NovelToon NovelToon
Gelang Bima

Gelang Bima

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Ilmu Kanuragan
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

satria baru mengetahui jika dirinya hanya seorang anak yang di temukan oleh kakek pandu saat berada di kaki gunung gede, saat kakek Pandu merasa ajalnya sudah dekat ia memberikan sebuah gelang yang ada bersama Satria langit saat ia menemukannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Firasat Buruk

Satria mulai berlatih, dia mulai bergerak sesuai dengan ingatan yang di tinggalkan oleh Resi Wiratama

Rutinitas Satria kini hanya berkebun dan berlatih, di kaki gunung Rajabasa keadaan yang sunyi dan udara yang belum tercemar membuat pondasi tenaga dalam Satria sangat kokoh, untuk melatih ilmu meringakan tubuh Satria berlari dengan membawa beban di kaki dan tangannya

Tak terasa sudah tiga bulan Satria bekerja di PTP , tubuhnya makin berisi karena pekerjaan yang biasa ia lakukan di tambah dengan latihan latihan

Pagi itu, entah mengapa ia sama sekali tak bisa berkonsentrasi, beberapa kaliia bermeditasi namun selalu gagal

" Ada apa ini?" tanya Satria dalam Hati, tiba tiba ia seperti melihat bayangan Hadi yang sedang di pukuli

" apa hadi kena masalah?" tanya nya dalam Hati

Tok

Tok

Tok

"Nak satria kamu sudah bangun?" dari luar terdengar suara pak Karno memanggil

" Sudah pak, sebentar" sahut Satria , ia segera ke depan dan membukakan pintu

" tumben kesiangan, apa kamu sakit?" tanya pak Karno, karena sudah jam delapan Satria belum kerumahnya, padahal hari ini gajihan

" bukan sakit pak, tapi dari subuh tadi perasaan saya ga tenang, saya merasa teman saya lagi kena masalah" sahut Satria

" Kalau kamu tak tenang mending di tengok dulu," Saran Pak Karno

" Iya pak, apa saya bisa minta izin beberapa hari?" tanya Satria

"Bisa setiap bulan kan kamu punya jatah libur tiga hari,selama ini kamu ga pernah libur, jadi kamu bisa libur selama sembilan hari" sahut pak Karno

" terima kasih pak," sahut Satria senang, karena dia bisa libur

" Hari ini ada mobil yang akan keluar kalau nak Satria mau ikut nanti jam sebelas tapi mungkin hanya sampai jalan Raya " ucap Pak Karno

"Oh iya pak ga apa apa , nanti saya naik bus saja dari Jalan Raya pak" sahut Satria , dari jalan raya jelas gampang nyari angkuta yang susah justru dari desa Munjuk ke jalan utamanya

" Ya udah ini gajimu bulan ini, bapak pulang dulu"  Pak Karno memberikan amplop yang di bawanya dan pulang kembali ke rumahnya

Satria bergegas mandi , setelah salin dengan pakaian yang bersih ia keluar dari rumah.

Saat ia ke rumah pak Tarno, ada beberapa orang yang juga sedang mengambil gaji

"Wah still amat mau kemana?" seorang pekerja yang kenal cukup akrab dengan Satria, Satria memang supel ia bisa bergaul dengan siapapun, hanya saja selama di perkebunan ia lebih banyak mengahbiskan waktu untuk bekerja dan berlatih, jadi tak banyak berinteraksi dengan para pekerja lain, hanya yang sering ke rumah pak Karno saja yang mengenalnya cukup baik.

" Iya pak, saya mau pulang dulu" jawab Satria sambil tersenyum

" Ooh mau pulang dulu, hati hati di jalan yah"

" Iya pak terima kasih"

Satria berpamitan dengan semua yang ada disana yang rata rata mengenalnya walau hanya sekilas, dengan menumpang mobil truk pengangkut buah coklat berangkat.

"Aku coba telpon Hadi dulu" Pikir Satria saat berada di dalam mobil, tetapi handphone Hadi tak aktif

" Kemana dia, tumben ga aktif telponnya?" Gumam Satria

Ia mencoba menelpon Bimo

" Euy kebetulan loe telpon, sekarang lagi ngapain bro!?" Terdengar suara cempreng Bimo

" Gw mau ke rumah tanjung karang, no Hadi kenapa ga aktif?" Tanya Satria

" Engg, sekarang loe lagi dimana, biar gw jemput" Sahut Bimo

" Ini masih di desa munjuk, ada apa emang dengan Hadi?" Tanya Satria ia merasa ada yang di sembunyikan oleh Bimo,

" Nanti gw ceritain gw ke sana sekarang" Ucap Bimo

" Eh, nanti dulu, loe tunggu di Gampang Raya aja, mobilnya berhenti di sana, gw naik mobil pengangkut buah soalnya" Ucap Satria cepat takut Bimo memutus telpon dan menyusulnya ke desa Munjuk

" Ya udah gw kesana sekarang " Bimo langsung menutup sambungan telpon

" Hais, anak ini memang grasa grusu terus" Gumam Satria,

" Mas, masih muda kok mau kerja di perkebunan?" Sopir yang mengemudikan mobil bertanya setelah melihat Satria selesai menelpon.

