NovelToon NovelToon
Dilamar Si Cantik Tak Dikenal

Dilamar Si Cantik Tak Dikenal

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Dio tak menyangka wanita yang ditemuinya dalam hitungan jam berani melamarnya. Bagi dirinya itu adalah sebuah penghinaan meskipun wanita yang ditolongnya cantik dan mampu memberikan seluruh harta. Dio pun menolak keinginannya, tetapi si cantik Laras tetap terus mengejarnya.

Apakah Dio bersedia menerima lamarannya atau tetap pada pendiriannya mencintai kekasihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Kedua

Dio tampak tersinggung mendengar kata-kata Laras dapat membelinya. Menurutnya, dia bukan barang yang bisa diperjualbelikan.

"Untuk apa kamu membantuku? Biarkan saja mereka membawaku?" Laras memasang wajah kesal.

Dio tak dapat berkata-kata, ia pun bingung menjelaskan alasannya menolong Laras dari para pria itu.

Laras membuka tas selempang miliknya dan mengeluarkan sebuah dompet. Ia mengambil beberapa lembar uang serta sebuah kartu nama lalu menyerahkannya kepada Dio. "Mungkin ini masih kurang, nanti kamu bisa hubungi aku!"

"Aku tidak butuh uangmu!" Dio menolak pemberian Laras meskipun sangat membutuhkannya.

"Anggap saja ini sebagai bayaran kamu tadi sudah menolong aku!"

"Simpan saja!" Dio lalu melangkah.

Laras menghela napas panjang, ia berpikir Dio bersedia menerima tawarannya.

Laras mengejar Dio dan berkata, "Aku minta maaf telah memaksa kamu. Tapi, aku memang benar-benar bingung. Tolong, sekali lagi bantu aku buat menemukan pria lain untuk menjadi suamiku!"

"Aku tidak bisa bantu, aku bukan biro jodoh!"

"Kamu bisa tunjukkan temanmu atau siapapun yang pantas untukku," kata Laras terus memaksa.

Dio menghentikan langkahnya dan menatap Laras lalu membentaknya, "Apa kamu tidak bisa diam, hah??"

"Bukan kamu saja yang punya masalah. Aku juga!!" Dio meninggikan suaranya.

Laras yang dibentak matanya berkaca-kaca.

"Maaf!" lirih Dio sembari memalingkan wajahnya.

"Kenapa hari ini aku begitu sial sekali??" gumam Dio sambil memijit pelipisnya.

"Aku minta maaf sudah mengganggu waktumu," kata Laras pelan.

Laras memegang dan membuka telapak tangan Dio lalu memberikan uang yang tadi digenggamnya. "Ambil saja!"

Laras lantas memilih meninggalkan Dio, ia berjalan kemana saja tak tentu arah.

Dio tak mau ambil pusing dan tak ingin berurusan lagi dengan Laras mengantongi uang dan kartu nama kemudian balik mengambil motor yang ditinggalkannya.

Beruntung motornya masih ada ditempatnya, ia tersenyum lega jadi tak perlu bingung mencari kata-kata buat menjelaskannya kepada kedua orang tuanya. Menghidupkan mesin motornya dan meninggalkan lokasi.

Baru beberapa ratus meter perjalanan menuju pulang, Dio lagi-lagi bertemu dengan Laras. Melihat wanita itu berdiri memegang besi jembatan dan menatap kosong ke arah sungai yang mengalir.

"Biarkan saja apa yang mau dilakukannya!" gumam Dio terus melajukan motornya dengan kecepatan sedang.

Entah mengapa hatinya berkata lain, hati kecilnya itu mengatakan tak rela meninggalkan Laras sendirian. Apalagi melihat wanita itu tampak begitu menyedihkan dan frustrasi.

Dio akhirnya memilih memutar balik kendaraannya menuju ke arah jembatan. Motornya berhenti tepat dibelakang tubuhnya Laras. "Mau melompat?"

Laras membalikkan badannya, "Jika tak ada pilihan lain."

"Makan yuk!" ajak Dio.

Laras mengernyitkan dahinya mendengar Dio mengajaknya makan padahal baru 1 jam lalu mereka makan bakso.

"Capek tadi lari-lari!" alasan Dio.

"Apa kamu tidak haus juga?" tanya Dio.

Laras tetap diam.

"Kamu tenang saja, aku yang akan mentraktirmu!" Dio tersenyum.

"Memangnya kamu punya uang?" tanya Laras karena Dio sempat bercerita jika uang miliknya hanya cukup membeli 2 porsi mie bakso.

"Punya. Uang dari kamu," jawab Dio lagi-lagi tersenyum.

"Jangan melamun saja, ayo cari makanan atau minuman!" ajak Dio.

Laras tanpa mengucapkan kata-kata lantas naik ke atas motor.

Dio menjalankan motor, hatinya pun lega karena berhasil menggagalkan rencana Laras mengakhiri hidup. Ajakan makan dan minuman sebenarnya hanyalah taktiknya membujuk wanita itu. Terlalu gengsi kalau berterus terang mengatakan bahwa dia kembali untuk mencegah perbuatan nekatnya Laras.

