NovelToon NovelToon
Menikahi Duke Misterius

Menikahi Duke Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:JAEMIN NCT / Cinta Seiring Waktu / Barat
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: RaeathaZ

Melvin Blastorios, merupakan seorang ahli waris dari keluarga bangsawan Blastorios, yang terkenal akan kehebatan dan kejeniusannya. Selain itu, Melvin juga merupakan pemimpin dari sebuah organisasi rahasia di Inggris yaitu Dragon Knight of Archangel.

Arabella Winston, seorang gadis muda, cantik, bijak dan cukup terkenal di kalangan para bangsawan, yang sedang mencari seorang suamin. Walaupun begitu, Bella dikenal sebagai salah seorang gadis bangsawan yang selalu menolak banyak lamaran dari para pemuda bangsawan lain.

Ini hanyalah sebuah kisah cinta romantis antara seorang pemuda dari organisasi rahasia dengan seorang gadis muda penolak lamaran.

.

.

.

.

terinspirasi dari seri pertama novel club Inferno...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

.

.

.

Udara malam terasa lebih dingin dari sebelumnya.

Bella berdiri di balkon kecil yang menghadap taman belakang mansion Fratellion, jemarinya bertumpu ringan pada pagar besi berukir. Dari kejauhan, cahaya lampu taman berpendar lembut, memantulkan bayangan pohon-pohon tinggi yang bergoyang pelan diterpa angin.

Semuanya tampak tenang.

Terlalu tenang.

Bertolak belakang dengan pikirannya yang kini penuh sesak oleh hal-hal yang tak bisa ia urai satu per satu.

Bella menghela napas panjang.

Matanya menatap lurus ke depan, namun sebenarnya ia tak benar-benar melihat apa pun.

Yang ia lihat…

Adalah bayangan seorang pria.

Tatapan gelap.

Senyum tipis yang selalu seolah menyimpan sesuatu.

Dan cara ia berbicara—

Tenang, namun membuat jantungnya berdebar tanpa alasan yang jelas.

“Melvin…” gumamnya pelan, hampir tak terdengar.

Nama itu terasa asing di lidahnya.

Namun anehnya…

Terlalu mudah untuk diingat.

Bella memejamkan matanya sejenak.

Ia tahu.

Ia benar-benar tahu.

Bahwa perasaan ini sudah mulai berubah menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar rasa penasaran.

Dan itu… berbahaya.

Sangat berbahaya.

“Jadi kau di sini.”

Suara itu membuat Bella membuka matanya.

Ia tidak perlu menoleh untuk tahu siapa yang datang.

Darwin.

Langkah pria itu mendekat pelan, lalu berhenti di sampingnya. Ia tidak langsung berbicara lagi. Hanya berdiri di sana, menatap ke arah taman yang sama.

Seperti memberi ruang.

Seperti menunggu.

Bella tersenyum tipis.

“Aku hanya butuh udara.”

Darwin mengangguk pelan.

“Aku tahu.”

Hening.

Namun bukan hening yang canggung.

Lebih seperti… jeda yang dipenuhi oleh banyak hal yang belum terucap.

Darwin melirik sekilas ke arah Bella.

“Aku mencarimu di dalam. Helena bilang kau keluar lagi.”

Bella mengangkat bahu kecil.

“Ruangan itu terlalu ramai.”

“Atau terlalu penuh bisikan?” tanya Darwin pelan.

Bella tidak menjawab.

Tapi diamnya sudah cukup.

Darwin menghela napas.

“Aku tidak suka melihatmu seperti ini.”

Bella menoleh sedikit.

“Seperti apa?”

Darwin menatapnya.

“Berusaha terlihat baik-baik saja… padahal tidak.”

Bella tersenyum kecil.

“Sejak kapan kau jadi pandai membaca wajah orang?”

“Sejak aku mengenalmu terlalu lama.”

Jawaban itu sederhana.

Tapi cukup untuk membuat Bella terdiam sejenak.

Ia menundukkan pandangannya.

“Aku baik-baik saja, Darwin.”

“Kau tidak perlu berbohong padaku.”

Nada suara Darwin tetap lembut.

Namun kali ini… ada ketegasan di dalamnya.

Bella menggigit bibir bawahnya pelan.

Ia ingin menyangkal.

Ingin mengatakan bahwa semuanya benar-benar tidak berarti.

Namun—

Untuk pertama kalinya…

Ia tidak bisa.

“Aku bertemu dengannya lagi.”

Kalimat itu keluar begitu saja.

