NovelToon NovelToon
NISKALA

NISKALA

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Action / Persahabatan / Light Novel / Sci-Fi
Popularitas:90
Nilai: 5
Nama Author: Kazennn

Bercerita tentang mahasiswa yang melakukan KKN disebuah desa dengan banyak keanehan. Banyak hal yang terjadi sampai membuat kami mendapatkan banyak masalah yang tidak masuk akal. Namun perlahan kami beradaptasi dan nantinya membongkar misteri dari desa tersebut. Kira-kira misteri apa saja itu. Ini adalah cerita fantasy persahabatan yang menakjukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazennn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hal-Hal Aneh

Hari pun berganti, pagi itu kami bangun lebih awal untuk melakukan jalan-jalan pagi keliling desa. Suhu yang sangat dingin menyelimuti tubuh kami yang hangat, entah mengapa aku merasa suhu ditempat ini terlalu dingin—mungkin yang terdingin dari banyak tempat yang aku kunjungi dalam hidup ku selama ini.Namun meskipun begitu, keadaan tersebut sama sekali tidak memadamkan api semangat kami untuk terus jalan. Sepanjang perjalanan kami menyapa setiap warga yang kelihatan dengan lambaian tangan dan senyuman hangat. Mereka pun membalasnya dengan senyuman yang lebih hangat.

Setelah itu kami pun kami pun kembali keposko dan lanjut membersihkan halaman, kami juga membangun jembatan kecil untuk penyeberangan motor kami karena antara posko dan jalan raya dipisahkan oleh selokan kecil. Saat matahari mulai terasa panas kami pun berhenti dan beristirahat untuk makan bersama.

Waktu itu adalah pertama kalinya kami memasak lalu makan bersama dalam satu rumah. Rasanya sedikit aneh, karena biasanya itu aku makan sendirian tapi kali ini sangat lah ramai. Aku pun berpikir harus mulai terbiasa dengan suasana yang seperti ini. Sambil makan teman-teman ku bercerita sedangkan aku hanya diam saja, karena kalau makan aku itu memang tidak bisa bicara. Aku hanya akan fokus makan saja sampai selesai, baru lah setelah itu aku akan mulai bicara. Informasi yang gak penting sih tapi ini demi durasi cerita jadi baca saja.

Lanjut, setelah selesai makan kami pun istirahat sejenak lalu tak lama datang lah Anwar yang memberitahu kalau ada pekerjaan dibalai desa.Dia pun mengajak satu atau dua orang untuk pergi kesana membantunya.

“Putra aja mi sana” ucap Ruka

“Iyah, dia kan wakordes” sambung Fatin sehingga Putra pun tak bisa menolak

“Aku juga ikut” ucap seorang cowok yang tak lain adalah aku

“Ayo” balas Anwar lalu kami bertiga pun pergi. Dibalai desa kami membantu para aparat untuk melakukan scan dokumen penting mengenai desa. Tidak ada yang aneh sampai aku menemukan sesuatu yang janggal. Aku pun berhenti dulu untuk membaca data dalam dokumen yang ku temukan ini. Dokumen itu berisi tentang kejadian-kejadian aneh yang tidak bisa dijelaskan, mirip seperti misteri begitu yang terjadi dalam desa ini.

“Minuman emosi, pangeran tasahea, penunggu balai, Hybrida.Gunung setapak, anjing gila, ngaben, dadong kenet, bulan mati, Malo, Malam Purnama...” baca ku pelan tapi tiba-tiba salah seorang aparat langsung mengambil dokumen tersebut.

“Yang ini biar aku aja yang scan” ucap nya

“Hmm?” aku menanggapinya dengan diam dan mencoba untuk melupakanya namun semakin mengabaikannya malah membuat ku semakin memikirkannya. Pikiran ku tidak bisa mengabaikannya begitu saja, belum lagi kejadian semalam yang masih belum bisa ku pahami secara logika.

“A-pa kalian menemukan sesuatu yang aneh saat melihat dokumen tadi” tanya ku

“Nggak tuh” jawab Anwar

“Kenapa emangnya?” tanya Putra

“Nggak tau, hanya saja pikiran ku penuh tanda tanya. Aku seperti khawatir setelah membaca misteri-misteri kejadian masa lalu didesa ini” tutur ku

“Perasaan mu aja kali itu” balas Putra lalu Anwar mendukungnya

“Tenang aja, memang aku pernah dengar kalau didesa ini pernah terjadi hal-hal aneh tapi tenang saja. Semua itu cuman mitos masa lampau, jadi kebenaranya masih diragukan” lanjutnya.

