NovelToon NovelToon
Rahasia Yang Kau Bawa

Rahasia Yang Kau Bawa

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Bad Boy / Cintamanis
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Keisha lari membawa rahasia hidupnya. Lima tahun ia bersembunyi, berpikir tak ada yang akan tahu. Tapi Arsen tidak pernah berhenti mencari. Ketika mereka bertemu kembali, dunia Keisha gemetar. Pria itu datang bukan untuk membenci, tapi untuk menuntut haknya sebagai seorang ayah dan ingin memiliki Keisha sepenuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KALAU MAU DEKAT DIA, LEWATI AKU DULU

BAB 25 — KALAU MAU DEKAT DIA, LEWATI AKU DULU

Malam itu ruang tamu rumah mereka berubah total menjadi markas besar milik Leo.

Tenda mainan besar berdiri megah di tengah ruangan, dihiasi lampu-lampu kecil berwarna kuning yang memancarkan cahaya hangat, serta bantal-bantal empuk yang berserakan di lantai. Di dalamnya, Leo tertawa riang tak henti sambil menyusun jajaran mobil-mobilannya.

Arsen duduk selonjoran santai di lantai keramik. Kemeja mahalnya tampak sedikit kusut, lengan bajunya digulung rapi sampai siku, dan rambutnya sedikit berantakan karena sering diacak-acak oleh Leo.

Dan anehnya...

Pria itu justru terlihat sangat cocok berada di sana. Seakan memang itu tempatnya.

Keisha berdiri di ambang pintu sambil melipat tangan di dada, menatap pemandangan absurd itu dengan perasaan campur aduk.

“Kamu enggak pulang-pulang?”

Arsen menoleh santai.

“Belum.”

“Kenapa sih?”

Leo menjawab lebih cepat dari kilat.

“Karena Papa janji mau camping bareng Leo! Janji kok!”

Keisha memijat pelipisnya lelah.

Tentu saja. Pria itu memang ahli membuat janji manis.

 

Ibunya muncul dari arah dapur sambil membawa nampan berisi teh hangat.

“Biar saja, Sha. Rumah jadi ramai dan berasa hidup gini kan enak.”

“Bu...”

Dari sofa, ayahnya menambahkan sambil tersenyum jahil,

“Dia baru saja kalah main catur dari Ayah. Kasihan kalau langsung diusir, nanti sakit hati.”

Keisha menoleh tak percaya melihat tingkah kedua orang tuanya.

“Kalian semua... sudah dibeli ya sama dia?”

Arsen mengangkat cangkir tehnya sedikit ke arah Keisha sebagai sapaan.

“Belum semuanya.”

Tatapannya sengaja berhenti lama di wajah Keisha.

Sangat menyebalkan, tapi juga sangat memikat.

 

Setelah puas bermain, Leo menarik-narik tangan ibunya.

“Mama! Ayo masuk tenda bareng!”

“Enggak ah, sempit.”

“Ayolah, Ma...”

“Panas di dalemnya.”

“Papa juga masuk kok!” seru Leo.

Keisha langsung melotot ke arah pria itu.

“Kamu keluar sana!”

“Aku diundang resmi oleh pemilik tenda,” jawab Arsen santai.

Leo mengangguk sangat mantap dan bangga.

“Iya! Leo bosnya di sini!”

Tak ada yang bisa melawan logika dan kekuatan bujukan anak berusia lima tahun. Akhirnya Keisha menyerah juga.

 

Mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam tenda kecil itu.

Ruangan sempit yang terbuat dari kain itu terasa... sangat sempit.

Sangat, sangat dekat.

Leo duduk bersila tepat di tengah-tengah.

Keisha duduk di sisi kiri bersandar pada dinding tenda.

Arsen duduk di sisi kanan.

Lutut mereka hampir bersentuhan setiap kali ada yang bergerak sedikit saja.

Keisha terpaksa menahan napas. Jarak ini terlalu berbahaya. Jarak ini terlalu intim.

Leo tidak peduli dengan ketegangan di antara kedua orang tuanya. Ia sibuk bercerita dengan antusias tentang cita-citanya yang banyak sekali: ingin jadi pembalap mobil, dokter hewan, dan astronot sekaligus.

Arsen mendengarkan dengan wajah sangat serius, seolah-olah ia sedang berada di ruang rapat penting membahas proyek milyaran rupiah.

“Kamu bisa pilih tiga sekaligus?” tanyanya.

Leo mengangguk yakin.

“Bisa dong! Pintar kan aku!”

“Baik. Kalau begitu aku yang biayai semuanya. Pilih yang terbaik.”

Refleks, tangan Keisha memukul pelan lengan kekar Arsen.

“Jangan asal iya saja! Nanti keburu nafsu!”

Pria itu menoleh ke arahnya.

Dan saat itulah mereka sadar, tangan Keisha masih menyentuh lengan Arsen.

Waktu seakan berhenti sejenak.

Keisha cepat-cepat menarik tangannya kembali seolah tersetrum, wajahnya langsung memanas merah.

Arsen hanya tersenyum tipis melihat reaksi lucu wanita itu.

 

Tak lama kemudian, ponsel Keisha yang diletakkan di sampingnya berbunyi nyaring.

Nama “Rio” tertera jelas di layar.

Mata Arsen langsung menangkap nama itu. Suasana di dalam tenda langsung berubah sedikit lebih dingin.

“Angkat,” katanya singkat.

“Bukan urusanmu,” tolak Keisha ketus.

“Kalau takut dengerin, aktifkan speaker.”

Keisha menatapnya tajam, lalu akhirnya menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel di telinga.

“Halo?”

Suara Rio terdengar ramah dan ceria dari seberang.

“Hai, Sha. Maaf ganggu malam-malam ya. Aku cuma mau kirim file revisi desain tadi. Oh iya, besok kalau sempat kita kopi sore bahas detailnya yuk?”

Belum sempat Keisha menjawab, tiba-tiba Leo berteriak keras tepat di sampingnya karena asyik main.

“MAMA! PAPA CURANG! PAPA CURANG!”

Hening total selama dua detik di ujung telepon sana.

Lalu suara Rio bertanya dengan nada bingung dan canggung,

“...Papa?”

Arsen yang duduk di sebelah langsung menyandarkan badannya santai, lalu berbicara dengan suara keras dan lantang tanpa perlu menyentuh ponsel sama sekali.

“ADA.”

Keisha rasanya ingin lenyap ditelan bumi saat itu juga.

“Itu... itu suara anakku,” jelasku terbata-bata.

“Oh...” Nada suara Rio berubah sangat kaku. “Jadi... ayahnya ada di situ ya?”

“Ada,” jawab Arsen lagi dengan tegas.

Keisha menatapnya dengan tatapan membunuh.

Rio berdeham tidak nyaman.

“Oke deh... kita bahas kerjaannya di kantor saja ya besok. Dadah.”

Telepon langsung dimatikan dengan cepat.

 

Begitu sambungan terputus, Keisha langsung meledak.

“Kamu tuh enggak sopan banget tau nggak sih! Bikin malu aja!”

Arsen tetap tenang bagai batu karang.

“Aku cuma jujur.”

“Kamu sengaja! Kamu memang jahat!”

“Aku efisien. Biar dia tidak berharap lebih.”

“Kamu itu cemburu buta ya ngaku aja!”

Sunyi sekejap menyelimuti tenda kecil itu.

Leo menatap wajah Mama lalu wajah Papa bergantian sambil mengunyah biskuit dengan polos.

Arsen tidak berkelit. Ia menatap lurus tepat ke manik mata Keisha, tatapannya dalam dan intens.

“Iya.”

Satu kata itu terlontar begitu cepat.

Terlalu jujur.

Terlalu berani.

Dan terlalu berbahaya bagi jantung Keisha.

Wanita itu tercekat, tak tahu harus menjawab apa.

 

Tak lama kemudian, Leo menguap besar menunjukkan tanda-tanda kantuk yang luar biasa.

“Leo mau tidur...”

Drama dan pertengkaran di antara mereka berdua langsung berhenti seketika.

Mereka keluar dari tenda, memandikan Leo, mengganti bajunya menjadi piyama, lalu menidurkannya ke kasur.

Anehnya, semua gerakan itu berjalan begitu lancar dan sinkron. Seolah-olah mereka sudah terbiasa melakukan hal ini bersama selama bertahun-tahun.

Keisha menyelimuti tubuh kecil anaknya sampai ke dagu.

Arsen mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur yang redup.

Saat hendak keluar, tangan kecil Leo yang setengah mengantuk tiba-tiba meraih tangan kiri Keisha dan tangan kanan Arsen sekaligus, menggenggamnya erat.

“Mama... Papa... jangan berantem ya...”

Kalimat polos dan sederhana itu membuat dada Keisha terasa sesak dan perih.

Arsen hanya menatap wajah damai anak itu lama sekali, matanya menyiratkan rasa sayang yang tak terhingga.

 

Di luar kamar, suasana menjadi hening dan serius.

Arsen berdiri dekat jendela ruang tengah yang menampakkan cahaya lampu jalan dari luar.