Tanpa direncanakan.

Tanpa dipikirkan.

Darwin mengernyit.

“Dengan siapa?”

Bella menghela napas pelan.

“Duke of Rostown.”

Nama itu membuat ekspresi Darwin berubah.

Sangat halus.

Namun cukup jelas bagi Bella untuk menangkapnya.

“Di koridor tadi,” lanjut Bella, mencoba terdengar biasa saja. “Kami hanya… berbicara.”

Darwin tidak langsung merespon.

Ia menatap Bella lebih lama dari biasanya.

“Dan?”

Bella mengangkat bahu kecil.

“Tidak ada apa-apa.”

Jawaban itu terlalu cepat.

Terlalu ringan.

Dan Darwin tahu itu.

“Bella.”

Nada suaranya kini berbeda.

Lebih serius.

“Seberapa banyak yang kau tahu tentang pria itu?”

Pertanyaan itu membuat Bella terdiam.

Ia mengalihkan pandangannya kembali ke taman.

“Tidak banyak.”

“Lalu kenapa kau berbicara dengannya seperti itu?”

Bella menoleh.

“Seperti apa?”

Darwin menahan napas sejenak.

“Seolah-olah… dia seseorang yang bisa kau percaya.”

Hening.

Kata-kata itu menggantung di antara mereka.

Bella merasa sesuatu dalam dadanya mengencang.

“Dia menolongku, Darwin.”

Suaranya pelan.

Namun tegas.

“Dua kali.”

Darwin mengangguk.

“Aku tahu.”

“Dan dia tidak seperti yang orang-orang katakan.”

Kalimat itu keluar tanpa Bella sadari.

Seolah-olah ia sedang… membela.

Darwin memperhatikannya.

Lama.

Terlalu lama.

Sampai akhirnya ia menghela napas pelan.

“Bella… kau bahkan tidak mengenalnya.”

Bella terdiam.

“Dan justru itu,” lanjut Darwin, “yang membuatku khawatir.”

Angin malam berhembus lebih kencang.

Membuat ujung gaun Bella bergoyang pelan.

Ia memeluk lengannya sendiri, mencoba mengusir rasa dingin yang tiba-tiba merambat.

Atau mungkin…

Bukan hanya karena udara.

“Apa maksudmu?” tanyanya pelan.

Darwin menatap lurus ke depan.

Seolah memilih kata-katanya dengan hati-hati.

“Kau tahu apa yang mereka panggil dia, bukan?”

Bella mengangguk kecil.

“Demon Duke.”

“Dan menurutmu itu hanya julukan kosong?”

Bella tidak langsung menjawab.

Ia mengingat percakapannya dengan ayahnya.

Nada bercanda.

Sindiran halus.

Dan cara semua orang menyebut nama itu dengan campuran kagum… dan takut.

“Aku tidak tahu,” jawabnya akhirnya.

Darwin menoleh padanya.

“Kalau begitu dengarkan aku.”

Nada suaranya kini lebih rendah.

Lebih serius.

“Ada alasan kenapa orang-orang menjauh darinya, Bella.”

Bella menelan ludahnya.

Darwin melanjutkan,

“Dia bukan hanya pria yang sering muncul di tempat-tempat gelap seperti yang kau lihat di Exile Land.”

Ia berhenti sejenak.

Lalu menambahkan,

“Dia terlibat dalam banyak hal yang… tidak seharusnya disentuh oleh orang seperti kita.”

Bella mengernyit.

“Maksudmu?”

Darwin menggeleng pelan.

“Aku tidak tahu detailnya. Tidak ada yang benar-benar tahu.”

“Itu hanya rumor, bukan?”

Bella cepat memotong.

Seolah tidak ingin mendengar lebih jauh.

Darwin menatapnya.

“Dan bagaimana jika tidak?”

Hening.

Pertanyaan itu terasa lebih berat dari yang seharusnya.

Bella mengalihkan pandangannya.

“Dia tidak terlihat seperti itu.”

Darwin tertawa kecil.

Namun tidak ada humor di dalamnya.

“Orang seperti dia tidak akan pernah ‘terlihat’ seperti itu, Bella.”

Kalimat itu membuat Bella terdiam.

“Justru itu yang membuatnya berbahaya.”

Bella menundukkan kepalanya.

Pikirannya mulai berputar.

Apa yang dikatakan Darwin… masuk akal.

Terlalu masuk akal.

Namun—

Ada sesuatu dalam dirinya yang menolak untuk mempercayainya sepenuhnya.

