NovelToon NovelToon
Milik Sang Kapten

Milik Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Menyembunyikan Identitas / Romansa
Popularitas:40.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Karline sengaja bersembunyi di balik masker dan jaket gembel demi ketenangan. Namun, sebuah insiden di kolam renang membongkar segalanya. Di balik penampilan kumuhnya, ternyata ada kecantikan luar biasa yang membuat seisi sekolah lupa cara bernapas.
​Dean, sang kapten voli yang populer dan arogan, tidak tinggal diam. Sejak napas buatan itu diberikan, Dean mengklaim Karline sebagai miliknya. Kini, Karline harus menghadapi dunia yang memujanya, sekaligus menghadapi obsesi posesif sang kapten yang tidak sudi berbagi tatapan Karline dengan pria mana pun.
​"Lepaskan maskermu. Mulai sekarang, kamu aman di bawah kuasaku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Dapur Panas dan Ujian Karakter

​Suasana di dapur utama Dharmawijaya Signature terasa sepuluh kali lebih panas dari biasanya. Dan itu bukan hanya karena deru kompor gas yang menyala serentak, melainkan karena hawa dingin yang dipancarkan oleh Andhika. Sejak pukul enam pagi, Dean sudah berdiri di sana, mengenakan seragam asisten dapur yang pas-pasan, bersiap menghadapi hari ketiganya bekerja di bawah pengawasan kakak Karline.

​Dean tahu Andhika itu tegas, tapi hari ini Andhika benar-benar terlihat ingin "menghancurkan" mentalnya.

​"Dean! Kamu ini memotong wortel atau menebang pohon? Semuanya harus julienne, ukurannya harus presisi! Buang semua ini, mulai dari awal!" bentak Andhika sambil membanting tumpukan wortel yang baru saja selesai dipotong Dean ke tempat sampah.

​Beberapa staf dapur yang lain hanya bisa menunduk, tidak berani bersuara. Mereka tahu Andhika sedang dalam mode "monster".

​"Maaf, Chef. Saya ulangi," jawab Dean pendek. Ia menarik napas panjang, mencoba meredam emosinya yang mulai mendidih. Sebagai kapten voli, Dean terbiasa memerintah, bukan diperintah dengan cara sekasar ini. Tapi di sini, dia bukan siapa-siapa.

​Sepanjang siang, Andhika sengaja memberikan tugas-tugas yang tidak masuk akal. Dean disuruh membersihkan gudang pendingin yang suhunya di bawah nol derajat, lalu lima menit kemudian dipanggil untuk mengurus penggorengan yang panas. Saat jam makan siang yang sibuk, Andhika bahkan dengan sengaja menjatuhkan nampan saus di dekat kaki Dean di depan staf senior lainnya.

​"Lihat ini? Kalau kamu tidak bisa menjaga kebersihan area kerjamu, lebih baik kamu pulang dan main voli saja. Di sini bukan tempat untuk anak manja yang hanya bisa tebar pesona di depan adikku," ucap Andhika dengan nada meremehkan yang sangat tajam.

​Dean terdiam. Wajahnya memerah bukan karena hawa dapur, tapi karena harga dirinya diinjak-injak. Ia bisa melihat beberapa pelayan berbisik-bisik di belakangnya. Rasanya ingin sekali Dean melepaskan celemeknya dan pergi dari sana. Namun, saat ia hendak membuka mulut untuk membalas, ia teringat wajah Karline yang tersenyum saat tahu Dean mau mencoba bekerja dengan kakaknya.

​“Kalau kamu menyerah sekarang, Rio dan Clarissa benar. Kamu cuma pecundang yang nggak pantas buat Karline,” batin Dean menyemangati dirinya sendiri.

​Sore harinya, saat restoran sedang dalam masa jeda sebelum jam makan malam, Andhika memanggil Dean ke ruangan pribadinya. Dean masuk dengan peluh yang bercucuran dan tangan yang lecet-lecet karena seharian memegang pisau dan alat pembersih.

​Andhika duduk di kursi kerjanya, menatap Dean dengan tatapan datar. "Masih mau lanjut besok? Atau mau menyerah saja? Aku bisa bilang ke Karline kalau kamu tidak kuat kerja di dapur."

​Dean berdiri tegak di depan meja Andhika. Ia menatap balik pria di depannya tanpa rasa takut. "Aku tahu apa yang Kakak lakukan hari ini. Kakak sengaja memperberat tugas aku, menjatuhkan aku di depan staf, bahkan membuat aku terlihat bodoh. Kakak sedang mengetes aku, kan?"

​Andhika menaikkan sebelah alisnya. "Oh, jadi kamu sudah sadar?"

​"Iya," jawab Dean tegas. "Ini bukan cuma soal kerja di restoran. Kakak mau lihat seberapa besar kesabaran aku, seberapa kuat mental aku kalau ditekan, dan apakah aku bakal tetap tinggal saat keadaan jadi buruk. Kakak mau tahu apa aku pantas menjaga Karline atau aku cuma cowok yang bakal lari saat ada masalah."

​Ruangan itu hening sejenak. Andhika kemudian berdiri, berjalan mendekati Dean hingga jarak mereka hanya sejengkal. Ia adalah pria yang sangat protektif, dan cara ia menguji orang-orang yang mendekati adiknya memang sangat ekstrem.

