Plakkk
"Kau berhutang budi seumur hidupmu! Karena kau mencuri nutrisi milik Aurora sewaktu didalam rahim Mommy mu! Hingga menyebabkan Aurora mempunyai fisik yang lemah dan selalu sakit-sakitan sedari kecil, jangan pernikahan ini bahkan nyawamu pun tak cukup untuk membayarnya!" Teriak Arga sang Ayah dari 5 bersaudara.
"Alasan itu lagi, apakah Bintang bisa mencuri! Kalian pikirkan sewaktu itu aku masih berupa segumpal darah, lalu janin yang bahkan tidak mampu untuk melindungi dirinya sendiri!" Sahut Bintang dengan tersenyum getir.
"Akan aku ambil semua yang telah aku berikan pada kalian dengan tanganku sendiri!!! Bahkan jikapun aku harus mati! Aku tidak akan rela membiarkan kalian menikmati hasil keringat dan kerja kerasku!" Ucap Bintang sambil
menggerakkan samurai ditangannya dengan lincah membantai seluruh keluarga Miller walaupun dirinya tahu jika dirinya telah diracun oleh Aurora.
"Jika ada kehidupan selanjutnya, aku tidak ingin berhubungan lagi dengan keluarga ini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhiy08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 kelahiran kembali
"Bintang... Bintang!!!" Teriak Arga sambil menyiram tubuh Bintang dengan segelas air.
Byurrr!
"Hei... Anak durhaka aku sedang berbicara pada mu, mengapa Kau malah tertidur dilantai, dasar gadis liar..." Teriak Arga lagi sambil melemparkan gelas yang dipegangnya kelantai.
Bintang hanya bisa mengerjap-ngerjapkan matanya selama beberapa saat, lalu melihat sekelilingnya dan mencubit lengannya.
Dihadapannya saat ini ada Arga, yang berdiri tegap dan disampingnya tampak Aurora yang bergelayut manja di lengannya, sedangkan ketiga Kakaknya duduk diam diatas sofa.
"Siapa yang mengizinkan Kau untuk berdiri hah! Berlutut!" Teriak Saka sambil menendang lutut bagian belakang Bintang hingga membuat tersungkur kembali dengan lutut yang membentur lantai dengan kerasnya, dan Bintang mengerang tertahan, lalu tetap berlutut dengan terpaksa.
"Dengarkan aku, aku sebenarnya tidak pernah menyukaimu, tapi, fisik Aurora sangat lemah dan sering sakit-sakitan, jadi karena kondisinya seperti ini, maka aku memutuskan akan mengirimkan Aurora pada Mommy kalian." Ucap Arga yang menatap tajam Bintang dengan sorot mata yang penuh kebencian.
"Tidak, Dad, Aurora ingin tinggal bersama Daddy dan Kakak-Kakak... Walau Aurora lemah, tapi Aurora bahagia tinggal sisi kalian, Aurora hanya ingin tinggal bersama kalian, Aurora tidak perduli dengan yang lain, jadi Dad, Aurora mohon izinkan Aurora tetap tinggal ya, jangan usir Aurora," Ucap Aurora mengiba dengan suara yang manja sambil menggoyang-goyangkan tangan Arga.
'Aku terlahir kembali? Aku kembali ke 4 tahun lalu, aku ingat... Kejadian ini tepat setelah Daddy dan Mommy bercerai, dan mommy meminta salah satu anak perempuannya untuk mengikutinya.' Ucap Bintang sambil memperhatikan dirinya yang mengenakan baju usang bekas pakaian Aurora yang sudah tidak terpakai lagi.
'Tapi, bukankah waktu itu Aurora sangat bersikeras untuk mengikuti Mommy pergi ke mansion Jendral? Tapi mengapa sekarang Dia malah bersikeras untuk tinggal? Apa yang terjadi?' Ucap Bintang sambil menatap Aurora dengan dahi yang berkerut dan tatapan yang heran bercampur bingung.
Sedangkan Aurora berdiri tegap disamping Arga sambil tersenyum licik dan wajah yang puas, karena melihat bintang yang tetap dilantai dan dalam keadaan berlutut.
'Apakah mungkin Aurora juga terlahir kembali, jadi Dia tahu jika dalam 4 tahun kedepan keluarga ini akan sukses,'
'Kakak pertama yang menjadi seorang Dokter besar, Kakak kedua menjadi pengusaha sukses, dan kakak ketiga yang menjadi seorang tentara, jadi Dia tidak mau meninggalkan ini karena takut aku yang ikut menikmati kesuksesan mereka?' Batin Bintang sambil terus memperhatikan Aurora.
"Tapi, bukannya kami ingin mengusir mu, Sayang, tapi, keluarga kita tidaklah sekaya keluarga Alexander Rora... Disana hidupmu pasti akan lebih nyaman dan lebih terjamin." Ucap Arga lembut sambil tersenyum manis sambil mengelus rambut panjang Aurora dengan sayang.
"Aurora merasa bahagia tinggal bersama kalian, walau kita tidak sekaya keluarga Alexander tapi bukankah Kakak dan Daddy selalu memanjakan Aurora, atau kalian sudah bosan dan tidak sayang lagi pada Aurora, karena itulah makanya Daddy mengirim Aurora pada keluarga Alexander..." Ucap Aurora pelan sambil terisak pelan, dan dengan gerakan yang lemah Aurora mengusap air matanya.
"Jangan salah paham Sayang, kami mengirim mu kesana, karena disana hidupmu akan lebih terjamin lagi," Ucap Saka sambil mendekat dan membelai lembut Aurora.