"Kamu mau kita makan di mana?" tanya Laras heran dari tadi mereka jalan tapi Dio tak menghentikan laju kendaraannya ke salah satu warung atau kedai makanan dan minuman.

"Ada tempat yang masakannya sangat enak dan tertandingi!" jawab Dio.

"Memangnya cukup uang yang kuberikan itu?" tanya Laras sebab uang pemberiannya pasti hanya mampu membeli 2 porsi makanan dan minuman di restoran kecil.

"Uangmu ini terlalu banyak. Kita bisa makan sepuasnya sampai tiga atau empat hari ke depan," kata Dio terus mengendarai motornya.

"Kok bisa?" tanya Laras heran.

"Bisa saja!" jawab Dio.

Selang 30 menit akhirnya mereka tiba di tujuan, Laras turun dan melihat ke arah sebuah rumah tanpa nama restoran.

"Kita makan di sini!" kata Dio melepaskan helmnya.

"Mana nama restorannya? Kenapa sunyi?" cecar Laras.

"Ini rumah orang tuaku dan bukan restoran. Ayo masuk!" ajak Dio yang berjalan terlebih dulu.

Dio mengucapkan salam dan masuk, Laras juga mengikuti apa yang dilakukan Dio.

Kemunculan Dio bersama seorang wanita membuat keluarganya serempak keluar dari tempat kegiatannya masing-masing. Mereka penasaran karena mendengar suara wanita setelah Dio mengucapkan salam dan juga sempat terdengar obrolan singkat dari keduanya.

"Dia siapa?" tanya Maya, 50 tahun, mendekati putranya dan pandangannya ke arah Laras. Sembari memperhatikan penampilan Laras dari ujung kepala hingga kaki.

"Dia temanku, Bu," jawab Dio.

"Teman? Secantik ini?" Maya lalu memindahkan arah pandangannya kepada putranya, ia tak yakin Dio memiliki teman secantik Laras. Karena hampir semua teman Dio adalah pria.

"Pasti kamu habis menculiknya 'kan, Kak?" Diana adik pertamanya Dio, 21 tahun, menuduhnya dengan nada bercanda.

"Kamu lihat sendiri, apa dia teriak-teriak minta tolong!" kesal Dio.

"Di mana kalian bisa bertemu?" tanya Maya penasaran sambil memandang Dio dan Laras bergantian.

"Duduklah. Aku akan membuat minuman!" Dio meminta Laras agar tak berdiri saja lalu mengajak kedua orang tuanya dan adik-adiknya menjauh dari Laras.

"Apa dia kekasihmu?" tanya Derry, 55 tahun.

"Bukan," jawab Dio.

"Kami tidak percaya itu teman Kakak!" kata Diana sebab melihat penampilan Laras seperti wanita kelas atas.

"Kami baru bertemu," ucap Dio.

"Kalian baru bertemu dan kamu berani mengajaknya ke sini. Apa kamu tidak takut kalau dia itu penjahat, hah?" tanya Maya dengan suara pelan, ia khawatir putranya asal membawa orang lain ke dalam rumahnya.

"Yah, Bu, dia bukan penjahat. Dia cuma perempuan yang sedang stres," jawab Dio asal.

"Apa??" orang tua dan adiknya Dio terkejut mendengarnya.

"Kenapa kamu membawanya ke sini?" Maya memukul lengan putranya, ia tidak habis pikir Dio berani membawa seseorang yang dalam keadaan tergoncang ke rumahnya.

"Aku tidak punya pilihan. Dia tak mau aku antar pulang!" jelas Dio.

"Tapi, tidak juga dibawa ke sini, Dio!" Derry juga kesal dengan anaknya itu.

"Aku tak tega meninggalkannya sendirian di jalan," ucap Dio memberikan penjelasan.

"Biarkan saja, kenapa kamu harus peduli? Kita bukan keluarga apalagi saudaranya!" kata Maya.

"Apa Ibu mau melihatnya mengambang di sungai?" tanya Dio.

Maya terdiam, ia salah berucap.

"Aku hanya tidak mau dia berbuat nekat," kata Dio.

"Sekarang pikirkan lagi, kamu harus membawanya keluar dari sini!" ucap Derry.

"Iya, Yah. Aku juga akan mengantarkannya pulang, ini aku balik ke rumah karena ponselku mati. Aku takut kalian khawatir!" kata Dio sebab ia tadi diperintahkan membayarkan utang kepada seorang kenalan ayahnya yang jumlahnya uangnya cukup besar bagi keluarganya.

"Dio, Dio, kamu menambah beban Ibu saja!" Maya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya.

"Aku minta maaf. Tapi, aku benar-benar bingung harus membawanya ke mana lagi. Apalagi dia terus memaksa aku menikahinya!"

"Hah? Apa??"

1
Dew666
💥💥💥💥💥
Dew666
Loh kok tamat thor?
Dew666
🍭💎
Dew666
💜💜💜
Dew666
🍡🪸💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!