NovelToon NovelToon
Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Mantan / Nikah Kontrak
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Zel, kita cuma nikah kontrak! Berhenti kirim kurir obat ke sekolah, aku malu sama guru-guru lain!"
Dazello Zelbarra, CEO dingin itu justru menarik Runa ke pelukannya. "Di catatanku, jam segini lambungmu mulai perih karena kamu lupa sarapan. Aku tidak peduli kamu malu, Runa. Aku hanya peduli kamu tetap hidup untuk melunasi kontrakmu padaku."
Runa Elainzica, guru honorer yang ceroboh dan pelupa, terpaksa menikahi mantan pacarnya, Dazello ‘Azel’ Zelbarra, demi menyelamatkan sekolahnya dari kebangkrutan.
Runa mengira Azel membencinya. Namun, ia tak pernah tahu bahwa di ponsel Azel terdapat aplikasi rahasia berjudul "Runa’s Manual Book". Sebuah catatan obsesif berisi ribuan detail tentang kebiasaan kecil Runa, pantangan makannya, hingga cara melindunginya saat badai datang.
Dunia mereka berbeda, tapi di buku catatan Azel, nama Runa sudah tertulis sebagai milik sahnya... selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Pagi itu, suasana di meja makan terasa sedikit lebih "normal", meskipun Runa masih merasa agak canggung setelah kejadian pelukan tengah malam tadi. Azel sudah rapi, tapi kali ini ia tidak langsung berangkat. Ia menunggu Runa selesai menghabiskan sereal gandumnya.

"Aku antar sampai depan gerbang sekolah," ucap Azel mutlak, tidak menerima bantahan.

Runa meletakkan sendoknya, menatap Azel dengan ragu. "Zel... soal sekolah. Aku mau minta sesuatu."

Azel menaikkan sebelah alisnya. "Apa? Kamu mau aku beli sekolah itu supaya kamu jadi kepala sekolahnya? Jangan berlebihan, Runa."

"Bukan itu!" Runa mendengus, lalu merendahkan suaranya. "Aku mau kita rahasiakan status pernikahan ini di sekolah. Maksudku, jangan ada yang tahu kalau aku istri Dazello Zelbarra."

Gerakan tangan Azel yang sedang merapikan jam tangan terhenti. Matanya menyipit, menatap Runa dengan tajam. "Kenapa? Kamu malu punya suami sepertiku?"

"Bukan begitu, Zel," Runa menghela napas, mencoba merangkai kata agar Azel tidak salah paham. "Kamu tahu sendiri kan, rekan-rekanku di sana sudah seperti keluarga. Kalau mereka tahu aku menikah dengan CEO besar, segalanya bakal berubah. Mereka bakal segan, atau mungkin mulai jaga jarak. Aku mau tetap jadi Runa yang biasa, guru yang mereka kenal tanpa embel-embel namamu."

Azel terdiam cukup lama. Sisi egonya merasa terusik—bagaimana bisa seorang Zelbarra disembunyikan? Namun, melihat binar ketulusan di mata Runa, ia tahu istrinya ini hanya ingin melindungi dunianya yang sederhana.

"Hanya di sekolah," jawab Azel akhirnya. "Tapi kalau ada yang berani macam-macam atau menindasmu karena menganggapmu 'hanya' guru honorer, aku tidak akan tinggal diam."

"Iya, Zel. Janji!" Runa tersenyum lega.

Azel benar-benar mengantarnya, tapi sesuai kesepakatan, mobil mewah itu berhenti dua blok sebelum gerbang sekolah. Runa turun dengan perasaan campur aduk.

"Ingat," panggil Azel dari dalam mobil sebelum Runa menutup pintu. "Ponsel jangan sampai mati. Powerbank yang kukasih kemarin harus di tas. Dan jangan berani-berani melewatkan jam makan siang."

"Iya, Bapak CEO. Cerewet banget sih!" Runa menjulurkan lidahnya sedikit sebelum berlari kecil menuju gerbang sekolah.

Begitu memasuki area sekolah, Runa merasa seperti kembali ke habitat aslinya. Bau debu kapur, suara anak-anak yang berlarian, dan sapaan ramah dari rekan sesama guru membuatnya merasa hangat.

"Runa! Ya ampun, akhirnya masuk juga!" Bu Ratna, guru senior yang sudah dianggapnya seperti kakak, langsung merangkulnya. "Gimana urusan keluarganya? Semuanya lancar? Kami dengar sekolah dapat sponsor besar gara-gara brosur yang kamu bagiin!"

Runa tersenyum canggung, mencoba menyembunyikan cincin nikahnya di balik saku rok. "Iya Bu, alhamdulillah lancar. Kebetulan saja pihak donaturnya lagi baik."

