Erik Meijer adalah pemimpin mafia paling ditakuti yang dikenal tak memiliki belas kasih. Namun, dunianya yang penuh kekerasan berubah drastis saat ia menemukan seorang bayi perempuan bernama emia di kursi belakang mobilnya setelah sebuah baku tembak. Sebuah pesan misterius mengklaim bahwa bayi itu adalah darah dagingnya.
Demi melindungi emia , Erik Meijer memutuskan untuk meninggalkan takhta kekuasaannya dan bersembunyi di sebuah desa terpencil di pegunungan. Ia mencoba belajar menjadi ayah yang normal, mengganti senjata dengan botol susu, dan strategi perang dengan lagu pengantar tidur.
Namun, masa lalu tidak membiarkannya pergi begitu saja. Ketika musuh-musuhnya menemukan tempat persembunyian mereka dan mengancam nyawa emia, Erik Meijer menyadari bahwa ia tidak bisa terus berlari. Ia harus kembali menjadi sosok yang mematikan untuk terakhir kalinya demi memastikan putrinya memiliki masa depan yang damai. Ini adalah kisah tentang pengorbanan, penebusan dosa, dan sisi lembut mafia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erinaCalistaAzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kembalinya sang mafia
Kabar kembalinya Erik Meijer ke puncak takhta bukan sekadar rumor; itu adalah lonceng kematian bagi siapa pun yang pernah mencoba mengusik wilayahnya. Nama "Meijer" bukan hanya sekadar marga, melainkan simbol otoritas mutlak yang selama sepuluh tahun terakhir sempat meredup karena ia memilih hidup dalam bayang-bayang demi melindungi putrnya , Emia , dan Sofia
Suasana di aula pertemuan rahasia The High Council—kumpulan bos mafia lintas negara—yang tadinya gaduh langsung hening seketika.
Pintu jati setinggi empat meter itu terbuka perlahan. Langkah kaki yang mantap bergema, memecah kesunyian yang mencekam.
Erik Meijer masuk. Tidak ada senapan laras panjang di tangannya, hanya setelan jas navy yang dipotong sempurna dan tatapan mata biru es yang seolah bisa menembus tulang. Di belakangnya, Matteo asisten baru Erik berjalan dengan dagu terangkat.
"Aku mendengar kalian sedang merayakan kematianku," suara Erik rendah, namun getarannya terasa hingga ke ujung ruangan.
Salah satu bos mafia paling senior, yang sempat mencoba mengklaim pelabuhan milik Erik, berdiri dengan tangan gemetar. "Erik... kami kira kau sudah pensiun. Kami kira kau sudah... melunak karena kau melindungi putri mu"
Erik berhenti tepat di depan pria itu. Ia mengambil sebatang cerutu, dan tanpa perlu diminta, Matteo menyalakan pemantiknya. Asap putih mengepul di antara mereka.
"Pensiun adalah kata untuk orang yang lelah," ucap Erik sambil mengembuskan asap ke wajah lawannya.
"Aku tidak lelah. Aku hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk melihat bagaimana cara penghianat dan membersihkan sampah seperti kalian."
Malam itu, "Kegemparan" bukan hanya sekadar kata sifat. Seluruh pasukan mafia dari berbagai faksi yang sempat membelot langsung bertekuk lutut. Mereka tahu, Erik Meijer yang kembali sekarang jauh lebih berbahaya. Jika dulu ia bertarung untuk kekuasaan, kini ia bertarung untuk warisan.
Erik mengeluarkan sebuah koin emas khusus—simbol perintah tertinggi klan Meijer—dan meletakkannya di tengah meja bundar.
"Mulai detik ini, setiap tetes darah yang tumpah tanpa izin dariku, akan dibayar dengan seluruh silsilah keluarga kalian. Apakah aku cukup jelas?"
Satu per satu penguasa wilayah menundukkan kepala.
Singa tua itu tidak pernah kehilangan taringnya, ia hanya sedang mengasahnya di tempat gelap.
Kegemparan ini mencapai puncaknya ketika dalam satu malam, tujuh markas faksi pemberontak rata dengan tanah tanpa ada satu pun warga sipil yang terluka—sebuah presisi serangan yang hanya bisa dilakukan oleh pasukan elit di bawah komando langsung Erik Meijer.
Erik telah kembali. Dan kali ini, ia tidak akan berhenti sampai seluruh dunia bawah tanah bersujud di bawah kaki dinasti Meijer.
******
Dominasi Erik Meijer kini mencapai puncaknya. Kabar kembalinya sang legenda tidak hanya membuat musuh gemetar, tapi juga memaksa para sekutu lama untuk memilih tunduk atau lenyap.
Namun, kegemparan yang sesungguhnya baru saja dimulai ketika Erik memutuskan untuk melakukan pembersihan besar-besaran.
Malam itu, kota seolah menahan napas. Ratusan mobil hitam kelas atas berbaris rapi menuju kediaman utama keluarga Meijer yang terletak di atas bukit. Erik telah memanggil seluruh pimpinan pasukan mafia dari seluruh penjuru negeri. Ini bukan undangan pesta, ini adalah sidang kedaulatan.
Di dalam aula, Erik duduk di kursi tunggal yang menyerupai takhta. Matteo berdiri di sisi kanannya, memegang map hitam berisi daftar dosa setiap orang yang hadir di ruangan itu.
" 3 tahun aku membiarkan kalian bermain-main," suara Erik tenang, namun mematikan.
"Kalian mengira aku buta? Kalian mengira aku sibuk mengganti popok sehingga lupa cara mematahkan leher?"
Ia melemparkan sebuah flashdisk ke tengah meja. Layar besar di belakangnya menyala, menampilkan transaksi gelap yang dilakukan beberapa jenderal mafia di belakang punggungnya selama ia "pensiun".
"Jenderal Hans," panggil Erik pelan.
Seorang pria bertubuh raksasa, pemimpin pasukan elit utara, berdiri dengan wajah pucat pasi. "Erik, aku bisa jelaskan... itu hanya untuk mengamankan wilayah—"
DOR.
Bukan Erik yang menembak. Matteo, dengan gerakan secepat kilat, telah melepaskan peluru tepat di bahu Hans. Seluruh ruangan tersentak, tangan mereka refleks meraba senjata, namun moncong senapan dari pasukan bayangan Erik yang bersembunyi di balkon atas sudah terkunci pada kepala mereka masing-masing.
"Jangan bergerak," instruksi Matteo dengan suara dingin.
"Tuanku belum selesai bicara."
Erik bangkit dari duduknya, berjalan perlahan mendekati Hans yang mengerang di lantai. Ia menginjak luka tembak itu dengan sepatu bot kulitnya yang mahal tanpa belas kasihan.
"Kalian semua adalah anjing-anjing yang aku beri makan," bisik Erik.
"Dan ketika seekor anjing berani menggigit tangan tuannya, hanya ada satu jalan ,eksekusi."
Malam itu berakhir dengan pembersihan total.
Setengah dari pemimpin mafia di ruangan itu tidak pernah keluar hidup-hidup. Erik Meijer telah mengirimkan pesan yang jelas ke seluruh dunia, Kekuasaannya tidak bisa ditawar.
Keesokan harinya, bursa saham terguncang dan dunia bawah tanah mengalami reorganisasi besar-besaran. Para penguasa baru yang lebih muda dan setia diangkat oleh Erik, dengan Matteo sebagai pengawas absolut mereka.
Erik kini berdiri di balkon, menatap kota yang kini sepenuhnya berada di bawah kendalinya.
"Matteo," panggilnya tanpa menoleh.
"Ya, tuan?"
"jangan pernah sekalipun berkhianat kepada ku,jika kau tidak ingin seluruh keluargmu lenyap. Jangan pernah biarkan mereka melihatmu berkedip."
*****
Kekuatan dinasti Meijer kini tak tertandingi, namun sebuah bayangan dari masa lalu muncul untuk menguji apakah Erik Meijer masih memiliki "darah dingin" yang sama atau apakah emia adalah titik lemahnya.
Perjamuan Terakhir Sang Pengkhianat,
Gema langkah kaki Erik Meijer di lorong penjara bawah tanah miliknya terdengar seperti lonceng kematian. Di sana, di dalam sel yang paling gelap, duduk seorang pria tua yang dulunya adalah ayah Claudia. Pria yang melenyapkan putrinya emia belasan tahun lalu—penyebab utama mengapa Erik harus kuat menghadapi dirinya.
"tiga tahun aku harus melawanmu, Don medici," ucap Erik sambil menyalakan lampu temaram.
Don tertawa parau.
"Kau kembali menjadi monster, Erik. Lihat dirimu... dan lihat anakmu. Kau melatihnya menjadi mesin pembunuh. Kau tidak menyelamatkannya, kau menghancurkannya."
Di sudut ruangan, Matteo muncul dari kegelapan. Ia memegang sebilah pisau bedah yang berkilau tertimpa cahaya. "kau tidak jerah juga , don. Dia mempersiapkanku untuk orang-orang sepertimu."
