Lanjutan dari novel "Istri Siri Ceo".
Merupakan kisah Keenan Argantara pria yang sangat dingin dan arogan. Demi membalaskan dendamnya ia mengurung seorang gadis berusia 20 tahun bernama Berliana Ayunda memberikan penderitaan pada gadis itu. Namun lambat laun rasa benci Keenan pada Berlina berubah menjadi cinta karena ia tahu jika Berliana adalah gadis yang ada dalam masa lalunya.
Akankah Berliana menerima cinta Keenan ?
Yuk simak ceritanya "TERPENJARA CINTA TUAN KEENAN".
Jangan lupa beri semangat author dengan like dan komentar kalian 💓🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi KD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2
Sudah satu bulan Keenan mengetahui wajah pelaku yang menabrak Grand Ma Sonia. Namun sampai detik ini anak buah Keenan belum juga menemukan keberadaan pelaku tersebut.
Bugh
Keenan melayangkan tinjunya pada anak buahnya saat ia tengah berada di ruang kerjanya.
"Sudah satu bulan ! Kenapa kalian tidak menemukannya juga !" ucap Keenan dengan suara yang meninggi. Ia begitu kesal karena anak buahnya belum mendapatkan pelaku yang menabrak Grand Ma Sonia.
"Maafkan kami Tuan, kami sudah berusaha." balas anak buah Keenan dengan takut melihat wajah Bosnya tersebut.
"Keluar kalian semua !" bentak Keenan mengusir anak buahnya. Ia begitu marah kenapa sulit sekali menemukan keberadaan pelaku yang menabrak Grand Ma Sonia. Keenan membanting apa saja di hadapannya. Ruangan kerja yang tampak rapi awalnya itu berubah menjadi seperti kapal pecah dalam sekejab.
"Tunggulah sebentar lagi Grand Ma, aku akan mendapatkan pelakunya dan membuat perhitungan padanya." ucap Keenan bermonolog seorang diri dengan menatap langit-langit ruang kerjanya.
Di luar ruangan kerja nampak berdiri seorang lelaki tampan bernama Miko Romiansyah. Yang merupakan anak kandung Romi dan Bianca. Setelah Romi pensiun menjadi asissten Zio, ia membantu Bianca istrinya dalam mengembangkan klinik milik Bianca. Saat putra mereka Miko sudah tumbuh dewasa, Romi meminta pada Zio agar Miko berkerja dengan Keenan.
Dan sudah tujuh tahun terakhir Miko bekerja dengan Keenan sebagai asissten pribadi Keenan dan membantu Keenan mengurus perusahaan.
Miko masuk ke ruangan kerja Keenan tampak ruangan tersebut begitu berantakan. Miko membereskannya satu persatu. Meletakkan kembali ke tempat semestinya.
Keenan hanya diam saat Miko masuk ke dalam ruang kerjanya dan membereskan barang-barang yang berhamburan. Ia melihat pemandangan dari kaca jendela ruang kerjanya dengan perasaan berkecamuk di hatinya.
"Apa kau tidak lelah, Keenan ?" tanya Miko menatap Keenan yang membelakangi dirinya.
Keenan hanya diam tak menanggapi ucapan Miko. Ia tahu jika Miko menyuruhnya berhenti untuk mencari keberadaan orang yang menabrak Grand Ma Sonia.
"Aku berbicara tidak sebagai asisstenmu, tapi sebagai sahabatmu. Tidak baik jika kau terus menerus seperti ini Keenan, Grand Ma Sonia pasti lebih terluka melihatmu seperti ini. Berdamai lah dengan hatimu, jangan menyimpan dendam berkepanjangan. Aku tahu kau kecewa karena perbuatan orang itu, tapi kau juga harus memikirkan dirimu dan juga kedua orang tuamu bahkan adikmu." ucap Miko panjang lebar.
Keenan hanya tersenyum smirk mendengar ucapan Miko rasanya ia sudah tidak peduli lagi dengan ucapan sahabatnya itu, seperti angin lalu saja baginya.
"Kau tidak perlu repot menceramahi ku, Miko. Ini urusanku !" sarkas Keenan berbalik arah melihat Miko.
Miko hanya menghembuskan kasar nafasnya ia sudah lelah jika terus memberikan nasehat pada Keenan yang sudah pasti Keenan tidak akan mendengarkannya.
"Baiklah aku tidak akan bicara lagi." balas Miko dengan nada pelan.
Keenan mendudukkan dirinya kembali di kursi kebesarannya. Sedangkan Miko kembali ke ruangan kerjanya. Keenan memijit keningnya ia merasa pusing, ingin sekali ia menghabiskan waktu dengan ke sebuah klub hari ini menghilangkan penat hari ini.
Keenan keluar dari ruangannya dan memanggil Miko untuk menemaninya. Mereka pun pergi ke sebuah klub tempat biasa Keenan kunjungi. Saat mereka telah sampai di klub, Keenan mengernyitkan dahinya ketika melihat seorang gadis yang sangat ia ketahui identitasnya sedang bekerja sebagai seorang pelayan.
Keenan tersenyum jahat dan ia kemudian memerintahkan anak buahnya dalam sebuah panggilan untuk mengawasi gerak-gerik gadis yang tak jauh dari pandangan matanya.
"Kena kau kali ini !" ucap Keenan dengan suara beratnya hanya dapat ia dengar dari telinganya sendiri.