NovelToon NovelToon
Kaisar Alkemis Abadi.

Kaisar Alkemis Abadi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di kehidupan sebelumnya, Jiang Chen adalah Kaisar Alkemis terhebat di Alam Dewa, mampu menciptakan pil legendaris yang bisa menghidupkan orang mati dan memberikan keabadian. Namun, karena terlalu percaya, ia dikhianati oleh murid kesayangannya sendiri yang bersekongkol dengan istrinya. Mereka meracuninya, merebut "Kuali Primordial Semesta" miliknya—artefak ilahi tertinggi—dan membunuhnya tepat saat ia akan mencapai terobosan ke Alam Penguasa Surgawi.

Namun, Kuali Primordial Semesta yang legendaris itu memiliki kesadarannya sendiri. Alih-alih membiarkan jiwa Jiang Chen lenyap, Kuali itu membawa serpihan jiwanya melintasi ruang dan waktu, bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda bernama sama di dunia fana rendahan, ribuan tahun kemudian.

Ironisnya, tubuh barunya ini adalah "sampah" terkenal di klannya, dengan meridian yang hancur dan bakat kultivasi nol. Kini, dengan ingatan dan pengetahuan seorang Kaisar Alkemis, Jiang Chen memulai perjalanannya kembali ke puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Konfrontasi di Bawah Langit Kota

"Kata-kata saja tidak cukup untuk menghadapi seorang ahli Alam Transformasi Roh," kata Jiang Chen dengan tenang di ruang kerja Tetua Sun. "Kita perlu memberimu kekuatan yang nyata."

Tanpa basa-basi, ia mengambil kuas dan menulis di selembar kertas baru. Kali ini, tulisannya jauh lebih kompleks. Nama-nama ramuan yang ia tulis sangat langka dan eksotis, beberapa di antaranya bahkan belum pernah didengar oleh Tetua Sun. Diagram dan catatan yang ia tambahkan tentang kontrol api, waktu fusi, dan pemurnian jiwa sangat mendalam hingga membuat kepala sang tetua pusing hanya dengan melihatnya.

Ini adalah resep Pil Kelahiran Kembali Spiritual.

"Ini... ini..." Tetua Sun memegang kertas itu dengan tangan gemetar seolah sedang memegang takdirnya sendiri. Ini adalah pengetahuan alkimia yang berada di tingkat yang sama sekali berbeda dari apa pun yang pernah ia pelajari.

"Bahan-bahan ini sangat langka," kata Jiang Chen. "Aku ragu kau bisa menemukannya semua di Kota Awan Bambu. Tapi bahkan dengan bahan pengganti kelas bawah, jika kau mengikuti instruksiku dengan tepat, kau bisa membuat versi yang lebih lemah yang masih akan memberimu peluang 30% untuk menerobos."

"Cukup! Tiga puluh persen sudah lebih dari cukup!" seru Tetua Sun, matanya bersinar terang. "Tuan Muda, kebaikan ini... Sun Wuji tidak akan pernah bisa membalasnya seumur hidupku!"

Jiang Chen hanya mengangguk. "Anggap saja ini bayaran untuk menjaga gerbang. Sekarang, aku akan kembali berkultivasi. Aku percaya padamu untuk menangani masalah di luar."

Setelah Jiang Chen pergi melalui jalan belakang, Tetua Sun segera memanggil semua alkemis dan penjaga elit Paviliun Seribu Ramuan. Ia mengeluarkan perintah tegas: Paviliun akan memasuki keadaan siaga tertinggi. Siapa pun yang berani membuat masalah akan dianggap sebagai musuh!

Perintah ini mengejutkan semua orang, tetapi tidak ada yang berani membantah otoritas Tetua Sun. Seluruh Paviliun Seribu Ramuan, sebuah kekuatan komersial yang biasanya netral, tiba-tiba berubah menjadi benteng yang siap berperang.

Langkah ini tidak luput dari perhatian kota. Berita bahwa Paviliun Seribu Ramuan secara terbuka melindungi Jiang Chen menyebar, menambah bahan bakar ke dalam api yang sudah berkobar.

Sementara itu, di kediaman keluarga Zhang.