Erik memberi isyarat agar Matteo mundur sejenak. Ia ingin menyelesaikan ini dengan tangannya sendiri. Erik melepas jasnya, melonggarkan dasi, dan mendekati don .
"Kau tahu kenapa aku membiarkanmu hidup sampai hari ini?" bisik Erik tepat di telinga pengkhianat itu.
"Karena aku ingin kau melihat dengan mata kepalamu sendiri bagaimana 'bocah' yang kau coba bunuh dulu, kini tumbuh menjadi penguasa yang akan menghapus seluruh jejak keturunanmu dari muka bumi."
Tanpa peringatan, Erik melakukan serangan yang sangat presisi. Bukan untuk membunuh dengan cepat, tapi untuk memberikan rasa sakit yang setimpal dengan tahun-tahun kesepian yang ia lalui. Namun, di tengah aksinya, Matteo menghentikan tangan sang penguasa
"tua ," panggil Matteo. "Jangan kotori tanganmu lagi untuk sampah ini. Biar aku yang menyelesaikannya. Seorang Raja tidak harus menyembelih ternaknya sendiri."
Erik menatap Asisten nya . Ia melihat refleksi dirinya yang lebih tajam, lebih efisien, dan lebih tidak memiliki belas kasihan. Erik tersenyum tipis, sebuah pengakuan bahwa tongkat estafet kekejaman telah berpindah dengan sempurna.
Erik melangkah keluar dari sel, meninggalkan Matteo di dalam. Beberapa menit kemudian, suara hening dipecah oleh satu jeritan singkat yang langsung terputus. Matteo keluar dengan wajah bersih, hanya ada setetes darah di sepatunya.
"Sudah selesai,tua ," ucap Matteo datar.
*****
Dinasti Meijer kini berada di puncak absolut, namun kegemparan sesungguhnya terjadi saat Erik memutuskan untuk melakukan langkah yang tak terduga: "Pembersihan Terakhir" untuk meresmikan takhta Sang mafia .
Seluruh jaringan komunikasi bawah tanah di Eropa dan Asia mendadak mati total selama enam jam. Itu adalah protokol Blackout yang hanya bisa diaktifkan oleh satu orang: Erik Meijer.
Di tengah kegelapan digital itu, Erik dan Matteo bergerak seperti badai yang tak terlihat.
Erik tidak lagi menyerang markas lawan; ia menyerang sumber pendanaan mereka. Dalam satu malam, miliaran dolar aset musuh-musuhnya menguap, dialirkan ke yayasan amal atas nama Claudia dan emia.
"tua, mereka akan membalas dendam dengan cara yang nekat jika kita memiskinkan mereka," ujar Matteo sambil mengamati pergerakan saham di tabletnya di dalam jet pribadi.
Erik, yang sedang membersihkan laras senapan kesayangannya, mendongak. "Orang yang lapar tidak bisa membeli peluru, Matteo. Dan orang yang ketakutan tidak bisa membidik dengan lurus. Kita tidak hanya menghancurkan tubuh mereka, kita menghancurkan harapan mereka."
Puncaknya terjadi di sebuah kasino terapung di perairan internasional. Erik mengumpulkan para bankir hitam yang selama ini mencuci uang para kartel. Saat Erik melangkah masuk, para penjaga keamanan yang paling beringas sekalipun menjatuhkan senjata mereka. Mereka tidak takut pada senjata Erik, mereka takut pada nama yang ia bawa.
"Aku kembali bukan untuk berbagi meja dengan kalian," kata Erik, berdiri di tengah kasino.
"Aku kembali untuk membakar mejanya."
Erik memberikan isyarat, dan Matteo maju ke depan. Matteo membawa sebuah koper berisi dokumen kontrak baru.
"Mulai besok, kalian semua bekerja untuk Meijer. Komisi kalian dipotong setengah, dan keamanan kalian dijamin penuh. Siapa yang menolak, silakan lompat ke laut sekarang juga."
Seorang bos kartel yang mabuk mencoba menarik pistol, namun sebelum tangannya mencapai pinggang, Erik sudah melempar sebuah pisau meja yang menancap tepat di punggung tangan pria itu.
"Asistenku sedang bicara," desis Erik dengan nada yang membuat bulu kuduk berdiri.
Kegemparan ini mencapai puncaknya saat berita tersebar bahwa seluruh kartel utama telah bersumpah setia kepada emia Meijer di bawah perlindungan Erik. Erik telah berhasil melakukan apa yang tidak pernah dilakukan bos mafia mana pun: Menyatukan dunia bawah tanah di bawah satu nama keluarga.