NovelToon NovelToon
Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Mafia / Cintapertama
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: liyana

harap bijak memilih bacaan.



Di jadikan babu oleh sang bibik, di bully oleh warga desa sebab bau badannya.

Ia begitu patuh, namun berkahir di jual oleh Bibiknya pada Tuan Mafia kejam yang menjadikannya budak nafsu menggunakan status istri yang di sembunyikan dari dunia.

ikuti ceritanya disini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2.Di tinggalkan.

Anggiba mengambil gayung dan memukul keras kepala Paman Agus. Membuat empunya mengerang kesakitan, dan celah itu dimanfaatkan Anggiba untuk berlari, Namun nihil kaki Anggiba di tarik membuat Ia terjatuh dan tangannya tertumpu bebatuan.

"BIBIK! BIBIK TOLONG! "

Dan kedua kaki Bibik Nur berdiri di depan wajah Anggiba paman Agus segera berdiri."Buk ini... Iba! dia menggoda bapak buk! "tuduhnya pada Anggiba yang menangis segugukan seraya menggeleng pelan.

tatapan datar Bibik Nur berikan pada keduanya. " berdiri kamu mas, "ucapnya dingin.

Paman Agus menelan ludah saat mendapati tatapan datar namun menusuk dari istrinya. "Kesini," dengan ragu-ragu Paman Agus mendekat.

Satu tamparan keras. "Dasar suami tidak berguna! kerjamu cuman makan dan tidur! masih bisa kamu melakukan hal seperti ini di saat ada aku!"

tamparan kedua lebih keras." Udah nggak kerja!nggak berguna! bisanya cuman bikin anak!"tamparan ketiga mampu membuat Paman Agus jatuh kesamping seraya mengelus pipinya yang terasa nyut-nyutan.

"Seandainya talak di pegang olehku! dari dulu aku ceraikan kamu Agus! saking muaknya aku sama kamu!gunamu itu cuman satu! yaitu memuaskanku di ranjang saja! dan itu masih kurang untukmu! sekarang bawa 5 sapi itu ke sungai dan bersihkan tai di kandang!"

mendengar ucapan istrinya Agus segera pergi melaksanakan perintah sang istri.

Author jelasin sedikit yah, Bik Nur jauh lebih tua dari Paman Agus, mereka beda selisih 5 tahun.

Dan Agus memang bergantung hidup pada Bik Nur.

Anggiba merasa terharu dibela oleh Bibik, Ia baru saja berdiri dan akan menghampiri Bibik Nur.

"Mau ngapain kamu! nanti malam tidur kamu di kandang sapi nanti! awas kalau kamu masuk kedalam rumah diam-diam! jatah makan kamu seharian nggak ada!"

Setelah berkata demikian Bik Nur pergi begitu saja meninggalkan keterkejutan dan rasa kecewa yang baru saja Ia tinggalkan.

"Kenapa aku bisa berpikir Bibik membelaku, padahal sejak kecil Bibik memang tidak pernah menyanyangi ku."

Meski Ia di landa rasa sakit akan nasib hidup yang tak pernah berpihak padanya. Ia tetap melanjutkan tugasnya mencuci baju dan dari jauh Ia melihat bibiknya mengawasi, ada rasa lega bila nanti pamannya kembali melakukan hal yang tak pantas itu.

Selesai cuci baju dan semua sudah di jemur, Anggiba menoleh dimana Bibiknya duduk sambil makan pisang tadi sudah tak ada.Anggiba melangkah ke arah sana, dan melihat kulit pisang yang menumpuk di ambilnya semua kulitnya dan menaruhnya di tempat makan sapi.

Nanti sapi itu bisa memakannya setelah kembali dari sungai. Anggiba kemudian Mandi seperti biasa tanpa sabun, hanya jeruk nipis yang membersihkan kuman di kulitnya.

setelah itu Ia masuk,langkahnya berhenti kala melewati kamar Dela yang pintu kamar tak sepenuhnya tertutup. Anggiba mengintip Dela yang sedang belajar.

Tak ingin Bibiknya melihat Ia mengintip dengan cepat Ia masuk ke kamarnya yang bisa dibilang mirip gudang.

Tapi karena Ia yang menempati kamar itu. Semua tertata rapi dan Ia hiasi berbagai macam karyanya, seperti dari plastik di buat menjadi hiasan lampu bila di nyalakan akan memperlihatkan berbagai macam bentuk seperti bintang.

Setidaknya bila malam ini Ia tak bisa tidur kamarnya, siang ini Ia harus bisa manfaatkan untuk tidur sepuasnya.

16:50.

"Bu! Ibu! Ibu!" teriak Dela mampu membangunkan Anggiba.

Bik Nur yang baru sampai lantas mendekati putrinya. "Ada apa La?"

"Buk! lihat Dela di terima kerja di kantor di Jakarta!" Seru Dela melompat-lompat kecil.

Bik Nur membulatkan mata saking tak percaya. "Serius kamu?"

Dela mengangguk pelan, "Serius dong Buk! masa Dela bohong!"

"Selamat ya La,"ucap Anggiba tersenyum yang di balas sinis oleh Dela.

