NovelToon NovelToon
Istri Tersembunyi Dokter Galak

Istri Tersembunyi Dokter Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Dokter Genius / Kaya Raya
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ocean Na Vinli

Tak pernah terlintas di benak Casey Cloud bahwa hidupnya akan berbelok drastis. Menikah dengan Jayden Spencer, dokter senior yang terkenal galak, sinis, dan perfeksionis setengah mati. Semua gara-gara wasiat sang nenek yang tak bisa dia tolak.

"Jangan harap malam ini kita akan bersentuhan, melihatmu saja aku butuh usaha menahan mual, bahkan aku tidak mau satu ruangan denganmu." Jayden Spencer

"Apa kau pikir aku mau? Tenang saja, aku lebih bernafsu lihat satpam komplek joging tiap pagi dibanding lihat kau mandi." Casey Cloud.

Di balik janji pernikahan yang hambar, rumah sakit tempat keduanya bekerja diam-diam menjadi tempat panggung rahasia, di mana kompetisi sengit, dan kemungkinan tumbuhnya cinta yang tidak mereka duga.

Mampukah dua dokter dengan kepribadian bertolak belakang ini bertahan dalam pernikahan tanpa cinta ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Sakit Yang Sama

Spencer General Hospital

Rumah sakit swasta, mewah, yang terletak di jantung ibu kota Jakarta ini. Tak pernah sepi pengunjung, padat merayap seperti terminal bus di musim mudik. Suara trolley, panggilan perawat, bau antiseptik, semua bercampur jadi satu.

Koridornya sibuk, manusia berlalu-lalang, termasuk Casey, berjalan dengan raut wajah gelisah. Pakaian semi formal rapi, name tag dokter menggantung di lehernya.

Hari pertama kerja.

Hari yang seharusnya membuat Casey  bangga.

Akhirnya setelah tujuh tahun menyelesaikan pendidikan dokter, koas bahkan sampai magang di pedalaman desa. Dia akhirnya telah sah menjadi dokter umum sekarang, tapi bukannya senang. Namun, karena satu hal merusak suasana hati Casey.

Rumah sakit ini tempat suaminya berkerja.

"Fiuh, kau harus semangat Casey, kalau kau bertemu dengan dokter galak itu pura-pura bego saja," gumam Casey. Sambil menarik napas panjang, berusaha menyemangati dirinya.

Casey sesekali membenarkan kacamata yang menempel di hidungnya. Beginilah penampilan Casey sebenarnya, sederhana dan sedikit culun, tapi terlihat elegan dan dewasa.

Langkah Casey seketika terhenti di depan ruang IGD. Matanya melirik ke sana kemari, mencari kepala ruangan. Tapi yang dia dapatkan perawat yang melintas di depannya sekarang.

"Permisi, boleh tanya, kepala ruangan siapa ya? Saya dokter baru di sini, kenalin nama saya Casey, HRD menyuruh saya langsung datang ke ruang IGD," katanya, dengan ramah.

Perawat bertubuh 165 cm ini, tak segera menjawab, memandang Casey dari atas sampai ke bawah dengan tatapan tak suka, tanpa senyum dan tanpa suara.

Ketika diperhatikan dengan ekspresi seperti ingin menelan orang hidup-hidup, senyum Casey mendadak kaku.

Casey mulai menyentuh tengkuknya, kikuk.

"Mau bertemu Bu Sari, ayo ikut aku sekalian aku mau mengantar rekam medis sama dia." Menurut nametag, perawat itu namanya Vero. Dia segera melengoskan muka kemudian berjalan cepat mendahului Casey.

"Eh!" Casey cukup terkejut. Memandang punggung Vero dengan muka cemberut sekarang. "Apa-apaan sih dia?"

Kemudian secepat kilat Casey mendekati Vero dan berjalan sejajar di samping.

"Namamu Vero ya, aku nggak menyangka di rumah sakit ini perawatnya nggak punya etika, " kata Casey, tanpa menoleh ke samping. Ekspresinya datar tanpa emosi, langkahnya mantap, dadanya tegap.

Casey tak mau menunjukkan bahwa dia lemah di hadapan rekan kerjanya.

Mata Vero sedikit membola. Tak menduga Casey langsung membalas. Dia enggan menjawab, hanya memandang sinis Casey di samping sambil memeluk rekam medis pasien di dada lebih erat.

