NovelToon NovelToon
Rahasia Milyuner Amnesia

Rahasia Milyuner Amnesia

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat
Popularitas:36.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Mikael Wijaya, putra milyuner dari Surabaya Wijaya Agra mengalami kecelakaan di Dubai setelah memergoki calon istrinya berselingkuh. Kecelakaan fatal itu membuatnya hilang ingatan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Bertemu lagi?

Tiga minggu kemudian

"Kamu mau kerja sebagai asistenku?" tanya Levi setelah mengamati Kael yang hari ini sudah bisa keluar dari rumah sakit.

Kael yang sedang duduk di ranjangnya menoleh pada laki laki muda yang kerap mendatanginya setelah dia sadar.

"Dari pada kamu tidak ada tujuan," sambung Levi lagi. Sia sia dia menyelidiki siapa Kael. Mobil yang dia gunakan juga kepemilikannya tidak jelas. Identitas Kael tidak bisa dilacak sampai sekarang.

Kael masih belum menjawab.

Dia memang ngga tau mau ngapain setelah keluar dari rumah sakit ini. Walaupun laki laki yang selalu mendatanginya sudah memberinya uang dalam jumlah yang sangat besar, tapi dia merasa ngga tau harus menggunakan uang itu untuk apa.

Dia juga baru tau kalo dia punya super car. Berarti dia anak orang kaya. Tapi mengapa orang tuanya tidak merasa kehilangannya.

"Kamu bisa ikut aku kembali ke Jakarta. Aku sudah mengurus semua identitasmu." Levi yakin laki laki muda yang seusia dengannya ini tinggal di Jakarta. Melihat stylenya pasti bukan dari kalangan biasa.

Kael tau dia tidak punya identitas lagi karena sudah hangus terbakar dalam ledakan mobil, berdasarkan cerita Levi. Dia saja lupa dengan kejadian itu. Bersyukur Levi mau bertanggungjawab secara penuh padanya. Padahal bisa saja Levi mengabaikannya.

Levi masih menunggu jawaban Kael dengan sabar.

"Baiklah," putus Kael menerima tawaran Levi. Sekalian dia akan mencari tau siapa jati dirinya dan mengapa tidak ada keluarga yang mencarinya hingga sekarang

Ngga mungkin, kan, dia ngga punya keluarga? Atau mereka sudah membuangnya?

*

*

*

Kael meneguk gelas ketiga miniman alkoholnya. Sudah hampir setengah tahun dia menjadi asisten Levi. Bekerja membantu laki laki itu mengurus perusahaannya.

Levi juga sudah membantunya mencari keberadaan keluarganya. Tapi sia sia saja.

Kael mendengar perdebatan.di dekatnya. Suara perdebatan itu cukup jelas walaupun ditingkahi oleh suara musik yang berdentam. Pupil matanya membesar ketika menyadari salah satu gadis yang sedang dimaki habis habisan dengan oleh seorang gadis bule.

Gadis incaran Levi, batinnya.

"Hasan pasti ngga tau keburukanmu. Kamu memalukan Hasan dengan mendatangi dunia yang jauh berbeda dengannya."

"Apa urusanmu?"

Seorang gadis lainnya mendekat, mengajak pergi gadis yang sedang berdebat itu.

Kael tersenyum samar, dia masih bisa mengingatnya.

Lawannya maen padel.

"Dasar, aku akan katakan pada Hasan agar dia segera menceraikanmu." Gadis bule itu kemudian pergi.

Ayra mendengus kesal.

"Sampai kapan orang salah melabrak terus begini."

Adelia yang ada di sebelahnya tertawa. Dia maupun Nathalia juga pernah beberapa kali mengalami hal ini. Maklum kembar identik.

"Duduk dulu, aku pesankan cake ," ucapnya sambil menggiring sepupunya ke meja mereka untuk menenangkan diri. Bar ini masih menyisakan makanan dan minuman untuk yang hanya ingin bersenang senang tanpa alkohol.

"Oke, yang biasa, ya."

Adelia menganggukkan kepalanya sambil berlalu pergi. Tubuhnya bergerak pelan mengikuti irama yang dikendalikan dj sambil berjalan.