​"Bagus kalau kamu paham," ucap Andhika, suaranya kini lebih rendah, tidak lagi membentak. "Dunia luar itu jauh lebih kejam daripada dapur ini, Dean. Kejadian di gudang tempo hari itu baru permulaan dari kerasnya hidup. Kalau kamu cuma ditegur di depan staf saja sudah mau menyerah atau marah-marah, bagaimana mungkin aku bisa percaya kamu bisa melindungi Karline saat aku tidak ada?"

​Andhika menepuk bahu Dean dengan cukup keras bukan tepukan ramah, tapi lebih seperti pengakuan. "Aku tidak butuh orang yang pintar bicara soal janji. Aku butuh orang yang punya karakter kuat. Hari ini kamu lulus, tapi besok ujiannya akan lebih berat lagi. Bersiaplah."

​Dean hanya mengangguk pelan. Ia merasa sedikit lega. Meskipun Andhika terlihat dingin dan menyebalkan, Dean sadar bahwa itu adalah bentuk kasih sayang seorang kakak yang luar biasa. Andhika tidak ingin Karline jatuh ke tangan orang yang salah lagi.

​Malamnya, saat Dean pulang dengan badan pegal-pegal, ia mendapati pesan singkat dari Karline di ponselnya.

​“Semangat ya kerjanya! Kak Andhika bilang kamu lumayan bisa diandalkan hari ini, meskipun banyak salahnya hehe. Sampai ketemu besok!”

​Dean tersenyum lebar sambil merebahkan badannya di kasur. Ternyata, di balik sikap beringasnya di dapur, Andhika tetap memberikan laporan "kecil" yang manis pada adiknya. Ujian karakter ini memang berat, tapi Dean tahu, setiap tetes keringatnya sebanding dengan kepercayaan yang mulai tumbuh dari seorang Andhika Dharmawijaya.

1
Anonymous
jadinya sama" melupakan diri 🥲
Anonymous
lanjut 😎
Qaisaa Nazarudin
Kompliknya terlalu Rumit dan Bertele-tele..
Qaisaa Nazarudin
Alaahhh yang ada hujung2 nya pasti kamu akan LULUH lagi dengan DRAMA PENYESALAN DAN KATA MAAF..KAMU KAN EMANG OGEB BIN BODOH DARI DULU..
Qaisaa Nazarudin
Nah itu aku SETUJU..
Qaisaa Nazarudin
BUKAN CINTA DARI DULU ITU CUMAN RASA KEKAGUMAN SESAAT DAN OBSESI DOANG YA..INGAT CINTA DAN OBSESI ITU BEDA TIPIS..
Qaisaa Nazarudin
Dari awal juga aku gak suka Karline bisa CEPAT Luluh setelah perlakuan Dean,Rio dan Raka dulu ke Karline saat SMA,Karline aja yg Bego kebangetan,Rasain tuh..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan,untung aja aku baca ya loncat2 ,Sesuai dugaan ku Karline bukan bukanlah cewek idola ku, peran MC Cewek nya yg gak sesuai harapan..
Qaisaa Nazarudin
Dasar Karline aja yang Ogeb,Sudah dihina2 jadi simpanan om om oleh Dean,dituduh macam2 oleh Dean, Rio dan Raka, Tapi hanya dengan kata MAAF dan PENYESALAN langsung aja Luluh,Ku pikir Alur nya akan putar arah dari novel2 yg lain yg udah pernah ku baca,Eh ternyata sama aja.. Setelah baca sinopsis ku fikir gak segitunya cacian dan hinaan dari Peran utama cowoknya makanya aku langsung tertarik untuk bacanya.. Tapi setelah baca aku langsung kecewa karena PERAN Cewek nya yg awal2 Tangguh dan bisa melawan dari segala arah,tiba2 langsung MELEMPEM dan seakan2 gak bisa apa2 kalau gak ada Dean.Kecewa deh gak sesuai Ekspektasi..🙏🙏
Ra H Fadillah: Terima kasih atas kritik dan masukannya, Kak 🙏
Ikuti terus ceritanya ya, karena perjalanan Karline masih panjang dan belum semuanya terungkap 😊
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Ckk di gombalin dikit aja udah luluh 🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Apaan nih si nenek??
Qaisaa Nazarudin
Satu kata SKAKMATT buat si PECUNDANG..🫵🫵🫵👎👎👎👎
Qaisaa Nazarudin
Aelah gesit BANGET dari kemaren gak ada habis2 nya minta maaf,Karena apa?? Karena Karline itu CANTIK,PINTER, Coba kalau identintas nya belum kebuka,apa Dean akan segesit itu utk minta maaf?? 🙄🙄😏😏
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang ntar Ortu nya Dean punya pikiran buat JODOHIN mereka,Maka disitu Dean MENANG tanpa BERJUANG .
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku bilang juga apa?? Mulai deh bau2 sang. Outhor bikin mereka makin deket..😌😌
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang itu rumah Dean..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Benar2 PENGECUT ya nih Cowok...
Qaisaa Nazarudin
TINDAKAN DEAN DKK BISA DILAPORKAN KE POLISI ATAS KASUS PERLECEHAN YA THOR..JANGAN BIKIN KARLINE GAMPANG BANGET LULUH SAMA SI PENCUNDANG DEAN YA..AWAS AJA..
Qaisaa Nazarudin
HAH MAMPOS..PUAS HATI AKU..
Qaisaa Nazarudin
👏👏👏👏 Senjata makan Tuan..Malu gak tuh,gak punya harga diri ramai2 membully seorang adek kelas..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!