NovelToon NovelToon
Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Ilyar Justina dijatuhi hukuman pengasingan setelah dituduh merencanakan pembunuhan terhadap ayahnya sendiri, Raja Tyraven. Ia dikirim ke Dakrossa—penjara paling kejam di Kekaisaran Eldrath, tempat para penjahat paling berbahaya dibuang. Semua orang yakin gadis lemah lembut yang bahkan tak bisa bertarung itu tak akan bertahan lama di sana.

Namun, tahun-tahun berlalu, dan Ilyar kembali. Bukan sebagai sosok yang sama, melainkan seseorang dengan aura dingin dan kegilaan yang mengendap di balik senyumnya. Di hadapan saudara-saudaranya yang dipenuhi kebencian, ia hanya tersenyum tipis. “Sepertinya kalian sangat senang dengan kepulanganku.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Solomon menyunggingkan senyum melihat Ilyar bergelantungan di tangan Morvak dengan sepasang kaki menjepit lengan sementara kedua tangan mencekal kuat pergelangan tangan pria tersebut kemudian dalam sekedip memutar pinggul hingga terdengar bunyi tulang bergeser dari Morvak.

Krek!

Ilyar mengerahkan tenaga dari ener demi memperkuat tekanan sehingga mampu memelintir lengan Morvak dengan kuncian. Raungan menyapa indera pendengar mereka dan cengkeraman Morvak pada pakaian Ilyar mengendur, tanpa buang waktu, gadis tersebut memanfaatkan kesempatan itu untuk kembali melakukan serangan, berputar di udara dan menerjang kepala Morvak dengan satu tendangan kuat sebelum akhirnya melompat untuk mengambil jarak dari hadapan pria tersebut.

"Bagaimana bisa dia melakukan itu?!" Heidan melotot, jantungnya berdentum lebih keras dari biasanya. Sementara, Solomon berdecak kagum melihat perkembangan Ilyar hanya dalam latihan dua minggu bersama Graven.

Jika tidak tenang, konsentrasi Ilyar pasti sudah hancur sejak babak belur karena kebanyakan orang akan putus asa setelah berakhir demikian sesaa pertarungan baru dimulai, tetapi gadis itu telah memperhitungkan dan menyiapkan segalanya dengan baik.

Ilyar dan Graven memiliki banyak kesamaan. Keduanya cepat tanggap dan mampu menangani situasi sulit untuk dijadikan keuntungan ketika terpojok. Selama pertarungan terjadi, Solomon bisa menangkap kerutan di sekitar pelipis dan dahi gadis itu, entah Ilyar memikirkan pergerakan apa yang harus dilakukan selanjutnya atau mempelajari teknik bertarung musuhnya. Solomon tidak tahu mana dari kedua dugaannya itu.

"Apa kamu pikir punya peluang besar setelah berhasil hanya melakukan ini padaku?!" Seruan Morvak yang menggelegar membuat telinga Ilyar berdengung.

"Aku belum berpikir sampai sejauh itu, tapi sepertinya ketenanganmu mulai kacau," balas Ilyar seraya melepas gulungan perban yang menyelimuti tangan kanannya.

Morvak mengerutkan dahi tanpa melepaskan perhatian pada perban panjang yang lambat laun menjuntai dan akhirnya teronggok di tanah. Dia mendapati kulit tangan kanan Ilyar keunguan dengan urat berdenyut.

Ada apa dengan tangan mengerikan itu?

Morvak sedikit tersentak setelah melihat tangan kanan Ilyar yang tampak sangat menyakitkan dan mengerikan.

"Aku tidak pernah meremehkan musuhku, maka dari itu sampai melakukan ini." Kegetiran terselip pada nada bicaranya. Meski pernah menerima bisa Serpeis dalam jumlah besar kemudian menjadi resisten terhadap racun, tetap saja efeknya masih terasa apalagi kali ini racun terperangkap dan tidak dinetralisir selama dua hari di tangan. Ilyar merasakan ketegangan pada saraf-saraf tangannya, semakin menyakitkan saat sensasi panas dari darah yang mengalir pada pembuluh seolah hendak menggerogoti daging dan tulangnya.

Kets!

Ilyar melukai setiap ujung jemari pada tangan kanannya dengan gigi kemudian bersiap untuk melancarkan serangan. Dia bergerak cepat ke arah Morvak, melepaskan beragam serangan dan Morvak menyambutnya dengan baik. Dia seorang veteran, sehingga mampu memukul mundur Ilyar berulang kali bahkan berhasil melukai gadis itu dengan mematahkan beberapa tulangnya.

Ilyar terlihat sempoyongan, tapi puas telah meninggalkan jejak racun pada tubuh keras Morvak. Racun itu akan terserap melalui pori-pori kulit, namun Morvak malah tergelak melihat tatapan penuh harap terpancar dari sorot mata Ilyar.

Morvak melepas energi dalam tubuhnya untuk mengeluarkan lebih banyak cairan sehingga racun meleleh turun dari tubuhnya, tidak bisa ditembus. Ilyar melotot dan Morvak menikmati harapan luntur dari sepasang mata kelabu gadis tersebut. Namun, Ilyar tidak menyerah, mereka kembali bertukar serangan. Dalam momen yang menegangkan, Ilyar melompat ke atas tubuh Morvak dengan tinju kanan mengarah pada mulut besar pria tersebut.

Ilyar mengalungkan kedua kaki pada leher Morvak dan tangan kiri menjenggut rambut cokelat pria tersebut, sementara tangan kanan terperangkap dalam mulut besar Morvak yang disesaki gigi-gigi besar. Keduanya beradu pandang, Ilyar bisa menangkap apa kalimat yang ditunjukkan padanya melalui tatapan.