"Nggak usah senyum-senyum!kamu pasti iri kan lihat aku berhasil kerja. sedangkan kamu, kan. Udah umur 25 tapi masih gini-gini aja. mana nggak nikah-nikah lagi!"

Anggiba hanya bisa tersenyum pahit mendengar ucapan Dela. Ia tahu selama 25 tahun ini Ia telah menggantungkan hidupnya pada sang Bibik. Tapi Ia juga ingin menikah, namun, semua pria yang Ia jumpai umurnya kelewatan jauh beda 20 tahun dan 30 tahun, tentulah Ia menolak dan berakhir di caci maki oleh Keluarga Bibiknya.

"Sudah! jangan terus-menerus berdebat dengannya, lebih baik kita rayakan ini.Tidak sia-sia Ibu kuliahkan kamu sampai tanah warisan habis sampai 500 hektar cuman buat kuliahin kamu!"Seru Bik Nur seraya memeluk erat putrinya.

"Buk, nanti Ibu sama bapak ikut Dela ke Jakarta yah," pinta Dela masih memeluk Ibunya.

Anggiba yang melihat pemandangan itu merasa iri, bagaimana tidak? sejak lahir Ia bahkan tak pernah melihat wajah kedua orang tuanya apalagi suara mereka.

"Iya, Ibu, Bapak, sama Anggiba bakalan ikut," jawab Bik Nur, membuat putrinya mengerutkan kening dan melepaskan pelukan.

"Kok Iba ikut! harusnya dia tetap disini!" Ia menoleh memandang penuh kebencian pada Anggiba yang hanya menatapnya sendu.

apakah Ia akan ditinggalkan sendirian disini?

kalau Iya, Ia akan merasa sangat ketakutan.

"Kalau ditinggal, Iba nanti bisa jadi sasaran empuk preman kampung La," jelas Bik Nur berusaha membuat putrinya mengerti konsekuensi meninggalkan Anggiba.

"Dela tidak peduli! mau dia di perkosa kek! mau di jual kek! Dela tidak peduli!"

"La, Iba bisa kok seperti biasa bawain tas Dela atau jadi tukang antar barang yang sering Dela lupa seperti waktu sekolah dulu," ucap Anggiba berusaha membujuk Dela agar tak meninggalkannya sendirian disini.

"Aku itu mau kerja! bukan sekolah! lagian kamu bau banget! belum masuk kerja aja aku udah di pecat gara-gara kamu!" bentak Dela dan beralih memandang Ibunya yang nampak bingung.

"Ibu juga! kenapa sering banget sih belain dia! anak ibu aku apa dia!"

"kamu dong Dela, kamu itu anak ibu satu-satunya," kata Buk Nur lembut seraya memeluk putrinya yang awalnya menolak dan berakhir pasrah di peluk.

"ya udah, Iba kita tinggal disini."

Anggiba yang awalnya menunduk menegakkan kepalanya menatap Bik Nur dengan mata berambun air mata.

Bik Nur tahu Ia selalu di incar oleh ketua preman di kampung, lalu kenapa Bibik Nur tega meninggalkan dirinya disini.

"Bik, Iba janji akan lebih patuh,"ucap Iba pelan seraya menunduk dalam menyembunyikan suara serak.

" Ini sudah keputusan Bibik dan Dela Iba! kamu bakalan aman disini,"tegas Bik Nur.

"Tapi, kan.Bibik tahu ketua preman disini sering gangguin Iba."

"Bibik tidak peduli."

Hati Iba rasanya di gores menggunakan pisau secara perlahan mendengar ucapan Bibik.

Seringai tajam dan tatapan kemenangan Dela berikan pada Anggiba yang tubuhnya mulai bergetar pelan dengan suara isakan kecil.

"Buk siapin uang 200 juta yah, buat kita hidup disana," ucap Dela mengecup pipi ibunya yang langsung bengong saat Ia pergi ke kamar.

"200 juta?"

😂😂Rasain tuh di susahin lagi, kan. sama si Dela.

Kalau kalian di posisi Anggiba apa yang akan kalian lakukan?

Dan di posisi ini apa yang akan kalian rasakan, apakah kalian akan menjawab perkataan Bik Nur dan Dela dengan kasar bila di hina?

Padahal Anggiba sepatuh itu loh sama keluarga mereka.

Sampai rela nggak mandi pakai sabun, supaya Dela nggak kalah cantik darinya.

Bahkan rela di kucilkan oleh warga dan teman sebaya nya.

Biar Anggiba kuat spam komen 🩵 jangan lupa like.

Dan tunggu terus update selanjutnya.

1
Micheil gendox
gk masuk ceritanya. masa ceritanya pelecehan terhadap wanita
Micheil gendox: tpi ya masuk akal dong. semut ke injak aja masih mau menggigit apalagi manusia.
lo kan wanita? masa lo juga mau dilecehin kaya cerita lo
total 2 replies
merry
pedes bgt mulut tuan azan tar di kerekn sm Tuhan br nyahok kmu tuu
Micheil gendox
cerita kok isiny pelecehan sama wanita yang tk punya
Micheil gendox
cerita busuk merendahkan martabat wanita aja.
farik muhammad
Masih banyak tulisan typonya
liyana;IG. Studio liyana: Terima kasih, nanti aku revisi🙏🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!