💸Sugar Mommy Online💸
Lulus kuliah jadi pengangguran, sampai umur 28 tahun pun masih nganggur, nikah gak ada calon, kerja di perusahaan gak ada koneksi, bikin usaha sendiri gak ada modal. Langganan Melolo, tontonan dracin dapat cuan receh yang bermimpi jadi istri CEO tampan dan media sosial-- tempat live nya gege-oppa-phi-akang tampan yang bermodalkan tap-tap layar dan spam komentar.
Itulah Lusi, atau gadis melar yang olahraga cuma niat dalam hati--- yang bernama asli Zhu Lusi Arsana. Anak yatim-piatu blasteran Cindo.
Hingga entah dia beruntung atau memang sudah takdir nya, sesuatu mengubahnya~
***
Mohon jangan hanya sekedar mampir, bacalah sampai tuntas agar penulis juga bisa menyelesaikan cerita sampai tuntas 🥹🤧
***
Jika alur sedikit menyimpang dari judul dan sinopsis maka mohon maaf 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 Malam Sibuk Fans Tiktok
Malam itu tepat pukul tujuh.
Waktu sakral.
Waktu di mana dunia per-dracin-an dan per-live-an sedang ramai-ramainya.
Dan bagi Zhu Lusi Arsana, ini adalah jam kerja kedua setelah menjadi pengangguran. Dengan posisi tengkurap sempurna di atas kasur, Lusi membuka aplikasi TikTok sambil membawa sebungkus keripik dan teh dingin sisa tadi siang.
Matanya langsung serius, tidak ada lagi aura melow karena mantan. Kini yang aktif adalah mode. 'Pencari lelaki tampan lintas negara.'
Akun TikTok miliknya benar-benar mencerminkan isi otaknya.
Following: 1.327
Followers: 0
Tidak kurang, tidak lebih.Nol.
Bahkan akun bot pinjaman online pun tampaknya tidak tertarik mengikuti dirinya.
Namun Lusi sama sekali tidak malu. Karena seluruh orang yang dia ikuti adalah laki-laki tampan. Gege/Didi China, Namdongsaeng/Oppa Korea, Nong Chai/ Phi Thailand, mas-mas lokal muka softboy, cowok gym, cowok old money, cowok CEO vibes, cowok muka dingin, cowok senyum manis, bahkan cowok yang kelihatannya kalau batuk saja bisa keluar uang.
"Ah... dunia ini indah."
Lusi mengusap layar penuh cinta. Baginya, hidup mungkin gagal. Namun visual laki-laki di internet adalah penyelamat mental.
Tak lama kemudian sebuah notifikasi live muncul.
"Li Zhenyu sedang LIVE sekarang!"
Mata Lusi langsung membesar.
"GEGE AKU LIVE!" Dia buru-buru masuk ke room live itu sampai keripiknya jatuh ke kasur.
Layar memperlihatkan seorang pria China berwajah tampan sedang duduk santai dengan hoodie hitam sederhana. Kulit putih, rahang tegas, mata tajam, dan suara rendah yang membuat kolom komentar penuh jeritan wanita.
Lusi langsung diam anteng. Tatapannya berbinar seperti anak kecil melihat toko mainan.
"Ya Tuhan... Ganteng banget." Dia mendekatkan wajah ke layar.
"Gege... Andai aja kamu itu ternyata CEO kaya terus jatuh cinta sama aku."
Lusi terdiam sebentar, lalu menggeleng sendiri. "Ah udahlah. Kamu bukan CEO kaya pun aku suka~"
Setelah mengatakan itu dia nyengir sendiri seperti orang tidak tertolong. Tangannya mulai bekerja cepat.
Tap.
Tap.
Tap.
Jempolnya menekan layar tanpa ampun demi menaikkan popularitas idolanya itu. Sesekali dia juga mengirim komentar sok akrab.
"Gege jangan lupa makan ya!"
"Hari ini kamu ganteng banget 😭"
"Kalau capek istirahat dulu gege~"
"Aku selalu dukung kamu!"
Meski komentarnya tenggelam di antara ribuan komentar lain, Lusi tetap semangat. Bahkan ketika si gege hanya membaca komentar orang lain, dia masih tersenyum sendiri.
"Gapapa... Cinta sejati tidak butuh dibalas." Tidak lama kemudian matanya melirik ranking fans room live.
Dan seketika-- "HAH?!" Lusi langsung duduk tegak. Peringkat nomor tiga terpampang jelas di layar, nama akunnya ada di sana.
Hanya bermodalkan tap-tap layar, spam komentar, dan loyalitas tanpa bayaran... Dia berhasil menjadi fans nomor tiga di room live itu. Dada Lusi langsung membusung bangga.
"Lihat ini dunia! Pengangguran juga bisa berprestasi!" Dia hampir menangis haru. Meski prestasi itu sama sekali tidak menghasilkan uang.
"Eh, eh, eh kok turun! Tap tap lagi yang banyak! Spam komentar!"
