Ketika cinta harus diakhiri karena syarat dari kedua orang tuanya yang mendambakan seorang menantu hafiz Al'quran.
Dan aku terpaksa menikah dengan perempuan lain yang tidak aku cintai karena hutang jasa.
Bagai mana kelanjutannya simak ceritanya di novel. CINTA TERHALANG 30 JUZ AL'QURAN.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pelangi senja11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 2. Mencari Ariel
"Kurang ajar," umpat Beni langsung menyerang Ariel di ikuti oleh Doni juga.
Ariel walaupun sakit dia melawan dan menghindar dari serangan Doni dan Beni.
Ariel sebenarnya dia pernah belajar ilmu bela diri, namun keadaannya sekarang sedang terluka jadi dia kewalahan melawan dua orang sekaligus.
Perkelahian terjadi beberapa saat, nampaknya ketiganya tidak ada yang kalah, semuanya imbang.
Ariel mencoba melawan Beni yang memegang pisau, Ariel harus hati-hati agar tidak kena pisau dari Beni.
Sekarang nampak Beni sangat kewalahan melawan dan mengelak dari pukulan Ariel. Ariel hampir menang namun tanpa disangka Doni memukul Ariel dari belakang dengan benda tumpul sehingga membuat Ariel tidak berdaya lagi.
"Akh." Suara Ariel saat dipukul oleh Doni dari belakang, Ariel tidak hilang kesadaran, dia hanya lemas saja.
Namun Doni tidak menyia-nyiakan kesempatan, Doni langsung memegang kedua tangan Ariel kebelakang dan menyuruh Beni menusuk Ariel dengan pisau ditangannya.
"Cepat tusuk dia, dia sudah tidak berdaya!" titah Doni pada Beni.
Tentu saja Ariel merasa takut, namun dia sudah tidak bisa mengelak atau melawan karena pukulan Doni membuat dirinya setengah sadar.
"Oke." Jawab Beni langsung menusuk perut Ariel dan melepaskan Ariel hingga Ariel jatuh terbaring ditanah.
"Ambil uangnya!" titah Doni lagi pada Beni. Beni langsung merogoh setiap saku Ariel hingga dia menemukan apa yang dia cari.
"Apa aku bilang, kami akan membunuh mu, kamu pasti mati malam ini." Ucap Doni setelah Beni mengambil uang dari Ariel.
"Sekarang bagaimana, apa kita biarkan saja dia disini?" tanya Beni pada Doni.
"Kita harus membunuhnya, agar bos Bobi senang dan tidak ada saingan lagi." Jawab Doni sembari meletakkan jemari dibawah hidung Ariel untuk memastikan kalau Ariel masih hidup atau sudah mati.
"Dia masih bernafas, dorong aja dia kedalam sungai itu agar mati dimakan buaya!" titah Doni lagi.
"Oke siap." Jawab Beni segera mendorong tubuh Ariel yang sudah tidak sadarkan diri kedalam sungai.
Setelah memastikan tubuh Ariel jatuh kedalam sungai, keduanya juga mendorong motor Ariel agar tidak ada bukti kalau polisi tau perbuatan mereka.
Setelah memastikan tidak ada yang tersisa, keduanya kembali meninggalkan lokasi tempat mereka membunuh Ariel.
"Ayo pulang, sebelum ada yang melihat kita.'' Ajak Doni pada Beni.
"Oke ayo." Jawab Beni langsung menghidupkan motor gede mereka dan pergi dari lokasi itu.
***
"Ada perlu apa?" tanya Re saat sudah sampai dirumah orang tua Ariel.
"Ariel belum pulang, dia tidak ada kabar sejak tadi sore, aku khawatir terjadi apa-apa sama dia. Mama juga sangat khawatir, dia memintaku menelpon mu untuk mencari Ariel."
"Ya sudah kalau begitu, tunggu apa lagi, kita harus segera pergi, apa lagi ini sudah larut." Ajak Re setelah mendengar penjelasan dari Deril.
"Ayo." Jawab Deril, kedua lelaki tampan itu langsung keluar dari rumah mewah itu.
Keduanya menuju kemana restoran yng sering didatangi Ariel. Deril juga mencoba menghubungi beberapa tempat yang sering Ariel datangi dengan harapan Ariel ada disitu.
Namun jawaban dari orang yang Deril hubungi, tetap tidak membuat kekhawatiran Deril dan Re tenang, Ariel tidak ada ditempat itu.
"Gimana, apak kata mereka?" tanya Re melihat pada Deril. Deril menggeleng kepala.
