Dunia yang tidak hanya dihuni oleh manusia, kini juga terdapat "Astra" yang dapat membantu setiap orang mencapai kesuksesan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BATAS EVOLUSI
Lantai beton ruang latihan privat Keluarga Skyborn kembali menjadi saksi bisu dari akhir sesi latihan yang melelahkan sore itu. Di tengah ruangan, Arkan berdiri dengan napas yang sedikit teratur, menatap kotak kayu kecil yang baru saja dia buka. Di dalamnya, Inti Elemen Petir Mentah seukuran kepalan tangan memancarkan kilatan cahaya biru tua yang intens, membuat udara di sekitarnya terasa sedikit kering akibat muatan listrik statis.
Volt, yang menyadari aroma energi yang sangat disukainya, langsung berjalan mendekat. Air liurnya hampir menetes, dan matanya tidak lepas dari kristal tersebut.
"Tenang, Volt. Ini memang buat kamu," kata Arkan sambil tersenyum tipis. Dia duduk bersila di atas lantai, lalu meletakkan kristal petir itu di depan Volt. "Sky, tolong jaga area sekitar dengan Zephyr. Aku tidak mau fluktuasi energinya bocor keluar gedung."
Sky yang berdiri tidak jauh dari sana mengangguk mantap. Dia mengangkat kipas peraknya, memerintahkan Zephyr—elang kristal hijaunya—untuk terbang memutari area mereka, menciptakan barikade angin tipis yang mengisolasi suara dan radiasi energi. "Serahkan padaku, Arkan. Fokus saja membimbing Volt."
Arkan memejamkan mata, memicu aliran energi spiritualnya yang kini sudah jauh lebih padat dan murni berkat wadah jiwanya yang meluas. Lewat jalur kontrak di pergelangan tangan kanannya, Arkan menyalurkan dayanya untuk membungkus tubuh Volt dan kristal petir tersebut, bertindak sebagai jembatan katalis agar proses penyerapan berjalan aman.
Volt membuka mulutnya kecil, lalu mulai menyedot esensi murni dari inti elemen tersebut.
BZZZZZZT!
Seketika itu juga, ledakan gelombang petir yang sangat masif luap dari tubuh Volt. Ruang latihan privat itu mendadak benderang oleh kilatan cahaya biru yang menyilaukan. Aliran listrik statis bertekanan tinggi menghantam barikade angin milik Sky, menciptakan suara gemuruh kecil yang diredam dengan baik. Arkan mempererat fokus jiwanya, mengalirkan pasokan energi spiritualnya secara konstan tanpa henti untuk menstabilkan garis darah Volt yang sedang bergejolak hebat.
Angka digital holografis di atas kepala Volt mulai melompat dengan kecepatan yang tidak masuk akal.
[ LEVEL 5 -> LEVEL 7 -> LEVEL 9 -> LEVEL 11 ]
Tepat saat angka tersebut menyentuh angka 11, sebuah dentuman energi spiritual yang pekat meledak dari tubuh Volt. Lingkaran sihir petir di pergelangan tangan Arkan bersinar keemasan sesaat. Ini adalah tanda bahwa Astra miliknya telah menembus batas fase awal dan resmi memicu Evolusi Fase Pertama.
Di dalam kepungan cahaya petir murni, wujud fisik Volt mulai mengalami perubahan drastis. Tubuh kecilnya yang semula seukuran anak anjing jalanan perlahan-lahan memanjang dan membesar dengan cepat. Kaki-kakinya tumbuh menjadi jauh lebih kekar dengan cakar-cakar perak yang tajam menghantam lantai beton. Bulu biru mudanya berubah warna menjadi biru tua yang pekat, tampak seperti jarum-jarum listrik padat yang berderit nyaring. Ketika cahaya itu akhirnya mereda, sesosok serigala remaja yang gagah dengan ukuran sebesar motor sport kini berdiri di depan Arkan. Taringnya yang mencuat keluar memancarkan kilatan listrik murni yang stabil dan mematikan.
Bersamaan dengan itu, sebuah notifikasi sistem jiwa melayang di depan mata Arkan:
[ Perhatian: Astra utama telah mencapai Level 11. Fasilitas 'Ruang Independen' telah terbuka. Gelar Kontraktor meningkat menjadi: Kontraktor Muda. ]
Arkan bisa merasakan sebuah dimensi kantong kecil yang agak sempit kini terbentuk di dalam celah jiwanya. Namun, begitu melihat Volt yang kini mendengus bangga sambil mengibaskan ekor petirnya yang tebal, Arkan langsung tersenyum dan menggelengkan kepala.
"Aku tidak akan memasukkanmu ke dalam sana, Volt. Tempat itu terlalu sempit untuk serigala segagah kamu," bisik Arkan sambil menepuk leher kekar Volt yang kini sudah setinggi dadanya saat berdiri. Volt melengos manja, menggosokkan kepalanya ke bahu Arkan, membuat Arkan sedikit tersetrum pelan namun terasa menyenangkan.
Sky berjalan mendekat dengan mata yang berbinar-binar penuh kekaguman, sementara Zephyr mendarat di pundaknya dengan pandangan waspada. "Wah... Volt kelihatan keren banget, Arkan! Dari anak anjing kecil, sekarang dia sudah jadi serigala tempur yang gagah. Saraf kamu juga hebat bisa menahan pasokan energi evolusi sebesar itu tanpa pingsan!"
