Hujan turun tanpa jeda malam itu, di kamar kos sempit berbau lembab, Dian terbaring sendirian, tidak ada keluarga yang menemani Dia hidup sebatang karang, hanya terdengar suara tetesan air dari atap bocor, nafasnya semakin berat. Perutnya kosong sejak kemarin Dian belum makan apapun, Dian sudah terbiasa menahan lapar, sejak kecil Dia hidup tanpa orang tua bekerja serabutan berpindah-pindah tempat tinggal. Menahan hinaan, rasa dingin sendirian, seakan dunia tidak pernah memberinya pilihan.
Namun malam ini terasa berbeda, tubuhnya terlalu lemah untuk bangkit, pandangannya mulai kabur, Dia menatap langit-langit atap yang bocor dan tersenyum tipis, "Apa memang hidupku cuma sampai disini..?"
Malam itu hujan turun semakin deras, angin menyusup dari celah jendela membawa hawa dingin yang menusuk tulang.
Nantikan kelanjutan cerita yaa🌹🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twis G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 2
Pagi itu, setelah meneguk semangkuk bubur gandum encer, Yin Yin mengenakan mantel kapas tipis yang sudah bertambal di sana sini, Yin Chen berjalan di depannya membawa kapak kecil, sementara Yin Yin membawa keranjang anyam di punggungnya.
Di luar salju masih tebal, tetapi matahari mulai muncul di balik awan, udara mengigit membuat napas mereka terlihat seperti asap tipis.
"Kita tidak boleh masuk terlalu dalam," ujar Yin Chen pelan. "Di dekat sungai biasanya ada kelinci, tapi jejaknya sulit terlihat saat salju turun."
Yin Yin mengangguk, walaupun tujuan utama bukan hanya berburu, begitu mereka sampai di tepian sungai, sebagian sudah membeku, Yin Yin berhenti dan memperhatikan sekitar, pepohonan liar tumbuh jarang, semak-semak rendah menonjol dari sela salju. Dia berlutut menyibakkan lapisan putih dengan tangan yang mulai memerah karena dinginnya salju, di bawahnya, terlihat daun kecil bergerigi yang masih hijau. Yin Yin berbinar, ini edible wild greens, ingatan dari kehidupannya sebagai Dian muncul jelas, Dia pernah membaca tentang tumbuhan liar yang tetap hidup di musim dingin dengan akar liar, daun mustard gunung dan umbi-umbian kecil yang tahan beku, dengan ini bisa membantu mengisi stok makanan mereka di musim dingin.
"Chen, bantu kakak gali pelan-pelan disini."
Yin Chen menurut meski bingung, tak lama kemudian mereka juga menemukan beberapa umbi kecil sebesar ibu jari, tidak banyak tetapi cukup untuk menambah makanan mereka.
Mata Yin Chen membulat ketika melihat kakaknya mengali tanaman umbi itu,
"Kakak ini bisa dimakan?"
"Bisa, tapi harus direbus dua kali supaya tidak pahit nanti saat dimakan."
Mereka melanjutkan menyelusuri tepi sungai, Yin Yin tidak hanya mencari yang bisa langsung dimakan Dia juga mengamati tanah disekitarnya. Tanah di sekitar sungai tidak membeku sepenuhnya, ada bagian yang lebih gembur, terutama di dekat berbatuan besar yang menahan angin musim salju.
Yin Yin tersenyum lebar, kalau saja tanah ini tidak sepenuhnya beku, berarti saat salju mulai mencair tempat ini bisa ditanam lebih awal.
Dalam kehidupan sebelumnya, Dian memang bukan petani tetapi Dia pernah bekerja serabutan di kebun sayur pinggiran kota, Dia tahu dasar-dasar menanam, memilih tanah, menyimpan benih, membuat bedengan dan memanfaatkan sisa tanaman, untung ingatan itu masih tersisa dan Dia bisa memanfaatkannya di kehidupannya ini.
Saat sedang melihat tanaman di dekat sungai, Yin Yin merasa kepala sedikit sakit, dan tiba-tiba suara asing mengema di kepalanya.
DING!
[Selamat, Tuan Rumah berhasil menemukan sumber pangan liar pertama]
[Memenuhi syarat aktifitas sistem pertanian dasar]
[Apakah Tuan Rumah ingin mengaktifkan sistem pertanian]
Ya/Tidak
Yin Yin terdiam sejenak ditengah hutan dekat sungai itu, "Tunggu, aku dapat sistem pertanian?"
