Indira berprofesi sebagai pengacara, ia dijuluki pendekar ulung karena selalu memenangkan kasus yang dia tangani. karena kesibukannya dia lupa akan statusnya sebagai kaum jomblo sejati hingga membuat mamanya turun tangan untuk mencarikannya jodoh. hingga akhirnya dia dijodohkan dengan anak temannya yang bernama Gibran (pemilik PT Murni alam) yang berstatus duda anak 3. setelah menikah Indira dihadapkan dengan konflik keluarga hingga akhirnya dia menemukan titik kebahagian nya dengan suaminya Gibran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pengacara Indira, istri baru papaku
...Brilia berdiri di samping depan pintu gerbang sekolah, dia menunggu asisten Gibran yang akan menjemputnya “udah nunggu 20 menit tumben om Teddy belum datang apa banyak kerjaan?” ucapnya dalam hati sambil melihat jam tangannya. Dari belakang datang Kevin mengendarai motor berhenti di dekat Brilia yang sedang berdiri sendiri, dia menyerahkan helm untuk dipakai Brilia “cepat naik, aku antar kamu pulang”....
...“Oh gak usah, bentar lagi asisten papa ku datang kok” ...
...“Aku udah telpon Tante Indira katanya asisten papamu lagi sibuk, makanya aku nawarin diri untuk antar kamu pulang. Udah jangan nolak cepetan naik” Kevin menarik tangan Brilia....
...Brilia yang merasa sungkan mau tidak mau naik diatas motor Kevin, “pegangan soalnya motorku gak bisa buat jalan lambat”. Brilia dengan pelan merangkul Kevin, Kevin memegang tangan Brilia yang sudah mendarat di pinggangnya, Kevin tersenyum senang karena Brilia mau diantar nya....
...Di halaman rumah sudah ada Indira dan Gibran turun dari mobil, diikuti Justin yang mengendarai motor masuk halaman rumah sepulang dari sekolah nya, “pa ma” sapa Justin kepada orang tuanya....
...“Baru pulang tin?” Tanya papanya....
...“Iya pa tadi mampir dulu ke toko buku”...
...“Tumben”...
...“Paaa”...
...Indira tersenyum lebar melihat Gibran meledek Justin....
...Beberapa menit ada mobil berhenti di depan pintu gerbang, “siapa pa?” Tanya Justin penasaran. Gibran yang tidak tahu hanya mengangkat bahunya....
...Pintu mobil dibuka ada Sasha turun dari mobil tersebut sambil melambaikan tangan pada orang yang berada di dalam mobil, “sampai jumpa besok ya fan”....
...“Ternyata anak kesayangan mama yang pulang”...
...“Ma” Sasha menghampiri Indira lalu memeluknya....
...“Tadi siapa dek?” Tanya Justin masih terlihat clengak clinguk melihat orang yang berada di dalam mobil tersebut....
...“Dia teman aku kak, namanya Fany. Dia anak baru pindahan dari luar kota sekaligus teman sebangku aku” jawabnya penuh dengan rasa ceria....
...“Oh”...
...“adik kamu satu lagi mana?” Tanya Gibran....
...“Bentar lagi juga sampai” jawab Indira sambil tersenyum tipis....
...Suara motor ngebas masuk ke halaman rumah, ada Brilia yang masih memeluk kevin dari belakang di atas motornya....
...“Waaaaahhh” begitu ekspresi sumringah terlihat di wajah Sasha....
...Setelah Brilia turun dari motor, ada Kevin yang menghampiri orang tua Brilia untuk dia salami (berjabat tangan) “perkenalkan saya kevin om”....
...“Pa ma” Brilia juga menyalami kedua orang tuanya....
...“Anak yang sopan” bisik Indira pada Gibran dengan ekspresi suka....
...“Sopan dari mana? Baru kemarin masalah selesai datang lagi masalah baru” jawab Gibran berbisik....
...“Eits yang ini beda, yang ini bukan masalah tapi anugerah, yang ini premium sayang” lontar Indira berbisik....
...“Tetap aja sama, Brilia belum boleh pacaran sampai dia lulus sekolah” tegas Gibran....
...“Emm bril aku pamit pulang ya” Kevin berpamitan pada Brilia dan kedua orang tuanya....
...“Tante om, saya pamit pulang” Kevin menyalami kedua orang tua Brilia....
...“Emmm” ucap Gibran dengan ekspresi datar....
...Beda dengan Indira, dia tampak welcome dengan kedatangan Kevin bahkan menyambut Kevin dengan sangat hangat “hati hati ya Vin salam buat mamamu” Kevin menundukkan kepala pelan sambil tersenyum....
...Indira melirik Gibran yang masih memasang ekspresi datar tanpa senyum “sudah dong sayang” ucapnya sambil merangkul tangan Gibran....
...“Hissstttt aku masih gak terima masalah kemarin”...
...“hal yang kemarin untuk pelajaran sayang, jangan terpuruk terus dengan masalah yang kemarin. Lihat anak-anak kamu mereka butuh berkembang, yang penting kita modalin mereka rasa percaya” rayu Indira sambil mengajak suami dan anaknya masuk rumah....
...Brilia, Justin dan Sasha yang berada di belakang orang tuanya senggol senggolan badan sambil tersenyum melihat kedua orang tuanya rukun....