Arkan berdiri, meregangkan tubuhnya yang terasa sedikit kaku. "Ini baru awal, Sky. Masih ada satu bulan lagi sebelum turnamen. Kita harus membuat wujud ini menjadi jauh lebih mematikan."
Malam harinya, setelah kembali ke kamar kostnya yang sempit di pinggiran kota, Arkan langsung mengunci pintu rapat-rapat. Suasana di luar malam itu cukup tenang, hanya menyisakan rintik hujan tipis yang membasahi kaca jendela. Volt memilih berbaring di sudut ruangan dekat lemari, wujudnya yang kini berukuran besar membuat kamar kost sempit itu terasa semakin penuh sesak.
Arkan duduk di atas kasur lantainya, mengeluarkan dua benda dari dalam sakunya: kubus logam hitam legam pemberian orang tuanya, dan lempengan logam kuno berkarat yang baru saja dia beli dari Pasar Gelap Sektor Bawah sore tadi.
Begitu kedua benda itu diletakkan bersebelahan di atas kasur, getaran resonansi spiritual yang sangat kuat langsung tercipta di dalam kamar tersebut. Udara di sekitar kedua benda itu mendadak mendengung rendah.
Arkan menarik napas panjang, lalu mengalirkan energi spiritual manusianya—yang kini sudah berada di tingkat Kontraktor Muda—ke dalam kedua artefak tersebut secara bersamaan.
Hummmmm!
Ukiran sulur kuno pada kubus logam dan lempengan berkarat itu mendadak menyala bersamaan dengan cahaya keperakan yang luar biasa pekat. Detik berikutnya, sebuah fenomena di luar nalar terjadi. Lempengan logam berkarat itu perlahan-lahan mulai melunak, mencair menjadi cairan logam perak cair yang mengambang di udara, sebelum akhirnya mengalir masuk dan menyatu secara magis ke dalam struktur kubus logam hitam. Kubus itu menyerap pecahan tersebut seperti spons yang haus, mengunci kembali bentuk geometrisnya menjadi lebih padat dan mengeluarkan bunyi klik mekanis yang berat dari dalam intinya.
Bersamaan dengan penyatuan itu, sebuah gelombang energi purba yang sangat murni dan dingin melesat keluar dari kubus, menghantam tepat ke arah dahi Arkan.
Arkan tersentak, matanya membelalak lebar saat sebuah teks informasi kuno mendadak terukir langsung di dalam manuskrip jiwanya. Benda misterius itu ternyata adalah bagian dari struktur peninggalan masa lalu yang kehilangan pecahannya, dan penyatuan tadi berhasil membuka sebuah fungsi sistem pasif baru untuk tubuh manusia Arkan.
[ Fungsi Pasif Terbuka: Akselerasi Pengondisian Fisik (Fase 1). ]
Arkan tertegun, merasakan kehangatan yang menjalar ke seluruh jaringan otot, tulang, dan jalur saraf di tubuh manusianya. Efek dari kemampuan pasif kuno ini sangat luar biasa: tubuh fisik Arkan secara bertahap akan mengalami asimilasi dan adaptasi ekstrem, memungkinkan dirinya untuk menahan dan mengendalikan kekuatan elemen petir Volt melampaui batas normal tiga puluh persen tanpa perlu khawatir mengalami kerusakan saraf atau kram otot!
Ini adalah sebuah anomali yang sangat curang. Di bumi ini, kelemahan terbesar seorang Kontraktor adalah tubuh manusia mereka yang rapuh jika menahan elemen terlalu lama. Namun, dengan kemampuan pasif ini, tubuh manusia Arkan perlahan-lahan akan ikut berevolusi menjadi sekuat wadah jiwanya, memastikan bahwa dia tidak akan pernah menjadi titik lemah saat bertarung di sisi Volt nanti.
Di sudut ruangan, Volt membuka matanya, merasakan perubahan intensitas energi di tubuh Arkan yang menjadi semakin selaras dengan elemen petir miliknya sendiri.
Arkan menggenggam kubus logam hitam itu yang kini terasa sedikit lebih berat di tangannya. Dia tersenyum penuh arti ke arah Volt. "Satu bulan ke depan... sepertinya kita akan memberikan kejutan yang sangat besar untuk seluruh akademi, Volt."
Namun, di saat yang sama di luar jendela kamar kost tua itu, di seberang jalan di balik bayangan sebuah mobil sedan hitam yang terparkir sunyi di bawah guyuran hujan, sepasang mata tersembunyi sedang mengawasi lantai atas tempat kamar Arkan berada dengan menggunakan teropong spiritual khusus. Mata-mata dari faksi keluarga elit yang menjadi saingan Keluarga Skyborn tampaknya mulai mengendus keberadaan Arkan, pemuda biasa yang mendadak melompat menjadi anomali di dekat putri mahkota mereka. Roda takdir dunia urban yang kejam ini perlahan-lahan mulai berputar lebih cepat dari yang dikira.
pukul 12.00 Wib dan 15.00 Wib. Saran dan dukunganmu sangat membantu karya ini menjadi lebih baik!