NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 : Bella Claudia

Malam telah berganti, pagi ini matahari sudah terbit. cahayanya telah masuk ke dalam sebuah gudang kosong yang begitu kotor.

Banyak binatang seperti kecoa dan tikus yang kini berjalan di depan seorang gadis yang beranjak remaja bernama Bella Claudia yang usianya baru menginjak 13 tahun.

Gadis remaja itu terlihat masih terlelap dalan tidurnya, dia tidak merasa terganggu sama sekali dengan kehadiran kecoa dan tikus yang berhalu halang di depan nya yang sedang tertidur. sepertinya hal itu sudah biasa bagi dirinya.

KRUK!

terdengar suara cukup nyaring dari arah perut gadis remaja itu. perlahan Bella mulai membuka kedua matanya, kini satu tangannya terlihat sedang memegangi perutnya sendiri.

KRUK!

Suara tersebut terdengar kembali, sontak saja Bella bergegas bangun dari posisi tidurnya di bawah lantai sambil terus memegangi perutnya yang terus saja berbunyi karena lapar.

"Ya tuhan, aku lapar sekali hiks hiks hiks...." Ucap Bella dengan di iringi isak tangis dari bibir pucatnya.

Kemarin sore tidak sengaja Bella membuat Om dan Tante nya marah besar, sehingga ia harus di kurung di dalam gudang sejak kemarin sore dan tidak di beri makan sama sekali. padahal sejak kemarin pun belum ada makanan yang masuk ke dalam perutnya, karena dia di larang makan apapun sebelum menyelesaikan semua pekerjaan rumah.

"Ayah, Bella rindu hiks hiks hiks." Tangis Bella kembali pecah dengan suara cukup keras sambil memeluk kedua lututnya sendiri menahan rasa lapar yang melanda.

Tubuhnya terlihat begitu kurus dengan penampilan begitu kumal dan terlihat juga beberapa luka lebam di sekujur tubuh gadis itu, Bella tidak pernah menyangka setelah kepergian sang ayah 3 tahun yang lalu hidupnya akan sangat menderita.

Dia pikir setelah kepergian sang ayah dia akan hidup nyaman dan penuh kasih sayang di tangan kerabat dekat sang ayah, namun itu salah besar hidupnya seperti di dalam neraka selama 3 tahun ini. Dia sering di perlakukan begitu kasar dan sering mengalami kekerasan jika melakukan kesalahan kecil. yang paling mirisnya ia hanya boleh makan sekali saja dalam sehari, sehingga tubuhnya begitu sangat kurus karena kekurangan gizi.

"Bella sudah tidak sanggup lagi ayah, Bella ingin ikut bersama ayah saja hiks hiks hiks."

Saat ini Bella begitu merindukan masa-masa di mana sang ayah masih hidup.

dulu dia adalah anak gadis kesayangan sang ayah, dan selalu di perlakukan bak tuan putri kecil yang di limpahi penuh kasih sayang meski sedari kecil dia tidak pernah mengetahui wajah ibu kandungnya sendiri.

Namun Bella tidak masalah selama ada sang ayah dalam hidupnya ia sudah sangat bahagia. Namun takdir berkata lain saat usianya menginjak 10 tahun ayahnya meninggal dunia karena penyakit kanker paru-paru stadium akhir. selama ini Bella tidak pernah tahu tentang penyakit sang ayah hingga di hari kematian sang ayah dia baru mengetahuinya.

Selama 10 tahun hidup bersama sang ayah, Bella tidak pernah tahu jika ayahnya memiliki sanak saudara. karena selama 10 tahun mereka hanya hidup berdua saja.

Hingga pada hari pemakaman sang Ayah datanglah sosok yang mengaku sanak saudara Bella dan ingin membawa gadis itu pergi tinggal bersama mereka. Bella yang merasa senang karena ternyata dia masih memiliki sanak saudara tentu saja merasa senang dan setuju ikut mereka tanpa tahu kedepannya bagaimana.

Sejak saat itu hidup Bella mulai hancur dan penuh air mata setelah tinggal bersama keluarga sang ayah.

BRAK!!

pintu gudang tiba-tiba saja di buka dengan begitu kasar.

Bella yang sedang menangis sembari memeluk kedua lututnya itu pun sangat terkejut dan langsung menoleh ke arah pintu.

CEPAT KELUAR DAN LAP SEPATU GUE!! perintah suara gadis muda yang seumuran dengan Bella.

mendengar perintah dari sepupunya itu, Bella segera berdiri dari posisi duduknya dan berjalan tanpa tenaga ke arah pintu gudang.

BRUK!

Belum sampai Bella sampai di hadapan  pintu, tiba-tiba tubuhnya di lempar sepasang sepatu yang ternyata pelakunya adalah sepupunya sendiri yang bernama Clara. Dia adalah anak kandung dan satu-satunya dari Om dan Tante Bella.

Melihat sepatu milik Clara jatuh di lantai, dengan gerakan cepat Bella segera berjongkok dan mengambil sepasang sepatu dengan wajah lemah.

