NovelToon NovelToon
Merubah Hati

Merubah Hati

Status: tamat
Genre:CEO / Tukar Pasangan / Persahabatan / Tamat
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Chariz

Leo Bagaskara, pria yang terobsesi dengan kekasihnya sendiri Sasha Wiratama. Harus menelan pil pahit sebuah kenyataan jika Sasha malah di jodohkan oleh keluarganya, gila nya lagi pria tersebut adalah kakak nya sendiri Levi Bagaskara.

Adreena, yang merupakan sahabat Sasha baru saja mengalami patah hati. Tunangan nya malah selalu memperhatikan teman masa kecilnya, bukan diri nya yang jelas-jelas calon istrinya.

Leo dan Adreena, sebelumnya memang saling mengenal namun keduanya terjebak oleh keadaan yang tidak pernah di sangka sebelum nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Leo menekan tombol panggilan di ponsel yang berada di dashboard mobilnya. Siang ini langit terlihat mendung meskipun tadi matahari sempat bersinar terik, namun tiba-tiba awan hitam bergelayut manja menutupi cahaya gagah sang matahari.

Terlihat Edric, atasan nya itu melakukan panggilan video.

"Siang, tuan muda"

"Iya"

"Saya ingin tahu kenapa kamu mengirimkan surat pengunduran diri ke email perusahaan" ucap Edric dengan tatapan intimidasi nya.

"Maaf tuan muda. Saya ingin fokus mengelola kafe dan bekerja di perusahaan keluarga. Anda tahu sendiri kakak saya suka judi, saya tidak ingin perusahaan terpuruk kembali, apalagi yang ingin di jual nya? Setelah saya di jadikan alat untuk meminjam dana ke perusahaan lain" Leo mengeluhkan hidup nya di hadapan Edric. Selama beberapa tahun dirinya hanya berkeliaran di sekitar tuan muda Wiratama tersebut, tentu saja Leo sudah tidak canggung berbagi cerita.

"Baiklah, kalau itu keputusan mu. Saya akan transfer uang gaji bulan ini dan pesangon mu"

"Terimakasih, tuan muda"

Fyuh. Leo merasa lega, Edric terlihat biasa-biasa. Mungkin Sasha tidak menceritakan nya atau mungkin belum. Seketika mata Leo mendadak gelisah.

Mobil masih melaju di tengah hiruk pikuk nya jalanan ibu kota. Leo memutar playlist musik untuk menemani sepi, sembari mengemudi terkadang Leo ikut menyenandungkan lagu favorit nya.

Sebuah coffee shop bertuliskan Leo's Coffee House, mengusung tema vintage yang di beri sentuhan gaya modern. Simple, romantic dan cozy.

Leo masuk melalui pintu samping yang langsung terhubung dengan ruang kerjanya. Satu set meja kerja dan sofa untuk menerima tamu terlihat sederhana di dalam ruangan tersebut. Saat hari libur, Leo terkadang menghabiskan seharian waktu nya di sini.

Ia keluar untuk memeriksa kinerja karyawannya, hampir semua karyawan nya adalah remaja laki-laki yang putus sekolah berasal dari anak jalanan yang sering mengamen di pertigaan lampu merah.

"Bang Leo!" seru salah satu karyawan nya yang bernama Anand. Ia salah satu karyawan yang bukan berasal dari anak jalanan. Anand adalah seorang mahasiswa penerima beasiswa di salah satu universitas ibu kota.

"Bagaimana lancar?" Leo menepuk pundak Anand.

"Lancar bang, malah tambah rame" Anand juga terkadang merangkap asisten barista, jika pengunjung tengah membludak.

"Saya ke depan dulu"

"Iya bang"

Leo melangkah menuju meja bar untuk menemui adik temannya yang ia pekerjakan sebagai barista. Ia salah satu pecinta kopi, sehingga sampai piawai meracik nya.

"Zayn" panggil Leo.

"Eh tuan boss" ucap Zayn, ia tersenyum jahil.