[Benar, ini bisa membantu Tuan Rumah di dunia ini]
"Baik, kalau begitu aku ingin pasang sekarang tapi, apa ini juga terasa sakit?"
[Iya Tuan Rumah, hanya saja tidak terlalu sakit]
"Oke, pasang sekarang sistem, dan jangan panggil aku Tuan Rumah, panggil saja Yin Yin"
[Baik, pemasangan di proses...]
10% ..20%...30%...70%...80%...90%...100%
DING!
[Pemasangan selesai Yin Yin]
"Uh, ternyata rasanya sakit juga, terimakasih sistem" ucap Yin Yin
[Sama-sama Yin Yin, sudah tugas sistem membantu]
Yin Chen yang melihat kakaknya diam dari tadi memanggil dengan khawatir, "Kakak, kenapa?"
Yin Yin tersadar, "Tidak apa-apa."
Yin Yin belum sepenuhnya sadar, Dia masih belum percaya mendapatkan sistem pertanian, dalam benaknya muncul panel transparan yang hanya bisa Dia liat.
SISTEM PERTANIAN - LEVEL 1
Fitur awal:
*Identifikasi tanaman liar
*menyimpan benih (ruang 1 meter kubik)
*peningkatan kesuburan tanah+10%
Misi awal: tanam 10 bibit pangan sebelum akhir musim dingin
hadiah: paket benih gandum tahan dingin.
Napas Yin Yin tercekat melihat tampilan layar sistem itu, ini bukan hanya keberuntungan yang Dia dapat, tapi juga kesempatan kedua untuk membantu keluarga pemilik tubuh ini.
"Chen," katanya pelan, matanya menatap tanah di sekitar sungai dengan saksama. "Apa kamu tahu, tanah ditepi sungai ini milik siapa?"
"Tidak tau kak, tanah ini juga tidak ada yang mengurusnya karena terlalu dekat sungai apalagi saat banjir nanti musim semi bisa rusak."
Mendengar perkataan adiknya Yin Yin tersenyum perlahan. Bagus, kalau tanah ini tidak ada yang mengurusnya Dia bisa menggunakannya untuk menanam bibit tanaman.
Hari itu mereka pulang membawa umbi liar daunnya kecil dan beberapa cabang pohon kecil, apalagi Yin Yin juga punya sistem pertanian yang akan membantunya.
Malamnya, setelah keluarganya tertidur, Dia membuka kembali panel sistem,
[Identifikasi: mustard liar gunung dapat dimakan dan dijadikan benih]
[Identifikasi: umbi beku sungai juga dapat dibudidayakan]
Melihat panel sistem Yin Yin tersenyum senang, dulu sebagai Dian, Dia mati kelaparan tanpa bisa mengubah nasibnya kini sebagai Yin Yin, Dia memiliki keluarga dan sistem pertanian.
"Aku tidak akan hanya pergi ke hutan mencari tanaman, tapi juga menanam," gumamnya
Keesokan harinya, meski salju masih tebal Yin Yin dan Yin Chen pergi ke sungai kemarin, saat sampai di tepian sungai, Yin Yin mulai membersihkan sebagian kecil tanah dekat sungai, Dia menumpuk batu sebagai penahan angin salju nanti, membuat bedengan kecil seperti yang pernah Dia lihat dahulu. Tangannya kaku, napasnya berat akibat cuacanya yang dingin tetapi Dia belum berhenti. Yin Chen membantu diam-diam, Ibunya, Lin Mei Hua mulai percaya ketika melihat umbi yang mereka bawa benar-benar bisa dimakan.
Beberapa hari kemudian, sepuluh bibit liar tertanam di bawah lapisan jerami tipis di tepian sungai.
DING!
[Misi selesai]
[Hadiah : Benih gandum tahan dingin x1 paket]
[Fitur baru terbuka: Kelender musim dingin dan alat prediksi cuaca sederhana]
Ketika mendengar suara sistem muncul lagi, Yin Yin senang akhirnya dapat hadiah yang Dia inginkan, Yin Yin menatap benih kecil berwarna keemasan yang muncul di ruang sistemnya. Jika ini berhasil tumbuh sebelum menagih pajak datang, mereka mungkin juga bisa menjual hasilnya di pasar.
Di luar, angin musim dingin masih berdesir keras, Desa Shanyin yang sunyi dan masyarakat yang belum keluar dari rumah akibat cuaca yang tak menentu. Namun itu tidak berlaku untuk Yin Yin yang bertekad untuk membantu keluarga menghasilkan tanaman pangan, Yin Yin juga bersyukur memiliki keluarga yang utuh.
Bersambung....