Indira, gadis muda keturunan Tionghoa dan Indonesia. dia sudah dari kecil ikut dengan sang ibu, karena ayahnya sudah meninggal
Indira, melanjutkan perusahaan otomotif milik sang Ayah, tapi saat dia akan kembali ke Indonesia. dia mengalami kecelakaan pesawat...
Penasaran dengan cerita nya Yuk ikuti terus Cerita ini. akan banyak menguras tenaga dan emosi, siapkan kata-kata yang indah saat Indira Gandhi masuk ketubuh perempuan muda yang ditinggal oleh orang tua nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Two
"Jie jie bawa apa?" tanya Xiao Xie. yang baru bangun, dia mendekati sang jie jie, Xiao Lin tersenyum lembut dan mengelus penuh kasih
"Cuci mukanya dulu ya... nanti kita sarapan" ucap Xiao Lin
"Calapan? tita memiliti matanan?" ucap Xiao Xie. hati Xiao Lin begitu sakit saat mendengar ucapan Xiao Xie
"Tentu... mulai sekarang kita akan sarapan, makan siang, makan malam, jadi Xie'er jangan takut kelaparan lagi ya" ucap Xiao Lin
"Benaltah?" ucap bahagia Xiao Xie. dia pun langsung berjalan menuju gentong yang ada di depan pintu dapur, dia dengan semangat mencuci muka nya, Xiao Nam tersenyum lembut melihat adik dan jie jienya bahagia
"Jie jie apa ini sudah matang?" tanya Xiao Nam. karena dia sudah melihat bila ubi yang di ucapkan jie jie nya itu mulai berbelah kecil. Xiao Lin pun langsung mendekati nya dan melihat bila ubinya sudah matang
"Ayo ambil tempat, kita angkat ubinya ini sudah matang" uca Xiao Lin. Xiao Nam pun segera mengambil piring bambu yang di anyam, Xiao Lin pun langsung mengangkat nya dan meniriskan terlebih dahulu
Xiao Lin pun segera memotong beberapa bagian karena satu ubi itu cukup besar, sebesar kepalan lelaki dewasa
Xiao Xie berbinar, dia juga di berikan anggur yang berwarna hitam dan tidak lupa Xiao Lin membuat kelapa muda pakai mangga dan durian, walau mereka merasa aneh dengan bau nya tapi saat menyicipi nya ternyata nikmat
Mereka makan ubi dan meminum kelapa campur itu, Xiao Xie berceloteh dengan gembira dia tak pernah merasakan manis dari ubi. gurih manis dan segar dari kelapa muda campur mangga dan durian, kalau di dunia kita Es teller yang tidak komplit ya
Setelah selesai makan mereka pun duduk dulu, agar makan tercerna, setelah lima belas menit mereka pun membereskan rumah
Xiao Lin akan melatih Xiao Nam dan Xiao Xie bela diri, agar mereka bisa menjaga diri mereka, karena Xiao Lin tidak tahu kehidupan di masa akan mendatangi itu seperti apa
Rumah sudah mereka bereskan untuk makan siang pun masih ada ubi, Xiao Lin langsung mengajak kedua adiknya membersihkan halaman belakang, dia pun akan menanam ubi dan buah-buahan di dekat rumah. dengan semangat mereka bertiga membersihkan halaman belakang dan Xiao Lin juga menggali tanah untuk beberapa gundukan
"Xie'er, jie jie minta tolong. ambilkan ubi di keranjang ya Dik... kita akan menanam nya disini" ucap Xiao Lin
"Iya jie jie" ucap Xiao Xie dengan ceria. dia pun langsung berlari menuju dapur, dan dia mengambil ubi yang sudah keluar tunasnya. dia berpikir kalau ada tunas nya pasti akan cepat
Sebenarnya mereka cukup pintar, hanya saja. jaman kuno itu tidak tahu bila ada tanaman yang bisa mereka makan, hanya takut tanaman itu beracun jadi mereka tak ingin mengambil resiko, dari pada mereka teracuni mendadak lebih baik menahan lapar
Xiao Lin tersenyum melihat adik bungsu nya, dan Xiao Nam juga begitu giat menggali tanah
"Jie jie lihat ini? ini cudah ada tunac nya" ucap Xiao Xie. Xiao Lin pun melihat dan benar saja dia langsung mengajarkan cara menanam dengan baik
"Nah nanti kita hanya boleh menyiram dua hari sekali, karena kalau tiap hari nantinya busuk" uca Xiao Lin
"Jie jie.. nanti yang Cilam itu Xie'er dan Gege caja ya" ucap Xiao Xie. Xiao Nam juga mengangguk setuju
"Baik-baik... nanti tugas menyiram tanaman ubi urusan kalian, nah hari ini kita istirahat... karena besok kita akan ke hutan mencari tanaman buah atau sayuran, yang akan kita tanam" ucap Xiao Lin
"Hutan? ini juga hutan jie jie" ucap Xiao Nam
"Kita akan masuk kedalam hutan lebih dalam sayang... agar kita juga bisa mencari hewan seperti ayam hutan kelinci atau babi, kalau babi kan bisa kita jual ke pasar" ucap Xiao Lin. Xiao Nam pun mengangguk, semenjak dua tahun mereka tak pernah keluar dari hutan ini, mereka tak sabar ini melihat pasar yang terdekat dengan hutan tempat mereka tinggal
