NovelToon NovelToon
KISAH MEREKA YANG LUAR BIASA

KISAH MEREKA YANG LUAR BIASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sci-Fi / Light Novel
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn_Frankenstein

Apa itu kekuatan ? Apa itu bakat ? Dan apa itu keistimewaan ? Jika kamu memiliki kekuatan besar atau bakat dalam dirimu, apa yang akan kamu lakukan ? Menggunakannya untuk kebaikan, atau sebaliknya ?

"Memiliki kekuatan besar maka datanglah tanggung jawab yang besar." kurang lebih seperti itu kata-kata dari Ben Parker, meskipun hanya karakter fiksi, tapi kata-katanya sangat tidak biasa. Dan sekarang, cerita ini akan menceritakan kisah orang-orang yang luar biasa.

Note : update 2 hari sekali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn_Frankenstein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 02 : Strongestman, Chapter 01.

.

Abad ke-10, lebih tepatnya tahun 950.

Terlihat banyak sekali orang-orang tengah menanam padi, tapi ada juga sedang berternak. Orang-orang ini memang petani tapi mereka terlihat menikmati kegiatannya. Mereka semua tinggal di sebuah desa yang cukup makmur, dan sebagian besar mereka berprofesi sebagai petani. Meskipun bertani, tapi mereka tak mempermasalahkannya, yang terpenting profesi mereka bisa membuat bertahan hidup.

Desa ini letaknya di salah satu wilayah Kerajaan Eropa, lalu terlihat seorang anak remaja berpakaian sederhana tengah berlari cepat masuk ke dalam desa itu. Dia berlari karena tengah dikejar oleh beberapa orang, lalu orang-orang desa melihat remaja itu dan hanya bisa menghela nafasnya, karena mereka tak ingin menambah masalah dan paham situasi, mereka memilih diam dan tetap melanjutkan kegiatan bertaninya.

"Hei...!! Kau berhenti....!! Jangan lari...!!" ucap salah satu seseorang dari segerombolan pemuda.

"Untuk apa aku berhenti, yang ada aku akan dihajar oleh kalian...!!" balas anak remaja itu sambil berlari secepat mungkin.

Tiba-tiba salah satu kakinya terkena sebuah lubang tanah, meskipun lubang tanah itu kecil, tapi itu berhasil membuat remaja itu terjatuh.

"Oohhh tidak, kenapa bisa aku terjatuh, biasanya juga tidak...!!" kata remaja itu dengan panik dan berusaha berdiri.

Tapi usahanya untuk berdiri sia-sia, karena para pemuda yang mengejarnya langsung menangkapnya begitu baru sampai. Mereka berjumlah 4 orang, mereka mengejar anak remaja ini karena ulahnya yang berani bila di kerjain. Awal mulanya remaja itu bekerja serabutan di pasar tradisional, dia memang suka begitu untuk meringankan beban orang tuannya, tiba-tiba para keempat pemuda itu datang untuk memancingnya.

Dasarnya mereka memang suka sekali mencari masalah dengan remaja itu perkara masa lalu ayah yang merupakan mantan budak, terlebih lagi mereka dari keluarga bangsawan. Mereka memulai mengeluarkan kata-kata yang tak mengenakan, tiba-tiba melempari batu ke arah remaja itu. Karena tak terima, remaja itu membalas dengan melempari batu-batu krikil ke arah mereka berempat, karena itulah mereka ingin memberi remaja itu pelajaran.

Sudah mulai duluan, giliran dibalas tak terima, saat akan mendekat, remaja itu segera berlari menjauh, tanpa diduga keempat pemuda itu mengejarnya. Hingga akhirnya remaja itu sampai di desanya dan sialnya ia malah terjatuh karena lubang kecil di permukaan tanah. Dan sekarang dirinya harus menerima puluhan bogeman dari keempat pemuda Bangsawan itu. Remaja itu bernama Brian Bertram, dia anak dari keluarga biasa yang berprofesi sebagai petani.

Setelah puas menghajar remaja itu, keempat pemuda itu pergi meninggalkan Brian yang tergeletak tak berdaya di tanah dengan. Setelah beberapa saat ia terdiam terbaring, dengan pelan ia bangkit untuk duduk sambil menahan rasa sakit di seluruh badannya. Di sudut bibir, kedua lubang hidung, dahinya mengeluarkan tetesan darah.

"Dasar orang-orang gila, mentang-mentang keturunan Bangsawan kalian bisa-bisa berbuat seenaknya. Kalau saja aku punya kekuatan hebat, akan 'ku buat kalian berlutut padaku." gumamnya sambil mengelus salah satu pipi yang lebam.

"Jangan bilang begitu, lebih baik kamu diam bila mereka mengatai keburukan padamu."

Tiba-tiba terdengar suara yang terdengar lembut dan damai. Tentu saja mendengar suara itu ia merasa sangat familiar di telinganya. Brian pun langsung menoleh, dan benar saja, ibunya yang berjongkok di sampingnya.

"Ibu ? Kenapa ibu ada disini ?"

