NovelToon NovelToon
Cewek Badung Vs Cowok Kaku

Cewek Badung Vs Cowok Kaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: exozi

CEWEK BADUNG VS COWOK KAKU

AYUNDA
Cantik, manis, dan bergaya kece abis... tapi kelakuannya liar!
Mulutnya tajam, berani, dan paling benci diatur-atur.
"Badung? Yeah, that's me."
Dia cewek yang hidup sesuka hati, nggak peduli omongan orang, dan siap melabrak siapa saja yang berani cari gara-gara.

GIOVANI
Ganteng, kaya, dan selalu tampil sempurna... tapi kaku setengah mati!
Hidupnya penuh aturan, rapi, dan terjadwal kayak robot.
"Terlalu diatur, terlalu sulit dimengerti."
Dia tipe cowok yang alergi sama kekacauan, apalagi sama cewek rusuh kayak Ayunda.

Dua kepribadian. Satu konflik yang tak terhindarkan.

Lo badung, gue kaku.
Kita emang mustahil.
Satu mau bebas, satu mau aturan.
Satu bawa kekacauan, satu bawa masalah.

Tapi entah kenapa... dua kutub yang saling tolak ini, selalu saja ketemu di titik yang sama.

Apakah si Badung bisa meluluhkan si Kaku?
Atau malah si Kaku yang bakal ikut rusuh karena si Badung?

A hate-love romance that you can't miss! ❤️🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon exozi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Membangun Mimpi Bersama

Hari-hari berlalu dengan terasa begitu indah dan berwarna bagi Giovanni maupun Ayunda. Sejak hari di mana mereka berhasil bicara dari hati ke hati dengan orang tua Giovanni dan akhirnya diberi kesempatan untuk membuktikan keseriusan hubungan mereka, beban berat yang selama ini menggantung di hati mereka seolah terangkat begitu saja. Meski restu penuh belum mereka dapatkan, setidaknya pintu hati kedua orang tua Giovanni sudah sedikit terbuka, dan itu sudah cukup membuat mereka merasa sangat bahagia dan bersyukur.

Kini, di sekolah, mereka tidak lagi perlu bersembunyi atau pura-pura bermusuhan. Mereka bisa berjalan beriringan di koridor, duduk bersama saat istirahat, dan saling bertukar senyum kapan saja tanpa takut dihakimi. Giovanni yang dulu dikenal dingin dan sulit didekati, kini sering terlihat tersenyum lembut, tatapannya selalu hangat setiap kali menatap gadis yang kini selalu ada di sisinya. Sedangkan Ayunda, perlahan namun pasti berubah menjadi sosok yang lebih tenang, lebih sopan, namun tetap memiliki semangat dan keberanian khas dirinya yang membuat Giovanni semakin jatuh cinta setiap harinya.

Suatu sore, jam pelajaran sudah usai. Sebagian besar siswa sudah pulang ke rumah masing-masing. Namun, Giovanni dan Ayunda masih berada di perpustakaan sekolah. Sejak berjanji untuk berjuang bersama dan meraih masa depan yang sama, Ayunda sangat bersemangat untuk belajar lebih giat. Ia sadar, kemampuan akademiknya masih jauh di bawah Giovanni, dan ia ingin sekali mengejar ketertinggalannya agar mereka bisa masuk ke universitas impian yang sama.

Namun, usaha itu tidak semudah yang dibayangkannya. Sore itu, Ayunda tampak sangat frustrasi. Di hadapannya terbuka buku tebal berisi pelajaran Fisika yang terasa seperti bahasa asing baginya. Sudah hampir satu jam ia mencoba memahami rumus dan menyelesaikan soal-soal di depannya, tapi hasilnya tetap nihil. Kepalanya terasa pening, dan rasa putus asa mulai menyelinap masuk ke dalam hatinya.

"Ah, susah banget sih!" gerutunya pelan sambil mencoret-coret kertas buram di depannya dengan kasar. Wajahnya mengerut kesal, matanya mulai berkaca-kaca menahan rasa marah pada dirinya sendiri. "Mungkin bener kata orang-orang... otak gue emang gak bakal sanggup ngikutin standar lo, Gio. Percuma aja gue usaha sekeras apa pun, tetep aja bodoh juga akhirnya."