Setelah selesai membantu-bantu dibalai desa lalu kami pun kembali lagi keposko karena hari sudah mulai sore. Kami pun pergi lagi kerumah kepala desa untuk membicarakan beberapa hal terkait hasil survei kami tadi pagi. Kami jug membahas kembali proker apa saja yang akan kami jalankan selama KKN disini dan semua itu mendapatkan tanggapan yang baik dari beliau. Selain itu kami juga mendapatkan banyak cerita dari ketua lansia yang kebetulan juga ada disana mengenai desa tempat kami KKN ini. Beliau menceritakan bahwa desa ini memiliki banyak kuil yang indah dan juga keadaan masyarakatnya serta beberapa hal terkait larangan atau pantangan yang harus kami patuhi.

Sore itu kami juga pertama kalinya membuat konten untuk diuplod pada sosial media—sesuatu yang seharusnya kami tidak lakukan namun karena sudah terjadi maka bersiaplah untuk mendapatkan akibatnya. Kami berjalan menikmati keindahan desa pada sore hari, banyak tanaman seperti bunga dan buah-buahan tumbuh disamping jalan, kami juga melihat beberapa bangunan dan patung yang bentuknya unik.Bagi ku pemandangan seperti ini adalah sesuatu yang baru, lingkungan yang bersih dan sunyi, benar-benar berbeda dengan susana kota yang sangai ramai. Disini sebaliknya, suasana sangat damai dan tenang tapi entah kenapa aku merasakan sesuatu yang aneh.

Hari pun mulai gelap, kami pun sudah kembali keposko untuk istirahat sambil membicarakan lagi program kerja apa saja yang akan kami lakukan nantinya. Tian membuatkan schedule atau jadwal setiap kegiatanya. Setelah itu kami pun makan bersama lalu melakukan briefing, tapi ada satu kejadian lucu dimana satu teman ku ketiduran. Orang tersebut adalah Sulis, lalu kami pun punya ide untuk mengerjainya dan menertawainya bersama. Tapi saat itu tiba-tiba suara kentut dari Putra meledak sehingga langsung membuat kami semua berhamburan dan tertawa terbahak-bahak. Tidak ada yang menyangka kalau Putra akan kentut dan suaranya sangat besar.

“Hahah” aku tertawa sambil memukul-mukul pintu posko kami.

“Sudah-sudah, ayo bangun kan Sulis” bicara Zee lalu Fatin pun mencoba membangunkan Sulit dengan pelan tapi perempuan itu sama sekali tak bereaksi.Dia pun mencoba membangunkannya lebih keras lagi tapi hasilnya tetap sama.

“Sulis, jangan bercanda deh. Ayo bangun” ucap Tian menggelitiki kaki sahabatnya itu tapi Sulit tetap belum bangun. Teman-teman ku yang lain pun juga membantu membangunkannya tapi hasilnya tetap sama.

“Sulis...Sulis...bangun!!!” suara mereka lantang sambil menggoyang-goyangkan tubuh Sulis

“Wehh Sulis kenapa ini?Dia tidak bangun juga” ucap Tian panik lalu Zee pun mengecek hidungnya tapi perempuan itu masih bernapas

“Coba angkat” Putra memberikan saran lalu Zee dan Fatin pun mengangkat tubuh Sulis dan menopangnya tapi perempuan itu masih belum bangun. Kepanikan pun mulai terjadi diantara kami semua, Anwar mencoba untuk menangkan lalu dia mengambil air dan mencipratkannya kearah wajah Sulis. Barulah setelah itu Sulis sadar dan terkejut seperti orang bingung.

“Kamu tidak apa-apa Sulis?” tanya Ruka

“Hah? Maksudnya?” tanya balik Sulis

“Jangan pura-pura, kamu tadi tidur lelap” bicara Putra

“Udah dibangunin tapi gak bangun-bangun” lanjutnya

“I-YAH KAH” balas Sulis

“Kamu pasti sengaja kan” ucap Fatin lalu kami pun ikutan tertawa karena mengira Sulis benaran bercanda saja.

“Sudah-sudah, bubar kembali ketempat masing-masing untuk tidur” bicara Zee lalu kami semua pun bubar dan pergi ketempat tidur.

“Huff” suara helaan nafas ku karena belum tidur. Aku masih terjaga karena belum bisa tidur. Aku masih memikirkan semua hal yang terjadi dan ku lihat sejak tiba disini. Aku pun mencoba untuk keluar sejenak lalu melihat Dani yang sedang duduk sendirian diteras posko.

