NovelToon NovelToon
Pemilik Kuasa Absolut : Penguasa Alam Roh Surgawi

Pemilik Kuasa Absolut : Penguasa Alam Roh Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Fantasi Isekai / Reinkarnasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ali Rayyan

Di kehidupan sebelumnya, ia adalah Penguasa Langit Surgawi—pemilik kuasa absolut yang bahkan para dewa segani. Namun ia memilih bereinkarnasi sebagai manusia biasa, hidup tenang dengan nama Douma Amatsuki, demi merasakan kehidupan normal yang tak pernah ia miliki.

Semua berubah ketika ia tanpa sengaja memasuki dimensi terlarang, memicu perhatian para iblis yang diam-diam menguasai dunia. Tanpa mengetahui siapa dirinya sebenarnya, mereka menetapkannya sebagai target untuk dilenyapkan sebelum menjadi ancaman.

Douma hanya ingin hidup sebagai manusia biasa.
Namun ketika seluruh dunia mulai memburunya…
berapa lama ia bisa terus berpura-pura lemah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ali Rayyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pertama di Hoshikawa Elite Senior High School

Hoshikawa Elite Senior High School

Dua pekan berlalu sejak hari pengumuman kelulusan itu.

Pagi ini, tahun 2080, udara terasa lebih sejuk dari biasanya. Langit biru bersih tanpa awan seolah sengaja dipoles khusus untuk hari pertama para murid baru Hoshikawa Elite Senior High School—sekolah menengah atas paling prestisius di wilayah metropolitan timur.

Di depan gerbang utama sekolah, sebuah baliho raksasa terbentang megah:

“Selamat Datang Siswa Baru

Hoshikawa Elite Senior High School

Tahun Akademik 2080”

Huruf-hurufnya berkilau terkena pantulan cahaya matahari pagi.

Halaman sekolah dipenuhi keramaian.

Mobil-mobil mewah keluar masuk silih berganti. Beberapa di antaranya jelas bukan kendaraan biasa—edisi terbatas, bodi futuristik, mesin senyap dengan teknologi terbaru. Para orang tua berdiri di samping kendaraan mereka, sebagian masih berbincang dengan anak-anaknya, sebagian sibuk memotret gedung sekolah dari berbagai sudut.

Siswa-siswi baru tampak beragam:

ada yang penuh semangat,

ada yang gugup,

ada pula yang sudah berkelompok sambil tertawa dan bertukar kontak.

“Gedungnya lebih besar dari yang ada di brosur!”

“Lapangan belakangnya katanya punya sistem gravitasi latihan ringan!”

“Serius? Gila…”

Di tengah hiruk-pikuk itu, sebuah mobil hitam elegan keluaran seri 2079 perlahan berhenti di area drop-off utama.

Mobil itu langsung menarik perhatian.

Pintunya terbuka.

Seorang pria turun lebih dulu.

Untuk sesaat, seolah ada jeda tak terlihat di udara.

Beberapa suara percakapan mereda. Beberapa kepala menoleh hampir bersamaan.

Pria itu berdiri tegap di samping mobil dengan ekspresi tenang—Hiroshi Amatsuki.

Usianya baru 35 tahun, namun namanya telah lama dikenal di dunia ilmiah dan teknologi. Ia adalah ilmuwan termuda yang mencatatkan banyak penemuan penting dalam teknologi energi, kecerdasan buatan adaptif, dan sistem masa depan. Wajahnya tegas, maskulin, nyaris terlalu sempurna untuk ukuran seorang ilmuwan.

Kulit putih bersih, rahang kuat, postur proporsional—seolah seorang aktor papan atas tersesat ke dunia akademik.

Bisik-bisik langsung menyebar.

“Bukankah itu Hiroshi Amatsuki?”

“Yang penemuannya dipakai di hampir semua kota besar?”

“Dia masih muda sekali…”

Tak lama kemudian, pintu lain terbuka.

Seorang wanita turun dengan langkah anggun.

Keiko Amatsuki.

Kecantikannya tidak mencolok, namun sulit diabaikan. Wajahnya lembut, senyumnya hangat, dan auranya tenang. Ia pernah dikenal sebagai ilmuwan berbakat, namun memilih pensiun dini demi menjadi ibu rumah tangga—keputusan yang sempat menghebohkan dunia akademik, tetapi sama sekali tidak mengurangi pesonanya.

“Pasangan itu…”

“Seperti lukisan hidup.”

“Artis, ya?”

Banyak orang tua siswa tanpa sadar memperhatikan lebih lama, seolah sedang menyaksikan pameran mahal atau figur publik terkenal.

Sementara itu, di dalam mobil…

“Haah…” Douma menghela napas panjang.