Berbagai gift mulai memenuhi layar live. Mawar, donat, es krim, mobil virtual. Sampai efek hati warna-warni yang membuat layar penuh kilauan norak khas aplikasi live streaming.
Jumlah penonton terus naik, kolom komentar bergerak sangat cepat sampai hampir tidak terbaca.
Di sisi lain layar, Li Zhenyu tetap duduk tenang dengan hoodie hitamnya. Wajah tampannya terlihat kalem meski gift terus berdatangan tanpa henti.
Namun sebenarnya suasana hatinya cukup baik malam ini. Tidak buruk. Setidaknya hasil live hari ini lumayan. Meski begitu, dia sudah terbiasa menjaga image dingin, tenang dan sedikit cuek. Tipe laki-laki yang membuat para penonton wanita semakin tergila-gila.
"Terima kasih untuk gift-nya."
Suaranya rendah dan lembut, senyumnya tipis.
Cukup untuk membuat kolom komentar langsung meledak.
"AKU HAMIL."
"SENYUMNYA YA TUHAN."
"ADIK MANIS JANGAN SENYUM, AKU LEMAH."
Lusi yang melihat itu langsung memukul kasurnya sendiri. "Astagaaa! Jangan senyum tiba-tiba dong gege!" Jantungnya hampir copot. Namun tepat saat itu-- Efek animasi besar tiba-tiba memenuhi layar.
Seekor paus biru raksasa muncul dari dasar laut virtual lalu menyelam megah di seluruh room live.
Semua komentar langsung tersapu efek animasi.
Gift Paus Menyelam, salah satu gift mahal.
Kolom komentar langsung heboh.
"SULTAN MASUK!"
"ASTAGA ADA PAUS!"
"ORANG KAYA LEWAT!"
Bahkan Li Zhenyu sendiri sedikit terkejut. Matanya bergerak melihat username pengirim gift itu. Meski ada sedikit riak dalam hatinya, wajahnya tetap tenang. Dia hanya tersenyum tipis sopan.
"Terima kasih."
Suaranya terdengar lebih lembut dari sebelumnya. Lalu--- sebuah komentar mencolok muncul di bagian atas layar.
"Adik manis, aku kirim tiga paus lagi asal kamu mau live match sama aku~"
Room live langsung meledak.
"HAH?!"
"NENEK GIRANG DATANG!"
"JANGAN GANGGU ANAK ORANG!"
"AKU CEMBURU!"
Bahkan Lusi sampai tersedak teh dinginnya sendiri.
"WOI?!" Matanya membelalak melihat username perempuan itu yang penuh simbol mahal dan badge sultan.
Sementara itu, Li Zhenyu membaca komentar tersebut diam-diam, dia terdiam beberapa detik seolah mempertimbangkan sesuatu. Lalu akhirnya mengangguk kecil.
"Boleh."
Singkat dan kalem. Namun efeknya seperti bom, kolom komentar langsung histeris.
Dan tepat detik berikutnya--- satu paus menyelam, dua paus menyelam, tiga paus menyelam beruntun memenuhi layar. Efek animasinya hampir membuat ponsel Lusi terasa lag.
"ORANG KAYA!" Tak lama kemudian layar live terbagi dua. Di sisi kiri ada Li Zhenyu yang tetap tampan dan tenang.
Sedangkan di sisi kanan muncul seorang perempuan lokal berwajah cantik dengan makeup flawless dan pakaian modis mahal.
Dia tersenyum manis sambil melambaikan tangan.
“Hallo Zhenyu~”
Kolom komentar langsung berubah seperti medan perang.
"PEREMPUAN INI GENIT BANGET."
"BALIKIN ADIK MANIS KAMI!"
"AKU MENANGIS."
"NENEK GIRANG MENCULIK BOCAH SMA."
"ZHENYU MASIH MURNI JANGAN DIRUSAK 😭"
Lusi ikut menatap layar dengan mata menyipit. Entah kenapa dadanya sedikit panas. "Cantik amat sih mbaknya..."
Namun rasa iri itu perlahan tergeser ketika mereka mulai ngobrol santai selama live match. Dari situlah Lusi akhirnya mengetahui sesuatu yang mengejutkan.
Li Zhenyu ternyata baru berumur delapan belas tahun. Masih sekolah, dan tinggal di asrama. Sunyi beberapa detik.
Lusi menatap layar tanpa ekspresi.
"…Hah?" Otaknya seperti berhenti bekerja. Delapan belas tahun? Berarti... Lebih muda darinya sepuluh tahun. Lusi langsung menatap langit-langit kamar kos dengan tatapan kosong.
"Ya Tuhan..." Tangannya perlahan menutupi wajah.
"Aku ternyata selama ini fangirling bocah SMA."
semangat terus ya~~~😋😋😋
semangat terus ya~~~/Grin//Grin//Grin/
semangat terus/Proud//Proud//Proud/
semangat terus ya~~~/Hey//Hey//Hey/