NovelToon NovelToon
Father'S Beloved Adopted Daughter

Father'S Beloved Adopted Daughter

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Roh Supernatural / Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Ada yang bilang anak perempuan itu kesayangan ayahnya
tapi, Anisa bukan putri kandung keluarga ini
Ia anak adopsi yang kebetulan bertemu dengan James Arthur didepan panti asuhannya.
Pertama kali melihat Anisa James langsung membawanya.
Anisa menjadi kesayangan James saja nyawanya hampir dalam bahaya.
Karena Anisa sadar ia kesayangan pria yang dianggapnya ayah sekarang semua bahaya itu ia tantang seperti masalah kecil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sombong di perbolehkan, iyakan ayah

Anisa mengatakan semua yang ia alami di panti asuhan itu tanpa di minta.

"Kau percaya sekali denganku?"

"Pak tua kelihatan baik." Terdengar pelan dan malu untuk bicara.

Seketika tangan James menyentuh kepalanya dan mengusapnya.

"Aku akan menjadikan kepercayaanmu sebagai alasan tindakanku ini."

James keluar dari mobil dan meninggalkan Anisa sendirian didalam mobil dengan jendela terbuka memperlihatkan James masuk kedalam bangunan itu lagi dan saat dua jam kemudian beberapa mobil dengan lampu diatasnya yang berbunyi datang.

"Apa ini yang namanya mobil polisi?" Anisa yang mengamati apa yang terjadi di luar mobil dengan santai tiba-tersenyum riang dan mengeluarkan tangan dan sebagian kepalanya hampir jatuh jika tak seimbang.

"Sampai jumpa orang jahat, kalian mendapatkan apa yang pantas kalian dapatkan, taa taaa!"

"Sialan kau Anisa!" Teriak wanita tua gendut yang sepertinya kesal sekali.

Seketika semuanya diam saat James.

"Sikap kalia tak pantas di ucapkan dan di perlihatkan anakku, Silva?"

"Duduk dengan baik nak, kau bisa terjatuh." James menghampirinya dan memintanya duduk dengan benar.

"Silva Viridis, urusan ini selesaikan aku akan pergi duluan."

Terkejut juga merasa tercurangi.

"Baik Tuan." Jawaban yang tegas terdengar seperti tak keberatan, aslinya sudah muak.

Sampai di penginapan Anisa yang diam saja dalam mobil tiba-tiba merasa kalo mereka berhenti di tempat yang mewah dan besar apa ini rumah pak tua ini?

Anisa benar-benar berpikir begitu tapi, salah karena mendengar kata penginapan.

"Kita dimana? Pak Tua?" Tak cepat di jawab Anisa memanggilnya pak tua lagi hingga para bawahan James yang menunggunya terkejut dan hampir terlepas tawa karena kata pak tua itu.

"Dengar, anisa aku sudah membawamu setidaknya balasan kebaikanku dengan memanggilku ayah papa atau Daddy?"

Ekspresi Anisa jijik mendengar pilihan kata yang James mau untuk panggilan dirinya.

menghela nafasnya, anisa tertekan dengan ide panggilan dari james.

"Haah~"

"Pa-Ayah... hemm ayah."

Semuanya yang melihat itu adalah para bawahan James yang tak pernah melihat Tuan mereka seperti ini, pemandangan langka harus diabadikan.

Para bawahan James seperti sedang melihat vidio aib Tuannya.

Setelah mendapatkan kamar seorang bawahan wanita mendatangi Anisa dan James berbalik menatap bawahannya yang mengangguk dan menyapa Anisa juga. Tatapan matanya bingung kenapa, perempuan itu menunduk menatapnya juga takut dengan tertunduk, kembali wajahnya menoleh ke pada dua orang di samping dan di depannya.

"Siapa?"

"Nona, perkenalkan Saya Canaria Havaiana... Mulai saat ini sebelum sampai kediaman saya yang akan bertanggung jawab mengurus nona jadi bolehkah saya membantu nona membersihkan diri dan menganti pakaiannya?" Perkataan itu sedikit membuat Anisa menerimanya walaupun tetap waspada.

Canaria Havaiana adalah perempuan yang terlihat tinggi cantik dengan rambut pendek di bawah kuping dan anting kecil di kedua telinganya di tambah tangannya yang penting meminta Anisa meraihnya.

Pandangan Canaria pada Anisa terasa sangat berharap untuk tidak takut namun, cara Anisa berhadapan dengan orang asing tidak bersembunyi di balik kedua kaki Tuan James itu patut di hargai dengan baik, dia cukup berani ya.

"Iya, boleh... Euh.. A-yah ap-apa aku boleh meminta syarat setelah mandi aku boleh makan?"

