Alya, wanita cantik yang sudah lelah dengan kisah kehidupannya, mencoba untuk membuka hatinya kembali untuk seorang pria yang dijodohkan oleh bos di kantornya. Ia berharap itu yang menjadi cinta terakhirnya. Namun, siapa sangka ternyata pria itu menyimpan sebuah masa lalu yang membuat Alya, kembali berpikir apakah ia harus hidup tanpa cinta untuk selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon empat semanggi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kesalahan
"aku jemput, untuk makan siang sebentar,," Alya mengerutkan keningnya saat membaca sebuah pesan dari nomor yang tak di kenalnya.
Baru saja ia akan membalas pesan itu, namun satu pesan masuk membuat Alya menghentikan ketikannya. Ternyata pesan itu dari Raka. Alya yakin, bu Rany yang telah memberikan nomor ponselnya pada Raka.
"iya" balas Alya lalu meletakkan ponselnya dan kembali bekerja. Alya tak tahu, satu balasannya itu membuat Raka semakin penasaran dengan dirinya.
Alya adalah tipe wanita yang tak ingin mencampuri urusan pribadi dan pekerjaan. wanita itu selalu bertanggung jawab penuh dengan apa yang ia kerjakan.
Di lain sisi.
Raka tampak menggenggam ponselnya cukup kuat, ia tak menyangka Alya hanya membalas pesannya sesingkat itu.
Baru kali ini, ia diabaikan oleh seorang wanita. Raka sudah terbiasa dengan wanita yang mengejarnya, sehingga ia sedikit terganggu jika di abaikan.
Ia buru-buru menyelesaikan pekerjaannya karena sudah tak sabar untuk bertemu Alya. Bukan tak sabar bertemu Alya, tapi lebih tepatnya ingin melihat wanita itu yang sudah mengabaikan pesannya itu.
keluarga Raka cukup terpandang di kota Deo. Mereka memiliki dua perusahaan yang cukup besar yang dikelola oleh ibunya dan juga ia sendiri. sedangkan ayahnya, mengurusi perusahaan mereka di luar negeri.
Raka juga disibukan dengan beberapa anak perusahaan yang baru ia rintis, karena itulah ia pasrah saja dijodohkan oleh ibunya.
"Dave, tolong batalkan makan siang ku dengan pak Max, katakan aku sedikit sibuk" ucap Raka pada sekertaris nya itu.
Dave hanya menganggukan kepalanya paham. selain menjabat sebagai sekertaris Raka, Dave juga merupakan sahabat sekaligus orang kepercayaan Raka. pria itu belum mengetahui jika Raka sudah di jodohkan oleh ibunya. Dave pasti akan lebih kaget lagi jika mengetahui Raka langsung menyetujui perjodohan itu.
ia juga pasti akan lebih terkejut jika mengetahui bahwa Raka rela membatalkan pertemuannya dengan pak Max, hanya untuk bertemu dengan Alya. wanita yang dijodohkan dengannya.
..
"Kau ingin menyetir sendiri?" tanya Dave tak percaya. Baru kali ini, Raka akan pergi tanpa dirinya. yaaa,,selain menjabat sebagai sekertaris dan asisten pribadi, Dave juga merangkap sebagai sopir pribadi Raka.
"nggak usah pura-pura terkejut, bilangnya saja kau bahagia karena bisa bersenang-senang setelah ini" ucap Raka, sambil melonggarkan sampul dasinya.
Dave membuang nafas panjang mendengar ucapan Raka. "Aku, sedikit curiga padamu, apa yang sudah kau sembunyikan dariku?" Dave menaikkan sebelah alisnya, membuat Raka salah tingkah.
"ada apa dengan dirimu? kau terlihat salah tingkah" ucap Dave lagi membuat Raka semakin salah tingkah.
"enggak, nggak ada apa-apa. aku hanya ingin mandiri" ucap Raka, setelah berhasil mengontrol dirinya. untuk saat ini, Dave tak boleh tahu apa yang sedang dilakukannya, jika tidak semuanya akan menjadi kacau.
Tanpa membuang waktu, Raka meraih kunci mobilnya, dan pergi dari hadapan Dave, sebelum pria itu menghujaninya dengan berbagai pertanyaan.
..
Alya menatap Raka yang tak berani menatapnya. wanita itu sedikit kesal, karena Raka datang lebih awal dari waktu yang ditentukan, sedangkan ia masih mempunyai beberapa pekerjaan yang harusnya ia selesaikan sebelum jam makan siang.
Awalnya ia tak ingin menemui Raka, jika bukan karena bu Rany yang memintanya untuk bertemu dengan puteranya itu.
Raka, pria itu seolah mati kutu saat ditatap oleh Alya dari balik kacamatanya. Baru kali ini, baru kali ini ia merasa tertindas oleh seorang wanita. Entah aura apa yang dimiliki oleh Alya, namun wanita itu mampu membuat Raka yang selalu berada di atas wanita sedikit tertekan saat berada di depannya.
Raka, jadi teringat ucapan ibunya, saat berniat untuk menjodohkannya dengan Alya. Ibunya sudah mengingatkannya bahwa Alya bukan perempuan yang sering Raka temui, dan dibantah keras oleh Raka.
