NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Pamela Anderson, ketua Mafia yang di hianati oleh adik tiri dan suaminyanya, ia dibunuh dengan keji bersama anak yang dikandungnya.

Tapi anehnya, setelah jasadnya dimakamkan, ia hidup kembali dalam tubuh seorang gadis gemuk bernasib malang.

Gadis itu seperti dirinya, dihianati saudara tiri dan tunangannya. Gadis itu tewas tenggalm disungai, sebab tunangannya lebih memilih menyelamatkan selingkuhannya.

"Beristirahatlah dalam damai Song Aran, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah membautmu menderita."

Janji Pamela Anderson setelah ia mendapatkan harta karun berupa liontin giok yang didalamnya terdapat ruang dimensi.

Cerita ini cuma karangan fiksi semata. Lokasinya bukan negara tertentu, cuma khayalan penggabungan saja.

Jika ada yang kurang pas, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Song Aran menorehkan senyuman sempurna, mengangkat dagu, menatap lurus kewajah sang ibu mertua yang berdiri pongah dikursinya.

"Ibu, apa aturan keluarga Xiao kita..? tolong beritahu dulu agar aku mengerti apa yang harus dilakukan. Jangan khawatir, jika adik ipar bisa melakukannya, aku pun bisa."

Song Aran menimpali santai ucapan sengit Wang Lian.

Maksud tersiratnya amat jelas. Aran akan melakukan apa pun yang dikerjakan adik iparnya, tapi tidak untuk hal lain.

Wang Lian mengeram tertahan, melihat menantu barunya dimarahi tanpa merasa malu, malah sempat-sempatnya menyeringai.

Wang Lian belum pernah melihat menantu baru berlakon seperti Song Aran ini.

"Apa yang masuk keperut kalian itu menggunakan makanan milik keluarga, jadi semua penghasilan kalian harus diserahkan. Selain itu, kalian bertiga ipar perempuan akan bergantian mengurus pekerjaan rumah di setiap harinya. Saat giliran kalian, jangan sampai lalai. Hari ini, biarkan kakak ipar tertua yang mengerjakannya."

"Tidak masalah..!" Song Aran masih menjawab dengan lembut.

Ini cuma perkara memasak, tentu saja dia juga bisa. Lagian ada Xiao Jian yang siap membantu.

Wang Lian awalnya bermaksud menegur Song Aran, tapi sikapnya begitu baik. Sehingga ia tidak punya celah untuk menyalahkannya.

Wang Lian menoleh pada suaminya, Xiao Heng. "Pak tua, apa yang ingin kau katakan..?"

Xiao Heng melirik putra-putranya "aku hanya berharap kalian semua rukun. Jika ada konflik, saling pengertian itu wajib. Keharmonisan dalam keluarga membawa kemakmuran. Jangan bertengkar karena hal-hal sepele, mengerti.?"

"Mengerti ayah..!" para anak, menantu serta cucu, menjawab serempak.

Selanjutnya, Xiao Jian mengenalkan satu per satu saudara-saudaranya pada Song.

Adik kedua berusia dua puluh dua tahun, bernama Xiao Lao Er. Istrinya adalah Wang Zhaoi. Mereka memiliki seorang putra dan putri bernama Xiao Daya lima tahun, dan Jinbao, empat tahun.

Saudara laki-laki ketiga, sembilan belas tahun, Xiao Laosan. Istrinya bernama Li Chao. Mereka memiliki dua putri. Yang pertama berusia empat tahun bernama Xiao Erya dan Xiao Sanya, tiga tahun.

Saudara laki-laki termuda, tujuh belas tahun, Xiao Lao Man dan masih lajang.

Ada juga dua ipar perempuan yang sudah menikah, bernama Xiao Maixiang dan Xiao Guxiang, masing-masing berusia dua puluh satu dan dua puluh tahun.

Setelah perkenalan, Wang Lian mengambil sendok kayu dan mulai membagikan makanan. Ini adalah kegiatan favoritnya, sebab ia bisa menunjukkan otoritasnya sebagai kepala rumah tangga.

Ia pertama-tama mengambil dua sendok besar bubur kental ke dalam mangkuk kepala rumah tangga.