Belum sampai ke tempat tujuan, seorang wanita berkerudung putih  tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Wajahnya tampak ramah.

"Vero, di sini kau rupanya." Sari langsung berbicara sambil melirik Casey sekilas dan melempar senyum tipis sejenak.

Casey balas dengan tersenyum juga.

"Siapa wanita di sampingmu ini?" tanyanya.

"Iya Bu, ini rekam medisnya, dokter baru namanya Casey, katanya dia mau bertemu dengan Ibu." Vero pun memberikan rekam medis sama Sari sambil melirik Casey dengan raut wajah datar, tapi tatapannya seolah-olah ingin menerkam.

'Biasa saja kali lihatinnya, aku bius kau nanti ya." batin Casey kala mendapat tatapan tajam dari Vero.

Casey tak berani membalas di depan kepala ruangan. Bisa hancur imagenya nanti, apalagi Sari terlihat ramah padanya.

"Wah, perkenalkan namaku Sari,  senang banget ada dokter baru yang masuk bulan ini, selamat bergabung Dokter Casey." Sari langsung menjabat tangan Casey.

Lain halnya dengan Vero, Sari terlihat senang menyambut Casey.

"Nama saya Casey."

"Nama yang bagus, pakai aku aja deh, lebih enak ngobrolnya."

"Boleh juga."

"Ayo kita keliling, aku ajak mutar rumah sakit, biar nggak tersesat nanti kan, sekalian pasien di IGD juga belum banyak pagi ini," kata Sari.

Casey mengangguk riang. Senang rasanya ada seseorang yang membuat suasana hatinya jadi baik lagi.

"Bu aku ikut ya."

Tapi, senyum Casey mendadak kaku ketika Vero membuka suara. Dari tadi wanita bertubuh kurus ini memperhatikan interaksi Casey dan Sari.

Sari melirik tajam. "Eh, kok ikut, tugasmu kan belum selesai, lanjutin kerjaanmu Vero, Ibu nggak mau ya ada komplain dari keluarga pasien lagi tentangmu."

Mendengar balasan Sari, wajah Vero langsung masam, tanpa permisi dia langsung pergi melangkah dari situ.

"Kebiasaan deh, padahal sudah di ingatin buat ramah sama teman kerjanya," ungkap Sari, lempar pandang sama Casey.

Casey jadi tahu sekarang, sikap Vero memang dari sononya.

Casey tak menanggapi, hanya membalas dengan tersenyum hambar. Bukan waktunya untuk menggosip. Casey memilih fokus berkerja daripada harus membicarakan wanita seperti Vero.

Kini Casey malah terlihat cemas, tak mau bertemu Jayden. Namun, dia cukup tahu Jayden adalah dokter spesialis yang selalu sibuk berjalan di koridor rumah sakit. Dan tidak mungkin dia tidak bertemu Jayden. Itu hal yang sangat mustahil.

Casey sengaja tidak memberitahu Jayden bahwa berkerja di rumah sakit ini. Bagaimana mau mengabari lelaki galak itu, nomor ponsel Jayden saja, Casey tidak punya.

"Yuk, kita jalan-jalan," ujar Sari kembali, tampak antusias mengajak Casey keliling rumah sakit.

Casey mengangguk kecil. Sari menggerakkan kaki. Untuk sesaat kadaan pun mulai membaik, sampai pandangannya bertabrakan dengan sepasang mata dingin di ujung koridor.

Jayden.

Wajah tegas, ekspresi kaku, aura dingin yang bahkan AC ruang operasi pun kalah. Dari kejauhan, Jayden berjalan cepat ke arahnya.

Casey langsung membatu.

'Mampus aku.'

"Dok, kok berhenti, ayo." Sari heran karena Casey tiba-tiba berhenti dan sekarang berdiri mematung di belakangnya.

Sari makin terheran-heran. Ketika dokter yang disegani sekaligus dikagumi malah berdiri tepat di samping Casey.

"Ke ruangan kenanga sekarang, kita perlu bicara." Jayden berbisik pelan di telinga kanan Casey. Suaranya datar, dingin, tidak pakai basa-basi lagi.  Tanpa mendengarkan balasan, dia pergi begitu saja.

