NovelToon NovelToon
The Silent Muse: Gilded Chains

The Silent Muse: Gilded Chains

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Duniahiburan / Romansa Fantasi / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Model
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Di dunia yang penuh dengan kilatan kamera, Alice Vane adalah satu-satunya hal yang nyata bagi Julian Reed. Namun, bagi Julian, mencintai Alice berarti harus mengawasinya dari kejauhan—sambil membenci setiap pria yang berani bernapas di dekatnya.
Alice adalah magnet. Dari penyanyi manis Sean Miller hingga rapper tangguh D-Rock, semua menginginkannya. Alice tidak pernah sadar bahwa setiap tawa yang ia bagikan dengan pria lain akan dibalas oleh Julian dengan lirik lagu yang menghujatnya di radio keesokan harinya.
Saat Julian mulai menggunakan diva pop Ellena Breeze untuk memancing cemburu Alice, permainan pun berubah. Di antara lagu sindiran, rumor palsu, dan kepemilikan yang menyesakkan, Alice harus bertanya pada dirinya sendiri: Apakah ia benar-benar pelabuhan bagi Julian, atau hanya sekadar inspirasi yang ingin dipenjara dalam sangkar emas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. The Reckless Escape

Malam di resort itu terasa begitu sempurna bagi Sean Miller. Di bawah sinar rembulan pantai, ia menatap Alice yang baru saja beranjak dari meja makan untuk pergi ke toilet. Ponsel Alice tertinggal di atas meja, dan tiba-tiba benda itu bergetar hebat.

Nama "Julian" muncul di layar. Sean tersenyum dingin. Ia meraih ponsel itu dan mengangkatnya sebelum getarannya berhenti.

"Halo, Julian. Kau belum tidur di New York?" suara Sean terdengar sangat santai, hampir seperti mengejek.

Di seberang sana, suara Julian terdengar parau dan berat, khas orang yang sudah terlalu banyak menenggak wiski. "Sean? Di mana Alice? Berikan ponselnya padanya!"

"Alice sedang sibuk, Julian. Sangat sibuk bersamaku," Sean melirik ke arah pintu toilet, memastikan Alice belum keluar. "Dia sudah lelah dengan drama lagumu dan Ellena. Dia ingin ketenangan, dan dia menemukannya padaku. Jangan menelepon lagi, kau hanya merusak suasana malam kami yang indah."

"Kau bajingan, Sean! Aku tahu kau—"

Klik. Sean mematikan sambungan. Tanpa membuang waktu, dengan gerakan cepat dan tenang, ia menghapus riwayat panggilan masuk dari Julian. Tidak ada jejak. Ia meletakkan kembali ponsel itu tepat di posisi semula saat Alice kembali ke meja.

Keesokan paginya, matahari bersinar cerah di jalan setapak yang dikelilingi pepohonan rindang menuju area sarapan. Alice berjalan sendirian, berniat menghampiri Sean dan Katty yang sudah menunggu di sana. Ia merasa sedikit lebih tenang hari ini, meskipun hatinya masih kerap terusik setiap kali teringat lirik lagu Julian yang viral kemarin.

Tiba-tiba, sebuah mobil sport hitam legam menderu kencang dan berhenti mendadak di depannya. Debu beterbangan, dan Alice terbatuk kecil sambil menutupi wajahnya.

Pintu mobil terbuka dengan bantingan keras. Julian Reed keluar dari sana. Penampilannya sangat berantakan; jaket kulitnya kusut, rambutnya acak-acakan, dan matanya merah menunjukkan ia tidak tidur semalaman.

"Julian? Bagaimana kau bisa—"

"Kenapa kau tidak menjawab teleponku?!" Julian membentak, suaranya menggelegar di jalan setapak yang sepi itu. Ia melangkah maju, mencengkeram bahu Alice dengan emosi yang meluap. "Pesan-pesanku... panggilanku... kenapa kau abaikan semuanya dan malah asyik tertawa dengan pria itu?!"

Alice terpaku, matanya membelalak bingung. "Telepon apa? Kau tidak pernah meneleponku, Julian! Terakhir kali aku melihat beritamu, kau sedang sibuk galau karena proyek kolaborasi Ellena!"

"Jangan bohong!" raung Julian. Napasnya memburu, bau alkohol masih tercium samar dari tubuhnya. "Aku meneleponmu semalam! Berkali-kali! Dan Sean... dia bilang kau sedang bersamanya dan tidak ingin diganggu!"

"Sean tidak bilang apa-apa padaku! Tidak ada panggilan darimu di ponselku!" Alice mencoba melepaskan cengkeraman Julian, tapi pria itu sudah benar-benar kalap.

"Cukup sandiwaranya, Alice!" Julian tidak lagi mendengar penjelasan. Baginya, keheningan Alice adalah pengkhianatan terbesar. "Aku sudah cukup sabar melihatmu dipamerkan seperti piala oleh Sean Miller. Kau ikut denganku sekarang!"

"Tidak! Lepaskan! Julian, kau gila!"

Tanpa mempedulikan teriakan Alice, Julian membungkuk dan menyambar pinggang Alice. Dalam satu gerakan brutal namun protektif, ia mengangkat tubuh Alice dan menggendongnya di pundak.

"Julian! Turunkan aku! Tolong! Sean!" Alice memukul-mukul punggung Julian dengan tinjunya, tapi Julian tetap melangkah tegap menuju mobilnya seolah Alice tidak lebih berat dari sehelai bulu.

Julian melemparkan Alice ke kursi penumpang, mengunci pintu secara otomatis, dan segera melompat ke kursi kemudi. Ia menginjak gas sedalam-dalamnya, meninggalkan area resort itu sebelum Sean atau Katty menyadari apa yang terjadi.

"Kau menculikku, Julian! Ini tindakan kriminal!" teriak Alice histeris.

Julian mencengkeram kemudi hingga buku jarinya memutih, matanya menatap lurus ke jalanan dengan tatapan gelap dan posesif. "Sebut saja sesukamu, Al. Tapi aku tidak akan membiarkanmu kembali ke pelukan pria licik itu. Malam ini, hanya ada aku dan kau. Dan kau akan mendengarkan setiap kata yang ingin kuucapkan sejak bertahun-tahun lalu."

1
Ariska Kamisa
/Coffee//Coffee//Coffee/
umie chaby_ba
Ellena kepedean amat sih lo/Panic/
umie chaby_ba
Perkara gelang geh Jule Jule ..
cemburu bilang /CoolGuy/
umie chaby_ba
Julian nih... ngeselin ! /Speechless/
umie chaby_ba
Mulai merambah ke internasional nih ceritanya.../Doubt//Doubt//Doubt/
umie chaby_ba
wow internasional latarnya nih...
markicob baca...
se inter apa ya thor... /Tongue/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!