NovelToon NovelToon
How Can I Run Away From That Obsessive Man

How Can I Run Away From That Obsessive Man

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kensujishisu

#timetravel
Sebenarnya aku seharusnya sudah mati kan? kenapa tiba tiba aku berada di dunia seperti manhwa... aku baru aja selesai baca ini novel? loh kok bisa masuk?
dan lagi kenapa aku jadi villainess kejam yang akan mengganggu tokoh utama cowok dan cewek yang ada di dunia ini! Elisia Verderick salah satu anak marquiss ternama di dunia novel itu, aku tidak mau berususan dengan pria pria obsesif di dunia ini.. bahkan sampai dikurung!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kensujishisu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

"Elisia... "

Edwin membuka pintu kamar Elisia,karena sudah di panggil berkali kali tapi tidak ada balasan sedikit pun jadi Edwin membukanya secara terpaksa.

Dia khawatir akan Elisia apakah dia masih marah, tapi menurut Edwin Elisia baik baik saja kemarin, tidak ada permasalahan apapun.

"Edwin? " Jawab Elisia bertanya tanya.

"Apa yang terjadi, mengapa kamu tidak me**njawab panggilanku**? "

"Sepertinya telingaku sedikit bermasalah, aku tidak mendengar apapun.. " Ucap Elisia sambil tersenyum kecil.

"baiklah aku akan memanggil tabib sekarang juga tunggu disitu. "

"Edwin.. "

Elisia memegang tangan Edwin dan menghentikannya, Edwin menaikan satu alisnya bertanya tanya mengapa,dan dia sedikit terkejut mendengar Elisia memanggil namanya saja tanpa Yang mulia tidak seperti biasanya.

"Tidak apa apa aku tidak memiliki penyakit apapun, aku hanya sedang banyak pikiran saja makanya jadi kurang jelas mendengar suara. "

"Apa yang kamu pikirkan?Elisia sudah kubilang kalau ada sesuatu cerita padaku, jangan pendam sendiri.."

"Oh... baiklah. "

Edwin menatap Elisia lekat,wanita didepannya itu tidak menatap Edwin sama sekali,hal itu sungguh jarang terjadi karena semisalnya Edwin berbicara dengan Elisia

Elisia pasti menatap matanya,Edwin berpikir sepertinya Elisia terlalu banyak pikiran sehingga banyak melamun.

"Bagaimana jika keluar denganku kita cari angin segar? " saran Edwin melihat kegelisahan Elisia yang tidak kunjung membaik.

"Baiklah.. "

Edwin menggapai tangan Elisia untuk menuntunnya keluar,setidaknya dia bisa mencari udara segar diluar sebelum bersiap siap mandi.

Elisia dan Edwin sampai di taman kerajaan, mereka berjalan jalan disekitar taman tersebut yang biasa dilewati Edwin dan Elisia.

Elisia tidak mengatakan sepatah kata apapun,balik seperti awal pertama Edwin bertemu dengannya, seharusnya sudah lumayan banyak berbicara selama tujuh bulan ini.

"Jadi apa yang membuatmu khawatir? bisa kau ceritakan padaku.. "

"Edwin...kau sangat tampan...maka dari itu aku pusing karena memikirkanmu. " Sontak Edwin terkejut,Ada apa ini? mengapa sanjungan itu seperti tiba-tiba Elisia tidak mungkin mengatakan hal seperti ini, pikir Edwin.

"Apa kau mabuk ? Elisiaku, bagaimana bisa mengatakan seperti itu didepanku. "

Edwin memegang tangan Elisia dan menghantam tubuh nya di pohon, membuat Elisia terkejut seketika.

"E... Edwin apa yang kau lakukan... "

"Ini tidak seperti dirimu lisia, sepertinya kamu benar benar sakit kepala dengan masalah yang ada dikepalamu itu ya?... "

Ucap Edwin sontak membuat Elisia terkejut dan mendorong Edwin kebelakang.

"A----apa yang kau katakan, kenapa kau menggenggamku keras seperti tadi. "

"Elisia... kamu selalu membuatku bingung dengan tindakanmu setiap hari.. tapi terimakasih sudah mau berjalan bersama ku hari ini.. bagaimana jika kita kembali ke istana dan bermain di kamarku?"

"Baiklah.. "

Elisia dan Edwin berjalan beriringan, Edwin menatap Elisia lekat dan memperhatikan seluruh tubuhnya dari atas sampai bawah.

Tatapan itu seolah curiga dan mendelik.

Edwin mencurigai wanita itu,tapi masih berpikir sedikit jernih jikalau wanita itu memang memiliki masalah.. namun.. hal tadi membuatnya buyar seolah olah sedikit kepercayaan nya itu menghilang.

Edwin dan Elisia kemudian masuk ke kamar pribadi Edwin, Edwin mengkunci rapat ruangan itu dan tidak ada penjaga satupun didepannya.

Elisia mengikuti langkah Edwin dari belakang.