Giovanni yang sedari tadi diam di sampingnya, memperhatikan setiap gerak-gerik kekasihnya, segera menutup bukunya dan meletakkannya rapi di atas meja. Ia tahu, Ayunda sedang berada di titik terberatnya saat ini. Dengan lembut, Giovanni menarik kursinya mendekat ke sisi Ayunda hingga bahu mereka saling bersentuhan.

Ia memegang tangan Ayunda yang sedang mencengkeram pulpen dengan erat, perlahan meleraikan jari-jari gadis itu dan menggenggamnya dengan hangat.

"Hei... kok ngomongnya gitu?" tanya Giovanni lembut, suaranya terdengar menenangkan. Ia mengangkat dagu Ayunda agar menatapnya. Di mata gadis itu, ia melihat rasa rendah diri yang mendalam, sesuatu yang sangat ia benci melihatnya. "Siapa bilang kamu bodoh? Siapa bilang kamu nggak sanggup? Kamu cuma belum nemu cara yang pas aja, Sayang. Belajar itu nggak ada yang instan, butuh proses. Kalau sekali gagal terus nyerah, mana bisa dapet hasilnya?"

Ayunda menunduk, air matanya mulai menetes jatuh membasahi pipinya. "Tapi Gio... udah satu jam lebih gue coba, tetep aja gak ngerti. Gimana caranya gue bisa masuk universitas yang sama kayak lo kalau begini terus? Gimana caranya gue bisa buktiin ke orang tua lo kalau gue pantas buat lo kalau nilai gue aja hancur begini? Gue takut... gue takut gak bakal pernah cukup buat lo."

Hati Giovanni terasa perih mendengar kata-kata itu. Ia tahu betul perjuangan yang dilakukan Ayunda. Ia tahu betapa kerasnya gadis ini berusaha mengubah dirinya, bukan karena dipaksa, tapi karena cintanya yang besar. Giovanni segera menarik tubuh Ayunda ke dalam pelukannya, membiarkan kepala gadis itu bersandar nyaman di dadanya. Ia mengusap punggung Ayunda dengan lembut, berusaha menyalurkan semua kekuatan dan kasih sayang yang ia miliki.

"Dengerin aku baik-baik, Ayunda," bisik Giovanni di telinga kekasihnya, suaranya terdengar tegas namun penuh kelembutan. "Buat aku, kamu itu sudah lebih dari cukup. Kamu hebat, kamu kuat, dan kamu paling pintar di hatiku. Nilai sekolah itu cuma angka, itu nggak mendefinisikan siapa kamu. Tujuanku masuk universitas impian itu memang demi masa depan, tapi lebih dari itu... aku mengejar masa depan itu supaya nanti ada tempat di sana buat kita berdua. Supaya nanti aku bisa bikin kamu hidup bahagia, nyaman, dan nggak perlu susah-susah lagi. Jadi, kalau kamu nggak masuk ke sana pun, itu bukan akhir dari segalanya. Selama kita sama-sama, di mana pun kita berada, itu sudah jadi kebahagiaan terbesarku."

Giovanni melepaskan pelukannya sedikit, lalu menangkup wajah Ayunda dengan kedua tangannya. Ia menghapus sisa air mata di pipi gadis itu dengan ibu jarinya.

"Kamu nggak perlu ngejar standarku, Sayang. Kamu cuma perlu jadi diri kamu sendiri dan berusaha sebisa kemampuanmu. Kalau susah, bilang. Kalau capek, istirahat. Jangan pendam semuanya sendirian, jangan menyalahkan diri sendiri. Ada aku di sini, kan? Aku bakal bantuin kamu, aku bakal ajarin kamu sampai kamu ngerti. Kita jalaninnya pelan-pelan, sama-sama. Percaya sama aku?"

Ayunda menatap mata Giovanni yang terlihat begitu tulus dan meyakinkan itu. Perlahan, rasa takut dan cemas di hatinya perlahan hilang tergantikan oleh rasa aman dan percaya. Ia mengangguk pelan, lalu tersenyum tipis di sisa isak tangisnya.

"Percaya, Gio... gue percaya sama lo. Maafin gue ya, gue cuma... cuma takut aja."