Seluruh kediaman diselimuti oleh aura pembunuh yang pekat. Di aula utama, Patriark Zhang Qishan duduk di kursi utama, wajahnya sedingin es. Di bawahnya, para tetua dan petinggi keluarga berdiri dengan kepala tertunduk, tidak berani bernapas terlalu keras.

"Jadi," suara Zhang Qishan rendah dan berbahaya, "seorang tetua penegak hukum dari keluarga Zhang-ku dibunuh, dan Paviliun Seribu Ramuan berani melindunginya? Sun Wuji itu... apa dia sudah bosan hidup?"

"Patriark, menurut mata-mata kita, Sun Wuji tampaknya sangat menghormati Jiang Chen. Dia bahkan memberinya token VIP," lapor seorang tetua. "Pasti ada semacam kesepakatan di antara mereka."

"Kesepakatan?" Zhang Qishan mendengus. "Kesepakatan apa yang bisa membuat Sun Wuji yang licik itu berani menentang keluarga Zhang? Tidak peduli. Hari ini, aku akan meratakan Paviliun itu jika perlu. Aku ingin seluruh Kota Awan Bambu melihat apa akibatnya jika menyinggung keluarga Zhang!"

"Kumpulkan semua orang!" perintahnya. "Kita akan pergi ke Paviliun Seribu Ramuan dan menuntut orang!"

Tak lama kemudian, sebuah prosesi besar dan mengintimidasi bergerak melalui jalan-jalan utama kota. Zhang Qishan berjalan di depan, auranya yang berada di Alam Transformasi Roh menekan seluruh jalanan hingga sunyi senyap. Di belakangnya, puluhan ahli keluarga Zhang mengikuti dengan aura membunuh. Warga biasa bersembunyi di dalam rumah mereka, tidak berani mengintip.

Seluruh kota menahan napas. Ini adalah konfrontasi terbesar dalam dekade terakhir!

Prosesi itu berhenti tepat di depan Paviliun Seribu Ramuan.

"Sun Wuji! Keluar kau!" raung Zhang Qishan, suaranya seperti guntur, membuat seluruh bangunan bergetar.

Pintu paviliun terbuka. Tetua Sun melangkah keluar, wajahnya tenang. Di belakangnya, puluhan penjaga elit paviliun berdiri dalam formasi, siap bertarung.

"Patriark Zhang, sungguh suatu kehormatan," kata Tetua Sun dengan nada datar. "Membawa begitu banyak orang ke paviliun kecilku, apa kau berencana membeli semua ramuan kami?"

"Berhenti berpura-pura!" bentak Zhang Qishan. "Aku tahu Jiang Chen, si pembunuh itu, ada di dalam perlindunganmu! Serahkan dia sekarang, atau jangan salahkan aku karena tidak sopan!"

"Jiang Chen adalah tamu terhormat Paviliun Seribu Ramuan," jawab Tetua Sun dengan tegas, tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun. "Selama dia menjadi tamu kami, tidak ada yang bisa menyentuhnya."

Pernyataan ini adalah deklarasi perang terbuka.

Wajah Zhang Qishan menjadi sangat jelek. "Sun Wuji, apa kau sudah gila? Demi seorang bocah sampah, kau mau mempertaruhkan seluruh bisnismu yang telah kau bangun seumur hidup?"

"Dia bukan bocah sampah," kata Tetua Sun, senyum misterius muncul di wajahnya. "Nilainya... jauh lebih besar daripada yang bisa kau bayangkan, Zhang Qishan. Aku menasihatimu untuk kembali. Masalah ini bukan sesuatu yang bisa kau tangani."

"BAIK! BAIK! BAIK!" Zhang Qishan berteriak marah, auranya meledak. "Karena kau mencari kematian, maka aku akan mengabulkannya! Hancurkan Paviliun ini untukku!"

Tepat saat para ahli keluarga Zhang hendak menyerbu, sebuah suara agung dan berwibawa tiba-tiba terdengar dari langit.

"Semuanya, hentikan!"

Di atap gedung seberang, seorang pria paruh baya berjubah brokat berdiri dengan tangan di belakang punggung. Itu adalah Feng Wuying, Penguasa Kota Awan Bambu. Di sampingnya, beberapa perwira dari Kediaman Penguasa Kota menatap situasi dengan dingin.