"Aurora yakin keluarga kita juga akan sukses dalam 4 tahun kedepan. Kak Dewa pasti bisa menjadi Dokter besar, Kak Saka pasti akan menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan Kak Kalla yang menjadi tentara, lalu kelurga kita akan menjadi keluarga yang terpandang dan sukses." Ucap Aurora dengan bersemangat.
'Bintang... Lihatlah selamanya kau akan selalu berada dibawah kakiku untuk diinjak-injak, aku tidak akan membiarkan kau menikmati kesuksesan keluarga ini'
'Dan kau akan dikirim kerumah gubenur Jendral yang berisikan orang-orang kejam yang gemar menyiksa orang dan aku akan menjadi putri tunggal keluarga sukses ini dan akan bahagia tentunya.' Ucap Aurora sambil tersenyum licik menatap Bintang dengan tatapan yang meremehkan.
"Baik... Karena Kak Aurora sudah memilih untuk tinggal, maka biarkan bintang yang mengikuti Mommy." Sahut Bintang dengan mantap sambil berdiri tegap.
"Apa...! Kau tidak memandang keluarga Alexander lebih tinggi dari pada keluarga kita kan?" Tanya Aurora penuh intrik.
"Tidak... Mommy menginginkan salah satu anak perempuannya ikut tinggal bersamanya, dan Daddy sudah menyetujui permintaan ini, kalau Kau ingin tinggal maka aku yang pergi, dimana salahnya?" Tanya Bintang dengan datar.
'Aku sudah bersumpah di kehidupan ku yang sebelumnya, jika ada kehidupan selanjutnya, maka aku tidak ingin lagi tinggal menjadi anggota keluarga Miller, hanya dengan ikut Mommy masuk dalam keluarga Alexander lah, aku dapat memutuskan hubungan ini.' Ucap Bintang dalam hatinya penuh dengan tekad.
"Kak Bintang... Jangan-jangan kakak memikirkan jika Kakak tinggal dalam kelurga ini hidup kakak akan menderita, karena keluarga Alexander lebih kaya dan lebih megah dari keluarga kita, Kak... Aurora tidak menyangka kalau kakak bisa berfikir begitu pada kelurga kita..." Ucap Aurora penuh makna sambil berpura-pura terkejut.
"Apakah salah, lagi pula siapa yang tidak tahu jika keluarga Alexander sangat kaya raya dan megah?" Sahut Bintang membuat Aurora tertegun sesaat.
"Jangan lihat kemegahannya, Kakak tidak tahu betapa kejamnya anggota keluarga itu, terutama Langit putra sulung sekaligus pewaris keluarga itu." Ucap Aurora mencoba mempengaruhi Bintang.
"Kak... Apakah kak Bintang sudah tahu, jika Kak bintang sudah masuk dia tidak akan bisa kembali lagi dalam kelurga ini, jangan sampai karena ambisi kak Bintang merusak hidupnya." Ucap Aurora seakan perduli pada Bintang.
"Dasar gadis jalang, kau hanya melihat kekayaan mereka hingga melupakan siapa keluargamu? Sudah Aku katakan kau tidak boleh pergi," Ucap Dewa dengan sedikit resah.
"Kakak dengar? sebaiknya kak Bintang tinggal saja bersama ku" Ucap Aurora.
'Jika bintang pergi, lalu siapa yang akan mengerjakan pekerjaan rumah, siapa, aku tidak mau ini terlalu merepotkan, sedangkan kami belum punya cukup uang untuk membayar seorang pelayan. Jangan sampai jatah uang bulanan ku berkurang karena masalah ini.' Ucap Aurora dalam hatinya.
"Kalian ingin aku tinggal hanya karena kalian masih membutuhkan tenaga ku untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah kan?" Tanya Bintang sambil mengeratkan kepalan tangannya.
"Iya... Tentu saja, kau seharusnya merasa beruntung karena bisa mencuci baju kita, kau bisa mendapatkan sedikit perhatian kita." Sahut Saja penuh penghinaan.
"Apa? Mencuci baju kalian itu satu keberuntungan untuk ku, pendapat dari mana itu?" Sahut Bintang dengan geram.
"Kau adik kami, wajar saja kau melayani kami, bukankah selama ini memang begitu, kau mencuci, memasak, dan membereskan rumah ini, kalau bukan Kau lalu siapa lagi? Aurora tidak mungkin karena tangannya sangat halus lagi pula tugasnya hanya belajar dan bersenang-senang." Sahut Dewa sambil mengelus rambut Aurora yang tampak berbinar dan malu-malu mendengar ucapan Dewa.
"Ini yang kalian bilang keluarga! Aurora juga adik kalian! Mengapa bukan Dia saja yang kalian pinta untuk mencuci baju kalian? Bukankah Dia yang akan tinggal disini? Dengan aku yang menjadi pelayan itu kalian sebut keberuntungan bagiku, lucu sekali kalian ini." Ucap Bintang geram lalu tertawa miris diujung kalimatnya.
"Kau!!! Sudah mempunyai banyak nyali untuk melawan kami!" Ucap Kalla sambil melayangkan tangannya pada Bintang.
Namun, sebelum tangan itu mencapai pipi bintang, sebuah tendangan sudah bersarang diperut Kalla hingga membuat Kalla terpental jauh dan memuntahkan sedikit darah dari kulitnya.
"Aku ingin melihat siapa yang berani menyentuh orang-orang ku!" Terdengar satu suara dari arah pintu masuk...