Itu seolah mengatakan 'Dasar bodoh, aku akan menghancurkan tanganmu! Tidak! Aku akan memutuskan dan memakannya!'

Seperti itulah sebelum akhirnya gigi-gigi besar Morvak dirapatkan hingga menembus kulit dan daging Ilyar. Suara patah tulang dan raungan Ilyar terlepas bersamaan. Kepalanya mendongak, tapi secepat mungkin ia merapatkan mulut untuk meredam rasa sakit kemudian menatap Morvak dengan kilat pantang menyerah.

Darah meleleh deras dari tangan Ilyar yang terperangkap dalam mulut Morvak. Melihat itu, Heidan segera menoleh panik pada Solomon yang tampak tenang.

"Kita harus menyelamatkannya," kata Heidan sangat panik, wajahnya jadi pucat dan kaku.

"Itu sudah mau selesai," jawab Solomon.

"Ya?"

Solomon mendengkus, enggan menanggapi lagi sehingga Heidan buru-buru menatap ke depan.

Di sana, Ilyar memanfaatkan energi spiritualnya untuk pemulihan sehingga bisa bertahan lebih lama ketika Morvak bersikeras menghancurkan tangannya. Tidak lama kemudian darah yang meleleh dari tangan Ilyar yang berada dalam mulut Morvak mulai memberi reaksi.

Ukh!

Mata Morvak terbelalak tidak wajar dan Ilyar merapatkan rahang demi meredam sakit karena geraham Morvak memberi tekanan luar biasa sesaat tubuh mengejang. Jika menyebarkan racun di luar tubuh tidak mempan, maka satu-satunya cara adalah langsung memasukkannya ke dalam tubuh musuh. Maka dari itu, Ilyar nekad memperangkapkan tangannya dalam mulut Morvak.

Duak!

Tubuh Morvak mulai bergerak tidak beraturan sampai punggung menabrak tembok gudang penyimpanan dan Ilyar langsung terjatuh, menghantam permukaan tanah.

Urgh!

Morvak mencekik leher sendiri ketika kerongkongan terasa terbakar sampai kesulitan bernapas.

"Racun apa yang dia gunakan?!"

Morvak meraung dalam kegilaan oleh rasa sakit. Dia terbiasa mengonsumsi tanaman beracun selama hidup di alam liar, tapi belum ada yang memberikan efek semenyakitkan ini.

Sial! Aku mati dengan cara begini?

Morvak meraung tidak terima sambil berusaha menyerang Ilyar dengan pergerakan tubuh tak menentu. Sempoyongan dan bisa limbung kapan saja. Penglihatannya jadi buram dan berputar-putar lalu jatuh bersimpuh dengan kepala tertunduk.

Ukh!

Ilyar merapatkan rahang sesaat Morvak muntah darah, kedua tangan Morvak mengais-ngais tanah demi menyalurkan rasa sakit. Lantas dia meraung dengan kepala menengadah ke langit, pupilnya sampai bergulir ke atas hingga hanya menyisakan bagian putih saja. Tidak lama setelah itu, tubuh Morvak mencium tanah, tidak ada tanda-tanda kehidupan.

Tubuh Ilyar merosot. Kedua lututnya tertekuk seiring kepala tertunduk amat dalam, membiarkan rambut merah panjangnya yang lengket oleh debu, tanah, keringat, dan darah menutupi wajah yang babak belur.

Bulir-bulir air mata berjatuhan dari pelupuk mata lalu suara tangisnya pecah. Cukup menyayat hati. Seharusnya dia tertawa dan merayakan kemenangannya, tapi entah kenapa dadanya terasa sesak dan menyakitkan.

Ilyar meremas dada dari luar pakaian. Dia bisa melakukannya! Namun, tangisnya tersedak oleh sakit yang baru terasa di sekujur tubuh. Luka luar dan luka dalamnya saling menyapa satu sama lain, membuatnya nyaris menggigit lidah sendiri.

"Temui Menthia dan suruh dia bersiap,"

perintah Solomon pada Heidan.

Heidan tersadar dari lamunannya dan segera berlari secepat kilat, sedangkan Solomon menghampiri Ilyar sembari berjongkok di hadapannya. Menepuk pelan bahu dan berkata, "Kamu melakukannya dengan baik."

Perlahan kepala Ilyar terangkat, senyumnya terulas samar. "Aku akan kembali ke Tyraven dan melakukannya jauh lebih baik dari ini," ucapnya sebelum tidak sadarkan diri.

1
Mila Sari
Thor upnya yg banyak donk,,
Iry: malam ya beb
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
Diam...mengamati...berakhir EKSEKUSI😐😐😐
𝐀⃝🥀Weny
ceritanya tambah seru aja thor..
Iry: hehehe iya beb
total 1 replies
Firniawati
ayo kak up lagi yg banyak 😍
Iry: sabar yahhhh, mungkin malam
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
intrik..ambisius & haus akan valisldasi disebuah kerajaan..memang sangat membagongkan..baik didunia nyata maupun cerita❤️❤️❤️❤️
Gesang
seruuuuu👍👍👍
Firniawati
sangat bagus ceritanya seru tidak monoton dan membosanka,,terus semangat ya kk othor 🥰
Iry: waaaahhh makasih banyak❤
total 1 replies
Firniawati
kak kapan update lagi?
Iry: aku update hari ini
total 1 replies
EL MARIA
kok sama kaya yg di fizo yaa.... yg di fizo udh tamat dari lama ini autor nya sama kah
CaH KangKung,
👣👣
𝐀⃝🥀Weny
lanjut lagi thor.. ceritamu yang ini tambah seru dan penuh tantangan😊
𝐀⃝🥀Weny: yeeey.. thanks thor❤️❤️❤️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!