Ia mengingat kembali cara Melvin berbicara padanya.

Cara ia tidak langsung mempercayai kata-kata Brandon.

Cara ia menatapnya…

Bukan dengan hinaan.

Bukan dengan penilaian.

Melainkan—

Dengan sesuatu yang… berbeda.

“Aku tidak merasa dia seperti itu.”

Kalimat itu keluar pelan.

Hampir seperti bisikan.

Darwin menghela napas panjang.

“Perasaanmu bisa saja salah.”

Bella tersenyum tipis.

“Bisa jadi.”

Ia mengangkat kepalanya.

Menatap lurus ke depan.

“Tapi untuk pertama kalinya… aku tidak yakin ingin langsung mempercayai apa yang orang lain katakan.”

Darwin terdiam.

Ia tahu.

Ia benar-benar tahu.

Bahwa Bella sedang berada di titik yang sulit.

Di antara logika…

Dan sesuatu yang lebih dalam.

Sesuatu yang bahkan Bella sendiri belum sepenuhnya pahami.

“Bella.”

Darwin memanggilnya pelan.

“Aku tidak bilang kau harus membencinya.”

Bella menoleh.

“Tapi… berhati-hatilah.”

Tatapan Darwin tulus.

Penuh kekhawatiran.

“Karena jika semua yang orang katakan itu benar…”

Ia berhenti sejenak.

“…maka pria itu bukan seseorang yang bisa kau dekati tanpa konsekuensi.”

Hening.

Bella menatap sahabatnya itu.

Lama.

Lalu ia mengangguk pelan.

“Aku mengerti.”

Namun di dalam hatinya—

Ia tahu.

Bahwa ini tidak sesederhana itu.

Setelah beberapa saat, mereka kembali diam.

Menatap malam.

Masing-masing tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Bella menghembuskan napas pelan.

Ada sesuatu yang berubah malam ini.

Sesuatu yang tidak bisa ia abaikan lagi.

Ia bisa memilih untuk menjauh.

Menghindari.

Melupakan.

Itu adalah pilihan paling aman.

Paling masuk akal.

Namun—

Bayangan pria itu tetap muncul di benaknya.

Tatapan itu.

Senyuman itu.

Dan cara ia mengatakan—

Bahwa ia tidak akan mempercayai orang lain.

Perasaan aneh itu kembali muncul.

Menghangatkan sekaligus mengganggu.

Bella menutup matanya sejenak.

“Ini salah…”

Tapi kenapa…

Rasanya begitu sulit untuk berhenti?

Di kejauhan—

Seseorang berdiri dalam bayangan.

Mengamati.

Tanpa suara.

Tanpa gangguan.

Melvin Blastorios.

Ia melihat semuanya.

Percakapan itu.

Ekspresi Bella.

Dan pria yang berdiri di sampingnya.

Tatapannya sedikit menyempit.

“Jadi… itu dia.”

Nada suaranya rendah.

Hampir seperti gumaman.

Ia mengangkat satu alis.

Menilai.

Mengamati.

Lalu—

Senyum tipis muncul di bibirnya.

Namun kali ini…

Ada sesuatu yang berbeda.

Lebih tajam.

Lebih… posesif.

“Menarik.”

Matanya kembali tertuju pada Bella.

Yang masih berdiri di balkon.

Tak menyadari—

Bahwa ia kini bukan hanya menjadi pusat perhatian banyak orang.

Tapi juga…

Menjadi sesuatu yang mulai ingin dimiliki oleh seorang Demon Duke.

1
@RearthaZ
siap kak
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Riza09
lanjut
Rei_Mizuki98
lanjut thor
Rose Mizuki
lanjut💪
Reva456
lanjut
Rieza05
lanjut kak
@RearthaZ
iya, bener, terutama melvin terlalu banyak rahasianya dan gak langsung terbuka
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿVanaaꦿ яᷢ⃞🐰
Wajar aja Arabella berpikir begini, kli diposisi dia pun ak psti begitu jg🙏😌
Ocean Blue
ceritanya seru
Rose Ocean
ceritanya keren
XxShilent_
hehe
..... aku dapat cerita ini dari toktok😍😍
@RearthaZ: terima kasih udah baca yaa
total 1 replies
Reva456
lanjut thorr
Rieza05
lanjut thor
Rei_983
terus lanjutin thor
Reilient
lanjutkan thorr
Reha Hambali
lanjutkan terus thor
Reha Hambali
awal cerita yang bagus
NMS12
ceritanya keren
NMS12
lanjutin thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!