"Beruntung banget kita punya kamu, Run. Oh iya, tadi Pak Haris bilang, pihak donatur minta laporan perkembangan tiap minggu. Katanya mereka sangat strict soal kesehatan guru-gurunya juga. Tadi pagi aja sudah ada kiriman katering sehat buat makan siang kita semua!" Bu Ratna bercerita dengan semangat.

Runa tertegun. Katering sehat? Ia tahu persis siapa pelakunya.

Sepanjang hari, Runa berusaha tetap fokus mengajar. Namun, beberapa kali ia hampir saja "keceplosan". Seperti saat ia secara refleks mencari ponselnya karena merasa ada pesan masuk—yang ternyata adalah pesan singkat dari Azel berisi: 'Sudah minum air putih? Aku cek kateringnya sudah sampai. Habiskan sayurnya.'

Saat istirahat di ruang guru, obrolan rekan-rekannya tidak jauh dari sosok "Donatur Misterius" itu.

"Katanya CEO Zelbarra Group itu ganteng banget ya? Tapi dinginnya minta ampun. Aku lihat di majalah bisnis, wajahnya kayak nggak pernah senyum," celetuk salah satu guru muda.

Runa yang sedang meminum teh tawarnya hampir tersedak. Ia membayangkan Azel yang semalam memeluknya erat dan mengobati lecet di kakinya. Dingin dari mananya? Dia itu cuma tsundere tingkat akut, batin Runa sambil menahan tawa.

"Eh, Runa, kamu kan yang ketemu langsung kemarin. Gimana orangnya? Sombong nggak?" tanya Bu Ratna tiba-tiba.

Seluruh ruang guru mendadak hening, menunggu jawaban Runa. Runa meremas ujung kemejanya, mencoba bersikap senormal mungkin.

"Emm... itu... ya begitu Bu. Orangnya sangat... profesional. Sedikit kaku, tapi sepertinya dia memang sangat peduli dengan detail," jawab Runa diplomatis.

"Pasti dia galak banget ya? Tatapannya aja tajam gitu di foto," timpal yang lain.

"Nggak galak kok, cuma... ya, dia cuma tipe orang yang kalau peduli nggak lewat kata-kata," gumam Runa tanpa sadar.

"Lho, kok kamu tahu banget, Run?"

Runa tersentak, wajahnya mendadak merah padam. "Maksudnya... eh... kelihatan dari cara dia kasih syarat kontraknya, Bu! Hehe, iya itu maksud saya."

Beruntung, bel masuk kelas berbunyi, menyelamatkan Runa dari interogasi lebih lanjut. Sambil berjalan menuju kelasnya, Runa meraba cincin yang ia kalungkan di balik bajunya (agar tidak terlihat di jari). Ia tersenyum tipis. Ternyata, menyembunyikan rahasia sebesar ini di tengah orang-orang yang mengenalnya adalah tantangan yang cukup mendebarkan.

Tapi satu hal yang pasti, meski ia kembali menjadi "Runa si guru biasa", ia tahu ada seorang Dazello Zelbarra yang sedang memantau jadwal makannya dari balik gedung pencakar langit di pusat kota. Dan entah kenapa, itu membuatnya merasa jauh lebih kuat dari sebelumnya.

1
Ayusha
ya ampun kirain aku yg kelewat baca beneran ke IGD. 😄
Ayusha
nyatet nya tar aja kenapa si jel, lg panik masih sempet2nya nulis /Facepalm/
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣
kelakuan ajel emang...
total 1 replies
Ayusha
ya ampyuun sampe segitunya jel /Facepalm/
Ayusha: kalo aku di posisi Runa mungkin udh gila. gila karena ke absurdan Ajel, dan Ter gila2 Karena kebucinan nya 🤣🤣
total 2 replies
Ariska Kamisa
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Ayusha
/Joyful//Joyful/
Ayusha
katanya kayak meluk kayu kering, emang masih naf su juga 🤣
Ariska Kamisa: emang dasar ajel mah bilangnya apa tapi kelakuannya apa 🤭🤭🤭
total 1 replies
Ayusha
balon kali terbang /Sob/
Ayusha
mantap jel, aku padamu 😍
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Nesya
dapat suami yang mencintai, mertua yang baik dan pengertian beruntung ny kamu runa, nikmati harimu runa waktunya bahagia
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Nesya
👍🏻👍🏻
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya kak♥️♥️♥️
total 1 replies
Ayusha
sa ae lu jel. melting kan gue 🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Ayusha
tinggal bilang "menikahlah denganku"
apa susahnya sih, pake alesan dijodohin segala 🤣
Ariska Kamisa: tsundere banget ya kak ...🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Ayusha
oke, tim cowok posesif dengan segala obsesi nya🤭
Ariska Kamisa: oke satu tim kita kak.. terimakasih banyak ♥️♥️♥️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!