"Tentu saja ibu harus datang setelah mendengar kabar anak ibu ini sedang di hajar." jawab ibunya.

Brian pun dibantu bangun berdiri oleh sang ibu, lalu mereka pun berjalan menuju rumahnya.

.....

Pada malam hari, di sebuah rumah yang terbuat dari kayu, meski kecil dan sederhana, tapi siapin yang tinggal di tempat pedesaan yang segar udaranya pasti akan betah. Di ruangan kecil, terlihat sepasang suami istri serta anak mereka yang sudah menginjak usia remaja tengah menikmati makan malam bersama.

"Seharusnya kamu jangan menggubris mereka." ucap sang ayah ketika mereka selesai makan malamnya.

"Aku tidak bisa diam saja, ayah. Mendengar dirimu dibilang buruk oleh mereka di depanku, tentu saja aku tidak terima." sahut Brian menjawab. "Aduhh..., ibu, pelan-pelan, sakit rasanya." lanjutnya karena luka di wajahnya tengah diobati ibunya dengan obatan herbal dari tumbuh-tumbuhan.

"Sudah, kamu diam saja, kalau kamu terus mengoceh, akan lama obati kamu." balas sang ibu.

Beberapa lama kemudian, luka lebam di seluruh tubuhnya Brian telah diobati dengan olesan tumbukan herbal. Mereka pun selesai berbicaranya, sang ayah dan ibu masuk ke dalam kamar setelah melihat putra semata wayangnya masuk ke dalam kamarnya sendiri.

.....

Beberapa hari kemudian, hari ini Brian tengah membawa barang-barang berat di pasar tradisional. Setelah membantu, dirinya dibayar, ia cukup senang melihatnya uang koin hasil keringatnya. Diusianya memang dibilang cukup wajar bila sudah bekerja, tidak seperti anak-anak keturunan Bangsawan dan anak orang-orang kaya yang bisa mendapat pendidikan dalam mengejar pelajaran.

Meskipun begitu, Brian tetap semangat bekerja serabutan di pasar selagi ayah dan ibunya berkerja sebagai petani. Dan hari sudah sore, Brian juga sudah mendapatkan bayarannya, ia segera pulang ke desanya. Selama perjalanan pulangnya dengan jalan kaki dirinya penuh dengan senyuman karena ia telah mendapat bayaran yang lebih, pikirnya membayangkan betapa senangnya kedua orang tuanya setelah melihat uang yang ia dapat.

Tapi setelah beberapa saat kemudian senyumannya memudar setelah melihat para pemuda Bangsawan sebelumnya tiba-tiba menghalangi jalannya, kali ini jumlah mereka ada 6 orang. Dan sekarang mereka berenam berjalan memutari Brian.

"Jadi anak ini, yang berani melawan kalian ?" ucap salah satu dari mereka.

"Benar, dia yang berani melawan kita."

"Tapi kau tenang saja, dia takkan melawan, karena kita sudah berikan pelajaran padanya." kata dari temannya sambil menunjukkan luka-luka lebam di wajah Brian yang masih sedikit membekas.

Brian hanya diam saja, ia memilih diam karena mengingat perkataan kedua orang tuannya.

"Aku tau siapa dia." tiba-tiba ucap salah satu dari mereka, yang tak lain dirinya yang baru bergabung dengan mereka. "Dia putra dari Hick, salah satu mantan pelayan kediaman yang melayani teman ayahku." lanjutnya.

"Pelayan ? Bukankah ayahnya anak ini mantan budak ?"

"Itu juga benar, karena sebelum menjadi pelayan, dia dulunya seorang budak."

"Owh.., jadi begitu, hahahaha, rakyat jelata memang berbeda dengan kita."

Disini Brian berusaha menahan diri agar tak melawan dan membalas perkataan mereka, dia terus memilih diam.

Bugh...!!

Tiba-tiba sebuah pukulan keras mengenai perutnya Brian, dan itu membuatnya langsung berlutut. Remaja itu berteriak kesakitan sambil memegang perutnya, tentu saja sakit rasanya, karena luka sebelumnya masih belum sembuh dan sekarang malah dihajar lagi.

"Hanya segitu saja kau langsung begini, anak rakyat jelata memang lemah."

"Ayo kita pergi, sangat membosankan sekali." tambahnya.

Kelima temannya terheran-heran, lalu salah satunya bersuara. "Kenapa kita biarkan dia ?"

"Dia terlihat tak menarik, cuma satu pukulan sudah begitu, sudah tidak seru. Ayo kita ke bar, akan ku traktir kalian semua."

Mendengar kalau mereka akan ditraktir, tentu saja mereka sangat senang. Disisi lain, Brian berdiri, ia pun berjalan sambil memegang perutnya. Tak apa dirinya dibuat seperti ini, asalkan uang yang ia bawa masih aman, meskipun mereka tadi anak Bangsawan, pasti mereka bertindak sesukanya, dan dirinya juga pernah mendengar kalau anak-anak Bangsawan yang nakal suka sekali merampas uang anak rakyat jelata.

.

.

.

.

.

.

Bersambung.....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!