Indira berprofesi sebagai pengacara, ia dijuluki pendekar ulung karena selalu memenangkan kasus yang dia tangani. karena kesibukannya dia lupa akan statusnya sebagai kaum jomblo sejati hingga membuat mamanya turun tangan untuk mencarikannya jodoh. hingga akhirnya dia dijodohkan dengan anak temannya yang bernama Gibran (pemilik PT Murni alam) yang berstatus duda anak 3. setelah menikah Indira dihadapkan dengan konflik keluarga hingga akhirnya dia menemukan titik kebahagian nya dengan suaminya Gibran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pengacara Indira, istri baru papaku
...Di Kantor polisi, kepala polisi Jayakarta menelpon orang tua Farhan yaitu Radit memberitahukan apabila Farhan dimasukkan kedalam penjara. Dengan suasana yang masih panas Radit menelpon Sinta mencaci makinya tanpa henti, Sinta yang masih menangis di toilet mengusap air matanya pergi menuju kantor polisi Jayakarta bersama Radit, tak sampai disitu saja di dalam mobil pun Radit masih ngedumel dan memarahi sinta karena tidak becus mengurus anaknya....
...Kepala polisi Jayakarta menghampiri Indira yang sudah sampai di kantor polisi bersama Gibran dan Justin, “kamu gak kenalin aku ke suami kamu ndi?” Ucap Haikal meledek....
...“Gak usah dikenalin juga kamu sudah tahu dia siapa” Indira senyum melihat wajah Gibran....
...Haikal berjabat tangan dengan Gibran dan Justin, “kamu akrab dengan polisi Haikal?” Bisik Gibran kepada Indira....
...“Gak cuma kenal tapi kenal banget, dia suaminya sahabat ku Tamara sekaligus kakak kelasku dulu waktu sekolah. Kenapa kamu cemburu lagi?” bisik Indira dengan nada meledek....
...“Gak lah” ucap Gibran gengsi....
...Setengah jam berlalu Radit dan Sinta datang, Radit yang masih berbalut rasa panik dan marah menghampiri salah satu polisi, “bebaskan anak saya pak!! Anak saya gak salah”. Radit Menarik tangan Sinta memarahinya di depan umum “lihat karena kamu Farhan sampai masuk penjara, kerjaan mu sebagai ibu ngapain aja sih”. Ketika Radit ingin menampar Sinta dengan segera dicegah oleh Indira, dia memegang tangan Radit lalu memelintirnya hingga Radit kesakitan “berani ya kamu kasar sama wanita” teriak Indira....
...Justin dengan ekspresi bangga menyenggol lengan papanya, “mama kemarin juga gitu pa, keren banget” bisik Justin kepada papanya. Gibran yang mendengar ucapan Justin hanya tersenyum tipis....
...Haikal datang menghampiri mereka yang membuat kegaduhan di dalam kantor polisi, “ada apa ini?” Tegas Haikal....
...“Ini nih pak ada cewek sinting memelintir tangan saya” Radit membela dirinya....
...“Sudah mas gak usah diperpanjang” ucap Sinta dengan nada halus....
...Radit memandangi wajah Indira dengan tatapan sinis, “oh aku tahu kamu istri barunya Gibran. Gila ya dengan enaknya kamu nikah setelah apa yang kamu lakukan dengan Adina, gak pantes kamu jadi suaminya Adina” ucap Radit dengan nada nyolot....
...“Eeee berisik banget” ucap Indira dengan pose kedua tangannya di pinggang....
...“Kamu yang diem, kok bisa Gibran dapat istri kasar nyolot kayak kamu!!!” Teriak Radit menunjuk muka Indira dengan jari telunjuknya....
...“Anda tenang dulu, ini kantor polisi. Ada keperluan apa anda kesini?” Tanya Haikal dengan nada halus....
...“Saya mau anak saya Farhan dibebaskan” ...
...“Gak anak gak bapak sama saja suka buat onar” bisik Indira kepada Gibran....
...“Kalau anda mau anak anda keluar dari penjara, anda bisa membujuk orang yang melapor untuk membebaskan anak bapak” perintah Haikal dengan mengedipkan mata kearah Indira....
...“Aku harus bujuk ke siapa?? Ribet banget”...
...“Ke aku” ucap Indira duduk santai sambil melihat kukunya yang habis di nail art....
...Dengan tatapan sinis Radit menolak berdamai dengan Indira sekaligus tidak mau membujuknya untuk membebaskan Farhan, “gak Sudi”....
...“Mas bisa gak kamu mengenyamping kan egomu itu, bujuk Bu Indira untuk membebaskan Farhan demi anak kamu sendiri mas” rayu sinta memegang tangan Radit, Radit dengan wajah marah menepis tangan Sinta....
...Sinta menundukkan kepala melangkah maju ke arah Indira, dengan hati yang lapang bahkan menurunkan harga dirinya dia berlutut di hadapan Indira meminta untuk membebaskan farhan anaknya, “saya minta tolong bebaskan anak saya, saya mohon” Sinta memegang tangan Indira menangis di depannya....
...Indira yang tidak tega memandangi wajah Gibran dan Justin, Gibran menganggukkan kepala pelan sebagai isyarat bahwa dia menyuruh Indira untuk membebaskan keponakan nya tersebut. Justin juga membantu tantenya Sinta berdiri “terimakasih Justin”....
...Haikal memerintahkan bawahannya untuk mengeluarkan Farhan dari dalam sel penjara, Farhan yang baru keluar langsung mendekati Justin “maafin gue tin, gue salah” peluk Farhan ke Justin namun bukan dengan rasa bersalahnya namun dengan tatapan sinis dengan seribu rencana jahat....