Giovanni tersenyum manis, lalu mendaratkan kecupan lembut di kening Ayunda.

"Gak ada yang perlu dimaafin. Sekarang, ayo kita coba lagi. Kali ini aku yang jelasin, oke? Kalau kamu masih bingung, tanya aja berkali-kali sampai kamu benar-benar paham. Aku nggak bakal marah, aku nggak bakal bosan. Janji."

Sore itu pun berlalu dengan penuh kesabaran. Giovanni menjelaskan materi yang sulit itu dengan bahasa yang sederhana, menggunakan contoh-contoh kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dibayangkan. Ia tidak pernah sekalipun menunjukkan wajah kesal atau lelah, meskipun Ayunda sering bertanya hal yang sama berulang kali. Dan ajaibnya, perlahan tapi pasti, cahaya pemahaman mulai tampak di mata Ayunda. Ekspresi bingungnya berubah menjadi ceria saat ia akhirnya berhasil menyelesaikan satu soal dengan jawaban yang tepat.

"Bener, Gio! Jawabannya bener!" seru Ayunda dengan wajah berbinar bahagia, matanya bersinar terang.

Giovanni tersenyum bangga, hatinya ikut senang melihat kekasihnya berhasil. Ia mengusap kepala Ayunda dengan kasih sayang.

"Kan aku bilang juga apa? Pacarku ini pintar kok, cuma butuh diarahkan aja. Hebat, Sayang! Aku bangga banget sama kamu."

Ayunda tersipu malu mendengar pujian itu, wajahnya memerah merona. Ia menundukkan wajahnya menyembunyikan senyum bahagianya. Rasanya, lelah yang ia rasakan seharian ini seolah lenyap begitu saja hanya dengan kata-kata penyemangat dari Giovanni.

Terletak di sudut rak buku yang agak jauh, di balik deretan buku-buku tebal, ada sosok yang sedari tadi diam memperhatikan mereka berdua. Itu adalah Ibu Giovanni. Beliau sengaja datang ke sekolah untuk menemui Kepala Sekolah, dan kebetulan lewat di dekat perpustakaan saat hendak pulang. Awalnya beliau berniat lewat begitu saja, namun pemandangan di depannya membuat langkahnya terhenti.

Beliau melihat betapa sabarnya Giovanni menjelaskan pelajaran, betapa lembutnya sikap putranya yang keras kepala itu kepada gadis di hadapannya. Beliau melihat betapa gigihnya Ayunda berusaha, betapa matanya berbinar penuh semangat meskipun ia kesulitan. Dan yang paling penting, beliau melihat betapa bahagianya kedua anak muda itu saat mereka bersama.

Hati Ibu Giovanni perlahan tergerus. Selama ini beliau selalu berpikir bahwa Ayunda hanyalah gadis nakal yang tidak pantas mendampingi putra kesayangannya. Tapi hari ini, beliau melihat sisi lain dari hubungan mereka. Beliau melihat kasih sayang yang tulus, dukungan yang saling menguatkan, dan tekad yang kuat untuk membangun masa depan bersama. Perlahan, senyum tipis terukir di bibir Ibu Giovanni. Mungkin, prasangkanya selama ini memang salah. Mungkin, gadis ini memang orang yang tepat untuk putranya.

Dengan langkah pelan, Ibu Giovanni berjalan pergi dari sana tanpa mengganggu momen manis mereka, membiarkan kedua anak itu melanjutkan mimpi mereka berdua.

1
Wisnu Mahendra
ooiii...ni cerita ngalor ngidul ya? mereka kan dinikahkan karena dijodohkan? gimana sih? kok jadi sepupuan...dan baru kenalan dengan ortu masing2...pantesan yg like dan komen jutaan...ceritanya asal2an
Wisnu Mahendra
nggak ngerti ceritanya, diawal bilang sudah nikah sudah tidur bareng, trus bilang pacaran, skrg baru kenalan sama ortunya yunda...ini gimana ceritanya?
Wisnu Mahendra
kok pacaran? bukannya udah nikah?
Alex
meleleh abanng🥳
Alex
love sekebon gio🥰🥰
shabiru Al
ok mampir nih... moga aja seru gak ngebosenin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!