Kael yang terus melihatnya tersenyum samar.

Hingga dia kini berdiri di samping Kael.

"Pesan yang biasa, kak?" tanya pelayan-seorang perempuan muda belasan tahun di balik etalase yang menyimpan berbagai cake yang mengundang selera.

"Ya. Dua potong, ya."

"Iya, kak."

Ketika Adelia akan mengulurkan uangnya, seseorang menyenggol pundaknya. Tepatnya mendorongnya hingga membuatnya terpaksa bertumpu pada dada seseorang.

"Ma maaf...." Perempuan muda yang menabraknya tanpa sengaja menumpahkan minuman beralkoholnya ke dres Adelia.

"Ak aku tidak sengaja." Dia tampak sempoyongan, beberapa teman perempuannya cepat memeganginya.

"Maaf, ya, dia agak reseh kalo mabok," sesal temannya merasa bersalah pada Adelia.

Salah satunya mengulurkan setumpuk uang dollar Amerika dari dompetnya. Dia sempat melihat merek dres yang dikenakan Adelia.

Adelia yang tersadar kalo dia sedang berada di pelukan seseorang, segera mendongak. Tatap mereka bertemu. Adelia masih bisa mengingat wajah yang sangat dekat dengannya walaupun pencahayaan tidak terlalu terang.

"Maaf." Dia cepat menjauh dengan perasaan aneh.

Ugghh.... Rembesan minuman gadis mabuk tadi mengenai jas laki laki itu juga.

Adelia menolak lembaran dolar Amerika yang diberikan.

"Tidak usah. Bawa pulang aja teman kalian," ucapnya mencoba memaklumi.

'Terima kasih." Setelah tersenyum lega karena gadis di depan mereka tidak mengonel, mereka buru buru pergi sebelum dia berubah pikiran.

"Tolong antarkan pesananku ke meja sana, ya?" ujar Adelia pada gadis pelayan itu sambil menunjukkan mejanya.

"Siap, kak." Gadis muda itu menatap prihatin pada dres gadis itu yang basah.

"Kembaliannya buat kamu. Makasih, ya."

"Sama sama, kak." Senyumnya tampak lebar. Kali ini tips untuknya dilebihkan dari biasanya. Karena itu dia menghapal sosok Adelia.

Adelia mengalihkan tatapnya pada laki laki yang masih diam di dekatnya. Sekarang ini malah dia sudah meneguk gelas keempatnya.

"Aku akan mengganti jas dan kemejamu."

Sambil mengangkat gelas kelimanya, dia tersenyum sangat tipis.

"Tidak usah."

"Oke, kamu tau mencariku kemana kalo berubah pikiran." Adelia bersiap untuk pergi. Gadis pelayan itu juga sudah pergi ke tempat Ayra berada.

"Kemana? Aku diijinkan menemuimu?" tanya Kael masih tetap memegang gelasnya dengan ujung siku yang bertumpu di atas meja bar.

Kael masih ingat ketika Levi dilarang menemui Ayra oleh sepupu mereka.

Adelia berbalik menatap Kael yang baru saja melontarkan pertanyaan bermakna ambigu. Membalas tatapan laki laki itu sebelum pergi tanpa memberikan jawaban.

Kael tersenyum, kali ini lebih jelas terlihat. Dia kemudian menghabiskan gelas kelimanya, kemudian menyusul Adelia.

Dia tau gadis itu pasti menuju ke toilet untuk membersihkan bekas minuman keras yang menempel di pakaiannnya.

Tadi saat gadis itu mencengkeran lengan jasnya, dia merasakan sesuatu yang berbeda di aliran darahnya.

Akhirnya dia bisa juga mendengar suara gadis itu.

Agak lama menunggu, akhirnya Kael melihat gadis itu keluar dari dalam toilet wanita.

Wajahnya tampak menggerutu.

"Baunya ngga bisa hilang?" tegur Kael mengagetkan Adelia.

"Ngapain kamu di sini?"

"Menunggu kamu."

Keduanya menyusuri lorong untuk kembali ke ruang utama.