Casey mengerjap singkat. "Eh, tapi aku harus orientasi dulu sama Bu Sari!" serunya kesal, menatap punggung Jayden mulai menjauhinya.

"Ish nyebelin banget dah," kata Casey tanpa sadar. Lalu cepat-cepat membekap mulutnya sendiri.

"Dokter kenal sama Dokter Jayden?" Sari mendekat, sambil bersedekap di dada. Tatapannya yang lembut tadi berubah sinis.

Casey tersenyum canggung, berusaha bersikap tenang walau sebenarnya jantungnya berdegup kencang seolah baru saja habis berlari.

"Hanya pernah sekali bertemu Bu di acara seminar dokter tahun lalu," kilah Casey.

Sari tampak mangut-mangut, meskipun begitu ekspresinya tak seramah tadi. Sari pun mengajak Casey berkeliling ke rumah sakit. Casey sampai melupakan ucapan Jayden tadi.

Dan baru saja ingat pada sore hari, ketika pasien di ruang IGD sudah semua dia beri penanganan.

"Aa, semoga saja dia nggak marah, harusnya kan dia tahu kalau dokter itu sibuk dan lebih mementingkan keselamatan pasien."

Saat ini Casey berjalan di koridor rumah sakit, hendak pergi ke ruang pribadi Jayden, terletak di lantai dua.

Tak lama, Casey telah sampai depan ruang Jayden dan langsung membuka pintu pelan tanpa mengetuk.

Namun, mata Casey seketika melebar saat melihat pemandangan di depan.

"Astaga!"

Seseorang di dalam ruangan menoleh cepat, wajah terkejut bercampur panik.

“Keluar!” Suara itu terdengar membentak.

1
Dian Rahmawati
Indra jahat banget
Ariany Sudjana
iya betul, cuma dirahasiakan, jadi ga ada yang tahu kan kalau Casey itu istri sah Jayden 🤭😄
Ariany Sudjana
semoga bisa tertangkap Dea dan indra
Dian Rahmawati
indra jahat nih sama si dea
Ariany Sudjana
bukannya kamu yang jalang yah Dea? 🤣🤣🤭🤭
Nnar Ahza Saputra
lanjut kak... 🤭
Mak Lyly
sebel deh sama para dokter yg suka gosip apa lg dr indra laki2 kok lambe.. ini ya bukan gaya dokter ada waktu langsung gosip ini gaya orang penganguran yg tiap pagi ngeriung lihatin orang berangkat kerja 👊
Inah Ilham
wong wedok aneh... harusnya bangga dong punya cowok yg menjaga kehormatan seorang wanita, lah iki kok malah pingin.... ah sudahlah
O: Dea agak2 kak 🤭🙏 jelas beda sama Casey makanya hubungannya dengan Jayden nggak direstui sama ortu Jayden
total 1 replies
Ariany Sudjana
Dea kamu bilang Casey jalang, lho bukannya kamu yang jalang murahan yah?
muna aprilia
lanjutkan
Mak Lyly
apaan si dea tuh gk ada ahlak sama sekali main siram saja..
MomRea
Casey baru di gempur Jayden Lo Hannah, pake nanya lagi 😄😄😄
hansen
Jayden mahu modus 15menit🤣
hansen
baru ini novel yg nga ada malu2 nya pengen berhubungan suami isteri🤭
O: Jayden kaku harap maklum ya 🙏🤭
total 1 replies
Mak Lyly
mau buka paket ya🤣
Mak Lyly
ayaaaah kenapa nenek masuk nya cepat siih padahal biarkan mereka bertarung dulu biar jayden di kasih pelajaran 🤭
Ariany Sudjana
Jayden kamu dokter, tapi ga tegas. kamu menikah dengan Casey, tapi kamu pacaran sama Dea, yang hanya mengincar harta keluarga kamu saja. tapi kamu tidak ijinkan Casey dekat sama orang lain, suami macam apa kamu?
Ariany Sudjana
Casey kamu dokter, kalau Jayden ga menganggap kamu sebagai istrinya, tinggalkan saja Jayden, daripada kamu makan hati, karena kamu hanya dianggap pelakor dalam kehidupan Jayden dan Dea
hansen
jujur aja la pada keluarga mu Casey, untuk apa bertahan pada akhirnya kamu akan di anggap orang ketiga perosak hubungan,
hansen
pisah aja Casey,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!