––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(2) Hidup Ailena
Esoknya, Ailena terbangun di waktu adzan subuh berkumandang keras di masjid terdekat.
Dengan langkah gontai ia masuk ke dalam kamar mandi dan bersiap diri, ia akan menunaikan sholat di rumah seperti biasa nya.
Usai sholat, ia nampak merenung sembari menatap ke sajadah yang sudah usah.
"Ini hadiah atau hukuman untuk ku, Ya Allah" gumam Ailena, ia berharap jika kejadian semalam hanyalah mimpi semata.
Ardian sering membantu nya saat kesusahan dengan memberi nya uang walau tak banyak, tapi Ailena masih mengingat berapa nominal itu, dan Ailena selalu berjanji pada diri sendiri akan melunasi itu, walau Ardian sellau menolak karena ia mengatakan ikhlas membantu Ailena.
Ardian begitu perhatian pada nya, hingga Ailena selalu yakin pada hubungan yang di larang oleh agama itu. Tapi Ailena juga terkadang ragu untuk menghadap Allah untuk meminta ampun seperti sekarang ini.
Dia malu, dia malu pada kerudung yang selalu terpasang di kepala nya.
Mengingat hal itu, Ailena kembali teringat ucapan laki-laki asing yang mendapat banyak makian dari Ailena.
"Sampaikan maaf ku pada nya, semoga kami tak bertemu lagi, aku malu berhadapan dengan nya" lirih Ailena sembari berdoa.
Ailena pun segera menyelesaikan kegiatan nya dan kembali melangkah masuk ke dalam kamar yang hanya seukuran 2x3.
"Apa aku harus mencari kerjaan lagi ya?" gumam Ailena sembari berpikir, ia pun mulai membuka laptop yang ia beli dengan uang beasiswa nya.
Ailena hidup di ibukota dengan beasiswa yang didapatkan nya dengan susah payah, jika tak ada beasiswa itu mungkin Ailena memilih berhenti berkuliah dan menetap di kampung halaman.
Ailena sebenarnya sudah bekerja di salah satu cafe sebagai Kitchen Helper dan memakai sistem shift, jadi waktu luang Ailena terkadang di isi dengan masuk kampus atau jika sedang kosong maka akan menemui Ardian yang sudah lebih dulu lulus kuliah.
Kedua nya bertemu semasa Ailena masih menjadi mahasiswa baru di kampus yang sama dengan Ardian yang saat itu menjabat sebagai wakil BEM.
Ardian yang terkenal ramah pun mudah berbaur dengan Ailena yang masih pemalu dan pendiam.
Lama kelamaan, Ardian mulai menaruh perhatian yang lebih Ailena. Begitu pun Ailena yang seperti menyimpan perasaan yang mendalam pada Ardian.
Hingga saat Ardian wisuda, Ailena datang ke acara nya dan memberikan buket sebagai ucapan selamat.
Dan saat itu pula Ardian dengan berani mengajak Ailena untuk berpacaran, meski sempat ragu Ailena pun menerima dengan senyum manis nya.
Kini, Ailena tinggal sendiri tanpa Ardian yang biasa selalu duduk di teras rumah nya. Ia tak pernah di perbolehkan masuk, karena takut tetangga berpikiran yang macam-macam.
Drrt drrt..
Ailena tersentak dari lamunan nya tentang masa lalu bersama Ardian. Nampak nya Ailena masih belum terbiasa dengan status single nya.
"Halo.."
"Lena dengarkan Kakak dulu ya, yang kamu lihat kemarin itu nggak seperti--"
Tut
Ailena baru menyadari nya bahwa yang menelepon nya ialah Ardian yang sedang berusaha dia hindari. Dia pun tanpa pikir panjang mematikan telepon sepihak tanpa mendengar penjelasan Ardian sampai habis.
Ting!
Ailena melirik ke arah hp nya dan membaca pesan yang di kirim Ardian dengan seksama dan merasa nyeri di ulu hati nya.
Fine kalau kamu nggak mau dengerin penjelasan Kakak! Sekarang ku minta balikin semua pemberian ku yang ku kasih ke kamu sejak awal kita pacaran
Ailena membaca setiap kata dengan mata berkaca-kaca. Lalu mulai mengetik dengan tangan bergetar.
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️