"Ayo kita mandi.. setelah itu kita istirahat, Laginya ini sudah mulai sore, untuk makan malam kita cari ikan di sungai. semoga ikan nya besar-besar" uca Xiao Lin. mereka bertiga pun langsung menuju sungai dekat rumah, dan Xiao Lin juga tadi pagi melihat banyak ikan lele, banyak yang berpikir ikan lele itu beracun karna ada kumisnya, mereka tidak tahu saja ikan lele kalau di goreng terus di bumbu acar sangat lezat
Xiao Lin membawa keranjang. untuk menyerok ikan, saat mereka tiba di sungai, Xiao Lin mengajak kedua adiknya mandi, karena sungai itu tak dalam jadi Xiao Xie di gendong Xiao Lin, agar tak jatuh
"Jie jie, dulu kita tidak berani kesini karena takut ada hewan buas! tapi sekarang kita kesini? apa tak takut bila hewan buasnya muncul?" ucap Xiao Nam
"Adik tenang saja, jie jie akan membunuh mereka kalau datang kemari" ucap Xiao Lin sambil berjalan aga dalam. dia juga meminta adik ya untuk tetap di pinggir
Xiao Lin melihat ada ikan lele, dan ikan Emas. dia dengan langkah pelan tapi pasti langsung mendekati Ikan-ikan besar itu
Hap
Ikan lele dua ekor dan ikan emas dua ekor, Xiao Lin dapatkan. kedua adiknya bersorak kegirangan
"Jie jie terhebat..." ucap kedua nya, mereka sangat bahagia tapi tiba-tiba mereka melihat ikan lele yang sebesar tangan Xiao Nam, langsung Merinding
"Jie jie itu kan hewan beracun? cepat lepaskan kita ambil yang dua itu saja Jie jie" ucap Xiao Nam. dan Xiao Xie pun mengangguk
"Eh? kok beracun sih Dik? ini ikan sangat enak kalau kita pakai bumbu" ucap Xiao Lin
"Enat? jie jie, Olang bilang itu itan belacun" ucap Xiao Xie
"Ha? beracun... hais mereka apa-apa bilang beracun? kapan kenyang nya coba" gumam Xiao Lin
"Ikan ini tidak beracun sayang-sayangnya jie jie... nanti kita buang kepalanya, nah biar nanti kalian coba saat jie jie bakar ikan ini paham" ucap Xiao Lin
"Jadi itan itu nda belacun? huu tau bejitu tita dali temalin ambil itan itu" ucap Xiao Xie. Xiao Lin tertawa
"Maafkan jie jie ya sayang... jie jie juga baru tahu kemaren, kalian ingat waktu jie jie tidak bangun beberapa hari itu, nah jie jie mendapatkan pengetahuan tentang yang kita dapatkan dari guru masa depan, jadi mulai sekarang apa yang jie jie ambil berarti bisa kita manfaatkan" ucap Xiao Lin
Kedua adiknya pun mengangguk, mereka akan mengikuti ucapan yang jie jie nya katakan, mereka pun melihat cara jie jie nya membersihkan ikan dan membunuh ikan lele itu
"Nah kita juga harus hati-hati saat membersihkan ikan, karena didalam ikan itu terdapat empedu, bila empedu itu pecah atau rusak, nanti ikan nya akan pahit" ucap Xiao Lin sambil menunjuk empedu yang dia maksud ke adiknya
"dadi tita haluc hati-hati talau belcihin itan nya jie jie?" tanya Xiao Xie
"Tentu saja agar ikan yang kita makan tidak pahit" jawab Xiao Lin sambil mencuci dalam ikan agar bau amis tak terlalu menyengat, tapi dia ikan tadi saat menuju sungai. dia melihat daun kunyit dan bumbu rempah lain nya
"Ayo kalian naik dulu jie jie mau memetik rempah yang tadi jie jie lihat, kalian tunggu disini sebentar ya" ucap Xiao Lin sambil membawa kedua adiknya naik dulu. dia segera berlari dan menggali rempah yang dia kenali
Xiao Lin terkejut ada bawang putih yang dekat dengan rempah-rempah itu
"Oh... ini luar biasa" ucap Xiao Lin sambil menggali kunyit lengkuas bawang putih. setelah itu dia kembali ke sungai kedua adiknya masih duduk manis dekat keranjang yang berisi ikan
"Tunggu sebentar ya jie jie cuci ini dulu" ucap Xiao Lin. dia pun mencuci semua nya, dan langsung pulang ke gubuk reyot tempat mereka tinggal
Setelah mengganti pakaian mereka pun langsung memulai, Xiao Lin meminta Xiao Nam untuk mengulek bumbu yang tadi dia bersihkan, Xiao Nam pun mengulek bumbu itu dengan batu besar dan ulek kan nya batu kecil
Xiao Lin pun membalur semua ikan itu sebelum di bakar, Xiao Xie pun membantu menyiapkan piring atau tempat minum. Xiao Lin tersenyum melihat adik bungsu nya mau membantu
"Jie jie apa itan nya cudah matang?" ucap Xiao Xie dia sudah tidak sabar. apa lagi aroma nya sangat menggugah selera mereka
"Sebentar lagi sayang... kalian duduk lah jangan lupa cuci tangan nya ya" ucap Xiao Lin sambil membalikkan ikan ikan gemuk itu. Xiao Nam pun mengambil sisa ubi dan menyimpan di meja dan membawa Xiao Xie untuk cuci tangan nya
"Makanan nya sudah siap... ayo kita makan" ucap Xiao Lin kedua adiknya itu berbinar mendengar suara jie jie mereka
"Telima tacih dewa.. hali ini Xie'er dan jie jie juga Gege bica makan enat
TBC