Ia duduk di kursi belakang, menyandarkan kepala ke sandaran sambil menatap langit-langit mobil.

“Aku sudah bisa menebak reaksi mereka.”

Ia melirik ke luar jendela—kamera kecil, tatapan penasaran, bisikan kagum. Semua terlalu familiar, meski ini dunia yang ia pilih sendiri.

“Cih… apa-apaan ini. Malas sekali,” gumamnya. “Inilah alasan aku ingin datang sendiri saja…”

Ibunya menoleh ke belakang sambil tersenyum kecil. “Sudah, sudah. Ini hanya sebentar.”

ayahnya mengetuk ringan atap mobil. “Ayo, aktor utama belum muncul.”

Douma mendecak. “Ayah menyebut ini pertunjukan?”

“Bukankah memang begitu?”

Douma memutar mata. “Apakah pertunjukan sudah selesai? Kalau iya, aku mau turun.”

Pintu mobil terbuka.

Angin pagi berembus lembut.

Saat kaki Douma menginjak tanah, sesuatu berubah.

Seolah udara di sekitarnya bergerak berbeda.

Rambutnya—putih perak berkilau—tertangkap cahaya matahari, tampak sehat dan unik. Kulitnya cerah seperti giok, wajahnya tampan dengan keseimbangan sempurna antara ketegasan dan ketenangan. Matanya tajam namun jernih—mata yang diwarisi dari ayahnya.

Untuk satu detik, halaman sekolah terdiam.

Lalu—

“Kyaaa!!”

“Gila… tampan banget!”

“Dia siswa baru juga?!”

Beberapa siswi menutup mulut. Yang lain mencubit lengan temannya untuk memastikan ini bukan halusinasi. Seorang gadis bahkan tampak sempoyongan, hidungnya mulai berdarah.

“Apakah dia pangeran dari surga…?” bisik seseorang dengan suara bergetar.

Douma menghela napas.

“Berisik sekali,” gumamnya pelan.

ayahnya tertawa kecil. “Sepertinya kamu akan populer.”

"jangan mengatakan hal mengerikan itu ayah"

“Kalau itu terjadi, aku akan menyalahkan Ayah.”

Ibunya menahan senyum. “Nikmati saja hari pertamamu.”

Douma menoleh cepat. “Ibu, Ayah, kalian bisa pulang sekarang.”

“Ayah belum selesai.”

“Cepat pulang sebelum kalian membuat lebih banyak keributan.”

ayahnya tertawa lepas. “Baik, baik. Jaga dirimu, anak bayiku.”

“Heh! Jangan bilang begitu di depan umum!” Douma memerah. “Aku sudah dewasa!”

“Dewasa apanya. Kamu baru lulus SMP.”

Ibunya menyelipkan, “Hati-hati di sekolah.”

Mobil pun perlahan pergi.

Douma akhirnya bisa menarik napas lega.

Namun keramaian belum reda.

Di sudut lain halaman, seorang gadis berdiri di samping mobil mewah keluarganya. Rambut hitam panjang tergerai rapi, wajahnya cantik, mulus, dengan bibir tipis manis. Tubuhnya proporsional, berisi di tempat yang tepat, dan pembawaannya menunjukkan kelas tinggi.

Ia melipat tangan, menatap kegaduhan dengan ekspresi datar.

“Berisik,” gumamnya.

Saat Douma melangkah melewati gerbang, matanya sedikit bergerak mengikuti sosok itu.

“Wajah dan penampilannya menarik,” pikirnya tenang. “Pembawaannya juga bagus.”

Ia berhenti sejenak.

“Tapi pria berwajah surgawi biasanya brengsek.”

Ia mengalihkan pandangan.

Dari gedung utama, suara pengeras terdengar.

“Wah, wah! Para murid tahun ini sangat menarik! Apik dan unik! Selamat datang di Hoshikawa Elite Senior High School!”

Sorak-sorai kecil terdengar. Beberapa siswa mulai bergerak menuju aula orientasi.

Douma memasukkan kedua tangan ke saku celananya, melangkah santai mengikuti arus siswa.

“Akhirnya…” gumamnya. “Mereka bisa berhenti menatap.”

Ia tidak tahu bahwa di beberapa sudut halaman, tatapan tertentu tidak tertuju pada ketampanannya—melainkan pada sesuatu yang lebih dalam, sesuatu yang bahkan mereka sendiri tak mampu jelaskan.

Dan jauh di luar dunia manusia, sebuah riak kecil kembali menyebar di dimensi yang tak terlihat.

Hari pertama sekolah itu…

ternyata bukan hanya awal kehidupan baru seorang siswa.

Melainkan awal dari cerita yang perlahan akan mengguncang dunia yang selama ini berpura-pura tenang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!