Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby³⁴
Mata Serafina membulat, langkah kakinya terhenti membuat Alexander kini menoleh kearahnya. "Ada apa istriku?" Serafina tetap diam, lantas Alexander sedikit menariknya agar gadis itu kembali melanjutkan langkah kakinya.
"t-tuan....aku mohon ampuni kami...." ucap pria paruh baya itu memohon pada Alexander agar dibebaskan. Alexander duduk diatas sofa dan menarik istrinya kepangkuan nya. Serafina tentu saja terkejut saat melihat paman, bibi, dan juga sepupunya kini berlutut dihadapan nya.
"tuan...apa apaan ini?" bisik Serafina kebingungan melihat hal ini. Alexander hanya tersenyum dan mengusap rambut indah istrinya lalu menatap kedalam mata hazel milik Serafina itu.
"aku akan memaafkan kalian kalau istriku juga memaafkan perbuatan putri kalian yang angkuh itu, aku ingin kalian menampar putri kalian sekeras mungkin agar bisa merasakan apa yang istriku rasakan semalam"
"tuan, aku tidak menampar istrimu itu!" tegas Charlotte namun dengan tiba tiba ayahnya menamparnya cukup kuat, hingga menyebabkan ujung bibir Charlotte terluka akibat terbentur oleh gigi dalamnya. Alexander tersenyum puas, sekali lagi ia menatap kearah istrinya yang terus menundukkan kepalanya.
"kau terlihat seksi saat dipangkuan ku" bisik Alexander membuat Serafina kesal dan berdiri dari pangkuan pria tersebut. 'pria menyebalkan'
Alexander hanya tertawa kecil, ia ikut berdiri dan memasukkan tangannya kedalam saku celananya dengan wibawa. "lepaskan mereka, aku sudah memaafkannya" ucap Serafina menatap Alexander dengan tatapan memohon. Alexander menatap kearah anak buahnya dan dibalas anggukan oleh para pengawal, mereka kemudian membawa kembali keluarga jahat itu keluar dari mension Alexander.
"hari ini aku pulang cukup larut, dan jangan lupakan kelas latihan mu hari ini, serta kau akan kedatangan tamu" ucap Alexander tersenyum dan mengusap rambut istrinya. Alexander mendekati telinganya dan berbisik.
"kalau sampai kau berbuat ulah lagi, siap-siap kehilangan kedua kakimu itu" tatapan Alexander terlihat mengerikan, Serafina mengalihkan tatapannya kearah lain.
Alexander keluar dari mension diikuti oleh asisten Roky. Sementara Serafina masih berdiri disana menatap para pria itu kini menghilang dari pandangannya. "Nyonya, mari sarapan" ucap pelayan dan dibalas anggukan oleh gadis tersebut.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Bandara Los Angeles.
terlihat Kakek William sedang berada disebuah bandara Los angeles bersama beberapa pengawal yang kini menantikan kedatangan cucu perempuan nya. "kakek!" teriak Lusy berlari kearah kakek William dan memeluk tubuh kakek William dengan erat.
"cucuku sudah besar, sangat cantik sekali" ucap kakek William dan mengusap rambut cantik Lusy.
"kakek, hari ini aku ingin ke mension Alexander, bolehkah?"
"untuk saat ini, sebaiknya jangan dulu, nanti saja Alexander yang akan menjemputmu di mension kakek, hari ini kau ke mension kakek terlebih dahulu" ucap kakek William dan dibalas anggukan oleh gadis tersebut. "baiklah kakek"
"ayo, para pelayan sudah menyiapkan makanan kesukaan mu" mendengar hal itu Lusy sangat bahagia, ia dengan senang hati berjalan menuju mobil kakek William.
"kakek, mulai besok aku akan menjadi bintang film dan akan mempromosikan iklan pada produk yang di produksi perusahaannya Alexander" ujar Lusy ketika mereka sudah berada didalam mobil.
mobil mewah itu kini melaju menuju mension kakek William. "apakah Alexander sudah tahu jika kau adalah pemerannya"
"sepertinya belum, karena Lusy menggantikan artis yang baru saja meninggal karena kecelakaan" kakek Lusy menganggukkan kepalanya.
"pasti Alexander akan sangat senang jika tahu bahwa sepupunya yang menjadi bintang promosi"
Lusy tersenyum malu "kakek bisa saja" kakek William menimpalinya dengan tertawa. "nanti ada sebuah kejutan untukmu" ucap kakek William tersenyum.
"apa itu?" Lusy menatap kakek William dengan penasaran. "nanti kau akan tahu, kau pasti akan ikut bahagia jika mengetahui hal ini"
Lusy sangat penasaran, ia berpikir apakah kakek William menyetujui pernikahan nya dengan Alexander? atau sesuatu yang lain?
"nanti, jika kau sudah tinggal bersama Alexander kau harus terbiasa dengan orang lain didalam sana" ucap kakek William semakin membuat Lusy bingung. "tunggu, m-maksudnya? orang lain? siapa?"
"nanti kau juga tahu"
mobil mewah itu kini telah sampai di mension kakek William. Para pelayan segera menyambut kedatangan Lusy dengan hormat. "selamat datang nona muda" Lusy hanya tersenyum dan menatap ke sekeliling. "mension ini tidak pernah berubah ya..."
"iya, karena kakek memang sengaja tidak mengubah desainnya sebagai bentuk ingin mengenang nenekmu" Lusy menatap kakeknya yang terlihat sedih lalu ia memeluk lengan kakeknya dengan erat. "kakek jangan sedih, sekarang ada Lusy" kakek William hanya tersenyum menanggapi cucu perempuan nya.
"kau beristirahat lah, kakek ada urusan sebentar"
kakek William meninggalkan Lusy diruang tamu dan berjalan menuju ruangannya. "nona, mari kami antar ke kamar anda" ucap pelayan dengan sopan.
"ah, tidak perlu, aku akan tidur di kamar Alexander saja" ucap Lusy menarik kopernya menuju kamar Alexander.
"tapi nona-" belum sempat menyelesaikan perkataannya, Lusy sudah lebih dulu menjauh menuju kamar Alexander.
Lusy sangat mengenali Alexander, pria itu tidak akan berkutik jika telah berurusan padanya. apapun yang dilakukan Lusy pada barang milik Alexander, Lusy yakin pria itu tidak akan pernah marah padanya.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
Seraphina lagi bahaya
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang