NovelToon NovelToon
RATU X PEMUDA MISKIN JADI KAYA

RATU X PEMUDA MISKIN JADI KAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / CEO / Anak Genius
Popularitas:294
Nilai: 5
Nama Author: Alif Cariza Nofiriyanto

lanjutkan Jek adalah seorang yang terlahir di keluarga
kurang mampu namun ia memiliki kecerdasan dan kejeniusan tentang dunia apa saja karena ia memiliki
sistem yang dapat membuat ia kaya mendadak dalam percintaan ia menemukan ratu yang mencintainya dengan tidak kenal kondisi suka maupun duka bagaimana kelanjutan langsung ajaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Cariza Nofiriyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 2

Jek merasakan getaran halus di lantai penthouse-nya bukan sebagai gempa bumi, melainkan sebagai deretan kode peringatan yang diterjemahkan langsung ke saraf sensoriknya. "Jarak 500 meter. Kecepatan tinggi. Tiga kendaraan tak teridentifikasi," bisik sebuah suara mekanis yang hanya bergema di dalam kepalanya.

Ia tidak bergerak. Tangannya masih membelai rambut Rara, namun matanya yang semula teduh kini berubah sedingin es. Di balik selaput matanya, sebuah peta navigasi tiga dimensi muncul, memperlihatkan titik-titik merah yang mengepung gedung mereka.

"Ra," suara Jek sangat tenang, namun ada nada yang membuat Rara langsung menegakkan duduknya. "Tetaplah di dekatku. Jangan lepaskan tanganku, apa pun yang terjadi."

Rara melihat perubahan itu. Ia tahu Jek yang lembut baru saja masuk ke mode 'Kaisar'. "Mereka datang, Jek?" tanyanya tanpa rasa takut yang berlebihan, lebih kepada kesiapan seorang pendamping yang sudah lama menduga hari ini akan tiba.

"Mereka pikir sistem ini hanya soal angka di layar," Jek berdiri, menarik Rara ke belakang punggungnya. "Mereka lupa bahwa logistik nasional yang aku kuasai juga mencakup protokol keamanan gedung ini."

Pintu lift di ujung lorong berdenting. Jek sama sekali tidak menoleh ke arah sana. Ia justru menjentikkan jarinya ke udara kosong. Seketika, dinding kaca penthouse yang menghadap kota Jakarta meredup, berubah menjadi material komposit antipeluru yang lebih kuat dari baja. Lampu ruangan padam, menyisakan hanya pendar biru dari hologram yang mengelilingi Jek seperti jubah cahaya.

"Inisiasi Protokol Isolasi," perintah Jek pelan.

Di luar, suara decit ban dan langkah kaki yang terburu-buru terdengar mendekat ke arah unit mereka. Namun, sebelum musuh sempat menyentuh gagang pintu, layar hologram Jek menampilkan wajah seorang pria paruh baya dengan setelan jas rapi di dalam lift—sang Arsitek Sistem 02.

"Jek," suara pria itu terdengar melalui pengeras suara ruangan, tenang namun penuh ancaman. "Kamu merusak keseimbangan. Membagikan energi gratis adalah dosa besar dalam dunia yang dibangun di atas kelangkaan. Serahkan kunci Sistemmu, atau wanita di belakangmu itu akan melihat bagaimana rasanya kehilangan segalanya dalam satu kedipan mata."

Jek tersenyum, jenis senyuman yang biasanya ia simpan untuk lawan bisnis yang akan ia bangkrutkan dalam hitungan detik. "Kamu bicara soal keseimbangan, sementara sistemmu hanya tahu cara menghisap darah orang kecil. Kamu bilang aku orang asing? Benar. Aku asing bagi keserakahanmu."

Jari Jek menari di udara, mengeksekusi perintah yang belum pernah ia gunakan sebelumnya. "Sistem, aktifkan 'Cermin Balik'. Ambil alih kendali kendaraan mereka di bawah. Kunci semua akses keluar gedung ini."

Tiba-tiba, suara teriakan dan kekacauan terdengar dari arah lift dan tangga darurat. Musuh-musuh Jek yang mengira mereka sedang menyergap mangsa, kini menyadari bahwa mereka justru masuk ke dalam sangkar yang dikendalikan penuh oleh mangsanya sendiri.

"Ra," Jek menoleh sedikit, memastikan Rara tetap aman. "Aku tidak akan membiarkan mereka kembali ke titik nol. Tapi aku akan memastikan mereka tahu bagaimana rasanya tidak memiliki kendali atas hidup mereka sendiri, persis seperti yang mereka lakukan pada rakyat selama ini."

Rara menggenggam tangan Jek yang bebas, memberikan kehangatan di tengah badai data yang sedang berkecamuk. "Selesaikan, Jek. Tapi ingat, jangan biarkan kebencian mereka membuatmu menjadi seperti mereka."

