NovelToon NovelToon
5 Tahun Pasca-Cerai

5 Tahun Pasca-Cerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Ibu Tiri
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Tiga tahun menjadi istri Anugrah Pratama, Cynara hanya dianggap sebagai beban. Pernikahan mereka bahkan disembunyikan karena Anugrah mengaku lajang demi mendapatkan pekerjaan. Ketika Anugrah memilih membuka hati untuk perempuan lain, Cynara menyerah dan perceraian pun terjadi.

Dua bulan kemudian, Cynara mengetahui dirinya hamil.
Lima tahun berlalu. Cynara kembali sebagai pemimpin Narendra Group, bersama putranya, Naren. Takdir mempertemukannya kembali dengan Anugrah, kini menjadi seorang manajer di perusahaan besar. Namun, bukan Anugrah yang akan mengubah hidupnya.
Ada Alvin Mahendra, CEO dingin yang diam-diam menyimpan luka kehilangan istrinya.

Pertemuan mereka membuka kembali rahasia masa lalu yang seharusnya terkubur.

#anakrahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Harus Kuatkan Hati

Tidak lama kemudian, mereka berhenti di sebuah taman. Keanu dan Naren tampak sibuk mengumpulkan daun dari pohon-pohon yang mulai berguguran. Di sana sedang mengalami musim gugur.

Warna-warna daun yang berguguran terlihat cantik sehingga kedua bocah itu ikut memilihnya. Warna kuning, jingga, dan merah yang mengering, kini dipilih dengan suara riang.

Cynara berjalan menuju sebuah pohon yang dipenuhi daun merah. “Indah sekali.”

Ia hendak mengambil salah satu daun yang jatuh. Namun, Alvin ternyata memiliki pikiran yang sama. Tangan mereka hampir bertemu.

Keduanya langsung berhenti.bCynara menarik tangannya.

“Maaf.”

Alvin mengambil daun tersebut. “Kenapa minta maaf?”

“Tangan kita hampir bertabrakan.”

Alvin menatap tangannya sendiri. Kemudian berkata datar, “Memangnya tanganmu berbahaya? Bahkan, sehabis akad nikah, kamu malah menggenggam tanganku tanpa malu.”

Cynara menahan tawa. “Itu beda konteks.” Karena memang sebelumnya mereka telah merencanakannya sebelum prosesi dimulai, untuk sekedar memanas-manasi Anugrah dan keluarganya.

Alvin menyerahkan daun tersebut kepadanya. “Ambil saja.”

Cynara mengambilnya dengan wajah ceria. “Terima kasih.”

Mereka kembali berjalan mengikuti langkah dua bocah yang asik memainkan daun-daun kering.

Beberapa langkah kemudian, Cynara tiba-tiba berkata,

“Ngomong-ngomong, waktu nikah kemarin, lucu banget ya wajah Ibu dan Mbak Danisha? Sebenarnya, aku pengen membalas mereka sekaligus."

Alvin diam sebentar. "Kalau sibalas sekaligus, mana enak? Yang memuaskan itu, membuat lawan jatuh sedikit demi sedikit, hingga mereka sampai lupa, harus berpijak ke mana."

Cynara melirik Alvin sejenak. Lalu tersentak tak bisa melawan tawa. "Kamu kejam juga ya?"

"Menurutmu ini kejam, tapi menurutku ini adalah hukum timbal balik. Aku hanya mengatur strategi saja," ucap Alvin yang tak putus menatap dua bocah yang masih asik bermain.

"Kamu aneh ya, Mas? Masa mau ngabisin duit jauh-jauh ke sini cuma demi membuat keluarga mereka makin rusuh aja?" Cynara tertawa dan menggelengkan kepala beberapa kali.

"Ya, karena ada banyak faktor," ucap Alvin datar.

"Salah satunya?" sela Cynara penasaran.

Lalu Alvin memutar kepalanya menatap istri yang berada di sampingnya. Tampak mata Cynara yang melebar karena rasa ingin tahu yang kuat.

"Salah satunya?" tanya Alvin. Namun, tanpa menunggu jawaban dari pertanyaan retoris tersebut. "Karena aku sudah berjanji padamu, membantu membalaskan rasa sakit hatimu terhadapnya."

Cynara sedikit tertegun. Hampir saja dia lupa alasan pernikahan ini terjadi selain permintaan untuk menjadi ibu bagi Keanu.

"Apakah kita akan terus begini?" tanya Cynara menatap daun-daun warna warni yang ada di bawah kakinya.

