perusahaan tempat si galang kerja ,🤭🤭🤭🤭🤭
nely_48
d kerutug kan sm keluarga toxic
Ilham
aku penasaran pertemuan pertama Aulia sama yang punya perusahan
Ilham
lanjut
Ambu Rinddiany Thea
ya Allah genahna d kumahakeun nya eta indung na s galang plus anak2na .. 🤔🤔
gemar baca
syuka sama ceritanya,keren Mengen banget
arniya
makin seru and gereget.....
Thewie
Pakah pak Ghani ci i o yg menyamar🤭
Muft Smoker: kyakny dy bos ny galang ,,, amsyoong deeh si galang 😂😂😂😂
total 2 replies
ryuka
jangan2 yang punya itu Pak ghani, perusahaan tempat kerja nya si galang ubur2.. duhhh jadi penasaran thoorrr 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!