"Lap sampai bersih sepatu gue!, kurang dari 15 menit harus sudah selesai. Gue mau berangkat sekolah nih!." Perintah Clara dengan nada suara kasar.

"Baiklah, tapi aku boleh makan terlebih dahulu gak Ra? Dari kemarin pagi aku belum makan." Ucap Bella memelas.

"Dasar anak gembel bisanya minta makan Mulu!, Kerjain dulu pekerjaan Lo baru minta makan!" Sentak Clara yang langsung pergi dari hadapan Bella.

Mendengar umpatan Clara yang tidak mau memberi nya makam, Bella langsung menundukan kepalanya menahan agar isak tangis nya tidak pecah lagi seperti beberapa waktu yang lalu.

"Jangan menangis Bell, kamu harus tetap semangat untuk hidup." Ucap Bella berusaha menyemangati dirinya sendiri.

********

Saat ini Bella sudah berada di depan teras rumah sambil mengelap sepatu milik Clara, Bella begitu teliti dan sangat berhati-hati saat mengelap sepatu milik sepupunya itu. jika sampai ada goresan atau lecet meskipun hanya sedikit saja dia akan mendapatkan masalah dan tidak akan mendapatkan jatah makan. Dia tidak mau hal itu terjadi bisa-bisa dia mati kelaparan hari ini, karena sejak kemarin belum makan.

"Sudah selesai belum?!" Sentak Clara yang tiba-tiba muncul dari dalam rumah dan duduk di sebuah kursi.

"Ini sudah selesai kok."

Bella mulai mendekat ke arah Clara yang sedang duduk di atas kursi, dengan gerakan pelan ia mulai memakaikan kedua pasang sepatu yang telah dia bersihkan di kedua kaki Clara.

"Kalo udah selesai sana pergi!, nanti gue bisa-bisa ketularan bau busuk kaya Lo!" Usir Clara sembari menutup kedua hidung nya setelah mencium aroma tubuh Bella.

Mendengar usiran kasar dari mulut Clara, Bella segera berdiri dari posisi jongkok nya dan mulai berjalan pergi dari hadapan sepupunya itu sembari mencium bau badannya sendiri.

"Uhhhh....Pantas saja Clara ngomel-ngomel, ternyata badan aku bau banget." ucap Bella pelan setelah mencium bau badanya sendiri yang begitu kecut karena sejak kemarin belum mandi.

Bagaimana dia mau mandi jika sejak kemarin sore dia telah di kurung oleh tante nya di dalam gudang. hanya karena tidak sengaja melunturkan pakaian mahal milik Tante nya yang sempat dia cuci kemarin.

"Husss.... Bella lihat kemari."

Terdengar suara seseorang wanita yang tengah memanggil Bella saat ini.

Seketika Bella menengok ke kiri dan ke kanan mencari asal suara itu dari mana, namun kini tatapan nya telah menemukan asal suara tersebut yang ternyata dari bi Sri. pembantu sekaligus orang yang sudah Bella anggap seperti ibu nya sendiri.

"Ada apa bi?" Tanya Bella heran karena Bi Sri seperti sedang mengawasi suasana di dalam rumah.

"Husss....jangan berisik ayo ikut bi Sri."

ucap bi Sri sambil meletakan jari telunjuknya di depan bibirnya sendiri memberi kode agar Bella tidak berisik dan segera mengikutinya.

Bella terlihat mengangukan kepalanya pelan dan mengikuti langkah bi Sri yang memasuki dapur.

"Ayo cepat makan mumpung tuan sudah pergi bekerja dan nyonya baru saja pergi mengantar non Clara ke sekolah." Ucap bi Sri yang memberikan sebuah piring yang berisikan nasi goreng kepada Bella.

Mata gadis itu seketika berbinar setelah melihat piring yang berisikan nasi goreng, ia sampai meneguk air liurnya sendiri yang hampir saja menetes karena terus-terusan menatap ke arah piring yang berisikan nasi goreng tersebut.

"Makasih, bi Sri tahu saja kalo Bella lagi lapar banget hehehe." Kekeh Bella pelan, langsung mengambil alih piring di tangan bi Sri dan bergegas duduk di sebuah kursi yang ada di dapur.

"Yummy...yummy...yummy."

Bella terlihat begitu rakus saat memakan nasi goreng tersebut, karena memang dia sudah begitu kelaparan sejak kemarin namun masih bisa dia tahan.

Bi Sri yang melihat cara makan Bella yang begitu rakus dan tergesa-gesa seperti orang yang kelaparan hatinya tiba-tiba begitu sakit. apalagi kini matanya melihat banyak luka lebam di tubuh gadis remaja tersebut yang sudah sangat dia ketahui penyebabnya apa.

"Ya tuhan kasihan sekali Bella." batin Bi Sri.

Tentu saja luka di tubuh Bella itu ulah dari majikannya sendiri, bi Sri tidak habis pikir ada manusia yang sekejam dan sejahat majikannya itu. bagaimana tidak di cap jahat dan kejam, mereka memperlakukan Bella yang notabennya adalah keponakan mereka sendiri seperti pembantu. dan sering mengurung dan menyiksa Bella pula jika melakukan kesalahan yang menurutnya sangat sepele. lebih keterlaluannya lagi, kedua majikannya itu tidak menyekolahkan Bella dengan alasan buang-buang biaya saja.