Jek mengangguk kecil. Matanya kembali menatap ke arah pintu yang kini mulai digedor dengan paksa. "Perintah Terakhir: Nonaktifkan semua aset digital pihak penyerang. Sekarang."

Pintu penthouse itu akhirnya terbuka, namun bukan dengan ledakan. Pintu itu bergeser secara halus karena Jek sendiri yang membukanya. Sang Arsitek melangkah masuk, sendirian. Para pengawalnya telah terkunci di dalam lift yang tertahan di antara lantai 40 dan 41.

Pria tua itu merapikan dasinya, menatap sekeliling ruangan yang kini hanya diterangi oleh pendar biru algoritma Jek. "Kamu terlalu percaya diri, Anak Muda. Kamu pikir dengan menguasai satu atau dua sektor, kamu bisa mengubah hukum alam? Ekonomi adalah predator, Jek. Dan kamu baru saja memberi makan domba-domba dengan daging serigala."

Jek melangkah maju, membiarkan hologram sistemnya menyelimuti tubuhnya seperti baju zirah cahaya. "Ekonomi yang kamu maksud adalah sistem yang rusak. Jika hukum alammu hanya membolehkan yang kuat untuk bertahan hidup dengan cara menginjak yang lemah, maka aku di sini untuk menulis ulang hukum itu."

Arsitek 02 tertawa hambar, matanya menatap tajam ke arah Rara yang berdiri kokoh di samping Jek. "Dan kamu membawa kelemahanmu ke medan perang. Cinta? Itu adalah variabel acak yang akan menghancurkan kalkulasimu."

Rara maju satu langkah, tidak terintimidasi oleh aura dingin pria di depannya. "Cinta bukan variabel acak, Tuan. Itu adalah konstanta. Sesuatu yang tidak bisa Anda masukkan ke dalam sistem Anda, karena sistem Anda tidak punya hati untuk merasakannya."

Sang Arsitek mengangkat pergelangan tangannya, memperlihatkan sebuah perangkat kuno yang ternyata adalah pemantik untuk sistem miliknya sendiri. "Sistemku, 'Ares', tidak butuh perasaan. Dia hanya butuh dominasi. Jek, saat ini juga, aku bisa memicu inflasi buatan yang akan membuat nilai energi gratis yang kamu bagikan menjadi tidak berharga. Rakyat yang kamu bantu akan kelaparan karena harga roti naik sejuta persen dalam satu jam."

Jek terdiam, namun jarinya tidak berhenti bergerak di udara, menyusun kode enkripsi tingkat tinggi yang belum pernah ia tunjukkan pada siapa pun. "Kamu lupa satu hal, Arsitek. Aku tidak hanya menguasai sistem digital. Aku menguasai kepercayaan mereka."

Tiba-tiba, layar di pergelangan tangan sang Arsitek berkedip merah. "Peringatan: Otoritas Dialihkan. Dana Cadangan Disita oleh Protokol Kemitraan Rakyat."

Wajah pria tua itu memucat. "Apa yang kamu lakukan?"

"Aku tidak menyerang sistemmu," bisik Jek, suaranya bergema di ruangan yang sunyi itu. "Aku hanya memberikan pilihan kepada semua orang yang selama ini bekerja di bawah kendalimu. Aku memindahkan semua kontrak kerja mereka ke dalam 'Eco-System J' dengan jaminan kesejahteraan yang lebih baik. Tanpa manusia yang menjalankan mesinmu, sistemmu hanyalah barisan kode mati."

Sang Arsitek ambruk di kursi tamu, menyadari bahwa seluruh kekuasaannya runtuh bukan karena serangan siber, melainkan karena pemberontakan massal yang terorganisir melalui transparansi yang diciptakan Jek.

Jek mematikan semua proyeksi hologramnya. Ruangan itu kembali normal, hanya diterangi oleh cahaya bulan yang masuk dari balik kaca komposit. Ia menoleh ke arah Rara dan tersenyum tipis.

"Sudah berakhir, Ra. Untuk malam ini."

Rara mengembuskan napas lega, lalu mendekati sang Arsitek yang terduduk lesu. Ia meletakkan secangkir teh hangat yang tadi sempat ia seduh di depan pria itu. "Minumlah. Di dunia Jek yang baru, tidak ada orang yang dibiarkan kelaparan, bahkan musuhnya sekalipun."

Jek merangkul bahu Rara, menatap pemandangan Jakarta yang kini tampak lebih tenang. Namun di sudut matanya, sebuah notifikasi baru muncul, berwarna emas, sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya: "Evolusi Sistem Tahap 2: Inisiasi Kolonisasi Mars Berbasis Kemanusiaan."

Jek memejamkan mata sejenak, mengabaikan notifikasi itu untuk sementara. Baginya, menatap mata Rara jauh lebih penting daripada menatap masa depan galaksi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!