"Kalau kamu mau melanjutkan, kita bisa lanjut," ucap Alvin, tetapi dengan nada datar.

Berbeda dengan Alvin, Cynara tampak sedikit tersentak dengan pertanyaan itu. "Maksud dengan lanjut?"

"Ya, kita ini sudah suami istri yang sah. Jika kamu selesai dengan dendammu, hubungan kita bisa normal seperti pasangan pada umumnya." Alvin menjeda ucapannya sejenak.

"Namun, jika kamu merasa dendammu selesai dan Keanu tak membutuhkanmu lagi, dan kamu juga tak menginginkanku, kita bisa pisah."

Cynara membeku, berulang kali otaknya mencerna ucapan Alvin barusan.

Alvin yang menyadari Cynara tampak kebingungan, segera kembali bergerak. "Sepertinya mereka sudah bermain terlalu jaub," ucap Alvin mengalihkan pembicaraannya tadi, meninggalkan Cynara yang menghela napas panjang.

Genggamannya kini berada di dada. "Cynara, ingat ... Dia mengajakmu menikah karena Keanu sedang membutuhkanmu. Tapi, di saat Keanu tak membutuhkanmu lagi, dia akan usai bersamamu."

"Tapi, kemarin katanya ingin menjadikanku yang terakhir?" Cynara memejamkan mata meneguhkan hati. "Itu semua cuma akting memanas-manasi Mas Anugrah dan keluarganya aja. Kamu harusnya tak boleh baper!" Cynara sibuk dengan pikirannya sendiri.

"Mama ..." Panggilan kecil Naren, terdengar. Ternyata, Alvin sudah berada di sisi mereka. Posisi mereka sudah cukup jauh.

Cynara menghembuskan napas berat, lalu mengulam senyuman di bibir. "Yang penting, nikmati dulu masa ini. Kapan lagi dapat bayaran keluar negeri secara gratis seperti ini?" gumamnya terus menguatkan hati agar jauh dari kata 'kecewa'.

Cynara berjalan dengan cepat dan sedikit berlari. Tanpa ia sadari, ada beberapa daun basah yang terinjak, membuat kakinya tergelincir.

“Ah!” jeritnya refleks jatuh ke depan.

Tubuhnya malah condong ke arah Alvin.

Bruuk

Ia jatuh ke pelukan Alvin. Tangan pria itu juga refleks menyambut tubuh Cynara.

Beberapa saat, mereka berpelukan, dalam diam.

Naren melongo dengan bibir membulat, sementara Keanu menutup matanya. Lalu, satu tangan Keanu menutup mata Naren.

Alvin dan Cynara saling bertatapan.

“Bisa berdiri?” Alvin mengucapkannya tanpa berkedip.

Cynara mengangguk. “Bisa.” Ia segera memperbaiki posisi berdiri dan memutar badan. Cynara menyembunyikan raut wajahnya yang merah karena malu.

“Setelah ini, kamu harus jalan dengan benar.”

Cynara sedikit tersentak. Riak rasa malu langsung menghilang dan kembali menghadap Alvin. “Kamu sendiri loh yang menangkapku.”

“Aku hanya tidak mau repot karena membawa orang jatuh ke rumah sakit.”

Cynara mendengus. “Alasan.”

Alvin tidak menjawab. Ia hanya berjalan lebih dulu. Namun, beberapa langkah kemudian, pria itu berhenti.

“Papa! Mama!” Naren dan Keanu mendekati mereka dan memeluk kaki Cynara kembali.

Alvin menghembuskan napas dan memutar badan.

.

.

Hari-hari berikutnya di Jepang berlalu lebih cepat dari yang Cynara bayangkan.

Mereka mengunjungi beberapa tempat terkenal di Tokyo. Keanu dan Naren begitu bersemangat melihat berbagai hal baru yang sebelumnya hanya mereka lihat dari televisi dan buku.

Mereka naik ke Tokyo Skytree, memandang gedung-gedung tinggi dari balik kaca, kemudian menghabiskan waktu di wahana permainan yang membuat kedua bocah itu berteriak kegirangan.

Cynara lebih sering sibuk memastikan keduanya tidak berlari terlalu jauh.

Sementara Alvin?

Pria itu tetap dengan sikap dinginnya.

Ia berjalan beberapa langkah di belakang, sesekali mengambil foto ketika Cynara sedang bersama kedua anak mereka.

Ketika Keanu meminta dibelikan sesuatu, baru lah Alvin yang turun untuk membayar.