Keisha berdiri membelakangi meja, menyilangkan tangan di dada.

“Kamu puas sekarang?” tanyanya pelan.

“Belum.”

“Kenapa sih kamu harus begini terus? Ganggu hidup orang, rusak ketenangan aku?”

Arsen menoleh perlahan, wajahnya kehilangan senyumnya.

“Karena lima tahun lalu... kamu memutuskan segalanya begitu saja tanpa mau mendengarkan aku.”

“Aku takut, Arsen! Aku takut masa depanku hancur!”

“Aku juga marah! Aku juga terluka!”

“Aku melakukan itu untuk melindungi Leo!”

“Dan akibatnya... aku kehilangan lima tahun berharga untuk melihat dia tumbuh!” seru Arsen tak kalah keras.

Mereka saling tatap di tengah kegelapan ruangan.

Untuk pertama kalinya, keduanya sama-sama menyadari bahwa mereka sama-sama memiliki luka yang belum sembuh.

 

Keisha menunduk lelah. Suaranya turun menjadi jauh lebih lembut dan rapuh.

“Aku... aku enggak tahu cara memperbaiki semuanya jadi seperti dulu lagi.”

Arsen melangkah mendekat pelan.

“Mulai dari... jangan lari lagi dari aku.”

“Lalu?”

“Biarkan aku masuk... dan tinggal.”

Keisha langsung mendongak kaget.

“Apa?! Kamu ngomong apa?!”

Arsen tersenyum tipis melihat reaksinya, suasana tegang sedikit mencair.

“Bercanda.”

Ia mendekatkan wajahnya sedikit.

“Untuk sekarang.”

Keisha hampir melempar vas bunga yang ada di dekatnya karena kesal digodai.

 

Arsen akhirnya mengambil jasnya yang tergantung dan bersiap pulang.

Saat tangannya sudah memegang gagang pintu, ia berhenti dan menoleh kembali.

“Kalau pria bernama Rio itu berani mengajakmu keluar lagi atau mendekatimu...”

Keisha menantang, mendongak sedikit.

“Kenapa? Apa kamu mau lapor polisi?”

Tatapan Arsen turun naik ke wajahnya, penuh dominasi dan posesif.

“Kalau mau dekat dengan dia... suruh dia lewat aku dulu.”

“Memangnya kamu siapa? Satpam?” cibir Keisha.

“Lebih buruk dari itu.”

Arsen membuka pintu dan melangkah keluar, meninggalkan kalimat itu menggantung di udara.

 

Keisha berdiri mematung di depan pintu yang sudah tertutup rapat.

Dadanya berdebar kencang.

Perasaannya campur aduk antara kesal, pusing, marah, namun juga ada rasa hangat yang aneh menjalar.

Ketika ia menoleh ke belakang dan melihat tenda mainan yang masih berdiri kokoh di ruang tamu, ia sadar betul akan satu hal:

Pria itu tidak hanya sedang merebut hati Leo.

Sedikit demi sedikit...

Ia sedang merebut rumah ini.

Dan yang paling bahaya...

Ia sedang merebut kembali hatinya.

Bersambung...

1
Lasmin Alif nur sejati
ohh,, berarti ini ceritanya ngulang lagi ke masa Arsen baru memuin Keisha, mau minta restu ke orang tuanya Keisha, tapi maaf ya Thor, ceritanya jadi bingungin, maaf ini loh Thor bukan mau merendahkan atau menjatuhkan, cuma pendapat dari saya, seharusnya dilanjut saja biar gak bingung pembaca
wiwi: makasih kak😄
total 3 replies
Yunes
Yaaa abis😭😭😭😭
wiwi: tunggu updatenya Kak
total 2 replies
Yunes
Cie cie bau2 nikah nich😍😍😄
Yunes
Wow😍😍😍
Yunes
MasyaAllah aq suka aku suka 😍😍😍💪💪
Yunes
Lanjut Thor kereeennn
Yunes
Alhamdulillahi 😍😍 Happy with ur Son
Yunes
😍😍😍💪💪
Yunes
Semangat Thor😍💪💪
Yunes
😭😭😭
Yunes
Mudah2 an tidak hamli amiiiin🤭
Lasmin Alif nur sejati
ceritanya bagus Thor, tapi kadang bingung, alurnya maju mundur apa gimana ini ya, kemarin sudah ada Aluna sekarang cuma ada leo
wiwi: makasih kak
total 3 replies
Erna Wati
ayolah keisha masak kamu LBH percaya sama org lain dari pada suami mu buka mata kamu keisa KLO Kevin itu org jahat
wiwi: iyaa nih kak, padahal kan kita harus lebih percaya suami😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!