"Patriark Zhang, Tetua Sun," kata Penguasa Kota dengan nada tenang namun tak terbantahkan. "Turnamen Akbar Kota akan segera dimulai. Aku tidak ingin melihat pertumpahan darah skala besar di kotaku sebelum acara itu. Masalah pribadi apa pun yang kalian miliki, selesaikan di atas arena.

Mata Zhang Qishan menyipit. "Penguasa Kota, ini adalah masalah nyawa seorang tetua keluargaku!"

"Aku tahu," jawab Feng Wuying. "Dan arena adalah tempat untuk menyelesaikan dendam darah. Jiang Chen akan berpartisipasi dalam turnamen, bukan? Biarkan para junior menyelesaikan masalah mereka sendiri. Jika kalian para tetua ikut campur dan melanggar aturan kota, jangan salahkan aku jika Kediaman Penguasa Kota tidak tinggal diam."

Ancaman halus dalam kata-katanya sangat jelas.

Zhang Qishan menatap Tetua Sun dengan kebencian, lalu melirik ke arah Penguasa Kota yang berwibawa. Ia tahu, dengan intervensi Penguasa Kota, ia tidak bisa menyerang hari ini.

"Baik!" geramnya. "Aku akan memberikan wajah pada Penguasa Kota! Sun Wuji, lindungi dia baik-baik. Karena di Turnamen Akbar nanti, aku akan memastikan setiap peserta dari keluarga Zhang-ku menantangnya. Aku ingin melihat bagaimana dia akan mati secara perlahan dan menyakitkan di atas arena!"

Setelah meninggalkan ancaman itu, Zhang Qishan berbalik dan memimpin pasukannya pergi dengan aura membunuh yang masih pekat.

Krisis itu untuk sementara diredakan.

Tetua Sun menghela napas lega. Ia tahu bahwa hari ini, jika bukan karena intervensi Penguasa Kota, paviliunnya pasti akan mengalami pertempuran berdarah.

Di kejauhan, di sudut sebuah jalan, Hong Mengyao menyaksikan semua drama itu terungkap. Wajahnya pucat dan kompleks. Jiang Chen... dia tidak hanya kuat secara pribadi, tetapi dia juga berhasil membuat Paviliun Seribu Ramuan menantang keluarga Zhang demi dirinya, dan bahkan memicu intervensi dari Penguasa Kota.

1
ddrhart
mengyao melongo .... pasti nyesel tuh
ddrhart
kenapa ditolong, kalaupun.biar suruh babak belur dulu....
ddrhart
masih baik hati.... tidak dibantai semuanya
ddrhart
kelihatan banget beda kelas..... kota awan bambu ga cukup buat nahan Jiang Chen
ddrhart
zhang wei sok kuat.... tetua sj tumbang.... bodoh banget
ddrhart
kibarkan !!!!!
ddrhart
mantaaafffff..... ayah lebih percaya kepada anaknya, yang akan bangkit menjadi naga sakti
ddrhart
selalu ada wanita yang tidak tulud. tapi hanya menghitung untung rugi dalam hubungan dengan orang lain...
ddrhart
persiapan mengjadapi tikus yang lebih besar dengan membuat sekutu yanv kuat
ddrhart
gilaaaa.... langsung bunuh tanpa rasa takut !!!!
ddrhart
bagaimana menghadapi kemarahan patriark zhang ?
ddrhart
ngapain di tanya-tanya, cewek matre kays gitu ?
Eko
ditunggu update terbaru thor
Eko
hehehehe final melawan perang gila nih
ddrhart
apakah cukup dengan tingkat empat untuk membuat gebrakan di kota awan bambu dan mengembalikan hinaan yg selama ini diterima ?
ddrhart
gebrakan pertama langsung akan mengguncang kota awan bambu
ddrhart
orang-orang yang tidak punya kesetiaan tidak perlu mendapat perhatian
ddrhart
semoga alurnya tetap bagus sampai akhir....., jangan kacau seperti yang lain-lain
Nanik S
Jangan pakai kendor Tor
Nanik S
Maaaantaaap Pooool
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!