"Ariel tidak ada disitu, mereka bilang sudah tidak melihat Ariel sejak dari tadi pagi." Jawab Deril memberitahu Re.
" Ya sudah, lebih baik kita cari kerestoran itu, mudah-mudahan dia ada disitu." Ajak Re segera mengemudikan mobilnya menuju restoran tempat biasanya Ariel kunjungi.
Tidak lama kemudian, Deril dan Re tiba direstoran yang dimaksud oleh mereka tadi.
Keduanya masuk dan melihat keseluruhan meja, namun tidak ada orang yang mereka cari, Deril mencoba bertanya pada karyawan ataupun kasir, namun tidak ada satupun yang melihat Ariel.
Deril dan Re keluar dari restoran itu, keduanya mencoba mencari ketempat lain, namun semuanya sama, Deril dan Re menjadi frustasi.
"Kita sudah mencari kemana-mana, tapi nihil, dia tidak ada." Ujar Deril dengan wajah lelah dan perasaan khawatir.
"Coba kamu telepon dia lagi, siapa tau sudah aktif!" titah Re yang juga sudah khawatir pada Anak majikannya itu.
Deril mengambil Hpnya dan segera menekan nomor Ariel lagi dengan harapan nomor sudah aktif dan sudah tersambung dengan Ariel.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang berada diluar jangkauan." Terdengar suara operator.
Deril langsung mematikan panggilannya, sembari menatap Re dan menggeleng-gelengkan kepala tanda tidak dapat dihubungi.
"Masih tidak aktif, aku heran tidak biasanya dia tidak memberitahuku kalau dia tidak pulang." Deril nampak benar-benar frustasi.
"Ini sudah hampir pagi, kita tidak mungkin mencarinya lagi, akan lebih baik kita pulang dulu, besok kalau Ariel tidak pulang kita akan meminta bantuan untuk mencarinya." Ujar Re diangguki oleh Deril.
Akhirnya Deril dan Re kembali kerumah masing-masing, namun Deril tetap tidak tenang, dia memikirkan Nyonya Rita, jika besok pagi dia bangun dan menanyakan Ariel, apa yang harus Deril jawab.
"Kenapa wajah mu terlihat gelisah?" tanya Re saat melihat wajah Deril tidak tenang.
"Aku hanya memikirkan apa yang harus ku jawab kalau esok Mama bertanya Ariel padaku." Jawab Deril.
"Kita sudah berusaha, kita sudah mencari kemana-mana, tapi tetap saja tidak kita temukan, kamu bilang aja seperti itu, aku yakin Nyonya Rita pasti mengerti." Re mencoba menenangkan dan memberi solusi agar Deril tidak gelisah lagi.
Deril mengangguk, karena benar apa yang dikatakan Re, apa lagi besok dia akan mencari Ariel lagi.
Tidak lama kemudian Deril Samapi dirumah, dia langsung kekamar untuk istirahat, karena besok dia harus mencari Ariel lagi jika Ariel belum pulang juga.
***
Waktu terus berjalan, suara azan subuh sedang berkumandang, seorang lelaki paruh baya membuka matanya karena mendengar suara azan.
Lelaki yang usianya sudah berkepala lima itu segera bangkit dari tempat istirahatnya, dia membangunkan istrinya untuk melakukan kewajibannya sebagai umat muslim.
"Bu, ayo bangun, sudah subuh, kita sholat." Ajak lelaki paruh baya itu pada istrinya.
Lelaki paruh baya yang bernama Imran itu sangat teguh pada kewajibannya sebagai hamba Allah.
Walaupun hidupnya serba kekurangan, dia tidak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai umat muslim.
Pak Imran setiap hari bekerja dikebun orang kaya di desanya, walaupun selalu dimarahi oleh yang punya kebun Pak Imran selalu sabar, karena dia butuh uang untuk menghidupi keluarganya.
"Iya Pak," jawab istri Pak Imran yang bernama Siti. Buk Siti seorang wanita penyayang, penyabar dan lembut, walaupun Pak Imran lelaki miskin tapi Buk Siti selalu setia menemani Pak Imran.
Keduanya hidup rukun dan bahagia, keduanya juga dikaruniakan seorang Putri cantik yang sekarang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren Kyai Ilham.
Bersambung.
Jdi g' sabar liat si ustad itu bungkam,,
Tpi g' pa" jga sich lo mereka nikah kn mereka bkan saudara kandung
Semoga cepat ktmu y kesel aq ma ustad sombong itu..Apa ariel y pemilik kebun yg baru itu..