" Ya mau gmana lagi mas, adanya lowongan ini" Sahut Satria sambil tersenyum

" Oh iya saya Satria mas, masnya siapa?" Tanya Satria sambil mengenalkan diri

" Saya edi, mas kayanya kamu baru lulus yah?" Tanya Edi, karena melihat Satria yang masih muda

" Iya mas, saya lulusan tahun ini" Jawab Satria

" Kamu masih muda ga niat lanjut sekolah?" Tanya Edi lagi

" Niat mas, tapi mungkin tahun depan, saya mau nyari pengalaman dulu"

" Bagus itu, nah kita udah sampai, "  Mobil berhenti di Jalan Rampang Raya, Satria melihat keluar saat melihat patung Sapi di tengah jalan masuk ia sadar ia telah sampai.

" Makasih yah mas, nanti kalau aku sudah ke kebun lagi main ke rumahku" Ucap Satria sambil membuka pintu

" Ya, nanti aku mampir, sepertinya kamu juga asik di buat ngobrol " Sahut Edi, Satria mengangguk dan melompat turun dari mobil truk itu.

" Woi , Satria, gw di sini?" Dari arah warung terdengar panggilan dari Bimo.

" Gimana kabar loe bim?" Tanya Satria

" Gw baik, eh loe nambah item aja ha ha ha" Jawab Bimo sambil tertawa karena melihat kulit Satria yang sedikit menghitam

" Sialan loe" Gerutu Satria

" Ayo berangkat, " Ajak Bimo sambil naik ke motornya

" Eh helm buat gw mana?" Tanya Satria

" He he he, gw lupa bawa, tadi dapet telpon langsung kesini" Sahut Bimo nyengir

" Kalau di tilang gw ga tanggung jawab yah" Timpal Satria, ia naik ke boncengan motor Bimo

" Tenang, kalau ada polisi gw tinggal bilang, yang di bonceng dapet nemu pak"

" Sue" Gerutu Satria

Motor melaju meninggalkan Simpang Campang raya, saat sampai di panjang, Bimo tak mengambil jalan utama tetapi mengambil jalan tikus , ia masuk ke gang gang yang ukuran jalannya hanya cukup untuk dua motor berpapasan. Dan keluar di jalan baru Panjang .

" Kok elo tau jalan kaya gitu? " Tanya Satria

" Gw punya temen di rangai,kalau di ajak kesana pasti lewat jalan tadi " Jawab Bimo

" Pantes aja" Gumam Satria pelan

Bimo mengajak Satria mampir ke rumahnya, sebelum menemui Hadi,

" Kita makan dulu, baru kesana, laper gw" Ucap Bimo,

" Iya bagus itu, loe kalau laper rese" Celetuk Satria

" He he he"  Bimo nyengir

" Eh kok sepi, pada kemana?" Tanya Satria, biasanya kalau main ke rumah Bimo, selalu ramai

" Mereka lagi pada ke pasar, sore paling baliknya" Jawab Bimo.

Setelah makan mereka berbincang sejenak sambil ngopi di teras depan,

Ternyata Bimo melanjutkan kuliah di Darma Jaya, mengambil.jurusan komputer,

" Eh loe mending kuliah aja deh, gw ga punya teman nih di kampus " Ucap Bimo tiba tiba,

" Tahun besok gw kuliah, sekarang belum bisa " Jawab Satria pelan

" Udah mau sore ayo berangkat  " Ajak Bimo saat melihat sudah jam 3 sore

Satria mengangguk dan keluar menuju garasi di nama motor Bimo terparkir.

1
Jujun Adnin
yang banyak
Jack Strom
Wih... Ceritanya asik... Lanjut Thor!!! 😁
Jack Strom
Jangan marah² lah guru... 😁
Jack Strom
Satria jangan gitu lah, entar Nikennya digondol cowok lain, kan gak seru... 😁
Jack Strom
Alur ceritanya sudah benar, menarik...
Tapi sayang kalau Satria jika dipecat dari kerjanya, soalnya kerjanya sudah mantap tuh, santai dan lingkungannya sangat mendukung untuk latihan²nya... 😁
Jack Strom
Hahaha... Sang guru sewot kepada muridnya, karna jarum sang murid lebih gede dari pada jarum sang guru. 😁😁😁
Jack Strom
Jangan buru² terpapar kemampuan Satria, resikonya tinggi... 😁
Jack Strom
Ish ish... ada yang kepo... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Menarik... 🤔
Jack Strom
Eh, gelangnya ada jejak tidak??? 😁
Dewi kunti
semoga satria bisa melindungi teman berasa saudara
Dewi kunti
Niken yg ndeketi satria nich
Dewi kunti
yg ngechat Hadi dong,kan satria ad didekatnya
Blue Angel: he he he iya salah kak Terima kasih nanti di revisi
total 1 replies
Was pray
bikin repot terus si hadi
Dewi kunti
lho Niken jd perginya sama Hadi pa satria nich
Jack Strom: Walah... Salah dikir ya ra opo² toh, yang penting semangat tetap membara... Ia kan Thor... 😁
total 2 replies
Was pray
up nya ditambah bang othor... gak cuma 1 episode tiap harinya biar atau reader puas dan hadiah pada meluncur.... 🤭
Dewi kunti
kok malah jd ky pesan singkat,gw🤭🤭🤭🤭
Blue Angel: he he he🤣🤣🤣
total 1 replies
Was pray
satria udah ada kemajuan dalam ilmu pengobatan, cuma bang Deni yg belum ada peningkatan jumlah up nya masih stagnan belum nambah jadi 2 atau 3 episode tiap harinya... 🤭🤭🤭🤣
Dewi kunti
motor ad bagasinya🤔🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!