"Yang bener kerja nya" Leo dengan nada bercanda kemudian duduk di hadapan Zayn yang tengah meracik pesanan salah satu pengunjung.

"Gimana kabarnya Mahen?" tanya Leo.

"Ya gitu bang, masih seneng keluyuran bareng club motor nya"

"Kalau pulang, bilangin suruh mampir kemari"

"Siap bang"

"Ya sudah, saya tinggal dulu"

Leo kembali masuk ke ruangan nya. Ia mulai memeriksa pembukuan keuangan kafe nya.

**

Ting.. Tong.

Suara bel terdengar berbunyi, segera Sophia membuka pintu. Mungkin itu kurir pengantar makanan. Sophia terlebih dahulu melihat dari Intercom, ia langsung membuka pintu saat terlihat memang itu seorang kurir.

"Saya ingin mengantarkan pesanan pak Leo"

Sophia membola, tak jauh dari tempat kurir berdiri. Papanya tengah menatap nya dengan tatapan tajam.

"Papa!" Sophia melonjak kaget.

"Mohon di terima" ucap kurir tersebut.

"Ah iya, terimakasih" Sophia terlihat kikuk kala tatapan papanya itu menghunus netranya.

"Masuk, pah" ucap Sophia setelah kurir pengantar makanan telah pergi.

"Kamu tega ninggalin papa sendiri" ucap Rasyid, alih-alih basa basi dirinya langsung menginterogasi putrinya.

"Maaf pah. Ini sudah keputusan mas Leo" Sophia menundukkan kepala nya.

Hah. Nafasnya yang semula tertahan kini keluar bersamaan dengan rasa tidak rela di hati Rasyid.

"Sophia jika kamu tidak bahagia, ayo kita pulang. Maafkan papa yang memaksa mu untuk menikah" Rasyid mendudukkan dirinya di atas sofa.

Sementara saat Leo mengetahui mertuanya datang ke apartemen dari satpam yang menghubungi nya. Ia segera kembali ke apartemen, langsung memacu kecepatan mobilnya. Untung saja jarak kafe dan apartemen nya tidak terlalu jauh.

Nafas Leo terengah-engah. Brak, Leo membuka pintu. Sophia langsung mendongakkan kepala nya saat melihat Leo tiba-tiba datang.

"Mas"

"Papa sudah lama?" tanya Leo, ia mengatur nafasnya kembali.

Ketiga nya diselimuti keheningan sejenak.

"Papa kesini untuk menjemput Sophia"

Ada jeda sebelum Leo menjawab.

"Silakan. Sophia keluar dari apartemen ini, ia sudah bukan istri saya lagi"

"Mass" Sophia menggelengkan kepalanya "Aku tidak ingin bercerai mas"

"Bukan nya tadi kamu tidak mau tinggal di sini? Ya memang apartemen ini tidak layak untuk kamu tempati"

"Bukan begitu mas. Tolong jangan ceraikan aku" Sophia mencium tangan suaminya "Aku tadi masih marah" Sophia menatap ke arah Leo. Istri mana yang tidak marah saat suaminya mendesah menyebutkan nama wanita lain.

"Papa, nanti Sophia akan sering jenguk ke rumah. Sophia janji" Sophia beralih ke arah Rasyid, bersimpuh di bawah kaki papa nya.

"Baiklah, papa mengizinkan kamu tinggal disini. Tapi jangan telat jenguk papa" Rasyid akhirnya mengalah, kemudian membangunkan Sophia.

"Iya pah Sophia janji" Sophia langsung memeluk Rasyid.

1
kil rifi gaming
gila anying si Leo , kerennn kak novel nya
Ainul Latifah
kenapa cerita Leo malah suka ke natasha thor?
Chariz: Iya kak mulai masuk ke ranah konflik, memang Leo adalah karakter yang mempunyai masalah dengan mental. Terimakasih sudah mampir.
total 1 replies
November
lanjut
Chariz: Terimakasih sudah mampir kak☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!