AK 47, senjata laras panjang yang kini diarahkannya pada leher suaminya.
"Tambah satu wanita lagi, bangunlah Harem hingga kamu kenyang oleh darah." Sebuah sindiran dari wanita yang tersenyum menyeringai.
Dirinya bereinkarnasi sebagai istri jahat dalam novel pria bertema sistem dan kiamat. Dengan ending kematian tragis.
Sedangkan suaminya hidup bahagia dengan 9 wanita cantik di haremnya.
Berusaha bersikap baik, tidak seperti dalam alur cerita novel. Berharap suaminya tidak akan membangun harem seperti dalam cerita novel.
Tapi tetap saja susu besar membuat pria ini tertarik, paha mulus menggetarkan hatinya.
Daripada menunggu kematian, lebih baik, dirinya menggunakan rudal balistik untuk menghancurkan suaminya.
Dalam dunia kiamat diantara hidup dan mati, dimana makanan adalah lebih berharga daripada emas. Hukum tidak berlaku lagi.
Dunia dimana dirinya dapat membantai pria ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
"Sebentar lagi kita akan sampai di bunker, setelah sampai aku akan kembali ke tempat ini dan mengambil mayat monster ini. Tapi kamu yakin benar-benar aman untuk dimakan?" tanya Sarah pada Ren menyipitkan matanya.
"Tentu saja aku yakin, timku yang dulu terdiri dari 5 orang. Aku sebagai koki selalu berada di bagian paling belakang. Karena memiliki keahlian untuk memasak daging monster yang telah terkena radiasi." Sebuah ucapan ganjil penuh senyuman, tapi memang benar jika pemuda ini tidak berguna tidak mungkin dimasukkan ke dalam timnya. Dan tidak mungkin pula bertahan hidup di dunia kiamat ini selama lebih dari satu tahun.
"Baik! Ayo ikut aku ke bungker." Sarah kembali memapah pemuda yang kakinya terluka itu.
Melangkah perlahan melewati jembatan, Jembatan yang begitu sepi, bukan jembatan kayu, tapi jembatan modern. Beberapa mobil terlihat di sana, teronggok terbengkalai tanpa penghuni. Mengingat langkanya, sumber bahan bakar.
Suasana yang begitu hening, membuat Suwandi dan Marina tidak berani berada jauh dari Putri mereka.
Memasuki area dalam hutan, berjalan sekitar 30 menit. Pada akhirnya bunker itu terlihat, tersembunyi di balik dedaunan dan rimbunnya semak belukar.
Pintu bunker dibuka.
"Lisa kapan kamu membuat bunker?" tanya Marina pada putrinya.
"Ayah dan ibu bahkan tidak mengetahui aku bisa bela diri. Tentang bunker ini, sudah lama aku membuatnya. Menjaga rahasia ini agar Kelvin tidak mengetahuinya. Berjaga-jaga Jika dia adalah serigala berbulu domba. Ternyata bukan serigala berbulu domba, tapi buaya berbulu domba." Keluh putrinya.
Empat orang yang berjalan memasuki bunker. Pada akhirnya bunker itu kembali ditutup. Bunker milik Sarah berbeda jauh dengan milik Kelvin.
Bunker ini lebih luas, lebih terang, juga terdapat beberapa tumbuh-tumbuhan di tempat ini. Mungkin sebelum kiamat benar-benar terjadi, Sarah sengaja menimbun sumber daya. Serta menyimpan tanah subur, dan bibit.
Tempat ini seperti penelitian botani, bawah tanah. Ada beberapa sudut ruangan yang gelap, di sana tempat budidaya jamur.
"Ini surga..." gumam Ren tertegun merasa benar-benar nyaman di tempat ini.
Pria yang kesulitan berjalan itu, pada akhirnya melangkah, menatap ke arah sekitarnya.
"Di sini stok makanan tidak akan habis, aku sudah menyimpan banyak tanah dan zat hara. Jika perhitunganku tidak salah, baterai yang membuat lampu tetap menyala cukup untuk 15 tahun. Mungkin saat itu, abu vulkanik di atmosfer sudah menghilang. Sinar matahari akan kembali, saat itu kita dapat membuat kebun yang lebih luas." Ucapnya pada Ren dan kedua orang tuanya.
"Tanaman... tanaman..." gumam Ren terlihat begitu bahagia, mengelus salah satu daun tumbuhan. Kemudian berbalik menatap ke arah Sarah. Pria yang berlari, memeluknya begitu erat."Sarah aku mencintaimu!"
Kalimat yang sangat mengejutkan, membuat semua orang tertegun termasuk Sarah.
"Lepas... aku sudah menikah!" Sarah mendorong orang ini.
"Tapi aku mencintaimu..." ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Bagaikan anak kecil yang manja.
"Duduk! Jadi anak yang baik, dan tunjukkan kemampuanmu bagaimana caranya mengatasi radiasi, dan memasak hewan yang sudah tercemar radiasi." Tegas Sarah padanya.
"Tidak merasa?" pertanyaan dari Ren membuat Sarah tertegun.
"Merasa apa?" Sarah bertanya balik.