Kemudian Wang Lian menyerok dua sendok ke dalam mangkuknya sendiri.

"Para pria bekerja diladang, mereka perlu makan lebih banyak," kata Wang Lian sambil membagikan sarapan kepada keempat putranya.

Song Aran melihat kalau bagian Xiao Jian, buburnya lebih encer, sementara bubur saudara kedua adalah yang paling kental di antara keempatnya.

"Sekarang bukan musim bertani yang sibuk, kalian semua tinggal di rumah sepanjang hari, ini sudah cukup..!"

Saat memberikan pada ketiga menantu perempuan, bubur itu sebagian besar berupa sup dengan beberapa butir beras yang hampir tidak terlihat.

Kalau ketiga cucu perempuan, itu hanya bubur nasi encer.

Wang Lian meletakkan semangkuk kecil puding telur kukus di depan cucunya.

"Jinbao, kau cucu laki-laki satu-satunya di keluarga ini. Tumbuhlah dengan baik, makan puding telur kukus ini untuk menyehatkan tubuhmu." kata lembut penuh kasih sayang Wang Lian.

Ketiga cucu perempuan melihat Jinbao memakan puding telur kukus yang harum, dengan air liur yang menetes.

Melihat pemandangan ini, kesan Song Aran terhadap ibu mertuanya semakin muak saja.

Jinbao lebih tua dari Er Ya dan San Ya, kenapa hanya bocah lelaki itu yang harus tumbuh dewasa dengan baik.

Aran merasa keluarga Xiao adalah tempat yang menyedihkan. Jika bukan karena Xiao Jian yang baik hati, ia pasti akan menyesal menikah dengan keluarga itu.

"Ibu, aku akan mengajak istriku membeli beberapa barang, bisakah Ibu memberiku uang..? rumah baruku terlalu kumuh." kata Xiao Jian seusai makan.

"Tidak ada uang..! kau tahu bagaimana keadaan keluarga kita. Jika istrimu ingin membeli barang, biarkan dia membayarnya sendiri. Dia punya banyak mahar, bukan..?" Wang Lian menolak tanpa ragu.

"Rumah baruku penuh dengan mahar istriku. Apa Ibu tidak takut orang akan menertawakan kita..?" kata Xiao Jian sedikit ketus.

“Kau selalu mengatakan tidak mempunyai uang, tapi begitu adik kedua ingin membeli barang untuk Jinbao, kau langsung memberinya tanpa perhitungan."

“Itu berbeda. Jinbao adalah satu-satunya cucu laki-laki keluarga Xiao kita. Kenapa kau mempermasalahkan pengeluaran uang untuk keponakanmu..?" teriak Wang Lian.

“Aku yang paling banyak bekerja diladang. Setiap musim gugur dan musim dingin, aku menyerahkan semua uang hasil buruanku. Kau bilang aku terburu-buru menikah, untuk urusan perabotan rumah bisa diurus nanti. Aku sudah percaya padamu, dan sekarang aku membicarakan soal membeli barang, tapi kau bilang kita tidak punya uang.” suara Xiao Jian naik satu oktaf.

“Apa aku ini bukan anak kandungmu..?” tanya kecewa Xiao Jian pada akhirnya.

“Jangan bicara sembarangan, tentu saja kau anak kandung kami..!” kelopak mata Xiao Heng berkedut ketika mendengar pertanyaan Xiao Jian.

Xiao Heng menatap Wang Lian “istriku, kau tidak boleh begitu pilih kasih. Berikan pada putra sulung seratus koin."

Wang Lian menyerahkan seratus koin dengan ekspresi sedih. “Jangan bicara sembarangan lagi, belanjakan dengan hemat. Ini keluarga besar, kita butuh banyak uang. Jangan membuat masalah lagi karena ini."

Xiao Jian menggenggam kantong uang ditangan dengan perasaan rumit. Ia tidak bisa memeras lebih banyak lagi dari ibunya, ini sudah jumlah maksimal. Meski sangat sedikit, itu lebih baik dari pada tidak diberi sama sekali.

Xiao Jian tak akan berdebat lagi, ia tahu kapan harus berhenti. Apa lagi itu urusannya adalah uang.

“Terima kasih, Ibu. Berhubung tidak banyak pekerjaan diladang, aku mau mengajak istriku pergi sekarang. Jangan khawatir, kami akan pulang tepat waktu untuk memasak."

Begitu mereka melangkah keluar, Song Aran melihat ekspresi Xiao Jian berubah drastis. Kesedihan yang tadi ditunjukkan saat sarapan sudah lenyap.

Hidung Aran mendadak gatal, ia menyenggol sang suami dengan sikunya "jadi tadi itu hanya pura-pura.?"

Xiao Jian tersenyum "ya, bisa di bilang begitu."

Kedua alis runcing Aran merajut, jawaban suaminya seperti menyamarkan sesuatu.

"Aku akan membawamu ke suatu tempat, nanti kita bisa membicarakan semua disana." Xiao Jian membawa Istrinya meninggalkan desa.

Ditepian gunung belakang, ada sebuah rumah yang setengah runtuh.

"Tempat apa ini..?" tanya Song Aran dengan alis menyatu kereng.

"Ini rumah lama keluarga Xiao, tapi sudah ditinggalkan. Disini juga tempat persembunyian rahasiaku..!" Xiao Jian menggenggam tangan sang istri erat.

"Ayo, aku berjanji akan memberimu hadiah nanti..!"

Song Aran mengikuti Sang suami ke rumah tua yang bobrok itu.

Dengan hati-hati Xiao Jian menyingkirkan ranting yang menghalangi jalan, memperlihatkan bangunan dapur setengah runtuh. Meski begitu, peralatan memasaknya sangat bersih terawat.

Song Aran kaget, tapi yang lebih mengejutkannya adalah apa yang terjadi selanjutnya. Dimana saat sang suami menyibak rumput dan tanaman merambat yang layu ditanah, ada sebuah pipihan besi yang jika diangkat memperlihatkan sebuah lubang gelap.

"Sudah kuduga, suamiku ini bukan pemuda desa biasa."

"Ayo, kita lihat tempat persembunyianku..!"

Xiao Jian melompat lebih dulu.

Tanpa ragu, Aran juga melompat turun kedalam lubang.

Xiao Jian siaga, menangkap tubuh sang istri agar tidak jatuh terjerambab

1
Datu Zahra
🤩🤩🤩🤩🤩
Datu Zahra
romantis 🤩
Datu Zahra
🥳🥳🥳🥳🥳
Datu Zahra
Xiao Jian bukan anak kandung keluarga Xiao kek nya ya thor..?
Datu Zahra
buset, ini mah mertua adalah maut 😡😡😡
Datu Zahra
kultivasi ganda, ruang saji jadi naik level 🥳🤭🤣
Anna Setyo
lanjut up thor yg banyak
terima kasih upnya thor hari ini
Rangiku Gin
ngopi thorr, semangat yaa 🔥💪🏻😎
Datu Zahra
bagus, puas bacanya 🤩
Datu Zahra
🥳🥳🥳🥳🥳
Datu Zahra
mantap, keren Song Dahuan 👍
Fauziah Daud
trusemangattt
miss blue 💙💙💙
mata duitan 🙄🙄🙄
Fauziah Daud
bagus harus tegas... lanjut
Andira Rahmawati
tambah up nya thorr..msh kurang🙏💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut
Ona Sukatendel
thor cerita baru ini menurutku ceritanya kurang nendang, beda dgn 3 novel tetang masak memasak alur ceritanya sangat bagus, yg baru ini aku kurang sreng baca nya. dia trasmigrasi cuma balas dendam. kenapa kg dibuat usaha menjual makan atau pakian gitu. kalo cerita balas dendam udah pasaran thor. klo trasmigrasi jiw ke zaman berhula itu sedikit.
Delia ATA: Ini masih awal kak, nanti juga ceritanya berkembang. ada yang berhubungan sama ruang dimensi, perang, pengusian, usaha, jualan. Tunggu aja bab selanjutnya, ceritanya selow
total 1 replies
Datu Zahra
Bagus, selalu keren & rapi tatanan bahasanya ❤️
Datu Zahra
mampus, rasakan kau 🥳🥳🥳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!