Ia pikir bahwa wanita yang akan dijodohkan dengannya akan sama dengan wanita-wanita sebelumnya, namun nyatanya ia salah. Alya benar-benar berbeda dari lainnya.
Mungkin, malam mereka bertemu Raka'lah yang memegang kendali, namun entah bagaimana, saat ini Alya'lah yang memegang kendali.
"jadi, apa yang harus kita pesan saat ini?" suara Alya membuyarkan lamuan Raka.
"sesuaikan saja dengan pesanan mu" jawab Raka.
Tanpa menunggu lama, Alya kemudian memesan beberapa makanan berat untuk makan siang mereka.
"aku ingin menemui orang tua mu" ucap Raka tiba-tiba.
Alya tampak menggigit bibir bawahnya mendengar pertanyaan Raka.
"apa kau yakin?" Alya balik bertanya. Raka memutar bola mata malas mendengar pertanyaan Alya.
"tentu saja, kenapa enggak?"
"Kau ingin menemui ayahku, atau ibuku?" tanya Alya lagi.
"keduanya, aku ingin bertemu ayahmu, dan juga ibumu. Aku juga ingin bertemu dengan saudara-saudaramu" jawab Raka.
"apa kau yakin dengan perjodohan ini?" Alya kembali bertanya.
"kenapa? kamu nggak yakin dengan perjodohan ini?" Raka balik bertanya.
Alya tampak menarik nafas panjang sebelum mengangkat kembali sudut bibirnya. "Entahlah, aku merasa kita berdua sangat berbeda, kau terlalu tinggi untuk aku yang cukup rendah" suara lirih Alya terdengar.
"awalnya, aku setuju dengan perjodohan ini. Tapi, setelah pembicaraan tentang orang tua, ku rasa aku nggak pantas untuk mu" tambah Alya.
Entah mengapa, Alya merasa kurang percaya diri saat Raka membahas orang tua. Ia bahkan tak yakin bisa mempertemukan Raka dengan ayahnya nanti.
"apa yang kau takutkan? apa aku bisa mengetahuinya?" tanya Raka hati-hati. Ia cukup penasaran dengan sikap Alya yang tiba-tiba merasa kurang percaya diri itu.
"ak,,aku,,aku takut kau akan menge,, "
"ku pikir kau akan percaya diri saat di jodohkan dengan ku, karena yang berada di belakang mu adalah ibuku, tapi ternyata kau sama saja," potong Raka.
Alya tertegun mendengar ucapan Raka.
"maksudmu?" Alya mengerutkan keningnya.
"mengapa kau harus takut jika aku akan mengetahui semua hal tentang mu? bukannya ibuku lebih dulu mengetahuinya, dan ia masih tetap memilihmu untuk ku?" Raka menjeda ucapannya kemudian melanjutkan.
"jika kau ragu dengan dirimu, berarti kau juga meragukan pilihan ibuku. Apa kau ingin mengetahui sebuah rahasia?" Tanya Raka pada Alya, dan tanpa menunggu jawaban dari Alya, pria itu kembali melanjutkan.
"ibuku, nggak pernah salah memilih, apalagi itu untuk aku. sebelum mengambil keputusan, ibu telah lebih dulu menyelidikinya." ucap Raka.
Entah mengapa, ia sedikit kecewa dengan tindakan Alya. Harusnya Alya tak perlu takut, dan percaya pada keluarga mereka.
walaupun terpandang kaya, Raka tak pernah diajari kedua orang tuanya untuk merendahkan orang lain. jadi, jika Alya takut, karena berpikir Ia akan merendahkannya setelah mengetahui seluk beluk keluarganya maka Alya salah besar karena Raka bukan tipe pria seperti itu.
"Baiklah, maaf karena sudah menganggu waktumu, aku ak,,"
"maaf,,aku nggak bermaksud untuk membuatmu nggak enak" potong Alya.
"sekali lagi aku minta maaf" ucap Alya lagi.
Raka tampak terdiam mendengar permintaan maaf Alya.
"it's ok," jawab Raka lalu bangkit dari duduknya.
"apa kau ingin menemui ibuku, lebih dulu?" tawar Alya.
"aku sedikit sibuk hari ini, lain kali saja kita bertemu ibumu" jawab Raka.
Tanpa menunggu jawaban dari Alya Raka kemudian pergi dari sana, setelah membayar biaya makan siang mereka.
Alya menggigit bibirnya melihat kepergian Raka. ia tahu, ia salah karena itu ia tak berani untuk mengejar pria itu.
"Harusnya aku tak mengatakan hal itu" gumam Alya, lalu bangkit dari duduknya dan pergi dari sana.
apakah Raka akan mengecewakan Alya.. or.. Alya yg akan selalu jadi pilihan terakhir Raka....?!?
biar cepet koit tuhhhh marah-marah melulu 😤
lanjuuttttt 💪💪💪🤩🤩
semoga langgeng dan harmonis terus rumah tangga nya 👍👍🤗🤗🤗
gak tergoda yg lain, atau menyakiti hati Alya 👍👍🤗