NovelToon NovelToon
ISTRI KEENAM

ISTRI KEENAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Office Romance
Popularitas:115.9k
Nilai: 5
Nama Author: Melon Milk

Sisi Caldwell dipaksa keluarganya mengikuti pesta kencan buta demi menyelamatkan perusahaan, hingga terpilih menjadi istri keenam Lucien Alastor, miliarder dingin yang tak percaya pada cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melon Milk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Sisi menghela napas panjang saat melihat siapa yang menelepon. Ia berjalan masuk ke kamar rahasianya dan dengan malas menjawab panggilan itu.

“Halo.”

“Halo, Sisi. Ada apa? Kami menunggumu dan suamimu datang kemarin,” tanya Elowen dengan suara riang yang terdengar jelas sarkastis, membuat hati Sisi terasa tenggelam.

“Pernikahannya terlalu mendadak, jadi aku tidak sempat mengajukan cuti. Aku harus masuk kerja,” jelas Sisi tenang.

“Baiklah. Kapan kau akan berkunjung?” tanya Elowen.

Sisi memutar matanya kesal. Ia tahu betul ibu tirinya sedang mengujinya, ingin tahu apakah Lucien memperlakukannya dengan baik atau tidak.

“Tentu saja. Aku akan datang bersama Lucien akhir pekan ini,” jawab Sisi tegas, sengaja menekankan nama Lucien.

Ibu tirinya ingin melihatnya menderita, tetapi sayangnya itu tidak akan terjadi. Sisi sudah selesai berpura-pura menjadi malaikat bagi mereka. Sekarang saatnya menghadapi iblis dengan wajah malaikat.

Sisi mengakhiri panggilan itu.

Ia menarik napas dalam sebelum keluar dari kamar rahasianya.

Aku harus melakukan sesuatu agar dia mau ikut denganku akhir pekan ini. Aku tidak mau dipermalukan.

“Ayo kita bertaruh,” ucap Sisi.

Lucien mengangkat alisnya, menatapnya heran.

“Taruhan?” tanyanya bingung.

“Kau tidak mencintai wanita, kan?”

“Tidak.”

“Jadi kau tidak punya perasaan pada wanita mana pun. Benar?” lanjut Sisi.

“Kalau begitu, ayo bertaruh,” katanya sambil mendekat.

“Ayo kita bertaruh apakah aku bisa memenangkan hatimu.”

Sisi tahu ia tidak punya jaminan apa pun. Tapi mencoba tidak ada salahnya.

Lucien menyeringai tipis.

“Apa kau akan merayuku dengan melepas pakaianmu?” ejeknya.

Apa-apaan?

“Aku tidak akan merendahkan diriku sampai ke level itu.”

“Lalu apa yang akan--”

“Jangan khawatir soal itu,” potong Sisi cepat. “Aku menantangmu sekarang.”

Tatapan Lucien tajam, tapi Sisi tetap berdiri tegak. Untung saja suaranya tidak bergetar.

“Bagaimana kau bisa yakin akan menang?” tanya Lucien sambil mengerutkan kening.

“Aku yakin,” jawab Sisi mantap.

Percaya diri sekali, padahal sebenarnya ia sendiri tidak tahu bagaimana caranya membuat pria itu terpikat.

Lucien melipat tangannya dan menatapnya dengan ekspresi geli.

“Kenapa kau begitu percaya diri?”

Sisi memilih diam.

“Kalau aku menang, apa yang akan kudapat?” tanya Lucien.

“Kalau aku kalah, aku akan pergi dari sini. Tapi kalau aku menang, kau harus menemaniku mengunjungi keluargaku,” jawab Sisi tegas.

Ia tahu Lucien tidak akan menerima kesepakatan tanpa imbalan. Untung saja ia tidak bodoh.

Lucien menatapnya lama, seolah tidak percaya.

Ya, maaf. Aku serius. Mungkin Sisi memang terlihat putus asa sekarang, tapi siapa peduli?

“Bagaimana? Kau mau?” tanya Sisi sambil mengangkat alis, sengaja memprovokasinya.

Lucien terdiam sejenak.

“Kenapa tidak?”

Jawaban itu membuat senyum Sisi melebar.

Lucien berbalik menuju pintu, hendak pergi, tetapi Sisi langsung menggenggam pergelangan tangannya.

“Mau ke mana?” tanyanya.

“Ke bawah,” jawab Lucien singkat.

“Permainannya belum dimulai,” tambahnya sambil melepaskan genggaman Sisi.

Pria aneh, batin Sisi. Namun senyumnya kembali terbit saat sebuah ide muncul.

Ketika Lucien hendak melangkah keluar kamar...

“Apa itu di tempat tidurmu?” tanya Sisi dengan nada seolah ketakutan.

Begitu Lucien menoleh, Sisi langsung berlari mendekat, mendongakkan wajahnya, dan mencium bibir pria itu.

Lucien membeku, tidak mendorong, tidak membalas.

Sisi menggerakkan bibirnya perlahan, menekan bibir Lucien. Seperti mencicipi permen paling manis.

Lucien akhirnya menggerakkan bibirnya sedikit.

Oh… Jantung Sisi berdesir hangat. Ia terbawa suasana.

Tangannya menyentuh dada bidang Lucien, membuat pria itu menekan ciumannya lebih dalam. Kedua tangan Lucien menggenggam pinggang Sisi erat.

Tanpa disadari, ciuman itu berubah menjadi penuh gairah dan intim.

Sial. Sial!

Tiba-tiba Lucien mendorongnya menjauh dan menatapnya dengan marah.

Sisi tidak sanggup menatap balik.

Sial…

“Jangan lakukan ini lagi atau aku akan langsung menceraikanmu,” ancam Lucien dingin.

Sisi mengangkat wajahnya dan berkata tanpa gentar,

“Aku tidak melakukan ini untuk diriku sendiri. Jadi aku percaya kau tidak akan mengingkari janji.”

Sisi menyeringai sambil melirik ke bawah. Celana Lucien tampak menonjol jelas.

Oh. ‘Teman kecilnya’ sedang menyapa.

Lucien berusaha menutupinya, tapi sudah terlambat Sisi sudah melihatnya.

Kasihan sekali.

Sisi tak mampu menahan tawa kerasnya.

“KELUAR!” raung Lucien.

Sisi langsung menutup mulutnya, menahan tawa.

“Baiklah, mandi air dingin saja. Siapa tahu nanti lebih tenang,” ejeknya sebelum berlari keluar kamar.

Bahaya kalau dia sampai membatalkan kesepakatan kami.

1
Mira Hastati
bagus
Enong Nuraini
iyaa kenapa buka selvar sja yg di jodohkan dneg. lucien🤭
Enong Nuraini
kasian sisi
cutriara
seru
Surmanti Surmanti
kenapa gambar novelnya diubah? padahal gambar awal lebih cocok dengan karakter Lucien yg datar, dingin 🤭
Ana Akhwat
Miris juga seorang perempuan berstatus istri tapi kelakuannya pada laki-laki lain seperti perempuan murahan
Ana Akhwat
🤣🤣🤣astage sisi sungguh luar biasa usilmu
Ana Akhwat
Bagus Sisil tingkat kan sifat tengilmu biar si Lucian yang sombong itu bertekuk lutut padamu
Ana Akhwat
Saya suka sikap sisi yang berani😁
kalea rizuky
emang kayak lacur
kalea rizuky
sisi kayak lacur
kalea rizuky
MC sok kuat tp ngemis ngemis males ddh
Nesysila_088
/Drool/
fau.syifa20
seruu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!