"Seharusnya tubuhmu juga mengalami efek radiasi bukan? Tapi tidak sama sekali, begini! kamu pasti memiliki alat untuk mengukur tingkat radiasi bukan?" pertanyaan aneh dari Ren.
Sarah segera membuka laci, kemudian menghidupkan alatnya. Dan benar saja, Bagaimana bisa tingkat radiasi nol padahal mereka baru saja datang dari luar bunker? Apalagi baru saja dirinya bersentuhan langsung dengan monster level C.
"Bagaimana bisa?" tanyanya menatap tidak percaya pada pria yang baru ditemuinya.
"Tidak tahu. Tapi mengembalikan keadaan bangkai beruang itu, seperti sebelum mengalami radiasi bukan hal yang sulit." itulah jawaban yang diucapkan olehnya. Wajahnya tersenyum, seperti tanpa rasa bersalah sama sekali.
"Apa kamu Hunter (pemburu monster)" Pertanyaan itulah yang pada akhirnya diucapkan oleh Sarah. Memandang curiga pada pria ini.
"Hunter? Bukankah hanya segelintir orang yang memiliki kemampuan khusus. Kemampuanku tidak berarti, apalagi dunia ini dalam keadaan seperti ini. Tadi saja jika kalian tidak lewat, mungkin saja aku akan dimakan oleh monster, atau mati kelaparan di tempat itu." Pemuda tidak tahu malu, yang memetik apel, kemudian menikmatinya.
"Lezat... Aku tidak pernah memakan apel sejak setahun lalu. Ternyata rasanya memang seperti ini, benar-benar enak." Puji dari pria yang, tersenyum penuh kepolosan.
Sarah menghela napasnya. Mungkin suatu kebetulan saja orang ini memiliki kemampuan layaknya Hunter.
"Sebelum kiamat terjadi, apa profesimu?" pertanyaan mendasar darinya, wanita yang memindahkan satu persatu tanaman dari kotak bibitnya.
"Kedua orang tuaku, membuka restoran ayam goreng, sedangkan aku hanya pengelola cabangnya." Jawaban darinya dengan mulut penuh."Setelah kepergian kedua orang tuaku, perang nuklir terjadi. Semua tanaman mati, dan aku benar-benar sedih."
"Kamu suka memelihara tanaman?" tanya Sarah padanya.
"Aku suka! Sangat! Aku sangat suka tanaman. Tapi membenci manusia yang merusaknya." pemuda yang menghela napas tertunduk sedih, membelai dedaunan yang ada di tempat ini.
"Baik! kamu aku tugaskan sebagai pemelihara tempat ini. Tugasmu juga memasak daging monster, dan memastikan tempat ini bebas dari radiasi." pada akhirnya Sarah merasa lega. Dirinya menemukan seseorang yang berguna juga. Ternyata terkadang mendengarkan nasehat kedua orang tuanya bukanlah pilihan yang buruk.
"Terimakasih! Sarah memang yang paling baik." lagi-lagi pemuda kotor ini, sembarangan memeluknya.
"Jauh-jauh! Sana mandi!" tegas Sarah pada orang ini.
***
Butuh waktu 10 tahun bagi Sarah, untuk membangun bunker ini sebelum kiamat terjadi. Bunker yang dibangunnya secara rahasia. Sebagai rencana cadangan, jika pemeran utama pria (Kelvin) menghianatinya, dan benar-benar membangun harem.
Kedua orang tuanya terlihat bahagia saat ini. Memakan buah tomat segar, serta buah-buahan lainnya.
Sebelum membangun bunker ini, tentu saja Sarah melakukan survei yang mendalam. Bungker ini berada dekat dengan sumber air bawah tanah. Memiliki teknologi AI, untuk menunjang pengoperasiannya, jika pemilik bunker belum datang.
Kelvin sudah menghianatinya, bunker ini juga sudah berjalan secara normal. Tidak ada lagi alasan baginya, untuk tetap bersama dengan Kelvin.
"Sarah, apa kamu akan meninggalkan bunker yang satunya (bunker yang dihuni oleh Kelvin)?" tanya sang Ibu pada Putrinya.
"Tidak! Belum saatnya, aku harus membuatnya kehilangan semua stok makanannya. Juga membuatnya tidak memiliki kekuatan apapun lagi. Hanya karena memiliki sebuah sistem, Kelvin akan melupakan jika stok makanan yang disimpannya terbatas. Satu lagi, si brengsek itu melupakan teknologi persenjataan modern dapat lebih kejam." Wanita yang tersenyum menyeringai. Jangan lupa, dirinya adalah Putri tunggal dari 50 besar orang terkaya di dunia dulu membeli apapun baginya, secara legal maupun ilegal, dapat saja dilakukan.
Wanita yang berpikiran matang, mempersiapkan segalanya untuk semua situasi.
Pintu kamar mandi terbuka, pria yang masih mengenakan pakaian lusuhnya. Tapi wajahnya terlihat jauh berubah, entah berapa banyak daki yang menempel. Menutupi pria yang memiliki wajah tidak manusiawi ini.
"Airnya segar...." kalimat dari sang pemuda penuh senyuman.
Hayu Miau...terus provokasi Ren biar panas
up nya udah ada aja nih,thor.
Kamu kalau menilai suka sesukamu aja sih,Miau
Lempar nih...