NovelToon NovelToon
Cewek Badung Vs Cowok Kaku

Cewek Badung Vs Cowok Kaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Komedi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: exozi

CEWEK BADUNG VS COWOK KAKU

AYUNDA
Cantik, manis, dan bergaya kece abis... tapi kelakuannya liar!
Mulutnya tajam, berani, dan paling benci diatur-atur.
"Badung? Yeah, that's me."
Dia cewek yang hidup sesuka hati, nggak peduli omongan orang, dan siap melabrak siapa saja yang berani cari gara-gara.

GIOVANI
Ganteng, kaya, dan selalu tampil sempurna... tapi kaku setengah mati!
Hidupnya penuh aturan, rapi, dan terjadwal kayak robot.
"Terlalu diatur, terlalu sulit dimengerti."
Dia tipe cowok yang alergi sama kekacauan, apalagi sama cewek rusuh kayak Ayunda.

Dua kepribadian. Satu konflik yang tak terhindarkan.

Lo badung, gue kaku.
Kita emang mustahil.
Satu mau bebas, satu mau aturan.
Satu bawa kekacauan, satu bawa masalah.

Tapi entah kenapa... dua kutub yang saling tolak ini, selalu saja ketemu di titik yang sama.

Apakah si Badung bisa meluluhkan si Kaku?
Atau malah si Kaku yang bakal ikut rusuh karena si Badung?

A hate-love romance that you can't miss! ❤️🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon exozi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GAYA BADUNG VS GAYA FORMAL

Hari ini cuaca lagi cerah banget. Matahari bersinar terik, tapi anginnya sepoi-sepoi. Tapi suasana di dalam rumah? Lagi kacau balau!

"GIO! DIMANA SIH BAJU HITAM GUE YANG SABLONNYA BESAR ITU?! LO LIAT GAK?!"

Terakan Ayunda terdengar dari lantai atas, bersahut-sahutan dengan suara lemari yang dibanting-banting.

Di bawah, Giovanni sudah siap dengan penampilannya yang selalu sempurna. Dia pakai setelan jas hitam yang mahal, kemeja putih rapi, dasi yang pas, dan sepatu yang kinclong banget. Dia berdiri di depan cermin besar, merapikan rambutnya sekali lagi.

Hari ini ada acara kumpul keluarga besar dan rekan bisnis di rumah mereka. Acara resmi yang mengharuskan mereka tampil sempurna demi nama baik keluarga.

"AYUNDA! BERAPA KALI LAGI HARUS KUBILANG?! CEPAT KELUAR! TAMU SUDAH DATANG!" teriak Gio balik dari bawah.

Akhirnya, tangga kayu itu berbunyi krek... krek...

Giovani mendongak penuh harap. Semoga cewek ini pakai baju yang layak, doanya dalam hati.

Tapi begitu sosok Ayunda muncul di ujung tangga...

Mata Gio terbelalak lebar. Mulutnya terbuka sedikit, tapi nggak bisa ngomong apa-apa. Dia terpaku menatap penampilan istrinya itu.

Ayunda turun dengan gaya jalan yang santai dan swag abis.

Rambutnya dikuncir kuda tinggi, bikin kelihatan galak dan cantik.

Dia pakai kaos oversized hitam dengan tulisan gede-gedean warna putih "NO DRAMA PLEASE", celana jeans sobek di bagian lutut, dan sepatu boots kulit hitam yang tinggi.

Ditambah lagi dia pakai kalung rantai dan gelang kulit yang bikin penampilannya makin kelihatan... premanis tapi kece!

Giovani mengusap matanya, mikir apa dia salah lihat.

"Kau... kau mau pakai itu ke acara resmi?!" tanya Gio nggak percaya.

Ayunda berhenti di anak tangga terakhir, tangannya masuk ke saku celana, dan menatap Gio dengan tatapan jutek.

"Emang kenapa? Ini baju gue paling bagus kok. Bersih, wangi, dan mahal juga tau harganya!" jawab Ayunda santai sambil memutar badannya nunjukin penampilannya.

"BAGUS DIMANA HAH?! ITU BAJU OBLONG! ITU CELANA SOBEK! KITA INI MAU NERIMA TAMU KELAS ATAS BUKAN MAU NGEGIGS!" Gio sudah mulai panik dan emosi. Dia melangkah mendekat, menatap Ayunda dari ujung kaki ke kepala.

"Lo lihat diri lo di cermin gak sih?! Gaya lo ini kayak mau tawuran antar geng atau mau naik panggung konser! Bukan gaya istri orang kaya!"

"HEH! JANGAN MENGATA-KATA GUE TAU! GAYA GUE ITU NAMANYA STREET STYLE! KEREN! MODERN! BEDA SAMA LO YANG GAYANYA KAYAK PENJUAL MAKANAN KALENG!" balas Ayunda nggak kalah keras.

"PENJUAL MAKANAN KALENG?! ITU NAMANYA ELEGAN! ITU NAMANYA FORMAL! ITU STANDAR KESOPANAN!" Gio hampir menjambak rambutnya sendiri. "Dengerin Yun, tolong... demi aku ya. Ganti bajunya. Pakai dress atau kebaya yang ada di lemari itu. Yang ada rok-roknya, yang ada payetnya, yang feminin gitu."

Ayunda langsung geleng kepala kuat-kuat. "ENGGAK MAU! GUE GAK NYAMAN! PAKAI BAJU KETAT-KETAT GITU GAK BISA NAPAS! TERUS MAU LARI JUGA SUSAH! KALAU ADA APA-APA GIMANA?!"

"Enggak bakal ada apa-apa! Ini cuma makan malam biasa! Pokoknya harus ganti! Malu aku nanti dilihat temen-temen papamu, temen-temen papaku... mereka semua pakai baju bagus-bagus!" Gio mulai menarik tangan Ayunda mau diseret ke atas lagi.

"LEPAS! GUE ENGGAK MAU GANTI! UDAH KEREN GINI!" Ayunda menahan kaki nya kuat-kuat di lantai. "LO DAPAT ISTRI GITU DOANG BERSYUKURLAH! MASA PENAMPILAN AJA DIATUR! LO ITU SUAMI ATAU STYLIST HA?!"

"Aku suamimu! Dan aku gak mau istriku dipandang aneh sama orang!"

"YANG ANEH ITU LO! BANYAK GAYA! UDAH AH GUE MAU BUKA PINTU! TAMU UDAH PADA DATANG KAN YAK?!"

Ayunda langsung melepaskan tangan Gio, lalu berjalan dengan percaya diri banget menuju pintu utama. Walaupun bajunya santai, tapi aura badungnya itu bikin dia kelihatan keren dan bossy banget.

"AYUNDA! BALIK SINI!!" teriak Gio panik ngejar dari belakang.

CETAK.

Pintu terbuka lebar.

Di luar, beberapa mobil mewah baru saja parkir. Dan benar saja, di depan pagar sudah berdiri Om Tio (papa Gio), Tante Sari, dan beberapa kerabat lain yang memang sudah datang.

Mereka semua diam. Mata mereka tertuju tepat pada Ayunda yang berdiri di pintu dengan gaya badass-nya itu.

Suasana hening sejenak. Hawa jadi canggung.

Giovani yang baru sampai di belakang Ayunda, langsung menundukkan wajahnya pasrah. Mati aku... batinnya.

Tapi...

"Wah! Si Cantik Ayunda! Datang nih!" sapa Om Tio malah dengan suara keras dan senyum lebar.

Ayunda langsung senyum lebar, langsung berubah mode ramah tamah. "Pagi Om! Pagi Tante! Ayo masuk! Silakan!"

Ayunda langsung menyambut mereka dengan pelukan hangat, bersalaman, dan bantu bawa tas tangan para tante-tante itu. Gerakannya gesit, ceplas ceplos, dan bikin orang lain langsung nyaman.

"Wah cucu Om ini cantiknya bukan main ya! Gaya nya juga unik! Keren! Bedalah sama yang lain!" puji Om Tio sambil ketawa keras.

"Iya nih Om, emang beda gen nya. Jadi lebih fresh gitu liatnya," sahut Ayunda pede banget.

Giovani yang berdiri di situ jadi bengong.

Dia pikir keluarganya bakal marah atau mencela, eh malah pada suka?!

Mereka malah asik ngobrol sama Ayunda yang santai dan asik itu, sementara Gio yang pakai jas formal malah kelihatan kaku dan dingin.

"Nah Gio, kamu kok kaku banget sih? Lihat tuh Ayunda, santai aja orangnya. Asik diajak ngobrol," tegur Tante Sari pada Gio.

Gio cuma bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum kaku. "I-iya Tante..."

Mereka semua masuk ke ruangan besar. Ayunda duduk di sofa dengan santai, kaki disilangkan, jawab pertanyaan keluarga dengan lancar, ceplas ceplos, dan bikin suasana jadi hidup banget.

Gio duduk di sebelahnya, masih dengan wajah datarnya. Dia menoleh pelan ke arah Ayunda.

"Pintar juga ya lo..." bisik Gio pelan.

Ayunda menoleh, senyum miring. "Ya elah... pakaian itu cuma pembungkus, Gio. Yang penting isi nya. Gue mungkin bajunya kayak preman, tapi otak dan sopan santun gue tetep ada kok. Beda sama lo... bajunya rapi, dalemnya... hm."

"Hah? Dalemnya apa?!"

"Dalemnya kaku!" ledek Ayunda lalu ketawa kecil.

Gio mendengus kesal, tapi diam-diam dia senyum.

Dia lihat sekeliling. Tamu-tamu pada senang, pada ketawa, suasana hangat.

Dan semua itu karena ada cewek di sebelahnya ini.

Cewek badung yang bawa angin segar.

"Oke... kali ini lo menang," bisik Gio lagi. "Tapi lain kali kalau acara resmi banget, tetep harus pake baju panjang ya."

"Siap Bos!" jawab Ayunda semangat sambil ngasih jempol.

Dan acara pun berjalan lancar.

Si Kaku belajar jadi lebih santai, si Badung belajar jadi lebih bijak.

Dan mereka berdua sadar... kalau disatukan, mereka itu kombinasi yang sempurna.

1
Alex
meleleh abanng🥳
Alex
love sekebon gio🥰🥰
shabiru Al
ok mampir nih... moga aja seru gak ngebosenin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!