Dan lebih jahat nya lagi majikannya itu melarang Bella untuk makan banyak apalagi jika lebih dari sekali. Jadi Bella hanya di beri jatah makan sekali dan itu pun makananan sisa mereka.

Uhuk! Uhuk! Uhuk!

Bella terlihat tersedak karena makan terlalu cepat. Ia terlihat kelabakan mencari-cari air minum di dekatnya.

Dengan gerakan cepat bi Sri langsung mengambil air minum dan memberikan nya kepada gadis itu. dengan gerakan cepat Bella langsung mengambil air yang ada di tangan bi Sri dan langsung meminumnya hingga habis.

"Mangkan nya cah ayu kalo makan itu pelan-pelan jadi tersedak kan?" Ucap bi Sri menasehati.

"Maaf Bi, habisnya Bella laper banget hehehe." Ucap Bella sambil tertawa kecil.

"Hmmmm.... Dasar!" jawab bi Sri sambil tersenyum karena melihat tawa Bella barusan.

Bi Sri berniat untuk segera ke atas membersihkan kamar majikan nya sebelum nyonya nya itu pulang dari mengantar non Clara sekolah. Namun tatapan mata bi Sri langsung tertuju ke arah sampah daur ulang yang berada di dapur yang belum sempat dia buang ke luar pagi ini.

Kini raut bi Sri terlihat bimbang untuk pergi membersihkan kamar majikannya terlebih dahulu atau membuang sampah daur ulang itu keluar.

Namun kini tatapan mata bi Sri melirik ke arah Bella yang kembali asyik dengan makanannya.

"Cah ayu, bibi minta tolong dong. nanti kalo sudah selesai makan kamu buang sampah daur ulang yang ada di dapur ke luar ya?" Ucap bi Sri meminta tolong.

"Iya bi, nanti akan Bella buang ke luar sampah-sampah itu." Jawab Bella tidak menolak.

"Iya sudah kalo gitu bi Sri mau beresin kamar tuan sama nyonya dulu, bisa-bisa nanti nenek lampir itu ngomel-ngomel jika saat dia pulang kamar nya masih berantakan." Gerutu bi Sri.

"Hehehe iya bi, iya sudah bi Sri sana cepetan ke kamar om sama tante." Ucap Bella sambil tertawa, karena bi Sri sempat mengatai tantenya itu nenek lampir.

*******

Setelah mencuci piring kotor bekas dia makan terlebih dahulu, kini Bella tengah menyeret kantong besar yang berisikan sampah daur ulang. dia berniat akan membuangnya ke tempat sampah besar yang ada di luar.

Namun saat berjalan keluar dari gerbang rumah Om dan Tante nya itu, ia bertemu Bisma dan adiknya yang bernama Sarah.

Terlihat mereka yang sedang menunggu jemputan mobil dari sekolah di depan gerbang rumah mereka saat ini.

Kini tatapan mata Bella dan Bisma saling bertemu, terlihat Bisma yang ingin menghampiri Bella saat ini namun mobil jemputan dia telah datang. ia mengurungkan niatnya itu dan langsung berjalan memasuki mobil tersebut bersama adiknya Sarah.

Bella terus menatap ke arah mobil yang membawa Bisma dan Sarah ke sekolah. Kini Bella begitu iri karena hanya dia seorang yang tidak bisa pergi ke sekolah, karna om dan tantenya itu tidak mau membiayainya. Namun untung saja dia sempat bersekolah sampai kelas 5 SD, sehingga ia sudah bisa membaca dan menulis.

Tidak pergi ke sekolah bukan berarti Bella anak yang bodoh dan tidak mengerti ilmu pengetahuan, diam-diam tanpa sepengetahuan Om dan Tante nya Bella sering ikut belajar bersama Bisma. Bisma sering meminjaminya buku pelajaran sekolah untuk dia baca sebelum tidur. karena hanya di malam hari lah Bella baru bisa bersantai dan terbebas dari pekerjaan rumah yang menumpuk.

TINT!! TINT!!

terdengar suara klakson mobil yang begitu berisik, sontak saja Bella langsung mengeser tubuhnya agak ke pinggir membiarkan mobil tersebut untuk lewat.

"Hei anak sialan! Kamu sudah bosan hidup ya? malah berdiri di tengah jalan!" Bentak Tiara membuka kaca mobil.

"Maaf Tante, Bella cuma mau buang sampah ke depan." Ucap Bella ketakutan.

"Iya sudah sana cepat buang sampah, dan segera masuk lagi ke dalam!,"

Setelah berbicara dengan Bella, Tiara segera menutup kembali kaca mobilnya dan menyuruh sopir untuk menjalankan kembali mobil tersebut.

Bella mengangukan kepalanya mengerti, dengan cepat dia segera membuang sampah tersebut dan kembali memasuki rumah seperti perintah tantenya.

******

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!