Ketika Naren kelelahan, Alvin tak keberatan untuk menggendongnya.

Dan ketika kedua bocah itu kembali berlari menghampiri Cynara, Alvin hanya menghela napas.

“Dua anak itu benar-benar tidak bisa jauh darimu.”

Cynara tersenyum. “Jangan bilang kamu cemburu?”

“Tidak," ucapnya dengan cepat.

Cynara hanya bisa tertawa.

Mereka juga sempat menikmati suasana musim gugur Tokyo. Daun-daun berwarna merah dan kuning memenuhi jalan yang mereka lewati.

Namun, kini Alvin semakin menyadari perjalanan itu tetap memberikan sesuatu yang tidak pernah ia duga. Ia mulai terbiasa melihat Cynara berada di sampingnya. Terbiasa mendengar suaranya.

Terbiasa melihat Keanu menggandeng tangan Cynara. Bahkan mulai terbiasa melihat Naren memanggilnya Papa. Semuanya terasa begitu alami. Padahal beberapa waktu lalu, mereka bahkan bukan siapa-siapa.

.

.

.

Malam terakhir di Tokyo pun tiba.

Setelah seharian berjalan-jalan, Keanu dan Naren akhirnya benar-benar kehabisan tenaga. Kedua bocah itu tertidur tidak lama setelah kembali ke hotel.

Cynara merapikan selimut mereka satu per satu, dan akhirnya ia menghela napas memukul-mukul pelan pundaknya.

“Capek sekali," gumamnya.

Alvin berdiri di dekat pintu kamar. “Kamu juga harus beristirahat.”

Cynara mengangguk. Ia hendak menutup pintu.

“Cynara.” Suara itu keluar dari bibir Alvin.

Perempuan itu berhenti. “Ya?”

Alvin tidak langsung menjawab. Tatapannya justru tertuju kepada kedua anak yang sedang tertidur.

Kemudian kembali kepada Cynara.

“Besok kita akan pulang. Aku ingin membicarakan sesuatu.”

Cynara sedikit mengernyit. “Sekarang?”

“Sekarang.” Nada suara Alvin berbeda.

Cynara menatapnya beberapa saat. “Apa?”

Alvin berjalan mendekat. Ia berhenti hanya beberapa senti di hadapan Cynara.

“Kita sudah menikah.”

Cynara mengangguk pelan. “Aku tahu.”

“Dan selama perjalanan ini, kita selalu bersama anak-anak.”

Cynara kembali mengangguk.

“Jadi malam ini…” Alvin berhenti sejenak.

Alvin menarik napas. “…aku ingin membicarakan sesuatu yang seharusnya sudah kita bicarakan sejak awal pernikahan...

*bersambung*

1
Safira Aurora
semangat ya thor
Aku Rajin Membaca
yaaaahh cuman 1
sunaryati jarum
Semoga kontrak segera keluar, semangat
Esther
Semoga kontraknya segera keluar, ceritanya bagus.
SoVay: terima kasih kakakku, nanti kalau hari ini kontraknya udah keluar, aku langsung up ❤️
total 1 replies
yulithong
mulai dh pf bikin penulis stuck n reader resah...
yulithong: semangatttt kal...💪💪💪💪
total 2 replies
Aidil Kenzie Zie
apa tentang nafkah batin yang tertunda 🤭🤭🤭🤭
MomyWa
😭😭😭😭😭 mewek loh, sakit bgt jadi org yang diikat, tp malah disembunyika. dalam keadaan terikat
Safira Aurora
kamu akan kaget mngetahui status lo gadza sang pncuri suami org
MomyWa
kok malah nyalahin cynara? yg pelakor itu elooo.. terus yg ngajak nikah itu kkk lo 🤣
Safira Aurora
gimana cengonya anugrah nantinya
MomyWa
ada 3 org yg akan mainin anugrah 🤭
arielskys
aku malah nangis saat menjadi cynara 😭😭😭 harusnya membiayai keluarga di kampung, ternyata malah dpkasa berhenti
Safira Aurora
😭😭😭😭 jgn bilang cnra jtuh cnta dluan
MomyWa
oke, aku dngeeer
arielskys
kena Lo anugrah... tu mkanya
arielskys
mau ngomongin apa nihhh
yulithong
hemmm...poor gadiza🥺...lanjut kak...👍
Sri Widiyarti
lanjut thor ditunggu penasaran 🥰
Korik Kook
ayo gasss,.. penasaran
Siti Kamisah Hasnul
makjleb kan Gadiza
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!