"Elisia kalau misalnya mau apa bilang saja padaku.. "

"Baik lah.. aku senang bisa kekamarmu. "

Elisia berjalan sebentar sembari melihat bola sihir yang ada disamping kasur milik Edwin, Edwin yang kian menyadarinya itu melihat Elisia seperti terpukau dengan bola sihir itu.

"Apa kau mau menyentuhnya lagi? "

"ah, maaf kalau ga sopan... tapi itu terlihat menarik.. "

"Jadi apakah kau ingin menyentuhnya lagi? "

"Tentu! aku sangat penasaran dengan ini."

Elisia berjalan ke arah bola sihir itu, dan menatap Edwin dengan tatapan gembira dan senyum sumringah.

Edwin menatap tajam ke arahnya seolah ingin menerkam Elisia sekarang juga dengan tatapan mematikannya itu.

Elisia kemudian memegang bola itu namun tidak ada reaksi apapun yang terjadi, biasanya bola sihir itu akan memancarkan warna kilauan yang sangat cantik.

Namun bola sihir itu ketika disentuh Elisia sama sekali tidak menghasilkan apapun, kosong seperti awalnya tidak disentuh sama sekali.

"Ah apa ini seperti bola batu biasa. "

Edwin menampar tangan Elisia, dan mendorong Elisia menjauh dari bola sihir itu hingga terjatuh.

Dan mengambil pedang yang ada di sarung pedangnya yang berada di samping kasur, dan mengarahkannya ke leher Elisia.

Elisia sontak terkejut atas perilaku Edwin yang tiba tiba.

"Edwin? Apa yang kau lakukan sakit sekali.... Apa kau akan membunuhku?"

"Siapa kamu?! "

"Apa yang kau katakan Edwin? Mengapa kau seperti ini padaku. "

Edwin mencengkram erat leher Elisia hingga wanita itu kesusahan bernafas.

"Aku tau kau bukan Elisia asli.. siapa yang mengelabuiku sekarang,cepat katakan kalau tidak aku akan membunuhmu, dimana Elisia sekarang? "

"Apa ? aku.. Elisia, Edwin... kenapa kau seperti ini padaku, kau sangat jahat bukanlah kita sudah bersama sejak lama kenapa kau meragukanku. "

Elisia menangis, air matanya terjatuh, tapi Edwin sama sekali tidak merasa bahwa didepannya itu adalah Elisia yang selama ini sudah bersamanya.

"Penjaga! " Teriak Edwin memanggil penjaga yang berjarak 1 kilometer jauhnya, kemudian mereka dengan sigap menghampiri putra mahkota itu.

"Ya yang mulia , ada apa.. " Tanya kedua penjaga itu.

"Bawa Nona Elisia Vederick keruang bawah tanah dan kurung dia sekarang juga. "

"Baik yang mulia, nona ayo ikut kami. "

"Tidak! EDWIN, BAGAIMANA KAMU BISA MELAKUKAN INI PADAKU, AKU ELISIA... KENAPA KAU JAHAT BEGINI. "

"Jangan berbohong, kau akan dikurung sementara hingga kau mau mengaku siapa kau. "

"Edwin???? Tidak! lepaskan aku! kenapa kalian ini. "

Afren berlari cepat kearah Edwin, tergesa gesa dengan nafas terengah engah melihat Elisia yang mau diamankan oleh penjaga istana.

"Hey.. yang mulia ada apa? kenapa nona Elisia mau dikurung? "Tanya Afren bertanya tanya, dia juga sangat kaget sekarang.

" Dia bukan Elisia, Afren!... encamkan kataku jangan membantah... diam saja. "

Selang berkata seperti itu Edwin meninggalkan kamarnya begitu saja, Afren pun menyusul Edwin.

"Nona maafkan saya, saya akan mencoba membujuknya." Ucap Afren sambil bergegas menyusul Edwin dengan kecepatan langkah nya karena sedang marah.

Sementara itu Elisia ditarik keruang bawah tanah dan dikurung disana.

------------------------------------------------------------------

"Sepertinya, kita sudah ketahuan nona. "

"Bagaimana bisa! cepat keluarkan aku dari sini... kenapa kau tidak mau membiarkanku keluar.. putra mahkota pasti sangat marah, kau bilang mau membuatku sesempurna mungkin. "

"Nona muda... bagaimana saya bisa membuat sama persis seperti kamu jika saya tidak tau sikap seperti apa yang kamu lakukan ke Putra Mahkota itu. "

"Lalu , jadi sekarang apa maumu mengurungku disini? "

"Bagaimana jika kamu menjadi teman bermain ku saja, jika seperti itu aku akan mengajarimu banyak sihir yang tidak kamu ketahui Nona.. "

Ucap Vion kepadaku sambil memegang sehelai rambutku dan menciumnya, Bagaimana aku bisa mudah percaya dengan orang ini.

1
Dania
semangat tor
GACHA LIFE
bagus!!
ygwegtloh
jgn jgn nnti pangeran nya masuk lebih awal juga
araraa
bdh bgt ga si😭 yang buat Vion tanggung jawab woi
KEITH
pintar banget putra mahkotanya keknya ga bisa dikibulin lagian yang malsuin juga tiba tiba bilang tampan kan ngakak🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!