“Tidur Dani” ucap ku

“Nggak bisa” jawabnya

“Kenapa?” tanya ku penasaran

“Aku memang nggak bisa tidur kalau malam bahkan biasanya begadang sampai pagi” ungkapnya

“Hee” aku sedikit terkejut mendengar pengakuannya. Aku juga jadi ingat diriku dimasa lalu yang pernah tidak tidur semalaman sampai tembus pagi. Aku penasaran apakah alasan Dani juga sama dengan ku. Dan akhirnya malam itu kami pun jadi bercerita satu sama lain mengenai kehidupan kami sebelum KKN. Aku menyadari bahwa punya kesamaan kehidupan dengan dia, dimana itu pernah mengalami kejayaan dimasa lalu namun seiring berjalannya waktu semuanya berubah—kejayaan itu menghilang sehingga hidup kami sekarang ini hanyalah mengikuti arus saja.

“Huhh” kami menghela nafas bersamaan, mungkin sama-sama merenungi kehidupan masing-masing. Lalu setelah itu aku pun bertanya padanya

“Dani, apa kamu tidak merasakan sesuatu yang aneh pada desa ini”

“Aneh yang bagaimana?” tanya balik Dani

“Misalnya saat malam penerimaan kita dibalai desa, kamu juga melihat dan merasakannya sendiri kan waktu itu waktu seperti berhenti terus muncul seorang pemuda dan memberikan kita pertanyaan untuk menguji kelayakan kita” ungkap ku

“Terus juga tadi, Sulis yang susah dibangunkan. Apa menurutmu itu benar-benar sengaja?” tanya ku lagi

Dani pun diam sejenak lalu aku melanjutkan lagi kalau perasaan ku tidak senak sejak tiba disini. Rasa takut dan khawatir selalu menyelimuti ku setiap saat.

“Cuman perasaan mu aja kali” balas Dani

“Berani lah, ini baru hari kedua loh” lanjutnya

“Hmm” aku hanya diam

“Tapi yang terjadi pada Sulis tadi memang janggal, aku juga sempat merasakan hawa yang seram” kata Sulis lalu suasana pun jadi hening untuk sejenak karena kami sama-sama diam berpikir

“Sudah-sudah, ayo kita masuk dan tidur” bicaranya

“Hehe iyah, sudah jam berapa ini” balas ku lalu kami berdua pun masuk kedalam posko untuk tidur.

“Huff” aku menghela nafas kembali sembari melihat keatas

“Baiklah, saatnya tidur” gumam ku lalu mencoba untuk menutup mata tapi ponsel ku tiba-tiba bercahaya. Aku pun mengeceknya dan itu adalah pesan dari teman-teman ku yang dari posko sebelah. Mereka meminta bantuan untuk menyalakan air yang colokan kabelnya ada dibalai desa.

“Butuh sekarang kah” tanya ku

“Iyah, untuk sholat shubuh...jangan sampai habis nanti” balas Zee

Aku pun diam sejenak—berpikir apa yang harus ku lakukan lalu mencoba menoleh kesamping tapi teman-teman ku yang cowok sudah tidur semua bahkan Dani. Akhirnya aku pun bangun dan keluar dari posko, berjalan kaki menuju balai desa yang jaraknya lumayan jauh. Jujur saja aku sangat takut malam itu namun aku berusaha untuk melawanya, pandangan mata ku hanya satu arah kedepan. Aku tidak berani menoleh kearah lain karena takut melihat sesuatu yang tidak perlu. Saat sampai dibalai desa aku langsung menyalakan air lalu dengan cepat kembali lagi ke posko. Perasaan ku sedikit lebih lega, tapi itu belum berakhir karena aku harus menunggunya lagi sampai air penuh lalu kembali kebalai desa untuk mematikannya.

“Huff” aku mencoba untuk mengatur nafas ku dan kembali mengumpulkan keberanian sekali lagi lalu mulai berjalan menuju balai desa. Kali ini aku sedikit lebih berani untuk melihat sekitar, walau dengan pikiran yang kemana-mana menghayal dan membayangkan banyak kemungkinan yang terjadi aku tetap berjalan.

“Cihh” suara desihan ku lalu kembali keposko.

“Kalau nggak KKN aku pasti tidak akan melakukan hal yang merepotkan seperti ini” pikir ku lalu setelah itu tertidur dengan lelap.

Dan begitulah hari kedua kami melaksanakan KKN. Banyak hal yang masih belum ketahui tentang desa ini—hal tersebut membuat kami semakin penasaran. Apa yang menanti kami dimasa depan. Beberapa orang takut karena pernah mengalami trauma pada masa lalu namun ada juga yang sangat bersemangat ingin menunjukan dirinya, mengabdi dengan sungguh-sungguh sebagai mahasiswa sehingga bisa memberikan manfaat kepada semua orang terutama desa ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!