"Aku berubah pikiran," ucap Kael sambil melepas jasnya dan memberikannya pada Adelia.

"Tolong dilaundry. Kamu tau, kan, kantorku dimana. Suruh ojol saja yang antar ke tempatku." Kael tersenyum, kali ini dengan lebih simpatik, melihat kebengongan Adelia.

Dia kemudian melangkah pergi dengan agak sempoyongan meninggalkan Adelia.

Adelia menatapnya kesal.

Kenapa dia tidak cuci sendiri saja, omel Adelia dalam hati.

Sementara Kael terus melangkah tanpa menoleh lagi. Harusnya dia tidak memberi harapan pada siapa pun selagi ingatannya masih raib. Siapa tau dia sudah punya istri. Tapi gadis itu sulit untuk diacuhkan.

Mungkin karena kebaikannya. Kael melihat Adelia yang menolak begitu saja pertanggungjawaban teman gadis mabuk tadi.

Kael yakin, gadis itu yang akan mengantar sendiri jasnya ke perusahaannya.

Dadanya berdebar halus

Kael akan tunggu pertemuan mereka nanti yang berikutnya.

Kalo begini dia ngga butuh ijin dari sepupunya, kan.

1
Elizabeth Zulfa
semoga ide jahatmu jdi senjata makan tuan dech 😏😏
anggita
bunga🌹, like👍.
Tri Handayani
thorrr...jangan biarkan rencana nafa berhasil.
Tri Handayani
kael bener tuch kata levi mending yg d ingat-ingat adelia g usah mengingat si'nafa.
Tri Handayani
baca obrolan kael dan levi jadi senyum-senyum sendiri apalagi ternyata kael masih ingat adelia tambah senang q .
Tri Handayani
bener nesie...lama-lama teman kamu berujung d rumah sakt jiwa.
Lusi Hariyani
tu kan bnr kael msh ingat adelia,dasar si nafa g th diri bngt buang aja ke laut
Ariany Sudjana
ga rela kalau Kael malah jadi balik sama Nafa, meskipun Kael belum pulih ingatannya. sudah bagus Kael sama Adelia, sama-sama kaya raya dan sama-sama berkelas
Chici👑👑: Mampir juga yuk kak di novelku judul nya " Menikahi Tuan Muda Kejam "
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar Mak lampir serakah kamu Nafa, kamu pikir meskipun Kael amnesia, Kael masih mau balik dengan jalang murahan seperti kamu? jangan mimpi kamu, lebih baik kamu masuk RSJ, ketemu dengan sesama pasien RSJ, itu baru benar 🤣🤣🤭🤭
Dewi kunti
ketiganya,nich jempol kenapa kelebaren sich
Herman Lim
u aja yg terlalu hidup y klo ga tau gimn solid mereka utk saling membantu apa lagi soal cow yg dah di tandai sama keluarga mereka jgn harap BS dpt balik lagi cow tuh nafa 🤣🤣
Gibran AnamTriyono
Belum Tau diaa ,,, Wanita2 Airlangga Wisesa itu Sadis2 klok udah di senggol 🤣🤣🤣
Rahmawati
hahaha jgn kira adelia dan sepupunya gk bisa ngelawan km ya nafa, mereka bisa melawanmu dengan elegan
Tri Handayani
Next thorrr,semangat triple up
Tri Handayani
ayo oma opa dan keluarga adelia'jangan sampai lengah menjaga kael'si latifa dan nafa masih berkeliaran mengancam keselamatan kael.
sleepyhead
Hoho... u mess with the wrong person 😎, lu kaga tau mereka siapa... 🤣
Tri Handayani
kayanya adel udah bener-bener d hati kael'lihat mawarnya aja langsung tersenyum'semoga kael beneran ingat adel.
Tri Handayani
nafa,,cari tau dulu siapa mereka,bagaimana keluarganya'emang kamu punya apa mau melawan mereka...
Lusi Hariyani
nafa...nafa...km g th aja gmn kluarga mereka yg solid saling membantu,kayak y kael dh ingat semua y tp krn kondisi y msh lemah
🔵MENTARY
Nafa salah nyari lawan nih
Kyknya Kael ingat Adel deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!