James terdiam kaget rasanya ada sesuatu yang jatuh di kepalanya rasa sakitnya didadanya.

"Apapun yang kau mau aku kabulkan asalkan kau jadi putriku dulu, janji?" Memberikan kelingkingnya yang mana kelingking kecil itu sudah lebih dulu di acungkan.

Melihat dan memperhatikan keduanya Canaria merasa sedikit penasaran hal apa yang sudah di lewati sampai makan pun harus sedikit takut memintanya.

Canaria bangkit dari berlutut untuk bicara dengan nona kecil yang akan menjadi majikannya.

James menatap Canaria dan mengangguk. Canaria membungkukkan sedikit tubuhnya lalu James melewatinya.

Saat membantu membuka pakaiannya betapa kaget saat suara ringisan terdengar bersamaan kata, aduh.

Luka lebam, sayatan benda tajam di sengaja dan tak sengaja lalu lecet dan sikut yang seperti terkena benda panas melepuh. Beruntung ini luka pada tubuh kecil yang kuat jika tidak mungkin sejak awal ia sudah tiada.

"Anda mau saya bantu mandi nona?" Lembut dan ramah nada suaranya sampai Anisa mengangguk memperbolehkannya dan setelah selesai mandi tiba-tiba Anisa melihat ada kotak obat yang tadinya tak ada didalam ruangan ini.

"Nona saya bantu pakaikan salep dan obat luar ya, jika perih anda harus bilang ya."

Mengangguk jawaban Anisa sampai selesai mengobati memakaikan baju yang sudah di siapkan dan akhirnya tiba waktu makan. Canaria mengantar Anisa keruangan sebelah di kamar Anisa.

James memesan ruangan khusus dengan kamar bersebelahan juga luas mirip kamar bangsawan yang biasa di pesan para konglomerat.

Melihat kedatangan Anisa yang sudah cantik dengan rambut di urai tapi, masih terlihat di kepang agar tak menutupi wajahnya yang ternyata benar-benar mirip dengan orang tadinya samar James ingat sekarang benar-benar jelas.

"Bagaimana rasanya mandi?"

"Harusnya ayah bertanya kenapa kau tidak tenggelam di bak mandi?"

Canaria kaget sebelum ia pamit pergi ia mendengar itu membeku di tempat.

"Jika itu terjadi maka Canaria juga aku tenggelamkan."

"Eh tidak, kakak Tidak salah... Ayah jahat sekali mulutnya bicara..terimakasih kakak sudah membantuku."

"Tidak masalah nona anda bisa memanggil saya lagi, saya permisi."

Sekarang tinggal mereka berdua dan Anisa yang mau duduk pun harus berusaha naik keatas kursi dengan susah payah.

"Ayah tega sekali."

"Aku salah? Aku diam saja."

"Aku ini tak sampai kekursi ayah, setidaknya tawari aku bantuan kenapa malah hanya diam, dasar tidak pengertian!"

Tertohok rasanya ia baru saja di sindir putri yang baru beberapa jam menjadi putri nya.

"Sudahlah.. Kau selalu saja berisik makanlah ini lalu aku akan memberikanmu sesuatu."

"Baiklah, aku akan jadi putri ayah yang baik, selamat makan."

James memandanginya sedikit kesal rasanya kenapa anak sekecil ini ada di tempat hina seperti itu di tambah tubuh berharganya di lukai.

"Loh ayah hanya minum teh, aku sudah hampir habis?"

"Iyaa kau makanlah yang banyak agar cepat besar."

"Eit eit... Mana ada begitu, jika ayah memintaku cepat besar ayah akan sedih nantinya dan aku akan mengurus masa tua ayah dengan baik, lalu ayah akan bilang ayah harus bersyukur punya putri yang baik dan cantik juga pengertian."

Terdiam lagi, James sepertinya salah mengajak anak ini bicara.

"Kenapa ayah diam?"

"Kau berisik."

"Kalo gitu tidak usah bicara aku juga tidak akan bicara!" Marahnya tapi, dengan mulut yang penuh. James mengambil tisu membantu mengelap pipi gembul yang asik mengunyah daging dan sausnya berantakan.

"Pelan-pelan saja semuanya milikmu."

"Lama kelamaan kamu terbiasa sombong ya, belajar dimana?"

"Ini adalah... Sombong diperbolehkan... iyakan ayah, karena aku putri ayah." Sambil mengedipkan sebelah mata kirinya dan senyuman miring memperlihatkan sedikit gigi di tambah tangan kecil memegang garpu dan sempatnya memberikan dua acungan ibu jari.

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
jangan kasih ampun
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
hajarrr
Jijah Atul
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!